Swift

I'm Not a Monster (Chap 4)






Cast
Jennie Kim (YG New Artis)
Luhan (EXO)
Baekhyun (EXO)



“Siapa kalian?” Jennie bertanya dengan dingin ketika dia baru saja memasuki rumahnya.

“Sebenarnya ibumu melarangku untuk mengatakan ini. Tapi aku rasa kau sudah cukup dewasa mengetahunya. Aku Park YooChun. Kau tau dimana ibumu bekerja?” Tanya Park YooChun angkuh.

“Ibu bekerja sebagai karyawan biasa” Jawab Jennie dingin.

“Hmm. Kau salah, ibumu adalah kepala mafia DOMINO kami melakukan kejahatan terorganisir seperti perdagangan narkoba dan kejahatan senjata lainnya. Kami mencoba menyusup sistem penegakan hukum sehingga kami dianggap sebagai yang kuat sebagai kelompok mafia lain” Timpal Yoochun membuat Jennie membulatkan matanya.

“Jangan mengatakan hal konyol” Timpal Jennie menahan emosinya membuat matanya memerah.

“Aku tidak pernah berbohong tentang hal seperti ini. Kau tau kenapa ayahmu meninggal? Ah, ibumu mengatakan bahwa ayahmu seorang pasukan tentara dan dia mati tertembak saat melawan korea utara? Ibumu yang berbohong, ayahmu Kim Jae Joong adalah pemimpin mafia Domino, dan ibumu tidak mau menggantiikan posisi ayahmu, ibumu hanya pemimpin yang hanya duduk diam sekarang….”

“Brak” Lee Dae Hee membanting pintu rumahnya dengan keras.

“Hentikan ucapanmu” Perintah Lee Dae Hee dengan emsoi yang memuncak.

“Ibu” Seru Jennie lemah sambil menatap wajah ibunya yang mengerikan.

“Masuk kedalam kamar” Lee Dae Hee memerintahkan Jennie tapi Jennie masih diam ditempatnya “JENNIE KIM. IBU MENYURUHMU MASUK KEDALAM KAMAR” Sekarang Lee Dae Hee membentak Jennie, dengan perasaan takut Jennie berlari kedalam kamar dan menjatuhkan tubuhnya di puntu kamarnya. Jennie masih memikirkan ucapann Yoochun. Apa benar ayahnya seorang pemimpin dari organisasi mafia? Apa ibunya menyuruh dia belajar berbagai jenis olah raga karna Ibunya ingin dia menjadi penerus organisasi hitam itu? sedangkan Lee Dae Hee terus memandang YooChun dengan geram.
---

Luhan baru saja sampai hingga dia melihat Krystal sahabatnya yang juga anak dari pamannya sudah ada dan sedang duduk di kasurnya.

“Hai. Kapan kau datang?” Tanya Luhan pada Krystal dengan senyumnya, karna Luhan jarang sekali bertemu dengan Krystal.

“Aku baru sampai. Ayo kita pergi” Kini Krystal menarik tangan Luhan.

“Kemana?” Tanya Luhan dengan heran karna dia sedang membuka kemeja sekolahnya dan Krystal menarik tangannya begitu saja.

“Ibumu dalam bahaya. Dia diculik” Kini Krystal menatap Luhan dingin membuat Luhan sedikit kaget.

“Kau datang hanya untuk mengatakan hal konyol seperti itu Krys?” Luhan mencoba menahan emosinya karna menurutnya lelucon Krystal sudah sanagat keterlaluan.

“Luhan, ayahmu sedang berada di luar negeri, jadi ayahmu menyuruhku datang untuk menjelaskan ini padamu. Pertama, kita bukan dari keluarga terhormat seperti yang orang-orang pikirkan.” Kini mata Luham membulat “LKL Seoul Hotel itu hanya sebuah topeng, dan ayahmu sudah melakukan segalanya agar kau tidak malu dan sakit hati karna mempunyai keluarga seorang mafia, kau tau ketika kita ingin mejadi yang terbaik maka kita harus menghancurkan musuh kita satu persatu, dulu kita berhasil membunuh seorang kepala mafia, dan sekarang mereka menuntut balas dengan cara menculik ibumu” Luhan duduk dengan lemas di atas tempat tidur membuat Krystal mendekati Luhan sambil memegang tangan Luhan dengan hangat. “Luhan, aku tau ini sangat membuatmu kaget, ayahmu menyuruhku mengataka ini karna kau sebentar lagi lulus SMA, kau adalah penerus ayahmu.” Luhan kembali manatap Krystal dengan tajam. Penerus pemimpin mafia? Luhan tidak memikirkan semua itu. bahkan dalam mimpinya sendiri tidak pernah. “Jadi bisakah kita pergi sekarang? Kita harus menyelamatkan ibumu” Sambung Krystal membuat Luhan tersadar dengan perasaan, kaget, takut, cemas dan ada rasa ketidak yakinian di hatinya Luhan mengikuti Krystal.
--

“Aku bilang aku yang akan menjelaskan semuanya pada anakku” Lee Dae Hee menatap Yoochun dengan tajam, tangannya mengepal menahan emosi hingga membuat kukunya memutih.

“Kau terlalu lama Dae Hee. Jennie juga sudah cukup dewasa untuk memahami siapa dia sebenarnya”

“Pergi!” Bentak Lee Dae Hee, Yoochun dengan lemas menuruti Dae Hee karna bagai manapun Dae Hee istri dari sahabatnya sekaligus atasannya, meski Dae Hee tidak ingin.

“Chanyeol” Lee Dae Hee menahan tangan Chanyeol yang tak lain anak dari Yoochun. “Aku titip Jennie” Sambung Lee Dae Hee lemah.

“Bibi” Chanyeol menatap Lee Dae Hee dengan prihatin.

“Pergilah” Lee Dae Hee melepaskan gengamannya dari lengan Chanyeol kemudain Chanyeol pergi. Setelah Lee Dae Hee merasa tenang dia pergi ke kamar Jennie disana dia melihat putrinya tengah tertidur, Lee Dae Hee mendekati tubuh Jennie lalu tidur disamping Jennie sambil memeluk tubuh Jennie.

“Ibu” Jennie terbangun dari tidurnya mencoba melihat wajah ibunya tapi Lee Dae Hee menahan Jennie agar dia tidak merubah posisinya.

“Kita memang keluarga mafia. Tapi ibu harap kamu tidak mengikuti jejak kami, meski ibu tau itu akan sangat sulit. Maaf jika ibu sudah terlalu keras kepadmu, ibu hanya tidak ingin kamu menjadi wanita lemah seperti ibu. Maaf membuat hidupmu tidak bisa menjadi seperti remaja lainnya. Kita memang berbeda Jennie, kita mungkin berkuasa tapi orang-orang tidak pernah menganggap kita ada. Maaf karna kami membuatmu berbeda” Seru Lee Dae Hee sambil mengelus punggung Jennie. “Kau marah pada kami?” Lee Dae Hee bertanya dengan tangan yang terus mengelus rambut Jennie.

“Tidak”

“Kau menyesal menjadi anak kami?”

“Tidak”

“Ingat kau anak dari Kim JaeJoong dan Lee Dae Hee, kita keluarga KIM, tidak boleh menangis, karna meski kau menangis hingga airmatammu berubah menjadi darah semuanya tidak akan berubah.” Tegas Lee Dae Hee sambil mengecup kening anaknya dan Jennie hanya mengangguk, tapi tidak lama kemudian Lee Dae Hee mendapat panggilan telepon dari Yoochun.

“Kamu jangan kemana-kemana. Ibu akan kembali” Perintah Lee Dae Hee disuusl dengan kecupan hangat di kening Jennie kemudian dia pergi, tapi Jennie terlalu penasaran dan cemas hingga dia mengikuti ibunya dnegan mobilnya lalu mobilnya berhenti di sebuah gudang dengan sedikit penerangan, baru saja Jennie keluar dai mobilnya dia merasa seseorang memegang pundaknya dengan reflex Jennie memutar tangan yang memgang bahunya.

“Ibumu menyuruhku menjagamu” Seru Chanyeol sambil tersenyum tipis.

“Dimana ibuku?” Jennie bertanya dengan dingin, tapi Chanyeol menarik tubuh Jennie menjauh dari ibunya yang sedang berada di dalam gudang. “Aku tidak mengenalmu, tapi aku tau kau tau mengetahui dimana ibuku. Jadi bawa aku kesana” Sambung Jennie menatap Chanyeol dengan tajam.

“Aku Park Chanyeol, ibumu menyuruhku untuk menjagamu, jadi tolong dengarkan aku” Jawab Chanyeol sedikit serius (mikir deh tuh wajah serius Chanyeol gimana #abaikan).

Dor dor dor dor Suara tembakan terdengar sangat jelas membuat Jennie dan Chanyeol membulatkan matanya.

“Kau mau kemana?” Tanya Chanyeol ketika Jennie sudah berlari.

“Aku akan mencari ibuku.” Jawab Jennie sambil berlari dan Chanyeol menyusulnya, dissana disebuah gudang yang sangat gelap Jennie melihat ibunya sednag menembak satu persatu pria yang ada dihadapannya.

“Kau sudah melihatnya? Jadi sekarang ayo kita sembunyi”

“Bersembunyi hanya berlaku untuk orang-orang pengecut. Dan aku bukan bagian dari mereka” Timpal Jennie dingin lalu mengambil pistol yang ada di tangan Chanyeol dan berlari ke samping ibunya.

“Kenapa kau kemari?” Tanya Lee Dae Hee dingin.

“Kita selesaikan ini bersama” Jawab Jennie, tembakan menjadi terdengar semakin keras seperti derasnya hujan, tidak ada yang tersisa dari tembakan Jennie dan Lee Dae Hee ketika mereka merasa semua musuhnya tertembak Lee Dae Hee tersenyum hangat pada Jennie senyuman terhangat yang pernah Jennie lihat dari ibunya.

“Kau hebat nak” Seru Lee Dae Hee sambil mengelus rambut Jennie dan ini pujian pertama dari Lee Dae Hee untuk Jennie “dor” seseorang menembak punggung Lee Dae Hee dengan cepat Jennie menembak kembali orang yang menembak ibunya Jennie terus menembakan peluru ketubuh orang itu meski dia tahu orang itu sudah meninggal hingga peluru di pistol Jennie habis, Jennie duduk terkulai didepan tubuh ibunya yang sudah berlumuran darah. “Jangan menangis. Jennie Kim tidak boleh menangis” Lee Dae Hee berbicar di tengah rasa sakit ditubuhnya dan Jennie meuruti perintah ibunya meski dia sangat ingin menangis, Jennie terus memegang tangan Lee Dae Hee yang sudah berlumuran darah. “Jangan pernah menjadi seperti ibu. Jika kau bisa pergilah dari dunia ini. Hidup seperti manusia normal lainnya. Maaf karna kami membawamu kelingkaran hitam ini” Lee Dae Hee mengakhiri ucapannya karna dia sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang dia rasakan sedangkan Jennie masih terdiam melihat tubuh ibunya.

Luhan baru saja sampai kesebuah gudang yang sangat gelap, disana Luhan melihat seorang gadis tengah duduk dihadapan tubuh wanita yang berlumuran darah, Luhan masih diam mencoba melihat wajah gadis itu, tapi Krystal terus mencoba menyeret tangan Luhan untuk menjauh dari tempat itu karena Kim Tae Hee sudah berhasil diselamatkan.

“JENNIE” Luhan mendengar seseorang memanggil nama itu ketika dia ditarik paksa oleh Krystal, tapi Luhan masih mencoba melihat gadis yang tengah membeku itu. Apa gadis itu Jennie Kim yang dia kenal dan dia cintai?

“Luhan. Ayo kita pergi” Kini Krystal membentak Luhan dan menyeret paksa Luhan karena disana pasukan mafia Domino sudah berkumpul dan Krystal tidak akan membuat dia dan Luhan mati konyol disini.
--

Pemakaman Lee Dae Hee hanya dihadiri Yoochun dan anak buahnya, sedangkan Chanyeol membawa Jennie ke sebuah tampat yang cukup jauh dari keramain kota karna Yoochun tau sasaran selanjutnya dari mafia yang dipimpin Lee Dong Hae adalah Jennie.

“Minum ini” Chanyeol memberikan minuman kaleng soda pada Jennie yang sedang duduk diatas kap mobil sport Chanyeol sambil membungus tubuhnya dengan selimut. “Aku rasa ibumu sudah mendidikmu menjadi wanita yang kuat. Aku menggagumi ibumu” Sambung Chanyeol menatap pemandangan kota seoul dari atas bukit.

“Bagaimana rasanya menjadi anak seorang mafia, yah aku tau aku juga seorang anak mafia, magsudku menjadi seorang anak mafia yang sudah kau jalani sejak lahir, bagaimana rasanya?” Jennie bertanya pada Chanyeol lalu meneguk minumannya.

“Sepi, gelap, menakutkan. Kau beruntung setidaknya kau mempunyai sahabat seperti Baekhyun” Jawab Chanyeol menatap Jennie dan Jennie juga menatap Chanyeol dengan heran.

“Darimana kau tau tentang Baekhyun?” Jennie bertanya dengan heran.
TBC

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images