Swift

WALK IN MEMORIES (One Shot)


Cast : Sandara Park | Park Chanyeol | Other
Gendre : Sad Romantic
Rate : 15
Author : JN




Prolog.

Chanyeol : Aku mencintaimu tanpa syarat, aku terlalu egois untuk melepaskanmu hingga membuatmu terikat di dalam hidupku. Aku terlalu takut kehilanganmu, maaf jika aku mengikatmu dalam memory ku. Tuhan menciptakan aku dan kau dan karena itu aku percaya kita ada. Cinta bukan tenyang aku dan mereka, tapi tentang aku dan kau. Aku mencintaimu tanpa sayrat. Setiap hari aku mengatakan “I LOVE YOU” aku tidak peduli jika suaraku habis, oleh kalimat itu. Pertama kali melihatmu aku sudah yakin jika kau cinta terakhirku.


 ***

Chanyeol pria bertubuh tinggi itu baru saja keluar dari bandara dengan senyum yang terus menempel pada bibir tebalnya, menghirup udara kota Seoul seolah-olah dia baru saja keluar dari sebuah ruangan tanpa udara, sepanjang perjalanan Chanyeol terus memandang kota Seoul yang sudah semakin padat dengan ratusan gedung pencakar langit yang menghiasai setiap sudut kota Seoul.

“Kau akan memulainya dari mana?” Sekarang Kris sahabatnya mulai bersuara hingga Chanyeol yang ada di sampingnya memandang Kris dengan Senyumnya, dan Kris mengerti magsud dari senyuman Chanyeol.

“Aku akan menjemputmu. Hubungi aku jika kau sudah selesai dengan urusanmu”  Perintah Kris dari balik kaca mobilnya ketika Chanyeol sudah berada di luar.

“Kau tak perlu menjemputku, aku masih memiliki banyak urusan. Aku bisa menjaga diriku sendiri” Chanyeol menolak dengan halus.

“Baiklah, hanya hubungi aku jika kau memiliki kesulitan”

“Baik. Sekarang kau cepat pergi sebelum CL membunuhmu” Chaneyol mulai mengingatkan Kris tentang ‘istri’ nya yang mungkin sudah menunggu untuk waktu yang lama karna Kris harus menjemput Chanyeol di bandara, dan Kris memberi senyuman untuk sahabatya sebelum Kris meninggalkan Chanyeol.

Sekarang Chanyeol memulai perjalannya, Chaneyol memasuki sebuah gerbang tinggi yang dimiliki oleh salah satu universitas di Seoul dan memasuki gedung tinggi itu dengan senyum manisnya, menatap ke setiap mahasisiwa di setiap sudut taman kampus dan berpikir ‘itu tempatku dulu’, ‘aku juga pernah seperti itu’, Chanyeol masih mengingat setiap detail taman kampus yang umumnya tidak memiliki perubahan berarti  ‘masih indah sejak dulu’  waktu 20 tahun tidak membuatnya berubah, meski di umurnya yang ke 40 Chanyeol masih tetap sama, garis ketampanan di wajahnya tidak berubah, Chanyeol masih Chanyeol yang dulu, dan Chanyeol tidak berniat merubahnya bahkan hatinya , bahkan ketika semua teman-temannya sudah menikah dan mempunyai anak.

Sekarang Chaneyol memasuki sebuah ruangan yang diisi ratusan kursi yang menghadap ke sebuah panggung teater di depannya, memegang lukisan yang tertempel indah di tembok ruanga seolah-olah Chanyeol merasakan bahwa ‘dia’ ada disini, dan memorinya masih cukup mengingat ‘dia’ dengan indah dan detail.


Flashback*

Chanyeol dengan tidak sengaja memasuki ruangan teater untuk menghindari kelas matematika, karna dia sangat tidak menyukai mata kuliah itu, Chanyeol yang baru saja memasuki ruangan teater dengan diam-diam langsung di suguhkan dengan seorang gadis yang tengah membaca naskah sambil menangis ‘mungkin dia anggota teater’ pikir Chanyeol yang langsung menatap gadis di atas panggung, ‘Cantik’ itu yang tergambar oleh Chanyeol tentang gadis yang ada di atas panggung itu, hingga Chanyeol merasakan HP nya bergetar dan melihat ID Kris di layar HP nya. “Cepat, kita harus latihan” itu pesan dari Kris untuk Chanyeol, dengan terpaksa Chanyeol meninggalkan ruangan teater dengan berat hati “Aku akan kembali” gumam Chanyeol sebelum dia benar-benar pergi meninggalkannya .

“Kris bagaimana jika kita masuk PM teater?” Tanya Chanyeol dengan hati-hati pada Kris ketika mereka baru saja menyelesaikan PM music mereka.

“Kau gila” Kris hampir mengeluarkan kembali minuman yang ada di mulutnya “Aku tidak bisa acting, sudahlah focus saja dengan PM music kita, lebih baik urungkan niatmu itu” Sambung Kris menolak usul Chanyeol dengan keyakinan penuhnya.

“D.O saja ikut PM teater. Ayolah Kris” Chanyeol mencoba membujuk Kris dengan Aegyo

“Itu tidak akan berhasil padaku. Dan lupakan tentang niatmu menjadi anggota PM Teater” Kris kembali menolak kemudian meminum kembali jus yang dia pegang.


FLASHBACK END*

Chanyeol masih tersenyum mengingat saat pertama kali Chanyeol melihat ‘dia’ di ruang Teater yang sekarang tengah Chanyeol kunjungi, Chanyeol duduk di kuris yang dulu pertama kali dia singgahi untuk menatap ‘dia’ untuk pertama kalinya.

“Apa sudah cukup untuk kembali menginggatnya” Sekarang Chanyeol mendengar suara Baekhyun di sampingnya, Chanyeol menatap Baekhyun dengan senyum idiotnya seperti dulu, Baekhyun sekarang sudah menikah dengan EunJi cinta pertama Baekhyun dan memiliki seorang anak bernama Byun SeHun yang mungkin sekarang sudah berumur 5 tahun.

“Dari mana kau tau aku disini?” Tanya Chanyeol kaget ketika Baekhyun sudah duduk di sampingnya.

“Kris bilang dia akan menjemputmu di bandara, sehingga aku berpikir mungkin kau ada disini” Baekhyun menjawab sambil menyodorkan segelas kopi hangat pada Chanyeol.

“Apa aku terlihat menyedihkan?” Chanyeol bertanya pada Baekhyun yang disusul dengan senyuman pahit dari kedua pria paruh baya itu.

“Hmm” Baekhyun menarik nafas dengan kasar “Kami mencoba mengerti dirimu Yeol. Tapi ini sudah lebih dari 10 tahun kau melakukan hal yang sama di setiap tahunnya” Sambung Baekhyun dengan pahit.

“Maaf mencemaskan kalian” Sesal Chanyeol, Chanyeol hanya merasa seperti berjalan di sebuah lingkaran, seberapa jauh Chanyeol berjalan Chanyeol selalu merasa Chanyeol akan selalu kembali berada di garis awal Chanyeol memulai, tidak ada yang berubah. “Bagaimana pekerjaanmu menajdi dosen disini?” Chanyeol memulai merubah topic tantang dirinya.

“Ah, aku masih tidak bisa menyangka akan menjadi dosen di sini. Setidaknya aku masih bisa merasakan masa-masa kejayaan kita” Seru Baekhyun sambil menatap Chanyeol. “Bagaimana pekerjaanmu di Filipina? Kau menyukainya?” Baekhyun kembali bertanya.

“Aku sangat menyukainya, ketika aku disana aku merasa ‘dia’ juga berada disana”

“Ah, aku tau ‘dia’ sangat jahat. ‘Dia’ sudah menguasai pikiranmu” Timpal Baekhyun disambut dengan senyuman pahit dari bibir Chanyeol, hingga mereka kembali asik dengan pikiran mereka masing-masing, terutama Chanyeol, yah sudah 10 tahun dia melakukan hal yang sama dan Chanyeol tidak pernah merasa bosan dan tidak memiliki niat menjadi bosan, ini sudah seperti rutinitas baginya.

Baekhyun meninggalkan Chanyeol karna Baekhyun harus kembali mengajar, sedangkan Chanyeol masih asik meneglilingi kampusnya dulu, tempat yang memiliki kenanggan terbanyak di masa remajanya, cintanya, dan persahabatannya. Chanyeol memasuki perpusatakaan duduk di sebuah kurisi sudut ruangan ‘dia, duduk disini dulu’ Pikir Chanyeol kembali mengingat ‘dia’, Chanyeol masih ingat ketika Chanyeol melihat ‘dia’ tertidur disini, Chanyeol mengusap meja kenangannya dengan senyumnya.

“Aku masih merasakannya” dia bergumam dengan nada suara yang nyaris tidak terdengar oleh dirinya sendiri.

Chaneyol kembali melanjutkan perjalannannya menuju ke sebuah Halte yang terletak tidak jauh dari kampusnya. Dia duduk di sudut kursi halte sambil melihat ke sudut lain kursi tersebut.


Flashback*

Chanyeol mengikuti ‘dia’ dengan langkah kaki hati-hati, Chanyeol melihat ‘dia’ duduk di sudut kursi halte.

“Hai” Sapa Chanyeol memeberanikan diri dan di sambut senyuman tipis dari ‘dia’

“Aku Park Chanyeol” Chanyeol mencoba memperkenalkan diri dengan gugup dan disambut tawa dari ‘dia’

“Sandara Park” Sekarang Chanyeol mengetahui nama ‘dia’ Sandara Park gadis yang dia anggap bidadari teater.

“Kau bisa memanggilku oppa” Seru Chanyeol, lagi-lagi ucapan Chanyeol membuat Dara tertawa. “Ada yang salah?” Tanya Chanyeol heran.

“Kau smester berapa?” Tanaya Dara mencoba mengontrol tawanya.

“Aku dari smester 5”

“Kau harus memanggilku nunna, aku dari smester 7” Timpal Dara membuat tawanya semakin keras, dan membuat Chanyeol semakin menggagumi Dara ‘Dia masih terlihat cantik, sangat cantik’ pikir Chanyeol sambil menatap Dara dengan senyumannya.

“Aku harus pergi bocah manis” Dara membuyarkan lamunan Chanyeol sebelum Dara menaiki bus yang dia tunggu dan meninggalkan Chanyeol begitu saja.

Flashback end*


Chanyeol terus tersenyum, saat itu dia sangat gembira mendengar Dara menyebutnya ‘manis’ dan sekarang hanya dengan mengingatnya Chanyeol masih merasa gembira.

Chanyeol menaiki bus yang dulu Dara pakai untuk menuju ke tempat tujuannya, Chanyeol duduk di sudut kursi penumpang.

“Aku duduk di tempat yang sama denganmu dulu” Seru Chanyeol sambil menatap sudut bus yang kosong, hanya ada dia dan beberapa murid berseragam SMA.

Chanyeol berjalan menuju ke sebuah komplek perumahan, hingga dia berdiri di sebuah rumah tanpa penghuni yang sangat dia kenal, Chanyeol terus menatap kaca jendela kamar di lantai dua rumah tersebut, rumah beraura dingin karna sudah di tinggal penghuninya 10 tahun yang lalu, tapi baginya kamar itu masih hangat untuk hatinya. Selalu.


Flashback*

Chanyeol terus berdiri di depan pagar  sebuah rumah bergaya sederhana di salah satu perumahan sederhana di Seoul ditengah salju yang turun dan mulai menguasai kota Seoul, Chanyeol  masih berdiri di sana meski dia sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang dia berikan, tapi dia ingin jawaban yang lain dari ‘dia’, bukan penolakan. Hampir tiga jam Chanyeol berada di sana dengan ditemani jaket super tebalnya, hingga si pemilik rumah datang menemuinya.

“Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya si pemilik rumah yang tak lain Sandara Park.

“Aku mencintaimu” seru Chanyeol pasti, berteman dengan Dara selama satu bulan sudah lebih dari cukup membuatnya yakin bahwa dia mencintai gadis bernama Sandara Park.

“Park Chanyeol aku sedang tidak ingin bercanda dengan mengikuti egomu, aku sudah smester 7 dan sedang mempersiapkan skripsiku, sedangkan kau hanya bocah kecil yang masih perlu mengerti arti hidup yang sebenarnya, kita berbeda Chanyeol. Lupakan tentangku dan mari hanya berteman saja” Lagi-lagi Dara menolak Chanyeol dengan pasti.

“Aku tidak sedang bercanda Sandara Park. Aku mencintaimu. Kenapa kau menggunakan umur sebagai alasan penolakan,? Itu tidak logis! Jadi mari kita berpacaran” Chanyeol masih membujuk gadis di depannya dengan keyakinan yang dia punya.

“Park Chanyeol, lebih baik kau pergi sekarang, karna tugas skripsiku sudah cukup membuatku stress. Untuk sekarang aku hanya ingin lulus dan menjadi dokter. Jadi..!”

“Aku akan menunggumu” Chanyeol memotong ucapan Dara membuat Dara menarik nafas dengan pasrah.

“Kalau begitu tunggulah. Kau tidak akan bertahan.” Timpal Dara kembali meninggalkan Chanyeol begitu saja. 10 menit berlalu Chanyeol masih menunggu, 20 menit Chanyeol duduk di samping pagar, 30 menit Chanyeol mondar mandir di depan pagar, 40 menit Chanyeol menggosok tepalak tangannya, 50 menit Chanyeol berdiri menatap kamar Dara dengan harapan penuh, 60 menit Chanyeol melihat Dara keluar dari pintu rumahnya.

“Aku tidak tau kau begitu keras kepala” Dara mulai sedikit marah.

“Apapun akan aku lakukan untuk meyakinkanmu, karna aku benar-benar mencintaimu”

“Jadi sekarang maumu apa?”

“Aku mau kau menjadi ibu dari anak-anaku dan cintkau” Rengek Chanyeol menatap sedikit harapan dari Dara.

“Baiklah, mari kita lakukan. Semoga kau tidak menyesal. Aku bukan gadis baik seperti yang kau bayangkan” Dara mencoba menggoyahkan keyakinan Chanyeol.

“Sudahku bilang. Aku mencintaimu tanpa syarat” Timpal Chanyeol dengan senyum yang terus mengembang.

“Baiklah. Sekarang kau bisa pergi”

“Tubuhku sudah tidak kuat, aku takut mati di perjalanan. Aku sudah diluar bersama salju selama hampir 4 jam, jadi aku rasa….”

“Masuk” Dara memotong rengekan Chanyeol  sebelum Chanyeol berbicara panjang lebar. Sedangkan  Chanyeol mulai mengikuti Dara memasuki rumahnya.

“Kau tidur di kamar adikku. Dan jangan menyentuh apapun. Aku masih harus menyelesaikan tugas skripsiku.Panggil aku jika kau membutuhkan sesuatu, tapi jangan menggangguku” Dara mencoba memperingatkan Chanyeol pacar barunya.

“Baik sayang” Seru Chanyeol dengan gembira

“Panggil aku nunna”

“Baby”

“Nunna”

“Honey”

“Nunna”

“Cagiya”

“Nunna”

“Sweet Heart”

“Nunna”

“Darling”

“Nunna”

“Sayang”

“Nunna”

“Sayang”

“Nunna”

“Sayang”

“Sayang”

“Sayang”

“Lakukan sesukamu” Perdebatan berahir disana karna Dara sudah cukup sibuk menyelesaikan skripsinya dibanding harus berdebat hal spele dengan Chanyeol, dan lebih memilih melanjutkan tugasnya sedangkan Chanyeol tertidur dengan kebahagiaan yang tergambar jelas dari wajahnya.


FLASHBACK END*

Chanyeol terus berdiri di depan pagar rumah yang sangat dia ingat, Chanyeol mengelus pagar berwarna coklat yang kusam karna sudah tidak terawat, meski sekarang bukan musim salju sperti  saat pertama kali dia datang,  tapi perasaannya masih sama dengan perasaannya saat pertama kali dia datang.

“Kau tau, perasaanku masih sama dengan saat pertama kali aku mengatakannya padamu. Aku mencintaimu” Chanyeol masih tersenyum mengingat kejadian itu, masih terekam dengan jelas di memory nya, tidak ada yang hilang sedikitpun.

Sekarang Chanyeol berjalan meninggalkan rumah Dara dengan senyum yang masih mengembang sambil memasukan tangannya ke saku yang ada di jas panjangnya, menutup mulutnya dengan syal putih yang melingkar di lehernya, barang yang tersisa dari Dara.

Langkah kakinya terhenti ke sebuah gedung putih dengan ratusan orang berseragam putih. Melihat kesekeliling geduang yang baru saja dia masuki. Terus melangkahkan kakinya hingga kakinya terhenti di sebuah kantin, disana dia melihat gadis berambut panjang dengan ‘wajah yang tidak pernah menua’ pikir Chanyeol ketika gadis berseragam putih melambaikan tangannya pada Chanyeol.

“Kau kembali?” Tanya gadis yang sekarang sudah berada di depan Chanyeol.

“Aku merindukanmu” Bisik Chanyeol mencoba menggoda gadis berambut panjang di depannya.

“Yah aku sudah menikah dan mempunyai anak”

“Aku mencintaimu. Ceraikan saja suamimu” Saran Chanyeol dengan tawanya.

“Berhentilah melakukannya” Timpal gadis di depannya.

“Aku tidak pernah bisa berhenti menggona nunna”

“Bukan itu. berhentilah mengingatnya. Kau sudah tidak muda lagi Park Chanyeol” kalimat gadis di depan Chanyeol membuat senyum Chanyeol memudar secara perlahan.

“Hallo baby Bom” Sekarang seorang pria tinggi datang dan langsung mencium pipi Park Bom gadis yang ada di depan Chanyeol. “Kau kembali Park Chanyeol?” Tanya pria bernama Choi Seung Hyun.

“Hanya untuk melihatnya” Chanyeol menjawab dengan senyumnya, yah Chanyeol selalu ingat bagaimana Chanyeol selalu cemburu ketika Dara dan Seung Hyun sering menghabisakan waktu bersama karna mereka sama-sama Dokter Bedah.

“Park Chanyeol, kau sudah menggambil hatinya, tapi bukan berarti kau bisa mengikatnya” Timpal Seung Hyun sedih sedangkan Chanyeol hanya membalas dengan senyuman.

“Kau sudah bukan remaja lagi. Menikahlah” Tambah Park Bom sambil mengelus tangan Chanyeol.

“Aku sudah menikah dengan Dara, bagaimana kau menyuruhku menikah ‘lagi’?” Seru Chanyeol dengan tawanya, sedangkan Park Bom dan Seung Hyun hanya menatapnya dengan pasrah.

“Eomma” Sekarang seorang gadis kecil sudah duduk di pangkuan Park Bom.

“Yah, Choi SuLli kau sudah besar sekarang” Seru Chanyeol sambil mengelus pipi gadis berusia 9 tahun tersebut.

“Ajjhussi, kau semakin tua” Timpal Sulli dengan polos.

“Chanyeol ssi, bisa kami menitip Sulli untuk beberapa saat? Kami harus menghadiri rapat” Seru Park Bom penuh harap.

“Baiklah, aku akan menjaga anak kalian dengan baik” terima Chanyeol dengan gembira.

Tak lama kemudian Chanyeol dan Sulli sudah berada di taman yang berada di belakang gedung rumah sakit.

“Ajjhussi, kau terlihat sangat menyukai tempat ini” Seru Sulli yang tengah duduk di pangkuan Chanyeol yang duduk di atas rumput hijau yang terawat dengan baik.

“Sangat” Timpal Chanyeol sambil memandang Sulli dengan senyumnya, tak lama kemudian Sulli sudah mulai bermain dengan gadis sebayanya yang ada di taman.

Flashback*

Chanyeol  yang sekarang sudah menjadi seorang arsitek terkenal masih menunggu jawaban dari Dara di depan semua penghuni rumah sakit yang tengah berkumpul di taman. Sedangkan Dara masih tidak percaya Chanyeol melakukannya disini ketika semua pegawai rumah sakit sedang istirahat dan pasien sedang menikmati udara di taman rumah sakit yang cukup luas, Dara bahkan masih belum percaya jika hubungannya dengan Chanyeol bertahan selama 4 tahun. Dan sekarang Dara harus menghadapi ketidak yakinan lainnya. Chanyeol melamarnya di depan semua penghuni rumah sakit.

“Mau menikah denganku?” Chanyeol mengulangi pertanyaannya karena Dara tidak kunjung menjawab. Dara masih terdiam. “Haruskah aku kembali menunggu di depan rumahmu selama 4 jam bersama salju? Agar kau mau menerimaku!” Sambung Chanyeol membuat lamunan Dara buyar.

“Hah” Dara menatap Chanyeol, mata yang selalu Dara sukai.

“Menikah denganku. Selamanya kita akan bersama, aku janji.” Chanyeol mengulang pertanyaannya untuk yang ke 3 kalinya.

“Aku mungkin bukan gadis yang baik seperti yang kau bayangkan” Dara mencoba meyakinkan dirinya sendiri dan Chanyeol, agar Chanyeol tidak menyesal di kemudian hari.

“Aku mencintaimu tanpa syarat. Tuhan mentakdirkan aku dan kamu, dan itu alasan kenapa kita ada” Jawab Chanyeol meyakinkan gadis berseragam putih di depannya, hingga Dara menganggukan kepalanya tanda setuju dan diiringi teriakan semua pengunjung rumah sakit, termasuk, Bom, SeungHyun, Kris, CL, Baekhyun, Eunji, D.O, Minah, Xiumin, You Jung, yang datang menyemangati Chanyeol.

Flashback end*


“Yeol, terimakasih sudah menjaga Sulli” Seru Park Bom yang kini sudah memegang tangan Sulli.

“Bukan masalah besar” Timpal Chanyeol.

“Ajjhussi, jangan sering melamun” perintah Sulli dan Chanyeol membungkuk mencoba mensejajarkan tubuhnya dengan Sulli “Terimakasih ajjhussi” Sambung Sulli lalu mencium pipi Chanyeol.

“Kau harus bahagia, Park Chanyeol. Karna Dara juga sudah bahagia” Timpal Seung Hyun sambil menepuk pundak Chanyeol.

“Aku juga bahagia Hyung” Chanyeol memasang senyumnya.

“Kami pergi. Kunjungi rumah kami jika kau sempat” Seru Park Bom yang sudah ada di dalam mobil dan Chanyeol hanya tersenyum lalu keluarga kecil tersebut pergi meninggalkan Chanyeol.

Waktu sudah menunjukan pukul 13:15 ketika Chanyeol melihat arlogi  yang terpasang di pergelangan tangan kirinya.

Chanyeol  melanjutkan perjalannanya, menaiki sebuah kereta bawah tanah, dia masih ingat ketika pertama kali Chanyeol pergi kesini bersama Dara, Chanyeol masih ingat setiap sudut kota  Seoul yang telah memberinya kenangan indah bersama Dara.

Chanyeol melangkahkan kakinya di lorong gereja sambil menatap setiap detail, lalu duduk di kuris paling depan, Chanyeol masih ingat, sangat.


Flashback*

Chanyeol sedang berdiri di depan pastur menunggu Dara yang tengah berjalan di altar, dengan diiringi suara piano dari jemari Xiumin membuat pernikahan mereka sempurna, dengan Suara D.O, EunJi dan Baekhyun yang membuat semua orang terkagum-kagum, tapi Chanyeol lebih mengagumi bidadari di depannya.

Beberapa menit kemudian Chanyeol dan Dara resmi menjadi sepasang suami istri dengan di tandai Chanyeol mencium bibir Dara, semua orang yang datang ikut bahagia atas pernikahan Dara dan Chanyeol.

“Namaku tidak akan berubah seperti mu Bom, menjadi Nyonya Choi. Aku masih nyonya Park” Seru Dara gembira ketika mereka berkumpul di taman mebuat Bom hanya tersenyum sinis.

“Nunna, kau sangat cantik. Harusnya aku yang menikah denganmu” Seru D.O mencoba menggoda Chanyeol dan menghasilkan pukupal ringan di kepalanya dari Chanyeol.

“Kau sudah bertunangan dengan Minah bodoh” Timpal Chanyeol menatap D.O dengan tatapan mematikannya.

“Bulan depan aku juga akan menikah dengan You Jung” Timpal Xiumin membuat semua orang menatap Xiumin dan You Jung.

“WOAAAAH. Chukae” Mereka serempak mengucapkan selamat membuat wajah You Jung memerah.

“Aku terlalu takut melamar CL” Timpal Kris membuat semua orang tertawa.

“Lamar saja dia disini” Seru Chanyeol sambil menepuk pundak Kris.

“Lakukan jika kau berani” CL mencoba menantang Kris. Kris menark nafas dengan berat.

“Karna aku tidak mau menjadi bujangan tua. Aku akan melakukannya Lee Chae Rin. Dengarkan baik-baik” Kris kembali menarik nafasnya.

“Semoga beruntung” Baekhyun mencoba menyemangati sahabatnya.

“Pret a me marier? (Bersedia menikah denganku?)” Kris mencoba melamar CL dengan bahasa Prancis yang telah dia pelajari dari Google translate beberapa bula lalu, karna Kris tau CL pernah tinggal di Prancis.

“WOW. Aku tau kau bekajar sangat keras hanya untuk mengatakan kalimat aneh itu” Goda Baekhyun.

“Ah, sepertinya tidak lucu jika aku langsung menerimamu” CL berpura-pura memikir ajakan jawaban dari Kris yang sekaranag tengah berlutut di depannya.

“Setidaknya kau hargai usahanya selama  1 bulan hanya untuk menghapal kalimat tadi  CL”Seung Hyun mengeluarkan suaranya, disusul dengan anggukan semua orang yang berkumpul.

“Ju suis prêt a vous epouser (Aku bersedia menikah dengamu)” CL menjawab dengan senyumnya tapi Kris masih diam.

“Itu artinya apa?” Kris bertana pada sahabat-sahabatnya, sedangkan CL hanya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“KRIS”   Suara CL naik beberapa oktaf.

“Maaf honey, aku tidak menterjemahkan jawabannya dari google translate, jadi aku tidak tau kalimatmu tadi penolakan atau menerimaku” Sekarang Kris berdiri sambil menggenggam tangan CL.

“Dia menerimamu Kris” Seru Dara.

“Apa nunna? Dia menerimaku?” Kris kembali bertanya dengan tidak yakin dan Dara hanya mengangguk. “Aku akan menikah, aku akan menikah dengan Lee Chae Rin” Kini Kris memeluk CL dengan erat.


FLASHBACK END*

Chanyeol masih duduk dikursi paling depan yang ada di dalam gereja, dengan senyumnya yang terus mengembag ketika dia mengingat masa-masa itu.

“Terimakasih sudah mau menjadi saksi pernikahanku. Seperti janjiku dulu, aku akan mencintainya sampai mati. Aku berjanji tidak akan ada yang berubah meski dia telah pergi. Karna aku masih merasakan hatinya disiini” Seru Chanyeol sambil memegang letak hatinyanya. “Kau lebih tau perasaanku tuhan, aku tidak tau apa perbuatanku benar atau salah, tapi aku sungguh tidak bisa mencintai wanita lain selain dia. Aku bahagia karna dia  juga bahagia, dan ini kebahagiaanku, mencintainya seumur hidupku, selamanya” Chanyeol berbicara seolah-olah dia sedang mengobrol.

Chanyeol berjalan meninggalkan gereja bersejarah di hidupnya, ketika dia keluar dari gereja dia merasakan satu helai daun kuning jatuh di pundaknya, lalu dia memasukan daun itu kedalam saku yang ada di jaketnya.

Chanyeol berjalan dan berhenti di sebuah toko bunga dan membeli satu tangkai bunga mawar putih. Terus menghirup aroma yang dihasilkan dari mawar putih tersebut di sepanjang perjalannannya. Chanyeol menaiki taksi dan berhenti di  sebuah jalan yang sangat sepi, lalu menaruh mawar putih tersebut di pinggir jalan. Dan bagian dari kenangan buruk itu kembali melintas di pikirannya.

Saat itu Chanyeol dan Dara akan pergi mengunjungi rumah baru mereka hanya berselanng beberapa jam dari acara pernikahan mereka, hingga kejadian buruk itu menimpa mereka, mobil yang Dara dan Chanyeol kendarai menabrak truk di depannya, dan merenggut nyawa Dara. Hanya satu yang tersisia pada tubuh Dara ‘Hati’ nya, Chanyeol yang mengetahui itu langsung meminta Seung Hyun untuk mengoprasi mereka berdua dan meminta agar Hati Dara di pindahkan ke hatinya, Seung Hyun yang mendengar permintaan Chanyeol langsung menolak, tapi Chanyeol mengancam SeungHyun jika Seung Hyun tidak mau melakukakannya Chanyeol akan bunuh diri, hingga Seung Hyun mau melakukannya, dan hingga saat ini Chanyeol masih memiliki hati Dara di dalam tubuhnya, kenangan bersama Dara di memorynya, mencintai Dara di setiap hembus nafasnya. Meski Dara telah pergi untuk  selamanya tapi Chanyeol tidak membiarkan Dara pergi bersama hatinya, Chanyeol telah mengambil hati Dara hingga dia selalu merasa jika Dara selalu bersamanya, Chanyeol terlalu egois untuk melepaskan Dara, karna dia terlalu takut kehilangannya, Chanyeol membunuh hatinya dan menyimpannya untuk menemani Dara di surga, Chanyeol yakin hatinya selalu bersama Dara dan hati Dara selalu bersamanya. Chanyeol  telah menutup hatinya dan mengunci Dara di dalam hatinya, dia tidak bisa mencintai siapapun kecuali Dara.

Chanyeol kembali berjalan sambil menghirup udara pinggir pantai, melepas sepatunya dan merasakan jutaan pasir menempel di telapak kakinya, Chanyeol menaiki anak tangga di sebuah rumah pinggir pantai, Rumah yang akan mereka tempati ‘dulu’ sebelum Dara meninggal, tapi Dara belum sempat melihatnya satu detikpun, rumah kado pernikahan mereka dari Chanyeol, Chanyeol mendesain setiap sudut rumah kayu ini dengan sangat detail. Kamar, ruang kerja, dapur, bahkan kamar untuk anak mereka kelak. Tapi semuanya berakhir bahkan sebelum Chanyeol dan Dara mengukir kenangan di dalam rumah itu.

“Aku datang lagi. Maaf membuatmu kesepian disini” Seru Chanyeol sambil mengelus foto berukuran super besar yang tertempel di didnding kamar mereka. “Maaf meninggalkanmu seorang diri, maaf karna aku tidak bisa menepati janjiku untuk terus bersamamu, maaf karna aku tidak bisa menjagamu” Sekarang tubuh Chanyeol mereosot dibawah lantai dengan kedua tangannya memgang kepalanya. Cinta benar-benar membuatnya buta, dia tidak bisa melihat cinta lain kecuali, dan itu alasan kenapa dia masih mencintai Dara dengan kesendiriannya, menghabiskan sisa hidupnya untuk terus mencintai Dara, menjadi seorang arsitek yang menghabiskan pekerjaannya dengan mengunjungi berbagai Negara, tapi masih menyempatkan mengunjungi kenangannya. Cintanya mungkin tidak terlihat tapi Chanyeol masih bisa merasakan kehadiran dari seorang Sandara Park di setiap hembus nafasnya.

“Istriku, hari ini tepat 10 tahun pernikahan kita dan 10 tahun kepergianmu. Hatiku masih utuh untukmu. Perasaanku tidak berkurang sedikitpun untukmu. Aku mencintaimu, dan akan terus mencintaimu. Dulu aku yang menunggumu di depan gerbang rumahmu. Sekarang kau harus menungguku di depan gerbang kematianku, aku harap kau akan menjemputku dengan senyum manismu. Aku merindukanmu. Tunggu aku, aku akan datang. Hanya tunggu aku.” Seru Chanyeol yang sudah berada di depan nisan yang bertuliskan “Sandara Park”.

Ketika kau mencintai seseorang kau tidak perlu memiliki alasan “Kenapa kau mencintainya” karna cinta tidak mempunyai alasan dan syarat, ketika kau mencintainya kau tidak perlu mendengarkan ocehan orang lain, hati bukan tentang mereka yang melihat, tapi tentang kau yang merasakan.

Cinta itu egois, itu benar, dan kau tidak harus menyalahkannya. Kau tidak bisa memilih dengan siapa kau harus mencintai dan sengan siapa kau harus membenci, karna perasaan bukan logika yang bisa kau atur. Cinta itu tentang kau dan dia, bukan tentang kau dan mereka. Ketika kau berjuang untuk cinta saat itu kau tau arti cinta yang sesungguhnya dank au tidak akan dengan mudah melupakannya.

Cinta itu buta, dan itu alasan kenapa manusia bahagia, kesempurnaan bukan bagian dari cinta, kesempurnaan hanya bagian terkecil dari cinta, karna cinta yang sesunggunya adalah kebahagiaan, kebahagiaan yang tidak terlihat tapi kau bisa merasakannya bersama orang yang kau cintai.
-FINE-


You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images