Fanfiction
Series
Keep In Ming (Part 5 END)
Cast:
Kris (EXO)
TIA (Chocolate)
Chanyeol (EXO)
Baekhyun (EXO)
Kim Su Rin (Two-X)
“Yah gankster kau mau kemana?” Tanya Kris seterngah berteriak ketika Tia pergi meninggalkan rumahnya. Tapi Tia tidak memperduliak eriakan Kria, dia berlari menuju rumahnya, setelah berada dii ruamh dia langsung mengganti bajunya lalu mencuci baju Kris, setelah Tia selesai mencuci baju dan menyetrika baju Kris dia kembali ke rumah Kris tanpa permisi, karna di rumah Kris tidak ada siapapu, dengan langak mengendap-endap Tia berjalan kekamar Kris yang kebetulan tidak di kunci seperti seorang maling Tia berjalan menuju meja meja belajar Kris tapi tiba-tiba pandangan Tia terhenti pada sebuah foto seorang gadis kecil yang Tia kenal, itu foto Tia ketika dia berada di Canada dengan latar belakang orang-orang yang tengah asik bermain di West Edmonton Mall, ketika Tia sedang memandangi fotonya Kris muncul dari balik kamar mandi dengan menggenakan celana boxer dan baju putih polos dengan haduk masih menempel di lehernya.
“Kenapa ada fotoku? Kamu siapa?” Tanya Tia serius ada ketakutan didiri Tia. Kris yang baru muncul juga kaget melihat Tia yang sudah ada di dalam kamarnya, tapi dengan tenang Kris menatap Tia yang sedang serius lalu pandangan Kris terhenti pada tangan kanan Tia yang sedang memegang foto.
“Kau sudah tau?” Tanya Kris enteng seperti tidak ada hal yang serius.
“Aku Tanya kau siapa? Kenapa kau punya fotoku? Kau penguntit?” Tia bertanya dengan sedikit emosi.
“Kau tidak mengingatku?” Kini Kris kembali bertanya.
“Oh tuhan. Kau benar-benar menjengkelkan. AKU BILANG KAU SIAPA GILA?” Tia meledak tapi Kris hanya tersenyum seolah-olah Tia sedang melakukan sirkus, Tia yang sedang emosi langsung menendang kaki Kris.
“Yah. Kau benar-benar gankster” Seru Kris menahan rasa sakit lalu duduk sambil memegang kakinya.
“Sekarang jawab pertanyaanku gila” Kini Tia mencoba mengontrol emosinya.
“Kau ingat 7 tahun yang lalu, saat ada bocah laki-laki kecil yang tersesat di West Edmonton Mall? Dan kau meberikan coklat lollipop pada bocah itu agar dia tidak menangis, dan kau dan kedua orang tuamu mengantarkan bocah laki-laki itu ke pusat informasi agar mencarikan ibunya. Itu aku” Jelas Kris serius sambil menatap Tia, lalu keduanya diam, Tia sedang memutar kembali memorinya ke 7 tahun yang lalu di West Edmonton Mall.
“Jadi kamu bocah cina yang meangis itu?” Tanya Tia sambil memeperhatikan Kris.
“Kau mengingatnya?”
“Yah. Tapi kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal? Kenapa kau menindasku?” Tanya Tia sedikit geram.
“Aku pikir kau mengingatku. Aku hanya menunggu kau menyadarinya. Dan aku tidak menindasmu, itu ucapan trimakasihku padamu”
“Hey gila. Jika seperti itu caramu berterimakasih, kau tidak usah melakukannya. Dan juga Itu hanya pertemua beberapa jam, dan itu sudah terjadi 7 tahun yang lalu. Aku tidak menyangka ingatanmu sangat bagus” Gerut Tia tidak percaya dengan kelakuan Kris, sekarang Tia sudah berada di samping Kris.
“Aku yang terbaik dalam segala hal. Kau harus tau itu” Kris mulai membanggakan dirinya sendiri.
“Apa perjanjian konyol itu massih berlanjut? Akukan sudah menolongmu dulu” Tanya Tia sambil menunjukan puppy eyes nya seperti anak anjing.
“Berhenti melakukan itu. dan juga itu perjanjian yang kau buat sendiri” Jawab Kris sambil menutup wajah Tia dengan tangannya.
“Kau yang terburuk” gerut Tia tanpa memandang Kris yang sedang memandang Tia.
---
Pernikahan Dara dan Donghae akhirnya terlaksana dua minggu lebih cepat dari yang di perkirakan, semua orang bahagia kecuali pria di luar gereja yang tengah asik duduk di bawah pohon sambil menatap gereja dengan tatapan kosong pria bertuxedo hitam itu Chanyeol.
“Biarkan dia sendiri” Kris menahan Tia, ketika Tia akan mencoba menenangkan atau sekedar berada di samping Chanyeol dan Tia menuruti Kris hingga dia memutuskan untuk hanya sekedar melihat Chanyeol dari depan pintu gereja.
---
Hari ini hari perpisahan Dara dan Donghae dengan murid dan semua penghuni sekolah karena Dara dan Donghae memutuskan akan tinggal di Amerika dan berhenti menjadi guru. Semuanya berada di kelas untuk mendengarkan kata-kata perpisahan dari Dara dan Donghae, tentunya tanpa Chanyeol.
“Kau tidak masuk?” Tanya Tia menemukan Chanyeol berada di sebuah tangga sudut sekolah.
“Aku sudah tau apa yang akan mereka katakana” Jawab Chanyeol disusul Tia yang duduk di sampingnya.
“Kadang-kadang cinta berarti membiarkan pergi ketika Anda ingin bertahan lebih ketat." Tia tiba-tiba mengatakan kalimat itu membuat Chanyeol menatap Tia dengan heran “ itu menurut Melissa Marr , Ink Exchange, yang aku tau” Sambung Tia dan Chanyeol menundukan kepalanya berfikir apa dia harus melakukan itu? Chanyeol tau ada makna di balik ucapan Tia “Maaf sebelumnya. Maaf telah mendengar pertengkaranmu dan Miss Dara di tangga itu” Tia melanjutkan sambil menunjuk tangga yanga da di bawah mereka.
“Bukan maslah, aku tidak peduli cara orang lain memandangku hanya karena kau mencintai kakak tiriku sendiri. Bukankah cinta anugrah? Jadi aku tidak perlu malu bukan?” Tanya Chanyeol sambil menarik nafasnya dengan berat sedangkan Tia hanya mengangguk “Inilah yang terjadi dalam cinta. Salah satu dari kalian banyak menangis dan kemudian Anda berdua tumbuh sarkastis, Lorrie Moore” sambung Chanyeol sekilas menatap Tia lalu kembali menunduk.
“Aku mencintaimu” Seru Tia membuat Chanyeol menatapnya, Tia tau ini bukan waktu yang baik Tia bahkan tidak peduli jika Chanyeol menerimanya hanya karna pelampiasan.
----
Tia sedang asik mendengarkan lagu dari HP nya hingga tiba-tiba Hp nya bergetar tanda sebuah pesan masuk.
(Kris – Budak, ayo kita bertemu di taman komplek. Yang datang terlamabat harus membelikan makanan. Kau tidak boleh menolak, kau masih dalam kontrak budakku, ini masih jam 6 malam. Jadi cepat) Tia membaca pesan Kris tanpa membalasnya lalu berlari seperti orang gila menuju taman, setelah berada di taman Tia tidak menemukan siapapun hingga dia melihat Kris datang sambil membawa kantung plastic yang sepertinya berisi makanan.
“Aku sengaja terlambat. Karna ada hal yang harus aku selesaikan. Ini makanannya” Seru Kris yang kini sudah duduk di rerumputan yang ada di taman.
“Lain kali jika kau menyuruhku biarkan aku mempersiapkan diri dulu. Gila” Gerut Tia yang sudah duduk di samping Kris lalu mengambil minuman kaleng yang Kris bawa.
“Teanang saja, aku tidak akan menyuruhmu lagi” Timpal Kris tanpa memandang Tia.
“Akhirnya tuhan mengabulkan permintaanku” Seru Tia gembira.
“Aku mencintaimu. Kau tidak perlu menjawabnya, karna aku tau kau mencintai Chanyeol, sejak pertama kali melihat Chanyeol kau bahkan sudah mencintainya” Seru Kris tanpa memandang Tia, tapi Tia memandang Kris dengan tidak percaya. “Aku akan kembali ke Kanada, tapi sebelum aku pergi aku ingin melihat kau bersama dengan Chanyeol, apapun caranya.” Kini Kris memandang Tia. Kris juga tau Chanyeol memiliki sedikit rasa untuk Tia, Chanyeol buka tipe laki-laki yang peduli dengan orang lain, Chanyeol memang sering meninggalkan kelas Donghae tapi untuk pertama kalinya Chanyeol rela berdiri di luar kelas dengan Tia padahal Chanyeol sudah menegerjakan tugasnya, Chanyeol hanya perlu sedikit menata hatinya lalu semuanya akan menjadi yang seharusnya.
---
Kris membuktikan ucapannya, Kris terus mendorong Chanyeol untuk Tia, mengatur segalanya agar Chanyeol bisa berdua dengan Tia.
“Kau baik-baik saja?” Tanya Baekhyun ketika Kris dan baekhyun sedang berada di rumah Baekhyun dan Chanyeol sedang pergi bersama Tia.
“Kenapa aku harus tidak baik-baik saja?” Kris kembali bertanya pada Baekhyun.
“Kau mencintai Tia, dank au terus mendorong Chanyeol untuk Tia” Timpal Baekhyun sambil menepuk pundak Kris dan memandang Kris sedih.
“"Menjadi sangat dicintai oleh seseorang memberi Anda kekuatan, sementara mencintai seseorang secara mendalam memberi Anda keberanian itu menurut Lao Tzu, dan aku setuju dengan apa yang dia katakan" Jawab Kris tanpa ada penyesalan apapun dihatinya.
“Semalam Su Rin bilang jika Chanyeol sudah mengatakan perasaan cintanya pada Tia, ah tepatnya menjawab perasaan cinta yang sudah Tia ucapkan lebih dulu. Aku tidak menyangka sudah hampis satu bulan Tia dan Chanyeol dekat” Timpal Baekhyun merebahkan tubuhnya di atas kasur.
“Bagus, kalau begitu aku bisa lebih cepat pergi ke Kanada” Seru Kris
“Kris, aku tau kau pergi ke Kanada bukan karena Tia atau Chanyeol, tapi tidak bisakah kau tetap tinggal di Korea?” Tanya Baekhyun penuh harap kini Baekhyun kembali duduk di sampig Kris.
“Bukankah kita sudah membicarakan ini untuk waktu yang lama? Ibuku menginginkanku untuk kembali ke Kanada” Jawab Kris dan baekhyun hanya bisa menghella nafas pasrah.
---
Malam ini menjadi 4 perayaan, pertama perayaan kelas karena mereka sudah lulus, kedua perayaan kepergian Kris ke Kanada, ketiga perayaan karna Tia dan Chanyeol resmi berpacaran dan yang terakhir perayaan kara Tia sudah berhenti menjadi budak Kris.
“Kau benar mencintai Tia?” Tanya Chanyeol pada Kris yang sedang mmeminum minumannya di sudut balkon rumah Baekhyun, yah karna mereka sedang merayakan di Rrumah Baekhyun dan hanya ada Su Rin, Baekhyun, Kris, Chanyeol dan Tia.
“Aku akan berdosa jika aku mengatakann tidak.” Kini Kris memandang Chanyeol “Tapi aku tidak mungkin menjadi pria egois. Tenanglah Dara nunna memiliki banyak teman wanita yang cantik” Sambung Kris.
“Kau tidak akan mengatakan hal-hals eperti ‘Jangan kau membuat Tia menangis, jika kau melakukan itu kau akan mati di tanganku’ ?” Tanya Chanyeol.
“Aww. Sejak kapan kau begitu sering menonton Drama?” Tanya Kris memasang wajah jijik “Hahhah. Aku tidak punya hak apapun atas kehidupan orang lain. Aku bahagia kau bisa menemukan cinta selain dari Dara nunna” Sambung Kris bahagia dan disambut dengan senyuman Kris.
-----
Keesokan harinya mereka mengatar Kris ke bandara.
“Terima kasih Kris” Seru Tia di sela-sela pelukannya dengan Kris.
“Aku tidak melakukan apapun” Jawab Kris
“Kris aku pasti akan sanagt merindukanmu” Seru Su Rin.
“Jika aku terus disini kau pasti mencintaiku dan meninggalkan Baekhyun” Goda Kris membuat Baekhyun menatap Kris.
“Jaga dirimu baik-baik, beri salam pada orangtuamu dari kami. Dan jika kau bertemu dengan Dara nunan dan Donghae Hyung katakana padanya kami merindukan mereka” Seru Baekhyun sambil menepuk pundak Kris
“Baiklah akan aku sampaikan. Aku sudah menghubungi Dara nunna, mungkin kami akan bertemu disana” Jawab Kris “Dan aku dengar Dara nuna sedang hamil dua minggu buka?” Kini Kris bertanya pada Chanyeol.
“Iya, Dara nunna sudah meberi tahu keluarga kami, dan mungkin jika kandungannya sudah meninjak 8 atau 9 bulan kami akan pergi kesana” Jawab Chanyeol tanpa rasa canggung, karna semenjak ada Tia di hidupnya dia bisa melupakan cintanya untuk Dara. “Jangan lupa beri kampi kabar jika kau sudah sampai di Kanada” perintah Chanyeol dan Kris hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya.
----
7 tahun sudah berlalu, Chanyeol dan Tia sudah menikah begitu juga dengan Baekhyun dan Su Rin, kini hanya tingga aku yang masih menunggu seorang gadis yang mungkin menjadia takdirku, aku belum menikah bukan berarti aku masih mengharapkan Tia, aku bahagia untuk semuanya, aku bahagia melihat semua sahabat-sahabatku tersenyum, aku bahagia Tia mendapatkan cinta sejatinya, daku bahagai Chanyeol bisa melupakan cinta gilanya dan menemukan cinta yang sesungguhnya, aku bahagia akhirnya Baekhyun dan Su Rin menikah meski mereka sering meributkan hal-hal kecil. Dan disini aku akan mencoba membangun kebahagiaanku bersama seorang gadis yang Dara nunna kenalkan padaku, aku masih meunggu gadis itu disudut café kota Seoul yang dulu sering aku kunjungi bersama sahabat-sahabatku, oh ya satu tahun yang lalu aku kembali ke Korea begitu juga dengan Dara nunna dan Donghae hyung mereka bahkan sudah memiliki dua orang anak, aku harap pernikahanku nanti bisa sebahagia pernikahan Dara nunna dan Donghae Hyung, mereka panutanku. Sekarang aku melihat seorang gadis berambut blonde berjalan kearahku dia terlihat sangat modis dengan pakaian yang dia pakai, jika aku tidak lupa dengan foto yang Dara nunna tunjukan padaku, gadis itu adalah takdirku yang Dara nunna coba buatkan untukku.
“Kau sudah lama?” Tanya gadis yang Dara nunna sebut Jessika yang kini sudah duduk di depanku.
“Cukup lama untuk membuat coffe yang aku pesan menjadi dingin” Jawabku tanpa bermagsud menyalahkannya.
“Maaf, aku meneysal. Aku tidak tau sejak kapan kota seoul menjadi begitu macet” sesal Jessika.
“Tidak apa-apa. Aku Kris” Jawabku sambil mengulurkan tangan kananku.
“Jessika” Jessika menyabut uluran tanganku.
“People think a soul mate is your perfect fit, and that's what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that is holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.
A true soul mate is probably the most important person you'll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.
A soul mates purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master...”
― Elizabeth Gilbert, Eat, Pray, Love
Aku harap dia jodoh sejatiku bukan jodohku yang sempurna dan aku harap dia bisa mengubahku, orang bilang cinta pertama susah dilupakan, tapi aku sudah melupakannya dan sekarang aku harap aku bertemu dengan jodoh sejatiku, aku harap Jessika orangnya. Sama seperti Elizabeth Gilbert katakana.
-Fin-

0 komentar