I’m Not a Monster (Chap 5-end)

Cast
Jennie Kim (YG New Artis)
Luhan (EXO)
Baekhyun (EXO)
“Darimana kau tau tentang Baekhyun?” Jennie bertanya dengan heran.
“Bagaimanapun kau anak bos mafia, kau selalu dalam pengawasan kami bahkan sejak kau masih dalam kandungan, itu yang ayahku katakan” Chanyeol meneguk minumnya “Sedangkan aku berbeda, aku terlahir untuk hidup sendiri, tanpa teman bahkan cinta, ibuku meninggal satu tahun setelah melahirkanku karna dia tertembak saat ayah melakukan tugas, aku tau manusia akan mati tapi kematian bagi seorang mafia selalu terasa lebih dekat dari yang tuhan takdirkan, sejak kecil aku terbiasa mendengar ledakan bom, tembakan, darah, mayat, orang-orang seperti kami dilarang jatuh cinta dengan rakyat biasa. Hmm aku pernah mencintai seorang gadis” Sambung Chanyeol sekilas menatap Jennie sambil tersenyum tipis yang dia paksakan “Kami berpacaran, kejadian itu sudah sangat lama tapi aku masih mengingatnya. Aku mencintainya sangat, namannya Sulli aku bertemu dengannya disebuah acara pelayanan masyarakat, dia sangat cantik senyumnya, tidak aku menyukai semua yang ada pada dirinya, itu pertama kalinya aku jatuh cinta aku berpacaran dengannya tanpa ayah ketahui, hingga suatu waktu dia datang diwaktu yang tidak tepat, dia datang ketika aku sedang melakukan tugas kami, dia datang sambil dengan memanggil namaku sambil tersenyum hingga tiba-tiba seseorang menembak Sulli dan ketika itu juga Sulli meninggal, sejak saat itu aku berjanji aku tidak akan pernah jatuh cinta lagi, karena aku tidak mau kehilangan orang yang aku cintai untuk ke sekian kalinya. Aku rasa kau juga harus melakukan hal yang sama Jennie, jika kau tidak ingin dia sakit ,dunia kita berbeda dengan mereka.” Chanyeol menatap Jennie mengisyaratkan bahwa Baekhyun bisa dalam bahaya jika terus bersamanya “Karna aku manusia biasa, aku pernah marah pada tuhan. Kenapa hidupku seperti ini? Kenapa begini? Tapi semuanya tidak akan berubah jika aku hanya mengeluh, tuhan sudah memberikan jalan ini untukku. Aku akan mencoba keluar dari lingkaran ini seperti yang ibumu katakana” Chanyeol menceritakan hidupnya dengan getir bagaimanapun dia sudah melewati 19 thun hidupnya dengan berjuta ketakutan.
“Hidupmu sangat berat, tapi setidaknya kau pernah memiliki cinta dari seseorang yang mencintaimu, aku bahkan tidak tau bagaimana rasanya memiliki cinta. Ibu selalu mengatakan, jangan terlalu mencintai orang lain, jangan terlalu mempercayai orang lain, jangan terlalu dekat dengan orang lain, jangan terlalu mengasihi orang lain, jangan terlalu memperhatikan orang lain, janga terlalu menyayangi orang lain. Karna jika kau melakukan itu, pada akhirnya kamu yang akan mendapatkan terlalu banyak rasa sakit. Kau tau rasanya disebut ‘Monster’? itu bahkan menakutkan bagi diriku sendiri, aku mencoba tidak perduli, setidaknya aku sudah 19 tahun mendengar orang-ornag mengatakan itu.” kemudain Jennie menunduk sambil memegang minuman kaleng yang sudah habis.
“Kau pernah mendengar kalimat William W. Purkey? Dia mengatakan seperti ini. Kau harus menari seperti tidak ada yang menonton, Cinta seperti Anda tidak akan pernah terluka, Bernyanyi seperti tidak ada yang mendengarkan, Dan hidup seperti itu surga di bumi. Yah aku rasa kita harus hidup seperti itu” Timpal Chanyeol sambil membuang kaleng soda yang sudah habis.
- -
Jennie berjalan menyusuri desa yang sekarang Jennie dan Chanyeol singgahi untuk beberapa waktu, meski sebenarnya ada Luhan disana, setelah kejadian malam itu Luhan meninggalkan Krystal dan mengikuti Jennie dan Chanyeol. Luhan juga anak seorang mafi anak dari Lee Dong Hae orang yang telah membunuh ayah Jennie, Luhan mengumpulkan keberanian untuk melihat Jennie, Bagaimanapun Jennie wanita yang dia cintai. Langkah kaki Jennie terhenti di sebuah gereja yang terletak dipemukiman penduduk, Jennie melangkahkan kakinya sambil menetap setiap sudut gereja lalu dia duduk disebuah kuris yang ada didalam, dan Luhan berada di belakan Jennie tanpa Jennie sadari.
“Maaf jika ketika aku datang aku hanya bisa mengeluh. Aku tidak peduli jika memang aku terlahir sebagai anak dari pasangan mafia, aku tidak keberatan jika akhirnya aku memang harus menjadi seorang mafia, tapi apa tidak bisa engaku tetap membiarkan kedua orang tuaku tetap didunia? Sekarang aku tidak punya siapapun, tidak seorangpun.” Kalimat Jennie terhenti, rasa kelhilangan yang diamiliki terlalu berat, bahkan membuatnya sulit menegluarkan airmata bahkan rasa sakitnya sangat perih “Apa ibuku sudah berada disampingmu? Aku tau mustahil membuat orang menainggal menjadi hidup kembali. Jadi tolong jaga kedua orang tuaku untukku” Jennie terdiam beberapa saat terlalu banyak keluahnnya hingga membuatnya ingin meledak Jennie masih mencoba untuk tidak menangis. “Aku tau aku belum pernah melihat mereka, tapi tolong jaga Sulli dan bibi Go Hye Sun untuk Chanyeol.” Pungkas Jennie lalu berjalan pergi meninggalkan gereja dia bahkan tidak menyadari keberadaan Luhan ketika dia melewati Luhan, Luhan terus mengikuti Jennie.
“Jennie” Panggil Luhan membuat langkah Jennie terhenti karna kaget dan kemudian Jennie membalikan tubuhnya lalu melihat Luhan sudah berada di depannya mereka terdiam seperti orang asing. “Aku merindukanmu” Kaliamat itu keluar begitu saja dari mulut kecil Luhan, dan Jennie masih memasang wajah dinginnya.
“Aku dengar ibumu meninggal” Samar-samar Luhan mengatakan kalimat itu, bagaimana dia tidak tau Lee Dae Hee meninggal, Luhan bahkan berada di tempat penembakan itu. Jennie terus menatap Luhan. “Aku tau aku tidak harus mengatakan ‘Apa kau baik-baik saja’ aku tidak akan mengatakan kalimat itu padamu hanya untuk sekedar basa-basi..”
“Aku baik-baik saja” potong Jennie menocba menahan kesediahannya “Tidak, aku tidak sedang baik-baik saja” Sambung Jennie kini airmatanya tumpah dia nyaris terjatuh jika saja Luhan tidak menopang tubuh Jennie lalu memeluk Jennie, ada sedikit rasa bersalah dihati Luhan, tidak dia selalu merasa bersalah pada Jennie dan marah pada dirinya sendiri. Luhan terus mengelus rambut Jennie sedangkan Jennie terus menangis dipelukan Luhan sambil sesekali memukul dada Luhan dengan lemah karna kesedihannya sudah sangat memuncak, Luhan bahkan terus mengucapkan kata maaf dalam hatinya.
--
Setelah satu bulan Jenni dan Chanyeol bersembunyi akhirnya mereka kembali, tempat pertama yang Jennie kunjungi adalah kuburan ibunya. Dengan lemah Jennie mengunjungi kuburan ibunya sedangkan Chanyeol mengikuti Jennie dibelakangnya.
“Ibu. Maaf aku baru bisa mengunjungimu sekarang” Kini Jennie berlutut di depan makam Lee Dae Hee sambil menaruh bunga mawar putih kesukaan Lee Dae Hee. “Apa sekarang ibu sudah bertemu dengan ayah? Katakana pada ayah, aku merindukannya, merindukan ibu juga tentunya. Aku sudah menitip pesan pada tuhan agar tuhan selalu menjaga ibu, ayah, bibi Go Hye Sun, dan Sulli. Semoga kalian bertemu disana. Aku dan Chanyeol akan mencoba hidup menjadi manusia pada umumnya. Terimakasih” Sambung Jennie lalu berdiri meninggalkan makam ibunya, terkadang manusia tidak bisa menangis karna rasa sakitnya terlalu dalam, dan itu yang sedang Jennie rasakan sekarang. Jennie dan Chanyeol kembali ke rumah Jennie untuk mengambil beberapa barang Jennie, ketika Jennie akan memasukan barang-barangnya kedalam mobil Baekhyun datang sambil berlari.
“Jennie kau kemana saja?” Tanya Baekhyun gembira sekaligus cemas.
“Mengurus syarat-syarat untuk pendaftaran masuk perguruan tinggi” Jennie berbohong dengan sangat baik.
“Jennie apa kau marah padaku? Nara benar-benar berselingkuh dengan Kai” Sesal Baekhyun.
“Baguslah jika kau sudah tau” Timpal Jennie memasukan barang-barangnya dan tidak memperhatikan Baekhyun.
“Jennie, maafkan akau” Rengek Baekhyun seperti seorang anak kecil.
“Jenn, ayo kita pergi” Seru Chanyeol yang sudah ada di dalam mobil.
“Aku harus pergi Baek. Jaga dirimu baik-baik” Timpal Jennie lalu memasuki mobilnya. Sedangkan Baekhyun melihat kepergian Baekhyun dengan lemah, hingga Baekhyun memutuskan untuk mengikuti mobil Jennie menggunaka mobilnya. Saat diperjalanan Chanyeol menerima panggilan telepon dari ayahnya.
“Jennie, aku harus pergi ayah membutuhkanku, aku akan mengantarmu ke rumahku untuk sementara waktu” Seru Chanyeol tergesa-gesa.
“Aku ikut” timpal Jennie dan Chanyeol haya mengangguk lemah, sebenarnya Chanyeol tidak ingin Jennie ikut tapi ini bukan waktunya untuk berdebat dan Chanyeol yakin Jennie lebih kuat dari yang dia bayangkan, sedangkan di tempat lain Luhan sudah sedang di jalan karna ayahnya menelepon Luhan agar Luhan kembali untuk membantunya, meski Luhan merasa enggan Luhan tetap pergi karna ini menyangkut keselamatan keluargannya. Sesampainya di sebuah gudang Jennie dan Chanyeol sudah mendengar suara tembakan, Chanyeol langsung berpencar untuk menghabisi lawan mereka dengan pistol yang dia bawa.
“Untuk apa kau kemari?” Tanya Jennie pada Baekhyun yang sudah ada didepannya.
“Kenpa kau bisa mengetahui tempat seperti ini? Jennie ini bukan tempat kita, ayo kita pulang” Perintah Baekhyun ketakutan karena mendengar begitu banyak suara tembakan.
“Baekhyun dengarkan aku, kita berbeda aku tidak bisa menempatkanmu terus disampingku karna itu terlalu berbahaya bagimu, jadi sekarang pergilah” Jennie memerintahkan Baekhyun dengan wajah serius.
“Jennie aku tidak mengerti, tapi sekarang aku minta ayo kita pergi” Kini Baekhyun mencoba menarik lengan Jennie untuk memasuki mobilnya.
“Tidak Baek. Kau yang harus pergi, ini tempatku. Aku anak seorang Mafia, kau pergilah, cari seseorang yang sama denganmu yang lebih baik dariku, maaf aku tidak bisa menjadi sahabat yang baik untukmu” Jennie melepaskan lengan Baekhyun dari lengannya
“Jika kau tidak mau pergi bersamaku aku akan ikut denganmu” Seru Baekhyun sambil menatap Jennie dengan tajam.
“Tunggu didalam mobil, aku akan kembali” Sambung Jennie menyeret Baekhyun kedalam mobil mencoba mengakhiri perdebatannya dengan Baekhyun.
Lalu Jennie berlari sambil menekan pelatuk pistolnya kesetiap orang yang dia temui hingga Jennie berhenti disebuah ruangan gelap disana dia melihat Luhan tengah mengangkat pistolnya kekepala CNU sodara Chanyeol, Luhan menurunkan pistolnya ketika melihat Jennie dan CNU berlari mencoba mearik Jennie tapi Jennie masih diam hingga CNU memutuskan unntuk meninggalkan Jennie.
“Aku tidak menyangka dunia benar-benar sangat sempit” Seru Jennie dingin.
“Maaf, tapi aku juga tidak tau apa-apa tentang ini” Timpal Luhan merasa bersalah.
“Kita semua tidak berharap berada dilingkaran hitam ini”
“LUHAN” Suara Krystal terdengar begitu dekat hingga membuat Jennie dan Luhan sedikit cemas.
“Aku tidak bisa melakukannya jadi tekan pelatukmu dan tembakan pada tubuhku lalu pergilah dan jangan kembali. Katakana pada mereka kau telah membunuhku, anak dari pasangan Kim Jae Joong dan Lee Dae Hee, kemudain semuanya akan selesai Luhan” perintah Jennie pada Luhan, tapi Luhan tidak bergeming membuat Jennie mendekatkan tubuhnya kearah Luhan seprti sedang berkelahi. “Apa kau tuli? Lakukan sekarang” Jennie kembali memerintahkan Luhan dengan sebuah bisikan.
“Aku tidak bisa melakukannya. Aku mencintaimu” Luhan menjawab dengan perasaan campur aduk membuat Jennie menatap Luhan. Hingga tiba-tiba sebuah tembakan bersarang di perut Jennie hasil dari tembakan Krystal, Jennie terjatuh dengan darah segar yang terus mengalir dengan Luhan yang terus memegang tubuh Jennie yang terus tersenyum kearah Luhan
“Terimakasih” Bisik Jennie di tengah rasa sakitnya yang mungkin Jennie sendiri tidak mendengar apa yang dia ucapkan, tapi Luhan bisa cukup jelas mendengar ucapan Jennie hingga membuat dia meneteskan ari mata, kemudian Krystal datang mencoba menarik tangan Luhan.
“Jennie” Teriak Baekhyun ketika dia melihat Jennie sudah berlumuran darah diatas pangkuan Luhan, ketika Baekhyun mencoba mendekat Krystal mencoba menembak Baekhyun tapi dengan kekuatan yang tersisa Jennie mengangkat tubuhnya agar peluru itu tidak mengenai tubuh Baekhyun, dan lagi-lagi peluru dari tembakan Krystal kembali bersarng di tubuh Jennie. Luhan yang melihat itu merasa kaget kesadarannya sedikit melemah dia tidak percaya wanita yang dia cintai mendapatkan begitu banyak rasa sakit di tubuh dan jiwanya, begitu juga dengan Baekhyun dia terdiam karena kaget setelah tubuh Jennie kembali terjatuh Baekhyun langsung berlari kearah Jennie.
“Luhan, ayo kita pergi. Semuanya sudah selesai. Kita melakukannya dengan baik” Seru Krystal yang kini sudah menarik tubuh Luhan menjauh dari Jennie dan Baekhyun.
“Jennie” Baekhyun mengangkat tubuh Jennie kepankuannya, perlahan Jennie membuaka matanya, membuat Baekhyun sedikit lega mungkin kecemasannya berkurang 1% dari 1000% kecemasan yang dia miliki.
“Semuanya akan baik-baik saja. Aku Jennie Kim. Kau harus ingat itu” Jennie berbicara dengan darah yang mulai keluar dari mulutnya lalu Jennie kembali menutup matanya dan tubuhnya melemah membuat Baekhyun menjadi lebih cemas dari sebelumnya.
“Jennie” Kini Chanyeol datang dengan cemas karena melihat tubuh Jennie penuh dengan darah, Chanyeol lalu mengangkat tubuh Jennie dan membawanya ke rumah sakit.
--
Sekarang sudah hampir satu bulan Jennie koma, semuanya sudah mereka lakukan untuk kesembuhan Jennie, Baekhyun dan Chanyeol menjadi sangat dekat karena mereka terus bertemu untuk menjaga Jennie. Hingga suatu waktu Baekhyun meninggalkan Jennie untuk pergi ke minimarket, dan waktu itu digunakan Luhan untuk membawa Jennie pergi. Dengan hati-hati Luhan mengangkat tubuh Jennie keatas kursi roda, Luhan memakai baju dokter agar tidak ada yang menyadari perbuatannya. Setelah Luhan berhasil membawa Jennie ke bukit yang dulu Jennie singgahi untuk bersembunyi, Luhan dan Jennie duduk di atas kap mobil dengan Luhan yang memluk Jennie dari belakang dan menyelimuti tubuh mereka dengan selimut, memakaikan Syal untuk Jennie, Luhan terus memluk Jennie dengan dagu yang dia sandarkan kekepala Jennie, meski Jennie sedang koma Luhan yakin Jennie bisa mendengar ucapannya.
“Aku tau seorang Jennie Kim adalah wanita yang kuat, jadi aku akan menunggumu. Bangunlah walau hanya beberapa saat, saat kau bangun aku akan melakukan apapun untukmu. Aku mencintaimu, sangat, I love you without knowing how, or when, or from where. I love you simply, without problems or pride: I love you in this way because I do not know any other way of loving but this, in which there is no I or you, so intimate that your hand upon my chest is my hand, so intimate that when I fall asleep your eyes close (Pablo Neruda, 100 Love Sonnets) aku akan terus mencintaimu” Luhan terus berbicara hingga Luhan menyadari lengan Jennie yang dia genggam sedikit bergerak membuat Luhan menggeser kepalanya untuk melihat wajah Jennie, sekarang Luhan bisa melihat Jennie sedang membuka matanya, Jennie bahkan sekarang tersenyum kerahnya.
“Hai Luhan” Seru Jennie sambil tersenyum ini kedua kalinya Luhan melihat Jennie tersenyum sambil memanggil namanya hingga mambuat Luhan tersenyum gembira “Aku sudah meminta dispensasi kamatian pada Tuhan. Jangan menangis, kau itu pria” Kini Jennie mengahapus airmata yang jatuh dipipi Luhan “Have you ever been in love? Horrible isn't it? It makes you so vulnerable. It opens your chest and it opens up your heart and it means that someone can get inside you and mess you up (Neil Gaiman, The Sandman, Vol. 9: The Kindly Ones)” Jennie terdiam dan Luhan tersenyum apakah sekarang Jennie mengatkan dia mencintai Luhan? “Terimakasih” Sambung Jennie membuat Luhan menatap Jennie dengan heran “Terimakasih karna kau telah membuatku tau rasanya dicintai, terimakasih karna kau memberiku jalan agar aku bisa bertemu dengan kedua orang tuaku” Kini Jennie berbicara dengan nada suara yang sangat lemah, tapi Luhan masih bisa mendengarkan suara Jennnie. Luhan yang mendengar ucapan Jennie kembali merasa bersalah “Jangan salahkan dirimu atas apa yang telah terjadi, ini bukan salahmu” Jennie kembali tersenum pada Luhan.
“Harusnya aku yang berterimakasih, terimakasih karna kau membuatku tau rassanya mencintai, terimakasih telah tumbuh menjadi seorang Jennie Kim gadis yang kuat.” Kini mereka saling memandang, perlahan-lahan Luhan menagnkat dagu Jennie mendekat kearah wajahnya lalu mengecup bibir Jennie.
“Luhan. Aku lelah, aku harus kembali Luhan. Jaga dirimu baik-baik” Seru Jennie dengan mata yang mulai melemah.
“Kembalilah tidur, aku akan selalu menjagamu disini” Tidak ada jawaban dari Jennie, dan Luhan terus mendekap tubuh Jennie semakin erat. Hingga tiba-tiba Baekhyun sudah ada di hadapannya, Luhan menyambut kedatangan Baekhyun dengan senyuman tulus, berbeda dengan Baekhyun yang memandang Luhan dengan tajam.
“Katakan selamat tinggal pada dunia berengsek” Tidak butuh waktu lama, sekarang Baekhyun mengangkat pistol tepat di depan kepala Luhan lalu Baekhyun menekan pelatuknya dan menembakan peluru tepat di kepala Luhan.
“Terimakasih. Baekhyun” Hanya itu yang bisa Luhan katakana untuk Baekhyun sebelum akhirnya dia menemui Jennie disebuah tempat yang hanya bisa mereka temui.
Disana Luhan melihat Jennie memakai baju putih sambil mengulurkan tangannya kerarah Luhan dan Luhan menayambut uluran tangan Jennie, tempat dimana tidak ada air mata dan kesediah, tempat yang bernama surga. Tempat keabadian.
--
JENNIE: Aku tidak pernah berfikir aku akan hidup sangat cepat, diumurku yang ke 19 aku menemukan cinta sejatiku bahkan hingga aku mati. Kematian memang menakutkan tapi itu cara satu-satunya agar aku bisa bertemu dengan orang-orang yang aku cintai. Aku bahagia dengan takdir yang tuhan tuliskan untukku meski pada akhirnya aku harus mati sangat cepat.
LUHAN : Aku tau sulit mempercayai kalimat ‘Cinta pada pandangan pertama’ tapi aku sudah membuktikannya dan aku mencintai dia lebih dari apapun. Dan jika hanya kematian yang bisa membuatku terus berada disampingmu, aku akan mati, unuk kamu, untuk kita.
BAEKHYUN : Aku tau penyesalan selalu datang terlambat tapi aku baru tau ternyata penyesalan sangat menakutkan, aku menyesal karna terlambat menyadari bahwa aku mencintai sahabatku sendiri.
CHANYEOL : Aku tau aku berbeda, tapi perbedaan yang membuatku berjuang untuk cinta yang aku miliki meski pada akhirnya aku harus menyerah pada takdir tuhan yang memisahkanku dengannya.
SULLI : Aku tidak peduli siapa dia dan bagaimana dia, yang aku tau dia mencintaiku dan aku tidak bisa hidup tanpanya, meski pada akhirnya aku harus meninggalkannya tapi aku tidak menyesal, dia satu-satunya cinta terindah yang aku miliki.
-END-
0 komentar