Swift

I’m Not a Monster (Chap 2)









Cast
Jennie Kim (YG New Artis)
Luhan (EXO)
Baekhyun (EXO)




“Umm. Kau yakin mau duduk disana?” Miss Jia bertanya dengan cemas, karna tidak ada satu muridpun yang mau duduk disampingnya, kecuali Baekhyun yang kini menjadi teman duduk Nara kekasihnya.

“Aku suka tempat ini” Jawab Luhan yang kini sudah duduk di samping Jennie membuat semua penghuni ruangan menghela nafas berat.


“Aku Luhan” Luhan mencoba memperkenalkan diri tapi Jennie masih tidak memperdulikannya dan lebih memilih menaruh kepalanya diatas buku sambil menatap lapangan lewat jendela disampingnya dan membelakangi Luhan.

“Aku tau” Dengan ketus Jennie menjawab tanpa memandang Luhan.

“Aku tidak tau jika aku begitu popular, hingga kamu mengetahui namaku” Seru Luhan dengan bangga, meski sebenarnya Luhan ingin Jennie masih mengingatnya sebagai lawannya di lapanagan tembak beberapa minggu lalu.

“Telingaku masih normal untuk mendengarkan ocehanmu di depan kelas” Timpal Jennie membelakangi Luhan. Pelajaran 3 jam di lewati oleh Jennie dengan kembali melanjutkan mimpinya dan di lewati oleh Luhan dengan cara menatap punggung Jennie.

“Jennie, aku tidak bisa pulang bersamamu. Aku harus membantu Nara mengerjakan tugas” Seru Baekhyun membuat Jennie terbangun dari mimpinya.

“Oh baiklah, aku pulang duluan” Jennie menjawab lalu pergi begitu saja.

“Bye” Seru Luhan pada Baekhyun hanya untuk sekedar basa-basi lalu berlari menyusul Jennie.

“Mau pulang denganku?” Tanya Luhan seramah mungkin.

“Aku tidak pulang dengan orang asing” Jawab Jennie ketus masih dengan kedinginan.

“Kalu begitu mari kita berteman” Kini Luhan sudah berada di depan Jennie membuat Jennie menghentikan langkahnya.

“Cari saja orang lain yang mau menjadi temanmu. Aku tidak tertarik” Kini Jennie menatap Luhan dengan dingin.

“Semua orang ingin berteman denganku. Kau seharusnya merasa terhormat karna aku memilihmu untuk menjadi temanku” Luhan membalas ucapan Jennie dengan senyumnya.

“Aku tidak tau sehebat apa dirimu. Dan aku juga tidak ingin tau. Jadi behentilah mengikutiku, dan satu lagi aku tidak ingin main-main dengan seorang bocah laki-laki yang selalu di ikuti seorang assistant” Jennie sedikit menyindir Luhan yang selalu diikuti asistantnya.

“Ayolah. Dia datang untuk menjagaku, aku ini pewaris tunggal LKL Seoul Hotel, aku terkenal di seoul bahkan jika kau menanyakan namaku ke anak TK mereka pasti tau, aku L U H A N, anak dari Lee Dong Hae dan Kim Tae Hee, oh tuhan, apa harus aku menjelaskan keluargaku agar kau tau siapa aku?” Gerut Luhan dia tidak percaya di Korea masih ada orang yang tidak mengenal kepopulerannya.


“Aku rasa kau lebih cerewet dari Miss Yuri” Timpal Jennie lalu pergi begitu saja, baru saja Jennie melangkahkan kakinya Luhan langsung meraik tubuh Jennie ke pelukannya dan tak beberapa lama kemudian air kotor tumpah dari atas. Kemudian dengan paksa Jennie melepaskan pelukan Luhan.

“Aku rasa kau memiliki haters?” Tanya Luhan santai.

“Ketika seseorang merasa iri mereka hanya bisa membully” Jawab Jennie ketus dan Luhan hanya mengaggukan kepalanya lemah seperti meremehkan ucapan Jennie.

“Kau baik-baik saja?” Luhan kembali bertanya sambil menocba memegang kepala Jennie tapi Jennie sudah menjauhkan tangan Luhan dari kepalanya.

“Aku Jennie Kim. Jangan pernah bertanya dengan kalimat konyol sperti itu” Timpal Jennie lalu pergi meninggalkan Luhan.

--

Luhan baru saja selesai mandi, handuk putihnya bahkan masih menggantung manis dirambut basahnya.

“Ibu,, apa yang sedang ibu lakukan dengan HP ku?” Tanya Luhan kaget lalu berlari mengambil HP nya dari tangan Kim Tae Hee ibunya.

“Apa disekolah barumu kamu menjadi seorang penguntit?” Goda Kim Tae Hee pada Luhan yang kini sudah menyandarkan kepalanya di pangkuan ibunya, Kim Tae Hee seperti biasa mengeringkan rambut kepala anak kesayangannya.

“Ibu melihatnya? Bagaimana menurut ibu? Dia cantik bukan?” Tanya Luhan penasaran.

“Bagaimana ibu melihatnya? Yang satu foto ketika gadis itu berjalan membelakangimu, yang satu dia sedang tertidur membelakangmu, yang satu fotonya sedang menembak. Ibu tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas” Jawab Kim Tae Hee.

“Hmm.” Luhan hanya menghela nafas dengan berat dan memsang wajah murungnya.

“Kau mencintainya?” Tanya Kim Tae Hee.

“Apa itu terlihat jelas? Ah dia bahkan selalu mengabaikanku. Tapi ayah pasti menyukainya, dia gadis yang mengalahkanku di pertandingan menembak minggu lalu” Luhan kembali bertanya dengan sedikit rasa penasaran.

“Hahha. Ibu tidak menyangka anak ibu yang manis ini sudah besar dan sedang jatuh cinta. Tapi ibu harap kamu jangan terlalu serius tentang cinta, kamu belum cukup dewasa untuk memahami cinta” Timpal Kim Tae Hee lalu pergi meninggalkan Luhan.

--
Luhan berjalan dengan santai dia berangkat lebih awal dan tanpa assistant yang selalu mendampinginya.

“Hey. Sekarang aku tidak membawa assistantku, jadi apa kau mau menjadi temanku.? Dan satu lagi kemarin aku sudah menolongmu, harusnya kau mengucapkan terimakasih padaku” Seru Luhan memebuat Jennie menghentikan aktifitasnya bermain games di hpnya.

“Pertama, aku tidak membuka lowongan untuk pendaftaran teman baru. Kedua, aku tidak memintamu menolongku. Itu hanya satu ember air bisa, jika kau tidak meolongku aku masih bisa mengatasi kejadian itu. jadi tolong berhenti menggangguku” Timpal Jennie dengan tegas.

“Jennie, ini minuman untukmu” Seru Baekhyun yang baru saja sampai di kelas.

“Aku minum” Balas Jennie lalu meminum minuman yang Baekhyun bawa.

“Hai. Aku Baekhyun” Sapa Baekhyun ramah seperti biasanya.

“Luhan” balas Luhan tak kalah ramah.

Baekhyun baru saja ingin mengobrol dengan Luhan hingga tiba-tiba semua murid masuk membuat Baekhyun harus kembali ke kursinya.

“Ayo duduk di kursi masing-masing” Kini Mr Siwon sudah berada di depan kelas sambil berteriak-teriak. “Bagus. Baiklah, karena kalian semua sudah hampir lulus dari sekolah ini, kami selaku pengajar disini akan mengadakan perpisahan untuk kalian”

“PARTY!!!” Nara dan sekawanannya berteriak gembira.

“Bukan. Kita akan berkemah” Elak Siwon membuat semua murid kaget.

“Persiapkan diri kalian, besok kita akan berangkat.” Pungkas Siwon lalu pergi meninggalkan kelas sedangkan Nara dan sekawanannya terus mengeluh.

“Aku tidak mau ikut” Rengek Nara

“Kita harus ikut semua, ini acara perpisahan kelas Nara” Seru Baekhyun.

“Kau saja yang pergi, aku tidak mau” Ancam Nara

“Aku memang akan pergi. Kau juga ikut saja” Baekhyun mencoba membujuk Kekasihnya.

“Kau ikut?” Luhan bertanya pada Jennie tapi Jennie masih asik membaca buku. “Hey” Kini Luhan menyenggol bahu Jennie dengan bahunya tapi Jennie masih tidak menunjukan respon apapun “JENNIE KIM” Kini Luhan menaikan suaranya beberapa oktav hingga membuat hampir semua penghuni kelas menatapnya.

“Berhenti berteriak” perintah Jennie dingin lalu pergi meninggalkan kelas, tapi Luhan malah lari mengejar Jennie, tanpa mereka ketahui semua gadis di kelas berprilaku gila hanya karena Luhan mengejar Jennie.

“Apa hebatnya Jennie? Dia monster” “Aku akan melindungi Luhan dari Jennie” “Luhan harus tau dia Jennie Kim bukan Im YoonA” “JENNIE KIM. Aku membecimu” “Berawal dari memilih tempat duduk dengan Jennie dan sekarang dia mengejar Jennie. Aku akan mati sekarang” yah seperti itulah gadis-gadis di kelas menjadi liar.

“Apa kau akan terus mengikutiku?” Jennie menghentikan langkahnya karna Luhan terus mengikutinya.

“Aku ingin menjadi temanmu” Jawab Luhan mencoba mengeluarkan aegyonya.

“Aku tidak tertarik. Jadi aku minta kau menjauh dariku” Dengan kesal Jennie memberi peringatan pada Luhan.

“Apa kau memiliki criteria khusus untuk calon temanmu?” Luhan bertanya penuh harap

“Aku hanya akan berteman dengan orang yang sudah mengenalku sejak TK” Jawab Jennie membuat Luhan kehilangan senyumnya.

“Itu tidak adail” Luhan kembali protes tapi Jennie sudah menjauh darinya.

--
tbc

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images