Fanfiction
-DRABBLE- HOPE YOU HAPPY
Cast
: Sandara Park | Kwon Jiyong | Mizuhara Kiko
Rate
: Selama bias baca, kalian boleh baca J
Author
and Art : JN
Pain is Beautiful same as Like You
Hembusan
angin malam ini terasa begitu dingin hingga membuat tubuhku menggigil, dan
sekarang untuk kesekian kalinya aku kembali mengeratkan jaket drak blue ini
untuk membungkus tubuhku dengan erat. SEKALI lagi, setelah jutaan kali aku
berfikir, ribuan hari aku lewati, tapi teteap saja semuanya terasa sama. Tiga
tahun telah berlalu sejak kita memutuskan untuk berpisah, dan dengan munafiknya
aku mengatakan jika aku tidak apa-apa hidup tanpanya, dengan sombongnya aku
mengatakan jika aku sudah melupakannya, tapi sungguh ironis, aku teteap saja
merasa semuanya sama, bukankah tiga tahun bukan waktu yang sebentar? Tapi
kenapa rasa ini tidak berubah, perasaan ini seperti sebuah rutinitas, seperti
hembusan nafas yang tidak bias aku hentikan, perasaan ini menyiksaku, seperti
seekor burung yang terperangkap didalam sangakar, mungkin lebih tepatnya aku
yang terperangkap dalam rasa cintaku untukmu yang sudah sulit aku bendung. Aku
kembali menghirup udara malam diatas rooftop YGEnt hanya untuk sekedar
menyadarkanku dari lamuananku tentangmu yang mungkin akan terasa sulit untuk
aku kembali kealam sadarku.
Aku
menarik kasar nafasku ketika aku mengingat kejadian hari ini, rasa sakit ini
terasa begitu nyata, saat kau mengatakan satu kalimat dalam akun instagrammu. Sekarang
aku merogoh handphone putihku yang aku simpan didalam saku jaketku, dan
sekarang aku mendapatkan ratusan komentar di akun Instagaram-ku, sebenarnya aku
masih enggan membaca ratusan komentar itu – karna aku tau ratusan kalimat yang
sudah membanjiri kolom komentar di akun Instagramku. Komentar baik higga
komentar yang akan membuat bulu kudukku merinding, mungkin sudah memenuhinya.
-Dara
nunna, kau harus kuat-
-Dara
eoni, kami selalu disampingmu-
-Sandara
Park, sekarang kau harus sadar, kau berada jauh di bawah Level GD-
-Kau
harus tau, Kiko jauh lebih popular daripada kau-
-Berhentilah
membawa nama Kiko dan GD-
-Kalian
terlalu kekanak-kanakan, tinggalkan Dara sendiri, Ini bukan Salah Dara Eoni
jika oppa kalian berpacaran dengan Kiko-
“MY
DEAR KIKO” Kau tau, kalimat itu serasa sihir yang menakutkan untukku, dan ini
benar-benar sangat menyiksaku. Aku mengenggam hanphoneku sambil menutup kedua mataku
hingga aku merasakan seseorang menepuk, lengan yang sudah tidak asing bagiku.
“Aku
mencarimu dari tadi” Kau berkata sambil tersenyum padaku, tidak mneyadari jika
aku mungkin hampir menangis tadi, aku menatap kedua bola matamu setelah hampir
lebih dari satu minggu kau berada di Jepang bersama gadis cantikmu.
“Hai
Ji. Aku pikir kau masih berada di Jepang” Balasku kembali mengatur ekspresi
wajahku agar aku ‘selalu’ terlihat baik-baik saja didepanmu.
“Kita
memliki jadwal konsser YGFamily Dee” Timpalmu seperti biasa meanggil namaku
dengan sebutan ‘Dee’ harusnya kau mengentikan julukan itu untukku, karna itu
hanya akan membuatku sulit melupakanmu.
“Berhentilah
memanggilku seperti itu” Jawabku yang mungkin terdengar terlalu ketus padamu
hingga membuatku menatap kedua bola mataku dengan tajam, sehingga aku harus
mengalihkan pandanganku darimu.
“Kenapa?
Sesuatu terjadi padamu Dee?” Kau bertanya dan masih saja memanggilku ‘Dee’.
“Kau
sudah punya kekasih, aku hanya tidak ingin terlibat dalam masalah” Balasku
mencoba mengeluarkan nada cuek, harusnya kau tidak menyadari nada ketus ku,
agar aku tidak usah menjelaskan hal yang enggan akau katakana.
“Hhaah,
tenanglah, Kiko bukan gadis seperti itu” Balasmu dengan tawa renyah. Sekali
lagi, seharusnya aku sadar, kau tidak memahami hatiku, haruskah aku mengatakan
padamu jika aku masih mencintaimu? Tapi apa yang akan terjadi jika aku
mengetakannya? Tidak ada yang akan berubah.
Aku
kembali terdiam, mengabaikan tawamu dan asik dalam pikiranku sendiri, harusnya
aku sudah melupakanmu sejak lama, bukan menyiksa hatiku dengar ratusan senyuman
palsu untukmu. Beberapa saat kemudian aku tidak lagi mendengar tawamu, aku
masih ingat, ini adalah tempat dimana kau mengatakan jika kau mencintaiku, dan
dengan bodohnya aku menyukai tempat ini, dan kau tidak pernah tau itu.
“Kapan
kau akan menikah Dee? Kau tidak kasihan pada laki-laki yang terus mengejarmu?”
Kau bertanya dengan santai, terlamapu santai mungkin.
“Heh?
Aku akan menikah…. Nanti” Aku menjawab dengan gugup sambil menatapmu yang
sedang memandang layar handphone putih yang ada di lengan kananmu. Huh, kutarik
kasar nafasku sebelum akhirnya aku kembali menatap lurus, karna mungkin saja
kau akan menyadari jika aku terus menatapmu.
“Semoga
kau menemukan pria yang cocok untukmu Dee” Balsamu setelah kau mengalihkan
pandanganmu kearahku, membuatku kembali memasang senyum gila ini. “Dee, aku
harus keluar sekarang, kau ingin aku antar pulang?” Kau menawarkan diri seperti
biasa, tapi sekarang aku tidak bias menerima ajakanmu lagi, aku hanya akan
mencoba untuk bersungguh-sungguh melupakanmu sekarang, tidak lagi
memeikirkanmu, tidak sediktipun Ji.
“Tidak
perlu, aku membawa mobil” Tolakku sambil menggoyang-goyangkan kunci mobilku.
“Baiklah,
hati-hati dijalan” Balasmu bangkit dari kursi disampingku dan berjalan
meninggalkanku.
“Jii
….” Seruku dengan nada naik beberapa oktav ketika kau baru saja memutar knop
pintu kaca itu, membuatmu membalikan tubuhmu dan menatapku. “Selamat untuk
pernikahnmu minggu depan. Kau terlihat sangat bahagia” Sambungku dengan senyum
tipis yang menempel di bibir tipisku.
“Kau
harus mendapatkan buket bunga dari Kiko nanti, agar kau bisa menyusulku”
Timpalmu dengan tawa renyah. Setelah itu kau kembali berjalan meninggalkanku.
Sekali lagi aku kembali sendiri meratapi perasaan gila yang sudah menggerogoti
sebagian hatiku, haruskan aku terus mencintaimu? Seorang pria yang akan menjadi
suami gadis lain, haruskan aku menyalahkanmu karna kau tidak pernah memahami
hatiku? Haruskan aku berteriak padamu agar kau tau jika aku masih
mengarapkanmu? Tapi aku sadar, semuanya tidak akan berubah, meskipun aku
melakukan semuanya, kau akan tetap menjadi suami dari seorang Mizuhara Kiko.
Aku harap kau bahagia, selamanya My Dear JiYong.
FIN

0 komentar