Swift

Yah. Katakan Saja Aku Yang Tidak Mengerti


Waktu terus berputar seperti biasa, mentari masih terbit dan terbenam seperti biasa. Musim semi berlalu dan hujan mulai turun seperti tahun-tahun sebelunya. Ada banyak hal yang masih tetap sama tapi tidak sedikit pula yang mulai berubah.





Kamu masih sama, masih menjadikanku prioritas utama, yah meski terkadang kamu mengeluh dan aku hanya diam. Kamu tau kenapa? Aku hanya tidak mengerti. Sehari kau meminta padaku untuk tetap memberimu semangat. Tapi pada titik aku memberi semangat kau mengatakan “Kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan. Kamu tidak pernah mengerti”. Kalimat yang keluar sempurna dari bibirmu membuatku terdiam. Aku hanya tidak mengerti, sungguh. Setidaknya beri aku celah. Aku tidak mengerti, aku harus mengatakan apa lagi.





Kamu bilang aku selalu mengatakan kesalahan yang sama, kamu selalu mengatakan apapun yang iingin kamu katakan, aku ingin sama sepertimu. Setidaknya meski hanya satu kali, dengarkan aku. Tidak, bukan, bukan aku tidak menyayangimu, tapi kamu yang membuat aku tidak mengerti caraku menunjukan sayangku.




Yah aku bukan orang yang sabar, aku akan memberimu penghargaan karna kamu sudah cukup sabar mengerti, meski pada akhirnya mungkin kamu akan merajuk.





Sudahku bilang, sebagian masih sama dan tidak sedikit pula yang berubah. Mungkin aku dan kamu sedikit berubah akhir-akhir ini, seperti musim semi dan hujan yang mulai tidak tentu.




Maafkan aku yang mungkin membuatmu sakit hati, seperti yang kamu katakan. Tapi setidaknya pahami hatiku juga.






Seperti sebuah tusukan jarum yang mengalir lewat nadi - perlahan lalu mati. 

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images