Swift

-One Shot- SPOILER [SongFic]



Cast : Oh Sehun (EXO)
Kim Ji Soo (YG Artis)
Gendre : Sad
Rate : 15
Author: JN

Aku tidak tau, apa kamu lupa karna sibuk
Atau kamu terlalu sibuk melupakan...


****

Mata dingin Sehun masih saja menatap ke setiap orang yang sedang berjalan didepan mobilnya, ketika lampu sudah berubah menjadi merah, Sehun benar-benar terlihat dingin, kedinginannya bahkan mungkin bisa mengalahkan dinginnya malam di kota Seoul ini, tapi setidaknya kota ini masih memiliki ribuan lampu yang membuatnya terlihat lebih indah, berbeda dengan hatinya – seperti kota tanpa penghuni...





****
Gadis berambut panjang hitam bernama Jisoo itu terus tertawa didepan Sehun yang tengah tertidur disampingnya dengan puluhan lelucon konyol.
Mereka bahkan terkadang menghabiskan beberapa jam hanya untuk memakan satu ice cream vanilla, mereka berdua benar-benar terlihat bahagia, lebih dari pasangan cinderella.


****
Jisoo terus bertanya tentang apa yang Sehun pikirkan. Karna sekarang mereka lebih sering menghabiskan waktu tanpa percakapan, ini berbeda dengan sebelumnya, ini hanya terasa terlalu dingin untuk Jisoo yang terus melihat Sehun memainkan Handphonenya tanpa mempedulihan Jisoo, Sehun bahkan hanya akan menatap Jisoo setelah Jisoo memanggilnya dua kali, hanya untuk menyadarkan Sehun jika Jisoo berada didepannya, agar Sehun bisa melihat keberadaan Jisoo. Untuk kesekian kalinya Sehun memberi jawaban yang bukan Jisoo inginkan, sebuah jawaban ketus dari pertanyaan Jisoo yang rumit untuk hubungan mereka.


****
Mungkin sekarang akan hujan, karna sekarang langit sudah mulai gelap ketika matahari seharusnya masih berkuasa, gadis berambut hitam itu terus menekan jemari-jemarinya dilayar handphone tipis yang dia pegang – menorehkan beberapa kata-kata yang ditulis lalu dihapus kembali, Jisoo terus menatap kaca disampingnya sambil berharap jika Sehun akan datang menemuinya di caffe yang masih setia menemani harinya, meski pada akhirnya Sehun tidak datang setelah Jisoo menunggu lebih dari empat jam.


****
Sekarang Jisoo mulai merasa hidupnya yang ramai lalu tiba-tiba sunyi untuk beberapa alasan. Hari-hari mereka mulai sepi ketika mereka mulai jarang saling menghubungi satu sama lain, percakapan yang mulai memiliki nada tegas. Bahkan ketika mereka bertemu semua hanya terlihat seperti sebuah bayangan. Mungkin ini kebetulan, tapi setiap kali gadis berambut panjang itu melihat jarum jam, itu seperti Jisoo menunjukkan sebuah masa depan untuk hubungannya. Ini semua klise, adegan seperti ini sangat khas, seolah-olah Jisoo telah melihat mereka ratusan kali. Sehun yang mulai meninggalkannya tiba-tiba dengan alasan yang kurang Jelas, Sehun yang mulai melepaskan rangkulan lengan Jisoo di tangannya. Dan itu benar-benar membuat Jisoo cemas.


****
Dalam setiap tindakan Sehun, Jisoo seperti melihat akhir dari hubungan mereka, ini hanya terlihat terlalu jelas untuk Jisoo. Jisoo mencoba meyakinkan diri sendiri jika hubungannya akan baik-baik saja, meski pada akhirnya dia kembali cemas. Puluhan pertanyaan bahkan terus bersarang di fikirannya “Haruskah aku menonton sampai akhir? Atau aku harus pergi sekarang? Bagaimana jika ada gadis lain yang mulai menarik perhatian Sehun kecuali aku?” meski pada akhirnya Jisoo selalu kalah oleh hatinya, Jisoo hanya tidak bisa membiarkan Sehun pergi dari sisinya.


****
Sekarang Jisoo mulai mendengar jiwanya yang mulai bertertiak karna lelah. Tapi Jisoo masih saja berpura-pura untuk terlihat baik-baik saja, meski dia tahu jika dia tidak baik-baik saja. Sebuah perasaan sialan yang mulai mencekik napas Jisoo lebih dan lebih, mungkin gadis cantik itu terjebak dalam dunia fantasinya yang mengharuskan Sehun menjadi pangeran berkuda putihnya.


****
Malam ini Jisoo menangis untuk ribuan alasan dan Sehun sebagai pemeran utama alasannya menangis.Ya, hubungan selalu memiliki tikungan di atas tikungan, sebuah pengulangan adegan mencekik lebih buruk dari panas api neraka, sebuah adegan yang menguras emosi. Sekarang Jisoo sudah melihat akhir ketika dia tidak bisa mematikan proyektor imajinasinya,  Jisoo mencoba menahan airmatanya ketika jemarinya menari diatas layar handphonenya. Hanya sebuah pesan singkat untuk pria yang sangat dia cintai “Aku tidak tau apa yang terjadi pada kita sekarang, aku hanya merasa kau semakin menjauh, bahkan ketika kau berada bersamaku aku masih merasa sendiri.Aku tidak tau, apa kamu lupa karena saibuk, atau kamu terlalu sibuk melupakan. Aku lelah Sehun. Aku ingin berakhir” dan ketika itu pula airmatanya mulai keluar dengan deras, saat itulah Jisoo mulai tidak bisa bernapas. Bahkan hingga malam berganti pagi Jisoo belum juga menerima balasan dari Sehun, tidak satu huruf pun, dan tidak satu panggilan masuk pun dari Sehun. Sekarang Jisoo bahkan tidak peduli dengan imajenasinya tentang akhir bahagia untuk cintanya.


****
Sehun terbangun dari tidurnya ketika cahaya matahari mulai masuk melalui celah jendela kamar nya. Dengan malas Sehun meminum sekotak susu sambil membaca pesan dari Jisoo, tidak ada ekspresi yang berarti, Sehun bahkan langsung menurunkan handphonenya dan mulai bersiap menjalankan aktifitasnya seperti biasa. Sehun sadar jika dia mulai berubah pada gadis yang dia cintai itu, tapi Sehun tidak tau, dia hanya mulai merasa jenuh dengan hubungannya, tapi Sehun berani bersumpah jika dia tidak pernah berselingkuh, tidak sedetikpun.


****
Hari-hari terus berganti dan Sehun mulai merasakan kehilangan Jisoo, ketika Jisoo bena-benar tidak pernah mengubunginya lagi setelah pesannya dua minggu yang lalu. Apartmentnya mulai terasa sepi karna tidak ada lagi tawa dari gadis yang dia cintai, Sehun bahkan tidak pernah melepaskan handphone dari tangannya dan entah sudah berapa juta kali Sehun menatap layar Handphone nya, berharap Jisoo akan menghubunginya kembali, meski pada akhirnya dia tidak mendapatkan apa yang dia harapkan.


****
Sekarang Sehun mulai cemas, Jisoo benar-benar tidak menghubunginya lagi, bahkan ketika dia mencoba menelpon Jisoo panggilannya selalu sibuk – sekarang Sehun bahkan lebih sering menghabiskan waktunya dengan menyusun ratusan puzzle. Ini adalah fase dimana Sehun benar-benar merindukan Jisoo, rindu bagaimana mereka menghabiskan secankir teh hangat diatas rooftop apartmennya sambil menunggu matahari tenggelam, bagaimana Jisoo selalu memeluknya dari belakang, bagaimana Jisoo tersenyum tipis yang hanya dia tunjukann untuknya, bagaimana Jisoo yang selalu memeluk erat tubuhnya dan sekarang Sehun hanya bisa meratapinya sambil menatap foto mereka berdua dilayar handphonennya, menikmati udara tanpa Jisoo disampingnya, dan merasa jika hidupnya seperti ice cream yang jatuh dan mulai mencair. Dan mungkin Sehun mulai menyesal.


****
Mata dingin Sehun masih saja menatap ke setiap orang yang sedang berjalan didepan mobilnya ketika lampu sudah berubah merah, Sehun benar-benar terlihat dingin, kedinginannya bahkan mungkin bisa mengalahkan dinginnya malam di kota Seoul ini, tapi setidaknya kota ini masih memiliki ribuan lampu yang membuatnya terlihat lebih indah, berbeda dengan hatinya – seperti kota tanpa penghuni. Jemarinya terus mengetuk stir mobilnya sambil menatap sekeliling dengan orang-orang yang mulai mengurang, dan disana dia melihat gadis berambut panjang yang mengenakan jacket pink yang menutupi lututnya tengah merangkul pria bertubuh tinggi disampingnya - ketika gadis itu berada tepat didepan mobilnya, Sehun sadar, jika gadi itu adalah Jisoo, Sehun melihat Jisoo memalingkan wajahnya - disana Sehun dan Jisoo terperangkap dalam tatapan singkatnya, Jisoo tersenyum tipis kearah Sehun hingga akhirnya dia kembali mengobrol dan tertawa bersama pria yang dia rangkul, - saat itu juga air mata Sehun jatuh tanpa dia sadari, tapi Sehun baru saja sadar jika dia telah menyia-nyiakan gadis yang dia cintai – hanya karna alasan jenuh, alasan klise yang dia bangun dari fikiran egoisnya. Sehun mencoba tertawa disela tangisnya, meski pada akhirnya dia gagal – mengabaikan lampu lalulintas yang berubah menjadi hijau dan terus diam didalam mobilnya.


THE END



no copas!!!

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images