Swift

YOU





You 
Cast : Suga , Rose
Genre : Tentukan sendiri
Rate : 15+
***
Love is painful although love is painful
But pain is beautiful it’s same as you
Tomorrow will be different from today. 1 year, 2 year. Regret will be more and more painful.
Finally, how many years have passed ever, there will be no "forever"
I’m fallin’ without you ::G-Dragon ft Rose BLACKPINK"

I’m fallin’ without you
Kalian pernah merasakan kehilangan sesuatu yang barharga? Sesuatu hal yang mungkin tidak pernah kamu miliki lagi, bahkan dikehidupan mendatang, meski kau di ijinkan melakukan reingkarnasai. Aku merasakannya, sekarang.



I’m fallin’ without you….
Aku tidak tau sejak kapan dia menghilang. Tidak, tidak, magsudku dia ada disini, rumahnya masih sama, hanya terhalangi beberapa rumah dari rumahku, sekolahnya masih sama, dia bahkan bukan seseorang yang mengalami amnesia karna kecelakaan sehingga dia tidak bisa mengingatku, dia masih sama dia masih ingat kedua orang tuanya, dia masih ingat jalan menuju sekolahnya, dia masih ingat semuanya, tubuhnya tidak kekurangaan apapun, tapi cara dia memandangku yang berubah, tidak seperti dulu.


I’m fallin’ without you….
Aku tidak lagi berangkat ke sekolah bersamanya meski aku tau kami tidak satu sekolah tapi ‘saat itu’ kami masih berangkat bersama, tidak ada lagi gadis yang mengoceh padaku karna aku hanya menghabiskan waktuku dengan menari, tidak ada lagi gadis yang memberikan khutbah karna aku tidak menghapal meski besok aku harus mengikuti ujian di sekolah, tidak ada lagi gadis yang menertawakanku ketika aku terjatuh dari sepeda, tidak ada lagi gadis yang menertawakanku ketika aku tidak bisa mengerjakan tugas sekolah yang menurutnya sangat mudah, tidak ada lagi gadis yang menemaniku berdo’a di gereja, tidak ada.

I’m fallin’ without you….
Semuanya menghilang seperti kabut. Bahkan saat aku bertemu dengannya kami seperti orang asing, tidak ada ejekan, tidak ada pukulan, tidak ada tawa. Saat bertemu dengannya aku bahkan tidak mampu menatapnya. Mungkin semua salahku.
Mungkin semuanya berawal dari sini.

I’m fallin’ without you….
Aku masih ingat malam itu, ketika jutaan salju menyelimuti kota Seoul, ketika udara terasa begitu dingin hingga menusuk tulang-tulangku meski aku sudah memaSuga jaket super tebal dan scarf yang melilit masnis di leherku dan bannie putih menutup rambutku.

I’m fallin’ without you….
Aku masih menunggu dia Rose Kim sahabatku, tetanggaku, aku sudah berteman dengannya beberapa tahun yang lalu ketika kita masih berumur 7 tahun, aku mengajarinya berbicra bahasa Korea karna dia terlalu lama berada di Belanda, mungkin saat itu aku tidak mengerti apa itu cinta, tapi saat kami duduk di bangku SMA ketika kami berumur 17 tahun, saat aku melihat Rose tertawa dengan laki-laki lain aku merasa seseorang mencubit hatku, sedikit sakit.

I’m fallin’ without you….
Aku menatap arlogi yang menempel di pergelangan tanganku ketika jarum jam berhenti di angka 19:12, aku masih duduk di kursi yang tepat berada di samping kaca sebuah café yang aku singgahi dengan segelas Coffe Latte yang menemaniku. Sesekali aku menggosok-gosok kedua telapak tanganku berharap akan sedikit mengurangi rasa dingin di tubuhku, pandanganku terus berada di pintu café hingga akhirnya gadis yang aku tunggu datang.

I’m fallin’ without you….
Rose dia datang dengan menggunakan jaket yang hampir menutupi tubuhnya, scarf merah yang melingkar di lehernya dan bannie dengan warna senada. Rose berjalan menuju mejaku dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibir tebalnya, dan sekarang Rose sudah duduk di depanku dan memesan Cofe Americano yang sudah dia pegang.

I’m fallin’ without you……
“Kau bodoh atau gila? Menyuruhku ke Cafe ketika hujan salju” gerut Rose sambil dengan mimic muka yang menurutku ‘lucu’, entah lah aku pikir semua yang Rose lakukan akan lucu, meski Rose selalu marah ketika aku menertawakan kemarahannya dan bahakan saat itu, saat dia marah, dia masih lucu.
“Aku masih normal. Otakku masih berfungsi dengan sangat baik nonna Rose Kim”Timpalku dan hanya menghasilkan kerutan di wajah Rose yang kini sudah meminum kembali Cofe Americano yang ada di tangannya.

“Rose, aku mencintaimu” Aku mengeluarkan kalimat itu setelah beberapa saat terjadi keheniingan diantara kami, Rose yang saat itu sedang meminum minumannya menatapku dengan heran tapi akhirnya Rose tertawa membuatku menatapnya heran. Apa ini terdengar lucu? Aku tau ini tidak terdengar romantic tapi aku pikir ini juga bukan hal yang pantas di tertawakan. Sumpah, aku tidak sedang melucu.

“Yah, Kim Suga. Apa kau sakit? Bicaralah dengan benar. Aku melawan salju agar bisa sampai di tempat ini bukan untuk mendengarkan kalimat konyol itu dari mulutmu” Timpal Rose mencoba mengontrol tawanya meski aku tau dia tidak bisa, karna aku masih mendengar tawanya dari sela-sela kalimat yang keluar dari bibir tebal itu.


“Aku tidak sedang melucu. Aku benar-benar mencintaimu. Aku tidak tahan ketika kau tertawa dengan Sehun teman sekolahku, aku tidak suka kau lebih akrab dengan Sehun dari pada aku, aku tidak suka jika aku melakukan skin ship dengan lelaki lain meskipun itu Sehun sahabatku, aku tidak suka caramu tersenyum kearah Chanyeol, aku tidak suka ketika Luhan pria cina itu mengatakan jika kau gadis yang lucu, aku tidak suka ketika kau mengatakan jika kau menyuSuga mata Kyungsoo, aku tidak suka semuanya. Aku tidak suka ketika teman-teman trainne ku mengatakan jika aku beruntung mempunyai sahabat sepertimu, kau tau ketika mereka mengatakan itu seperti ada ratusan ketakutan didalam diriku, aku takut jika mereka mencintaimu. Karna aku ingin kau menjadi kekasihku.” Aku menggenggam lengan Rose, dan dia tidak bergeming sedikitpun, dia tidak tertawa, tatapannya sangat serius, lebih serius ketika dia mengerjakan ratusan soal kalkulus “Aku mencintaimu dan itu terasa seperti hati ini terisi oleh ratusan kupu-kupu. Aku mencintaimu Rose Kim. Entah sejak kapan aku merasakan perasaan ini, entah sejak kapan aku selalu khawatir tentangmu, entah sejak kapan aku selalu berharap HP ini berbunyi menerima panggilan telepon atau sms darimu, entah sejak kapan aku selau berharap pintu rumahku terbuka oleh sosokmu, entah sejak kapan jantung ini berdetak lebih keras ketika aku berada di sampingmu, entah sejak kapan mata ini selalu ingin melihatmu, entah sejak kapan jemari ini selalu ingin bergelanyut manja di jemarimu, entah sejak kapan hati ini diisi oleh semua tentangmu, aku haya tidak bisa menahannya. Aku mencintaimu Rose Kim” Final, untuk pertama kalinya aku berbicara panjang lebar pada Rose yang biasanya hanya Rose yang akan mengoceh panjang lebar untukku. Final, aku menyatakan semua perasaan ku dan Rose masih diam, ini adalah pembicaraan paling serius sepanjang sejarah antara aku dan Rose. Suasana hening, udara dingin dari salju bahkan terasa lebih dingin lagi sekarang, dengan perlahan Rose menarik lengannya dari genggamanku membuat perasaan ku tidak karuan. Apa ini hanya perasaan sepihak?

“Suga.. aku tidak tau perasaan seperti apa yang aku rasakan untukmu, ini terlalu membingungkan, aku pikir ini lebih dari sekedar rasa cinta, sebuah perasaan yang membuatku selalu bahagia denganmu, aku pikir aku tidak membutuhkan apapun selama aku berada di dekatmu. Kau tau, beberapa orang saling mencintai dan menjalin cinta, lalu beberapa saat kemudian mereka berpisah, aku hanya tidak ingin kita seperti mereka. Persahabatan kita sudah sangat sempurna, lalu kenapa kau menginginkan hal lebih yang mungkin tidak akan sesempurna persahabatan kita?. Aku tidak bisa melangkah sejauh itu untuk kebersamaan kita, aku akan selalu berada di sampingmu sebagai sahabatmu.” Timpal Rose dengan mimic muka serius, pandangannya lurus menusuk bola mataku, dan dengan perlahan Rose menarik lenganku dan menggenggamnya dengan erat sedankan aku masih terus menatap Rose, aku masih tidak mengerti tujuan Rose mengatakan semua itu. Apa dia menolakku? Tapi dia bilang perasaannya lebih dari sekedar Cinta. Dia bilang dia tidak butuh apapun selama aku berada di sampingnya. “Aku akan berada di sampingmu meski kau bukan kekasihku. Kau orang paling berharga di hidupku setelah ibuku dan kakakku” Final, aku rasa Rose menolakku, dia tidak ingin aku menjadi kekasihnya. Apa semuanya sia-sia? Ini membingungkan, aku tau Rose gadis pintar, tapi ini terlalu berbelit-belit, seharusnya dia mengatakan sejak awal jika dia tidak mencintaiku, bukan malah membuatku menunggu dan terlalu berharap.

“Kau tidak mencintaiku? Kau menolakku?” Aku bertanya sambil melepaskan genggaman Rose di jemari-jemariku, jangan Tanya seberapa besar kekecewaanku, aku bahkan tidak bisa membayangkan seberapa hancurnya hatiku saat ini, ini terlalu rumit untuk dijelaskan.

“Persahabatan kita sudah sangat sempurna, lalu untuk apa cinta? Aku hanya tidak bisa membayangkan jika kita berpisah dan kau menjauh dariku. Itu terlalu menakutkan” Timpal Rose tetap menatap mataku, aku bahkan mulai melihat cairan being di kedua bola matanya.

“Aku mencintaimu, dan kau tidak. Aku rasa semuanya sudah berakhir. Kita tidak sama” Aku mengatakan kalimat itu dengan sedikit ketus sambil menahan emosiku, aku benci perasaan ini.

“Kita masih bersahabatkan?” Rose bertana membuatku kembali menatapnya tajam. Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran gadis di depanku ini.

 “Kau pikir kertika seorang pria cintanya ditolak, dia masih ingin melihat gadis yang telah menghancurkan hatinya? Tidak Jen” itu adalah kalimat terakirku untuk Rose sebelum aku pergi meninggalkan dia seorang diri di café.

Flashback end

I’m fallin’ without you….
Saat itu aku berjalan meninggalkan Rose, aku tidak tau apa yang aku lakuakan benar atau salah, hanya aku pikir untuk saat ini aku tidak bisa menatap Rose seperti biasa. Dan setelah malam itu semuanya benar-benar berubah, mungkin akhir dari malam itu adalah awal dari ssemuanya.

I’m fallin’ without you….
Setiap pagi aku melewati rumah Rose untuk berangkat sekolah, yah hanya melewatinya dengan sesekali memandang kaca jendela kamar Rose. Semuanya berubah, dan semuanya salahku. Saat itu saat malam itu berakhir Rose masih menghubungku meski selalu aku abaikan, dan sekarang beberapa bulan berlalu Rose mulai berhenti menghubungku. Ketika ibu menanyakan Rose aku hanya bisa menjawab “Dia sibuk untuk tes masuk universitas” , hanya itu yang bisa aku katakana, dan ibu percaya dengan kebohonganku karna ibu tau Rose memang gadis yang sangat pintar. Sedangkan aku? Aku masih bergelut di ruangan kaca ini, menari seperti orang gila, mungkin tulang-tulang di tubuhku akan patah jika aku terus menari seperti ini, aku hanya berharap aku bisa melupakan Rose yang mungkin sudah melupakanku ketika aku tahu Rose berpacaran dengan Nam Tae Hyun, salah satu murid di sekolahku yang selalu mendapatkan pujian karna dia memang siswa yang pintar dan aktif, sehingga Sehun bocah gila yang selalu menempel di sampingku selalu mengatakan jika Rose dan Nam Tae Hyun adalah pasangan serasi, aku tidak percaya jika pria kurus ini sahabatku, aku bersumpah jika Sehun bukan sahabatku aku pasti sudah menendang pantatnya keluar.

I’m fallin’ without you…
Hari ini, beberapa hari setelah kelulusan sekolah, ketika aku baru saja meneguk segels air mineral, ketika aku merasa bebas dari rutinitas sekolah yang membosankan, saat itu juga aku menegtahui jika Rose sudah pergi ke Amerika Serikat untuk melanjutkan study kedokteran di Harvard Medical School University, Harvard adalah sekolah kedokteran nomor satu di Amerika Serikat berdasarkan penelitian medis dimana mereka telah memiliki banyak alumni terkenal. Aku tidak tau sekeras apa dia belajar hingga bisa masuk ke Universitas sekelas Harvard, meski aku tau sejak kecil dia sangat ingin menjadi dokter, tapi aku benar-benar tidak berfikir jika Rose sangat berniat memaskuki Universitas itu, sedangkan aku? Aku benar-benar tidak memiliki niat untuk melanjutkan sekolahku, tujuan utamaku saat ini adalah menjadi dancer terbaik, meski aku harus membayar dengan ocehan ibu setiap hari. Dan Amerika Serikat? Itu terlalu jauh untukku agar bisa menatap Rose, bertetangga dengannya saja sudah sulit untukku menemuinya apa lagi Amerika?. Sekarang aku sadar, semuanya salahku.

I’m fallin’ without you….
Sekarang tepat dua tahun berlalu, dan setiap aku melewati rumah Rose aku selalu terdiam beberapa saat menatap kamar yang dulu sering aku kunjungi hanya untuk sekedar membangunkan Rose yang tertidur pulas karna dia selalu menghabiskan malamnya dengan belajar. Ada satu hal yang aku syukuri setelah aku mengetahui Rose berangkat ke Amerika. Rose putus dengan Nam Tae Hyun, haruskah aku merayakannya?.

I’m fallin’ without you….
Satu tahun berlalu dan tidak ada yang berubah, saat itu, ketika aku mencoba melangkahkan kakiku, aku melihat jendela itu terbuka, dan disana aku melihat Rose berdiri menatapku. Aku yakin ini bukan mimpi aku bahkan dengan bodohnya mencubit pinggangku sendiri, dan Rose masih disana berdiri menatapku. Tapi entah mengapa aku kembali melangkahkan kakiku meninggalkan sosok Rose itu. Aku merasa benar-benar bodoh.

I’m fallin’ without you….
Dua tahun berlalu, setelah setahun lalu aku ‘kembali’ mengabaikan Rose, sekarang aku berharap akan melihat Rose di acara pernikahan kakaknya Jinny, aku datang terlambat dan mengelilingi aula pernikahan, tapi aku tidak melihat Rose, apa aku tidak mempunyai kesempatan? Apa satu tahun yang lalu adalah kesempatan terakhirku.
“Kau datang JongIn? Ah magsudku Suga. Aku pikir aku sibuk dengan groupmu. BTS benar-benar sangat popular sekarang” Seru nyonya Kim ketika aku datang menghampirinya.
“Aku pasti datang. Bagaimana mungkin aku melewatkan pernikahan Jinny Nunna” Timpalku enggan mengatakan tujuan sebenarnya. Aku ingin menemui Rose, itu tujuan utamaku.
“Ah sayang kau datang terlambat. Beberapa jam lalu Rose kembali ke Amerika” Itu adalah kalimat yang tidak pernah aku duga, itu diluar nalarku. Aku terdiam dan mungkin dengan perlahan senyumanku memudar. Sekali lagi, aku terlambat.

I’m fallin’ without you…..
Hari ini adalah hari yang paling melelahkan, karna kami BTS, baru saja selesai menggelar konser pertama kami, dan itu membuatku merasa bahwa aku sudah benar-benar menyatu di dunia ini, tidak ada yang bisa menggambarkan kebahagianku saat ini, mimpiku selama ini terwujud, mimpiku sejak kecil, mungkin ini akan lebih sempurna jika Rose sahabat yang selalu mendukungku menonton konserku, sahabat yang selalu membelaku di depan ibuku, ah aku bahagia karna nyonya Park bilang Rose sudah menjadi dokter bedah muda disana, Rose lulus lebih awal dan langsung mendapatkan rekomendasi dari universitasnya ke sebuah rumah sakit di Amerika, dia benar-benar menunjukan kepintarannya, aku bersyukur mimpi kami terwujud meski tidak dapat saling berbagi.



I’m fallin’ without you….
Aku baru saja duduk memesan kursi di sebuah Café untuk menunggu sahabatku Taemin, tapi pandanganku terhenti pada gadis di sebrang jalan sana, gadis berambut panjang yang memaSuga celana jeans putih dengan bagian lutut yang sobek dan baju berwarna hitam yang dibalut dengan kemeja hitam bercorak beberapa warna gelap dengan ukuran yang hampir menutupi mata kakinya, dipadu dengan topi fedora hitam dan kecamata hitam, sedang berdiri sambil menempelkan handphone nya di telinga, aku yakin itu Rose , sahabat yang selalu aku cintai dan aku tunggu hingga sekarang, dan itu semakin kuat ketika aku melihat gelang biru yang melingkar di pergelangan tangannya, itu gelang yang pernah aku berikan untuknya ketika kita baru saja masuk SMA, dia benar-benar Rose, apa ini adalah kesempatanku lagi? Apa tuhan masih memberiku kesempatan? Jika iya, aku akan mempertahankannya, sampai kapanpun.

I’m fallin’ without you…..
Aku baru saja bangkit dari kursiku untuk menghampiri Rose, tapi sosok pria datang menghampirinya, memeberikan pelukan hangat untuk Rose membuatku mengurungkan niat, aku tidak bisa melihat wajah pria itu karna dia seperti sedang menyamar, paSugaan, topi dan kecamata hitamnya terlihat sangat berkelas, tapi aku merasa pria itu bukan sosok asing untukku, hingga akhirnya mereka memasuki café yang aku kunjungi dan berjalan menuju mejaku, mereka berdiri tepat di depanku. Itu benar-benar Rose Kim, dan pria itu…… Taehyung, sahabatku.

I’m fallin’ without you
“Maaf membuatmu lama menunggu Suga” Seru Taehyung yang sudah duduk di depanku dengan Rose di sampingnya.

“Tidak, aku baru sampai” Balasku masih enggan mengalihkan pandanganku dari Rose.

“Kau keget aku membawa Rose?” Taehyung kembali bertanya sambil merangkul bahu Rose.

“Huh” suara itu keluar begitu saja dari mulutku sambil menatap Taehyung heran.

“Aku tau kalian berteman. Rose sudah menceritakannya padaku.” Seru Taehyung yang kini sedang menatap Rose.

“Bagaimana kalian bisa kenal?” Pertanyaan itu keluar dari mulutku dengan lancar.

“Aku bertemu dengannya ketika aku sedang berlibur di Amerika beberapa bulan yang lalu. Kami sudah berpacaran beberapa minggu ini” Jawab Taehyung tidak bisa meyembunyikan kebahagiannya. Haruskah aku bahagia untuk mereka?. “Kau tidak akan mengucapkan selamat untuk kami? Kita berdua sahabatmu Suga” Sambung Taemin menyadari jika aku hanya diam saja. Ini terlalu mendadak untukku, ini lebih buruk ketika aku mendengar Rose dan JIN.

“Ah. Selamat” aku mengucapkan kata itu dengan berat hati. Apa aku telambat lagi?.

“Baiklah, aku akan memberikan waktu kalian untuk berdua.” Seru Taehyung bergegas pergi.

“Kau akan pergi kemana?” Untuk pertama kalinya aku mendengar suara Rose setelah sekian lama. Aku melihat Rose memegang lengan Taehyung, aku bersumpah jika pria itu masih JIN aku akan melepaskan genggaman mereka. Tapi sekali lagi, aku tidak bisa, karna dia Taehyung, sahabatku.

“Aku yakin kalian membutuhkan waktu berdua untuk melepas rindu. Aku akan menjemputmu nanti” Taemin menjawab dengan senyum lebar di bibirnya, Taehyung mencium kening Rose sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan kami. Perasan ini, ketika Taehyung mencium Rose, rasanya masih sama ketika Rose menolak cintaku, tidak berubah sedikitpun. Sekarang hanya ada aku dan Rose, aku terus menatap Rose yang tengah menggenggam gelas coffe nya. Sekarang haruskah aku mengatakan jika aku masih menunggu dan mencintainya?

“Aku melihat konsermu” Rose tiba-tiba mengeluarkan suaranya sambil menatapku, getaran jantung ini bahkan masih sama. “Akhirnya mimpimu terwujud. Tidak sia-sia kau menari siang sampai pagi” Sambung Rose dengan senyum lebarnya.

“Aku juga sudah mendengar jika kau sudah menjadi dokter. Selamat, kau pasti belajar sangat keras” Timpalku mencoba mencairkan suasana meski terasa sangat sulit karna suasana kembali mebeku, tidak bebas seperti dulu. Kami diam, Rose dan aku kembali mengaduk-aduk coffe di depan kami.

“Aku bisa pergi sekarang jika kau masih tidak nyaman denganku” Kini Rose kembali mengeluarkan suaranya, seperti biasa Rose tidak suka basa-basi, dia selalu memahami situasi dan mengatakan langsung apa yang dia rasakan.

“Yah aku tidak nyaman dengan keadaan kita seperti ini” Pernyataanku berhasil membuat bola mata Rose membulat “Jika laki-laki itu bukan Taehyung aku pasti mengatakan perasaanku lagi. Berapa tahun? 1 tahun? 2 tahun? 3 tahun? Aku selalu menunggumu meski aku tau aku selalu terlambat dan terkalahkan oleh waktu. Sekarang kau datang dan membawa cerita baru bersama sahabatku. Perasaan itu masih sama, meski tahun berganti, tapi perasaan ini masih sama. Selamanya akan sama” entahlah, apa ini masih termasuk sebuah pengakuan? Aku menatap gadis di depanku yang tengah memandangku.

“Tidak bisakah kau mengerti apa yang aku magsud saat itu? Aku akan terus disampingmu meski kita bukan kekasih, cinta bisa putus tapi tidak dengan persahabatan. Tidak bisakah kau memahami betapa berharganya kau untukku?” Seru Rose pasti. Apa aku egois? Apa salah jika aku ingin memperlakukan dia lebih dari seorang sahabat? “Tidak ada yang ‘selamannya’ Suga. jika kau membuka hatimu untuk orang lain semuanya akan berubah, dan persahabatan kita pasti akan lebih baik, tidak seperti sekarang” Sambung Rose. Sekarang aku tau, Rose tidak mencintaiku. Sahabat? Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menyesal menjadi sahabatnya. Untuk waktu yang lama kami kembali diam, cukup lama hingga mungkin coffe yang ada di gelas kami habis terhirup udara.

I’m fallin’ without you…
“Kalian sudah selesai? Kenapa sangat cepat?” Tanya Taehyung yang sudah ada di depanku dan merangkul pundak Rose. Benarkah sebentar? Aku bahkan merasa sudah ratusan jam di dalam sana bersama Rose.

I’m fallin’ without you…
Aku masih berdiri di depan pintu Café ketika Rose dan Taemin pergi meninggalkanku, aku menatap kepergian mereka yang tengah tertawa, mereka bahagia, sekarang apa aku harus baghagia untuk mereka? Rose sempat memutar kepalanya menatapku tapi kembali bersandar di pundak Taehyung, sekali lagi aku kalah dari Taehyung, apa hidupku selalu di bayang-bayangi oleh Taehyung?. Rose benar, tidak ada yang selamanya, karna mungkin tidak selamanya aku bisa tetap menjadi sahabat Rose dengan perasaan ini.
I’m fallin’ without you…….

-FINE-

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images