Fanfiction
Series
I’m Not a Monster (Chap 1)
Jennie Kim (YG New Artis)
Luhan (EXO)
Baekhyun (EXO)
Di sebuah lapangan terdengar puluhan bunyi tembakan sedangkan di beberapa sudut terdengar teriakan, Baekhyun terlihat sangat bersemangat menyemangati Jennie ketika Jennie selesai menembak, tapi berbeda dengan Jennie, dia memasang wajah murung meski ketiga tembakannya nyaris sempurna. Pemenang diumumkan dan Jennie keluar sebagai juara pertama.
“Jennie kau hebat. Kau memang yang terbaik dalam menembak” Seru Baekhyun semangat sambil meloncat-loncat di depan Jennie, sedangkan Jennie masih menunggu respon ibunya (Lee Dae Hee) yang menatap Jennie tanpa ekspresi.
“Ibu kecewa padamu. Harusnya kau mendapatkan point sempurna. Kau menjadi buruk hanya karna satu tembakanmu hanya mendapat nilai 9. Harusnya ibu tidak meninggalkan pekerjaanku hanya untuk melihat permainan bodohmu” Seru Lee Dae Hee menatap Jennie dingin, tidak ada kata selamat meski Jennie sudah mendapatkan juara 1.
“Tapi dia keluar sebagai pemenang juara 1” Timpal Baekhyun sambil menatap Lee Dae Hee heran.
“Maaf” timpal Jennie menyesal sambil menatap Lee Dae Hee lemah.
“Kata maaf tidak akan merubah apapun meski kau berteriak pada dunia” Timpal Lee Dae Hee lalu pergi meninggalkan Jennie.
“Kau baik-baik saja?” Tanya Baekhyun cemas, yah Jennie memang tidak pernah mendapatkan pujian dari ibunya meski Jennie sudah memenangkan puluah jenis kejuaraan, mulai dari olimpiade matematika hingga juara 1 balap mobil bahkan motor, Jennie ahli dalam segala hal itulah alasan kenapa Jennie masih bisa tinggal di sekolah meski Jennie sudah mendapatkan beberapa kasus dengan siswa lain. Tapi untuk pertamakalinya ibu Lee Dae Hee mengatakan kekecewaan pada Jennie hingga membuat Jennie merasa buruk.
“Aku Jennie Kim. Kau harus ingat itu Baek” Jawab Jennie sambil memaksakan senyum tipisnya, Jennie sudah berjanji pada ibunya sekeras apapun yang ibunya lakukan pada dirinya dia tidak akan pernah menangis, seorang Jennie Kim tidak boleh menangis, TIDAK.
“Baiklah. Tapi menurutku kau yang terbaik Jennie Kim” Kini Baekhyun kembali meloncat-loncat seperti seekor tupai.
“Hentikan itu Baek” Gerut Jennie merasa tidak nyaman dengan kelakuan Baekhyun.
“HAHAH. Baiklah, sekarang ayo kita rayakan kemenanganmu” Ajak Baekhyun sambil merangkul pundak Jennie.
“Baiklah, ayo kita pergi” Jennie menuruti ajakan Baekhyun tapi tanpa Baekhyun tahu Jennie membuang tropi kemenangannya sendiri di sebuah tong sampah yang ada di sampingnnya. “Tidak berguna” gumam Jennie dalam hati.
..
“Jennie Kim. Aku ingin satu sekolah dengannya” Bisik Luhan pada asisten yang selalu setia mendampinginnya ketika Luhan mengikuti kejuaraan tembak dengan Jennie, dan dia harus puas berada di posisi dua.
..
Jennie dan Baekhyun masih asik di perpusatakaan hanya untuk sekedar menutup mata mereka beberapa menit.
“Jennie ayo kita masuk, kita sudah telat beberapa menit” Gerut Baekhyun karna Jennie masih enggan diajak masuk kelas.
“Kau saja yang pergi, aku bosan, guru-guru hanya akan membahas universitas-universitas di dunia” Jennie menjawab dengan ketus tanpa merubah posisinya.
“Waah, aku tau kau jenius Jennie tapi kau harus tetap masuk kelas. Ayo cepat” Kini Baekhyun menyeret tubuh Jennie. Setelah sampai di kelas Baekhyun langsung duduk disamping Nara kekasihnya sedangkan Jennie duduk di sudut kelas seorang diri. Jennie melewati kelasnya dengan sangat membosankan dia bahkan tidak memperhatikan apa yang sedang guru ucapkan.
“Jennie Kim, kumpulkan tugas kelompok akhir tahun” Perintah Miss Yuri dari mejanya, dengan lemas Jennie berjalan menuju meja Miss Yuri lalu memberikan tugas yang Miss Yuri pinta.
“Jennie, kenapa disini hanya ada namamu? Apa kau lupa tidak menulis nama kelompokmu, Nara, Naeun, dan SungYeon?” Miss Yuri bertanya dengan heran begitu juga Nara, Naeun, dan SungYeon.
“Mereka tidak melakukan apapun untuk kelompok ini” Jawab Jennie enteng.
“Naeun, Nara, SungYeon. Kenapa kalian tidak mengerjakan tugas kelompok ini?” Tanya Miss Yuri pada Nara, Naeun, SungYeon yang sudah berkumpul di mejanya.
“Kami sibuk menyiapkan kompetenis Dance” Jawab Nara sambil mencoba menghilangkan kegugupannya.
“Alasan bodoh. Kalian ibu hukum. Kerjakan bab terakhir mata pelajaran ini dan kumpulkan ketika kalian akan pulang, jika kalian tidak mengumpulkan ibu akan memanggil orang tua kalian” perintah Miss Yuri membuat ketiganya membulatkan keduamatanya, sedangkan Jennie masih dengan ekspresi dinginnya.
“Tapi kita sudah hampir lulus Miss” Naeun mencoba Proyes tapi Yuri sudah meninggalkan kelas, disusul dengan Jennie yang duduk kembali di kursinya.
“Jennie” Baekhyun sudah berada di depan Jennie dan memanggil Jennie dengan lemah ketika jam istirahat di mulai, Baekhyun ingin protes pada Jennie karna Jennie tidak menulis nama kekasihnya di tugas kelompok, tapi ketika Jennie menatap Baekhyun, Baekhyun mengurungkan niatnya dan berlalu begitu saja meninggalkan Jennie.
“Hey, Jennie Kim. Bukankah sudah aku bilang agar kau menulis nama kita” Bentak Nara dengan emosi yang memuncak.
“Jika aku menulis nama kalian sama saja aku berbuat dosa” Jennie menjawab sambil terus memainkan games di smartphone nya.
“Lihat kami jika kami sedang mengajakmu berbicara” Emosi SungYeon memuncak lalu membantik Smartphone Jennie ke pintu kelas, membuat siswa yang ada di kelas menatap kearah mereka.
“Aku kekasih Baekhyun, seharusnya kau bisa sedikit kompromi dengan itu” Nara semakin kesal karna Jennie tidak menunjukan ekspresi apapun.
“Apa sekarang kau sedang mencoba menggunakan koneksi? Hum, itu tidak berpengaruh bagiku” Kini Jennie manatap Nara dengan sinis.
“Kau seperti monster Jennie Kim” Seru Naeun sambil menatap tajam Jennie.
“Katakan apapun yang ingin kamu katakana. Selama kau masih hidup” Timpal Jennie lalu menerobos tubuh Nara, Naeun, dan SungYeon lalu mengabil Smartphonenya kemudain meninggalkan kelas.
Jennie berjalan melewati lorong kelasnya ke sebuah gudang sekolah yang sangat bahkan tidak pernah ada siswa lain yang mengunjungi gudang itu, karena jutaan murid mempercayai bahwa gudang itu memiliki sejarah mistis yang mengerikan, tapi dia Jennie Kim, dia tidak pernah takut akan hal-hal seperti itu. Jennie terus berjalan dengan santai hingga Luhan dengan sengaja menabrakan tubuhnya dan membuat minuman yang dia pegang tumpah membasahi baju mereka.
“Maaf” Seru Luhan pura-pura tidak tau jika dia melakukannya dengan sengaja.
“Simpan kata maafmu untuk orang lain. Aku tidak membutuhkannya” Jawab Jennie lalu kembali melanjutkan perjalanannya. Pandangan Luhan terhenti pada sebuah buku yang ada di bawah kakinya hingga dia mengambil dan membuka lembaran buku.
“Jennie Kim, 12, B. Lakukan apapun agar aku bisa satu kelas dengnnya. Dia gadis yang menarik” perintah Luhan pada asistennya tanpa mengalihkan pandangannya pada Jennie yang sudah semakin menjauh.
Jennie masih di gudang kosong. Seperti biasa Jennie tidur di gudang itu, mungkin bagi orang lain itu gudang, tapi bagi Jennie ini adalah hidupnya, Jennie sudah menata gudang ini sedemikian rupa agar dia bisa merasa lebih nyaman disini, 30 menit lebih Jennie masuk kedalam alam mimpinya hingga kemudian dia kembali kealam nyata lalu melihat jam tangannya, dia kemudian merapihkan pakaiannya dan dengan santai dia berjalan menuju kelasnya meski dia tau dia sudah terlambat hampir 40 menit untuk mata pelajaran fisika. Dengan santai Jennie membuka pintu kelasnya hingga membuat semua perhatian tertuju padanya, Jennie sedikit membungkukan tubuhnya lalu dia berjalan ke mejanya seperti dia tidak melakukan kesalahan apapun, sampai di mejanya Jennie masih tidak mau memperhatikan guru, dia hanya mencoret-coret bukunya dengan malas meski sekarang semua perhatian siswa tertuju pada Luhan yang baru saja masuk kedalam kelas.
“Hallo nama saya Luhan, saya harap kita bisa jadi teman baik” Luhan memperkenalkan diri di depan kelas dengan senyumnya meski masih terlihat ada sedikit keangkuhan dari gesture tubuhnya, tapi para gadis sudah menjadi benar-benar gila hanya karena kedatangannya.
“WOW dia lebih cantik dariku” “Bagaimana bisa seorang Luhan ingin sekolah disini?” “Luhan disini, aku harus merayakannya dengan keluargaku” “Aku rasa sekolah ini sudah membantu Negara hingga seorang Luhan mau berada di sekolah ini” “Kita sudah hampir lulus, kenapa dia baru masuk sekarang?” “Wahh, Luhan memang bisa melakukan apapun” semua gadis sangat ribut tapi Jennie masih tidak tertarik untuk mengikuti kehebohan gadis-gadis di kelasnya.
“Emm. Biar ibu pilihkan tempat dudukmu” Seru Miss Jia sambil melihat ruangan kelasnya.
“Aku ingin duduk disini” Seru Luhan yang kini sudah berada di meja Jennie membuat seisi ruangan menatap Luhan dan Jennie hanya memasang wajah datarnya.
“Umm. Kau yakin mau duduk disana?” Miss Jia bertanya dengan cemas, karna tidak ada satu muridpun yang mau duduk disampingnya, kecuali Baekhyun yang kini menjadi teman duduk Nara kekasihnya.
“Aku suka tempat ini” Jawab Luhan yang kini sudah duduk di samping Jennie membuat semua penghuni ruangan menghela nafas berat.
Tbc

0 komentar