Fanfiction
Dandelion (2/?)
Cast : Park Chanyeol EXO, Lee Yo Bi (Aktris), Kim Taehyung -V- (BTS)
Gendre : Sad Romantic
Author : J.N
Gendre : Sad Romantic
Author : J.N
: Itu tidak adil
: Sejak kapan dunia menjadi adil?
Aku bukan gadis kuat, aku hanya mencoba menjadi gadis yang kuat.
Aku sendiri dan aku pikir selamanya aku akan sendiri.
Entah cinta atau apapun itu, aku mencoba menghapusnya dari hidupku.
Kekecewaan yang membuatku seperti ini, tidak mempercayai siapapun.
Enatah aku yang serakah atau tuhan yang tidak memahamiku.
Aku hanya selalu merasa sendiri.
“HEY. LEE YO BI!” Chanyeol berteriak memanggil
gadis di depannya, entahlah itu seperti teriakan atau bentakan, tapi itu cukup
sukses membuat gadis didepannya membalikan tubuh hingga membuat Chanyeol bisa
menatap gadis didepannya. Lee Yo Bi.
Yo Bi membalikan tubuhnya membuat Chanyeol
dapat melihat wajah Yo Bi, secara perlahan Chanyeol mempersempit jarak membuat
dia dapat melihat kecantikan Yo Bi, mereka masih diam hingga Yo Bi membalikan
tubuhnya dan mencoba kembali melanjutkan perjalannannya karna Chanyeol tak
kunjung berbicara dan Yo Bi enggan memulai percakapan, tapi kemudian Chanyeol
menarik tangan Yo Bi membuat Yo Bi kembali menatap Chanyeol.
“Bukankah sudahku bilang, urusan kita belum
selesai” sekarang Chanyeol membuka suara dengan nada sinis, membuat Yo Bi
melepaskan Earphone yang menempel di telingannya.
“Aku tidak tertarik untuk bermain-main
denganmu” Timpal Yo Bi dingin.
“Hapus foto itu dari handphone mu!” Perintah
Chanyeol mengeratkan genggaman nya di pergelangan tangan Yo Bi.
“Ah, sekarang kau terlihat seperti laki-laki
putus asa Tuan Muda.” Sindir Yo Bi membuat Chanyeol semakin marah dan menarik
tangan Yo Bi ke lorong yang tak jauh dari club kemudian Chanyeol kembali
mendirong tubuh Yo Bi ke dinding.
“Kau benar-benar menguji kesabaranku, nonna
manis” Gerut Chanyeol menatap Yo Bi geram “Ah, bagaimana jika aku mengadukan
pada kepala sekolah jika kau bekerja sebagai DJ di club malam? Itu illegal jika
dilakukan oleh Siswa SMA sepertimu” Sambung Chanyeol bangga.
“Kau juga illegal pergi ke club malam, dan
meminum alcohol” Timpal Yo Bi sambil menghirup aroma alcohol yang menempel di
jass putih Chanyeol.
“Kau harus ingat, aku pewaris Park Empire
Hotel” Chanyeol menjawab dengan kebanggan penuh dihatinya.
“Oh, jadi sekarang tuan muda Park Empire Hotel
sangat suka menyombongkan diri dan mengancam orang lain. Aku baru tau” Sindir
Yo Bi membaut rahang Chanyeol menegang dan emosinya memuncak.
“Lee Yo Bi, aku tidak sedang main-main
denganmu. HAPUS FOTO ITU!” Perintah Chanyeol tidak sabar dengan benatakan di
akhir kalimatnya.
“Kecilkan suaramu” Perintah Yo Bi dingin.
“Jika kau menurut, semuanya tidak akan seperti
ini” Timpal Chanyeol, yah sebenarnya Yo Bi bisa saja menghapus foto itu dari
handphone nya, tapi sekarang Yo Bi terlanjur kesal dengan pria sombong
didepannya.
“Yah jika kau memintanya dengan baik-baik
semuanya akan baik-baik saja” Seru Yo Bi menatap Chanyeol dengan tajam.
“Kau sudah menguji kesabaranku Lee Yo Bi”
Timpal Chanyeol
“Lalu sekarang apa maumu?” Tanya Yo Bi dengan
nada menantang.
“Apa susahnya menghapus foto itu dari
handphonemu? Kau ingin aku menebusnya dengan uang? Berapa yang kau inginkan?”
Chanyeol balik bertanya dengan angkuh
membuat Yo Bi semakin kesal.
“Wah wah wah” Kini Yo Bi bertepuk tangan
dengan sinis “Kau pria paling sombong yang pernah aku temui. Ingat tuan muda,
itu bukan uangmu. Itu uang ayahmu” Sambung Yo Bi menatap Chanyeol dengan jarak
tidak lebih dari 3cm, membuat Chanyeol tersulut emosi hingga mengepalkan kedua
tangannya, Chanyeol mengangkat kepalan tangannya seperi akan memukul wajah Yo
Bi, tapi beberapa detik berlalu kepalan tangan itu masih di depan Yo Bi membaut
Yo Bi menatap Chanyeol intens, beberpa menit berlalu tidak ada pukulan
dimanapun, yang ada hanya bibir Chanyeol yang menempel di bibir Yo Bi menarik
pinggang Yo Bi dan keduanya masih
menempel tidak ada pergerakan sedikitpun hingga beberapa detik berlalu akhirnya
Chanyeol mengangkat kepalanya membuat Yo Bi masih memasang wajah datarnya bukan
terkejut, Yo Bi bersikap seperti tidak terjadi apapun pada bibir mereka.
“Aku pikir hanya ciuman yang bisa membuat
mulutmu berhenti menoceh. Lee Yo Bi” Seru Chanyeol sinis.
“APA? Kau bilang itu ciuman? Berpikir jutaan
kali aku tidak dapat mengerti kenapa seperti itu disebut ciuman? Bocah 10 tahun
bahkan bisa melakukan hal yang lebih baik dari itu” Timpal Yo Bi bangga kembali
merapihkan cardigannya sambil menempelkan kembali earphone di telingannya dan
berjalan pergi meninggalkan Chanyeol yang masih terkejut, tangan Yo Bi kembali
di tahan oleh Chanyeol tapi Yo Bi dengan cepat menjauhkan tangannya dari Chanyeol.
“Kau mau kemana? Aku belum selesai” Bentak
Chanyeol dengan kemarahan yang memuncak.
“Belajarlah kembali dengan baik, dan coba
bedakan antara ciuman dan kecupan tuan muda” Sindir Yo Bi sebelum dia
meninggalkan Chanyeol yang tengah marah dan bisa saja membunuh siapapun yang
ada di hadapannya.
Pukul 3 pagi Chanyeol baru sampai rumah dengan
perasaan kesal yang terus menempel di otaknya. Chanyeol membuka pintu kamarnya
dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.
“Ciumanku tidak lebih baik dari bocah berusia 10
tahun? Apa gadis itu gila? Aku Park Chanyeol ahli dalam bidang itu. dia
benar-benar membuatku gila!” Gerut Chanyeol sambil mengacak-acak rambutnya
dengan frustasi.
--
Chanyeol terbangun dari tidur panjangnya
ketika dia merasa sinar matahari sudah memanas dan masuk lewat celah
jendelanya, Chanyeol duduk disisi tempat tidur hanya untuk memastikan jika
semua kesadarannya sudah menyatu dengan raganya, Chanyeol berjalan lemah menuju
kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari bau alcohol dan rokok yang mungkin
menempel.
“Dia sudah lebih dari satu kali membuatku
kesal, aku akan menunjukan siapa aku padamu nona manis. Tunggu saja” Kini
Chanyeol berbicara pada pantulan wajahnya yang ada di kaca kamar mandi lalu
kembali membasuh wajahnya untuk kesekian kalinya.
Chanyeol memakain baju V neck polos berwarna
putih polos dengan dibalut jas silver dengan rambut ditata serapih mungkin karna
dia tidak ingin membuat wanita yang paling dia cintai kecewa dengan
penampilannya meski Chanyeol tau wanita itu akan selalu mencintainya
bagaimanapun keadaannya.
“Lihat betapa tampannya aku. Gadis bernama Lee
Yo Bi harus menyadari ketampananku. HARUS” Kini Chanyeol kembali membanggakan
dirinya sendiri di depan cermin kamarnya dengan senyum iniotnya.
Chanyeol berjalan menuruni puluhan anak tangga
rumahnya dengan senyum yang terus menempel di bibir tebalnya dengan sesekali
menyanyikan beberapa lirik lagu secara acak hingga Chanyeol sampai di mobil Lamborghini
putihnya, sepanjang perjalanan Chanyeol terus memasang senyum di bibirnya.
Kini Chanyeol berdiri di depan bangunan megah
‘Rumah Sakit’ sambil menghirup mawar putih yang dia bawa, Chanyeol kembali
berjalan melewati lorong dengan ratusan pintu di sampingnya, hingga Chanyeol
berhenti di pintu no 107. Dengan perlahan Chanyeol membuka pintu hingga dia
bisa melihat punggung seorang wanita yang tengah duduk di sudut tempat tidur,
Chanyeol berjalan mengendap-endap seperti seorang maling hingga akhirnya
Chanyeol memeluk wanita itu dan menaruh dagunya di pundak wanita di depannya.
“I Love You mom” Seru Chanyeol sambil mencium
pipi Sandara Park, ibu kandungnnya.
“Ibu pikir kau tidak datang” Kini Sandara Park
mencium kembali pipi anak laki-lakinya.
“Aku selalu merindukan ibu setiap detik” kini
Chanyeol bersikap manja pada ibunya sambil tidur di pangkuan Sandara.
“Apa anak ibu tidak tidur dengan baik? ibu
rasa anak ibu yang satu ini sudah menghabiskan malamnya dengan berat” Seru
Sandara sambil mengelus rambut Chanyeol.
“Bagaimana ibu tau? Ah padahal aku sudah
berusaha kerasa agar ibu tidak mengetahuinya” gerut Chanyeol.
“Aku ibumu. Jelas tau” Timpal Sandara disusul
kecupan di dahi Chanyeol.
“Ibu, mari kita keluar. Aku tidak suka tempat
ini” Ajak Chanyeol bangkit dari tidurnya disusul dengan anggukan Sandara, tak
lama kemudian Chanyeol datang dengan kursi roda, kemudian Chanyeol menggendong
Sandara untuk duduk di kursi roda itu. Chanyeol mendorong kursi roda dengan
Sandara yang terus menggenggam lengan Chanyeol yang ada di belakangnya sambil
mendorong kuris roda.
“Bagaimana keadaan…”
“Ibu mau membeli makana? Tunggu disini aku
akan membawakan beberapa makanan” Chanyeol memotong kalimat Sandara karna
Chanyeol tau Sandara akan menanyakan keadaan orang yang paling dia benci,
hingga Chanyeol memutuskan untuk bergegas mengantri mengambil makanan.
Chanyeol tengan antri di sebuat outlet coffee,
tapi ketika Chanyeol akan mengambil Coffee ada tangan lain yang mencoba
mengambil coffee nya, Chanyeol memutar kepalanya hingga dia melihat wajah si pemilik
tangan, dan itu membuat Chanyeol semakin kesal, seribu kali lebih kesal dari
yang seharusnya.
“Kenapa kau selalu muncul di hidupku denagan
cara terburuk.” Gerut Chanyeol tidak terima.
“Ini Coffe ku” Seru Yo Bi sambil memegang
Coffe yang tengah dipegang Chanyeol
“Tidak, ini coffe ku” Tolak Chanyeol “Dan satu
lagi, ini bukan club malam, jadi aku rasa kau tidak perlu memakai earphone sebesar
itu” Sambung Chanyeol sambil berbicara di ujung telinga Yo Bi.
Yo Bi baru saja akan memebalas ucapann
Chanyeol hingga Yo Bi merasakan seseorang menggenggam tangannya, genggaman
hangat yang baru pertama kali Yo Bi rasakan, disana Yo Bi melihat seorang
wanita cantik berkusi roda tengah menggenggam tangannya dengan senyum indah
yang menempel di bibir tipisnya.
“Dia pacarmu Yeol?” Sandara bertanya tanpa
mengalihkan tatapannya dari Yo Bi “Dia gadis yang cantik, ibu menyukainya.
Kenapa kau tidak mengenalkannya pada ibu?” Sandara bertanya sekilas menatap
Chanyeol dan kembali menatap Yo Bi, sedangkan Yo Bi masih terdiam Yo Bi masih
mengagumi senyum tulus wanita di depannya.
“I I ya. Dia pacarku. Namanya Lee Yo Bi” Seru
Chanyeol. Chanyeol awalnya akan menolak anggapan Sandara tapi dia mengurungkan
niatnya, karna untuk pertama kalinya Chanyeol melihat Sandara tersenyum untuk
orang lain, untuk pertama kalinya orang lain melihat Sandara ibunya, yah meski
sebenarnya Suho sudah tau keadaan Chanyeol, tapi Lee Yo Bi berbeda, Lee Yo Bi
gadis pertama yang dia kenalkan pada Ibunya Sandara.
“Yo Bi, boleh ibu memlukmu?” Dara bertanya
penuh harap dan di susul anggukan Yo Bi hingga akhirnya Yo Bi membungkuk untuk
memeluk Sandara, pelukan hangat yang asing baginya, dan Yo Bi sangat menikmati
pelukan itu. “Kau sangat cantik na” Sambung Sandara sambil mengelus pipi Yo Bi
lalu mencium dahi Yo Bi membuat segaris kurva senyum menempel di bibir Yo Bi
sehingga membuat Chanyeol juga tersenyum.
“Permisi” Suara seorang suster memecahkan
suasana “Maaf, tapi Nyonya Sandara harus istirahat sekarang” Sambung suster itu
dengan senyumnya.
“Baiklah. Yo Bi, ibu menunggu kedatanganmu
lagi. Tidurlah dengan baik, kau terlihat lelah” Seru Sandara sambil mengelus
tangan Yo Bi. “Chanyeol, jaga Yo Bi. Love You” Sambung Sandara sambil mencium pipi
Chanyeol yang tengah memeluknya.
“Aku akan mengantar ibu” Seru Chanyeol mencoba
mendorong kursi roda Sandara.
“Tidak perlu, kau antar Yo Bi pulang saja, dia
terlihat sangat lelah” Tolak Sandara lembut.
“Aku akan lebih sering datang. Jaga kesehatan
ibu” Seru Chanyeol lalu mencium tangan Sandara. Yo Bi dan Chanyeol terus
menatap kepergian Sandara.
“Lee Yo Bi. Mari kita berpacaran” Seru
Chanyeol pada Yo Bi yang masih menatap kepergian Sandara dan sukses membuat Yo
Bi hampir mengeluarkan kedua bola matanya.
“Hentikan omong kosong ini” Cibir Yo Bi mencoba meninggalkan Chanyeol,
tapi Chanyeol langsung menarik tangan Yo Bi.
“Aku tidak ingin mengecewakan ibuku” Seru
Chanyeol lemah, yah Chanyeol selalu lemah jika itu tentang ibunya.
“Tapi aku tidak ingin mengikuti kegilaanmu”
“Aku tidak punya apapun kecuali uang ‘ayahku’,
aku tau ini terdengar kasar, tapi aku mohon jadilah pacarku aku akan memberikan
uang sebanyak yang kau minta….”
“Kenapa kau selalu memandang rendah orang lain?”
Yo Bi memotong kaliat Chanyeol dengan tatapan sinis.
“Bukankah sudah aku bilang, aku tidak punya
apapun kecuali uang, aku akan membiayai sekolahmu sampai lulus SMA,
merahasiakan pekerjaanmu sebagai seorang DJ, aku bahkan tidak peduli jika kau
menyebarkan fotoku dengan Juniel, tapi tolong jadi pacarku hanya sampai kita
lulus SMA, setelah itu aku akan mengrus semuanya, ibuku sangat menyukaimu, aku
tidak pernah melihat senyumnya seperti tadi pada orang lain, itulah alasan
kenapa aku meng ‘iya’ kan ketika Ibu berfikir kau pacarku, hanya untuk ibuku”
Seru Chanyeol panjang lebar dengan tatpan seperti sedang memelas.
“Aku akan memikirkannya” balas Yo Bi dengan
tatapan tenang “Aku bilag aku akan memikirkannya” Tambah Yo Bi ketika dia
hendak pergi tapi masih merasakan lengan Chanyeol menahan pergelangan tangannya
membuatnya tidak bisa melangkahkan kakinya.
“Baikalh, aku menunggu kata ‘iya’ darimu”
Jawab Chanyeol sambil melepaskan genggamannya lalu mmebiarkan Yo Bi berjalan
pergi meninggalkan dirinya.
Untuk pertama kalinya dia memohon pada orang
lain, bahkan pada ayahnya saja Chanyeol belum bernah melakukan hal itu, hanya
untuk ibunya dia akan melakukan apapun, apapun. Chanyeol baru saja memasuki
rumahnya hingga dia melihat wanita tak asing baginya yang tengah duduk di kursi
tamu sambil membaca majalah, Chanyeol terdiam beberapa detik untuk meyakinkan
bahwa wanita yang tengah di depannya adalah wanita yang benar-benar dia benci.
“Kau baru pulang?” Tanya wanita itu yang kini
sudah berdiri dan berjalan menghampiri Chanyeol “Apa aku mengagetkanmu?” Wanita
itu kembali bertanya mencoba memgang bahu Chanyeol, tapi Chanyeol langsung
melangkah mundur membaut wanita di depannya menurunkan tangannya.
“Jangan menyentuhku, bahkan jika itu hanya
ujung jarimu nyonya Kim Tae Yeon” Timpal Chanyeol lebih dingin dari biasanya
ketika menyebut nama Kim Tae Yeon Chanyeol bahkan merasa hatinya teriris-iris, lebih sakit dari
ratusan jarum suntik yang pernah bersarang ditubunnya, rasa sakit yang bahkan
tidak pernah dia bayangkan sebelumnya jika dia bisa mengalami rasa sakit yang
begitu mendalam, keluarganya hancur karena wanita di depannya, Chanyeol bahkan
tidak pernah berfikir jika dia bisa menatap mata wanita di depannya.
“Kau baru pulang?” Kini suara laki-laki lain
membuat Chanyeol mengalihkkan pandangannya pada sosok laki-laki yang ada di
samping Tae Yeon, dulu untukk waktu yang sangat lama Chanyeol pernah dekat
dengannya Kim Taehyug sahabatnya ketika mereka tinggal di Amerika, tapi tidak
untuk sekarang, ketika Chanyeol mengetahui jika Taehyung adalah anak dari Kim Taeyeon,
wanita yang telah membuat ibunya terpuruk, sekarang Chanyeol mengabaikan mereka dan
melanjutkan perjalanannya menuju kamars. Chanyeol membanting tubuhnya ke atas
kasur mencoba memejamkan matanya tapi sekeras apapun dia berusaha dia tidak
bisa, tidak bisa karna ada orang lain yang dia benci yang tinggal dengannya.
Waktu berlalu tapi mata Chanyeol masih enggan menutup.
“Kau mau kemana? Kita makan dulu bersama” Tae
Yeon bertanya ketika dia sedang menyiapkan makan malam.
“Berhentilah berbicara seolah-olah kau
memperdulikanku” Timpal Chanyeol menatap sinis Taeyeon.
“Berhentilah bersikap seperti itu pada ibuku” Seru
Taehyung lemah sambil memegang pergelangan tangan Chanyel, dan Chanyeol
langsung membanting tangan Taehyung dari pergelangannya.
“Berhentilah bersikap seperti kau mengenalku”
Timpal Chanyeol dingin lalu berjalan pergi meninggalkan rumah megahnya.
tbc

0 komentar