Fanfiction
Series
Dandelion (3/?)
Cast : Park Chanyeol EXO, Lee Yo Bi (Aktris), Kim Taehyung -V- (BTS)
Gendre : Sad Romantic
Author : J.N
Author : J.N
: Itu tidak adil
: Sejak kapan dunia menjadi adil?
Aku bukan gadis kuat, aku hanya mencoba menjadi gadis yang kuat.
Aku sendiri dan aku pikir selamanya aku akan sendiri.
Entah cinta atau apapun itu, aku mencoba menghapusnya dari hidupku.
Kekecewaan yang membuatku seperti ini, tidak mempercayai siapapun.
Enatah aku yang serakah atau tuhan yang tidak memahamiku.
Aku hanya selalu merasa sendiri.
Yo Bi
baru saja akan menarik selimut untuk mengistirahatkan tubuhnya ketika seseorang
mengedor-gedor pintu rumah sewaannya dengan keras, membuat Yo Bi mengurungkan
niatnya dan berjalan membuka pintu, ketika Yo Bi sudah membuka pintu Yo Bi
melihat Chanyeol tengah bersandar di daun pintu, Yo Bi yang hanya memakai kaos
putih polos yang menutupi hotpant nya merasa kaget dengan kehadiran Chanyeol di
depan rumahnya.
“Kenapa
kau bias berada disini?” Tanya Yo Bi menetralisir rasa kagetnya dan berbicara
dengan nada dingin seperti biasanya.
“Pulang
dari rumah sakit aku mengikutimu” Chanyeol menjawab dengan nada suara aneh
karna efek dari alcohol yang dia minum.
“Kau
penguntit. Kau juga mabuk, pergilah!” Perintah Yo Bi mencoba menutup pintu
rumahnya, tapi Chanyeol mencegahnya dengan cara menaruh kakinya di sudut daun
pintu sehingga membuat pintu tidak bias tertutup.
“Aku
tidak punya tempat yang bias aku tuju”
Timpal Chanyeol menahan tubuhnya pada sudut pintu, ketika Yo Bi dalam keadan
melamun Chanyeol berjalan memasuki rumah Yo Bi dan terjatuh diatas sofa hitam
yang tak jauh dari daun pintu.
“Coba sekarang
lihat siapa yang selalu memberi kesan buruk saat bertemu” Sindir Yo Bi yang
tengah berdiri di depan Chanyeol yang tengah duduk lemah.
“Biarkan
aku tinggal disini. Jika aku pergi kerumah Suho dia pasti mengkhawatirkanku,
tapi jika aku pergi kerumahmu kau pasti tidak akan mengkhawatirkanku. Aku benci
dikasihani” Seru Chanyeol yang masih berusaha tenang, tapi Yo Bi hanya diam dan
berjalan pergi meninggalkan Chanyeol.
Yo Bi
kembali sambil membawa segelas air hangat dan dia melihat Chanyeol meringkuk
dengan suara tangisnya, dengan perlahan Yo Bi berjalan mendekati Chanyeol
sambil menaruh segelas air di atas meja lalu duduk di awah Chanyeol yang tengah
duduk diatas sofa.
“Aku
membenci mereka, mereka sudah membuat ibuku terpuruk, mereka membuat ibuku
menjadi pecandu fakesmile, aku benci ketika ibu mengeluarkan fakesmile, kenapa
ibu selalu tersenyum ketika menanyakan keadaan mereka? Kenapa ibu tidak
menangis? Aku tau ibu tidak sedang baik-baik saja” Cecer Chanyeol dengan nada
suara bergetar efek dari tangisnya, jemari kakinya bahkan semakin meringkuk
menahan rasa sakit di hatinya, Yo Bi tediam melihat keadaan Chanyeol, Yo Bi
bukan tipe orang yang bisa menghibur orang lain dengan kata-kata jadi Yo Bi
hanya diam mendengarkan semua ucapan Chanyeol. “Kenapa laki-laki itu
menyalahkan ibu atas kematian YooRa eoni? Jika saja ibu tidak melihat mereka
berselingkuh didepan matanya, ibu tidak akan memacu mobilnya secepat itu hingga mengakibatakan YooRa eoni
meninggal dan ibu menjadi lumpuh. Kenapa ketika ibu masih berada di rumah sakit
mereka menikah? Dan kenapa ibu terus tersenyum? Kenapa ibu terus menyalahkan
dirinya sendiri? Aku sangat mencintai ibuku, Yo Bi aku mohon jadilah pacarku”
Sambung Chanyeol yang kini sudah menatap Yo Bi yang ada dibawahnya dan dengan
reflex Yo Bi mengangguk mengiyakan keinginan Chanyeol, Yo Bi sudah
memikirkannya setidaknya dengan Chanyeol membiayai sekolahnya Yo Bi dapat
sengan cepat menyelesaikan sekolahnya agar dia bisa segera pergi. Chanyeol
tersenyum, meurunkan kakinya dan semakin mendekatkan wajahnya pada Yo Bi,
Chanyeol menarik dagu Yo Bi dan mencium lembut bibir Yo Bi, Yo Bi masih terdiam
beberapa detik hingga akhirnya Yo Bi memegang pinggang Chanyeol dan mulai
mengikuti alur ciuman mereka, cukup lama mereka berciuman hingga akhirnya
mereka melepaskan ciuman mereka karna mereka sadar mereka membutuhkan udara
untuk bernafas.
“Aku
tidur lebih awal” Seru Yo Bi sambil berjalan meninggalkan Chanyeol tanpa
melihat ekspresi Chanyeol.
“Yah,
Lee Yo Bi, apa yang kau lakukan tadi? Ah semoga bocah itu tidak ingat kejadian
tadi. Dia mabuk, dia pasti tidak ingat” gerut Yo Bi sambil menutup tubuhnya
oleh selimut tebal dengan sesekali mengacak-acak rambutnya dan meyakinkan
dirinya agar pria yang tengah mabuk dirumahnya tidak mengingat kejadian tadi.
Matahari
sudah mulai menunjukan cahayanya ketika Chanyeol terbangun dari sofa hitam
sambil mencoba membuka matanya, dan disana dia sudah melihat Yo Bi tengah menyiapkan
beberapa helai roti gandum yang dibalut coklat.
“Kau
sudah bangun?” Tanya Yo Bi pada Chanyeol yang sekarang bergabung duduk dengannya.
“Apa
semalam aku tidak mengganggu kedua orang tuamu?” Chanyeol bertanya sambil
melirik ke setiap sudut ruangan membuat Yo Bi mengentikan makannya.
“Hanya
ada aku disini, dan hanya aku satu-satunya orang yang terganggu oleh
kehadiranmu” Timpal Yo Bi sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Chanyeol
membuat Chanyeol menatap bibir kecil Yo Bi.
“Yahh,
berhentilah mendekatkan wajahmu padaku, itu dapat merusak otakku” Seru Chanyeol
sambil mendorong wajah Yo Bi kebelakang.
“Mesum”
Gerut Yo Bi kembali memakan rotinya.
“Aku
mendengarnya” Timpal Chanyeol setelah menghabiskan rotinya dan meminum segelas
susu murni yang tersedia.
“Kau
tidak akan kesekolah?” Yo Bi bertanya pada Chanyeol ketika dia akan mengabil
tas.
“Tentu
saja aku sekolah”
“Lalu
seragammu?” Yo Bi bertanya dengan heran sambil mengernyutkan dahinya.
“Aku
sudah mempersiapkan semuanya, aku membawa semua peralatan sekolahku didalam
mobil” Chanyeol menjawab dengan bangga. “Tolong ambilkan barang-barangku
didalam mobil, aku akan mandi dulu” Sambung Chanyeol sambil melemparkan kunci
mobilnya pada Yo Bi.
“Yahh,
kau tidak bisa menyuruku” Bentak Yo Bi pada Chanyeol yang sudah berada di dalam
kamar mandi. Tapi Chanyeol tidak menggubris ucapan Yo Bi membuat Yo Bi dengan
terpaksa mengambil Seragam Chanyeol yang ada di tas di dalam mobil putih
Chanyeol.
Yo Bi
menuruni puluhan anak tangga untuk menuju mobil Chanyeol, yah karna Yo Bi hanya
menyewa di sebuah komplek sederhana (Kaya rumah Kim Na Na di City Hunter tuh
hehe), hingga dia akhrinya sampai di samping mobil putih Chanyeol, meskipun dia
tidak yakin tapi Mobil Chanyeol satu-satunya mobil yang terlihat asing di
komplek itu selama dia tinggal disana.
“Yahh,
bocah ini benar-benar mencintai ibunya.” Seru Yo Bi ketika dia melihat foto
Sandara yang tengah mencium Chanyeol yang terpajang tepat di depan stir mobil.
Selama
diperjalanan menuju sekolah Yo Bi dan Chanyeol tidak membuka topic pembicaraan
tentang apapun karna Yo Bi masih asik mendengarkan music lewat earphone dan
Chanyeol focus mengendarai mobil putihnya.
“Yah apa
lagi?” Yo Bi bertanya pada Chanyeol
karna ketika Yo Bi akan keluar dari mobil Chanyeol, Chanyeol menarik
tangan Yo Bi.
“Dengar,
meskipun semalam aku mabuk, tapi aku ingat semuanya” Seru Chanyeol membuat Yo
Bi sedikit kaku.
“Apa
yang kau ingat?”
“Kau dan
aku” Chanyeol menjawab sambil dengan perlahan mendekatkan wajahnya pada Yo Bi “Berpacaran”
bisik Chanyeol tepat di telinga Yo Bi. “Jangan dekati laki-laki manapun, karna
aku bukan tipe laki-laki yang suka berbagi” Sambung Chanyeol sambil mengelus
rambut Yo Bi seperti sedang mengelus kepala anjing.
“Hanya
itu?” Yo Bi kembali bertanya membuat Chanyeol kembali menatap Yo Bi penasaran.
“Apa ada
lagi selain itu?” Chanyeol kembali bertanya dengan penasaran.
“Lupakan”
Timpal Yo Bi mecoba keluar dari Mobil tapi Chanyeol kembali menarik tangan Yo
Bi. “Aku tidak inggin mempermalukanmu, jadi lupakan saja” Sambung Yo Bi sambil
mengelus tangan Chanyeol yang masih memegang pergelangan tangannya.
“Yahh,
Lee Yo Bi. Jangan menggawali hariku dengan kekesalan” Timpal Chanyeol mulai
tidak sabar.
“Baiklah,
akan aku katakan” Seru Yo Bi dan dengan perlahan mendekatkan mulutnya ke
telinga Chanyeol sama seprti yang Chanyeol lakukan “Semalam kau menciumku, dan kau
tau? Rasanya sama saja. Bukankah sudahku bilang, belajar dulu untuk membedakan
antara Ciuman dan kecupan, kau masih belum lebih baik dari bocah 10 tahun” Bisik
Yo Bi dengan nada menggoda membuat rahang Chanyeol menegang. “Belajarlah lebih
baik lagi Tuan Muda” Sambung Yo Bi sambil menepuk pundak Chanyeol sebelum dia
pergi meninggalkan Chanyeol yang masih menahan emosinya.
Yo Bi
memasuki kelasnya dengan senyum evilnya karna dia merasa senang telah menggoda
Chanyeol, sebenarnya Yo Bi tidak ingin mengatakan itu, karna menurutnya itu
juga sedikit mempermalukan dirinya, tapi Yo Bi lebih senang melihat ekspresi
kesal dari wajah Chanyeol, wajah Chanyeol ketika marah lebih lucu dari anjing
yang sedang buang air besar haha.
“Kau
mendapatkan lotre?” Tanya Taehyung ketika dia melihat Yo Bi baru saja duduk
dikursinya dengan senyum yang tidak lepas dari bibir kecilnya.
“Tidak”
ada jeda beberapa saat untuk Yo Bi melanjutkan ucapannya dan mengontrol tawanya
membuat TaeHyung terus menatap Yo Bi “Hmm, aku hanya melakukan sedikit hal
konyol” Sambung Yo Bi sambil tersenyum kearah TaeHyung, entahlah Yo Bi merasa
bebas tersenyum jika dia dekat TaeHyung.
“Mau
berbagi cerita denganku?” Tanya Taehyung penuh harap, agar Yo Bi ingin berbagi
cerita dengannya.
“Lain
kali akan aku ceritakan” Tolak Yo Bi sambil sambil menggoyangkan kedua
tangannya.
“Yah,
ayolah kita teman sebangku” Gerut Taehyung sambil menggoyang-goyangkan tubuh Yo
Bi.
-BRAK-
Terdengar suara seseorang membanting pintu membuat Yo Bi dan TaeHyung mencari
asal suara, pandangan mereka terhenti pada Chanyeol yang tengah berjalan menuju
kursi mereka dengan tatapan gelap yang membuat orang-orang tau jika Chanyeol
tidak dalam mood yang baik.
“Lepaskan
tanganmu!” Perintah Chanyeol pada TaeHyung yang masih memegang pundak Yo Bi,
membuat TaeHyung secara perlahan menjauhkan tangannya dari pundak Yo Bi,
setelah itu Chanyeol menarik Tangan Yo Bi, tapi TaeHyung menahannya dengan cara
memegang tangan Yo Bi yang satunya. “SUDAHKU BILANG, LEPASKAN TANGANMU!” Bentak
Chanyeol dengan rahang yang mulai menegang sambil menatap TaeHyung dengan
tajam.
“Kau mau
bawa kemana Yo Bi? Sebentar lagi kelas akan dimulai” TaeHyung bertanya dengan
nada normal.
“Aku
bisa mengurusnya. Ini bukan urusanmu” Timpal Chanyeol mempererat genggamannya.
“Yo Bi
teman sebangkuku jelas itu urusanku” Seru TaeHyung, mereka bahkan tidak sadar
jika hampir semua penghuni sekolah berkumpul dikelas mereka.
“Tapi
aku pacaranya” Timpal Chanyeol bangga membuat TaeHyung menatap Yo Bi sambil
dengan perlahan melepaskan genggamannya. “Yah. Jauhkan juga pandanganmu dari Yo
Bi” Sambung Chanyeol menyadari jika TaeHyung menatap Yo Bi lekat, membuat
TaeHyung menatap Chanyeol heran.
“Nanti
akan aku jelaskan” Seru Yo Bi membuat TaeHyung kembali menatap Yo Bi.
“Yahh.
Apa yang harus dijelaskan? Semuanya sudah jelas” seru Chanyeol dengan anda naik
beberapa Oktaf “Kau dan aku, BER-PA-CA-RAN!” Sambung Chanyeol menegaskan hubungan mereka membuat
hampir semua penghuni wanita dan laki-laki di sekoalah mereka terkena serangan
jantung dipagi hari.
“Yah,
lepaskan tanganku” Perintah Yo Bi ketika mereka berjalan melewati ratusan siswa
yang melihat mereka iri, Yo Bi dan Chanyeol dapat mendengar murid-murid berbisik.
“Mungkin
Chanyeol Oppa menyukai gadis pintar” seru seorang gadis atau “Yo Bi sudah
menjadi milik Chanyeol” Seru seorang pria dengan nada lirih. “Hubungan mereka
tidak akan lama” tidak jelas siapa pemilik suara itu, tapi demi hidup itu
komentar terkejam.
Chanyeol
masih memgang pergelangan tangan Yo Bi dengan erat, hingga mereka berhenti di Rooftop
sekolah mereka.
“Yah,
apa yang kau lakukan? Kau gila?” Bentak Yo Bi sambil mengelus pergelangan
tangannya ketika lengannya baru saja lepas dari cengkraman Chanyeol.
“Menjauhlah
dari TaeHyung. Aku tidak menyukainya” Gerut Chanyeol menatap Yo Bi.
“Aku
tidak tau darimana kau tau TaeHyung, tapi kau tidak memiliki andil untuk
mengaturku.” Timpal Yo Bi mulai kesal karna Chanyeol mulai mengaturnya.
“Aku
juga tidak peduli, aku hanya ingin kau menjauh darinya”
“Aku
tidak bisa melakukan hal yang tidak memiliki dasar” Timpal Yo Bi sebelum dia
membalikan tubuhnya membelakangi Chanyeol untuk kembali ke kelasnya.
"Apa
kau tidak mendengarkanku?” Chanyeol bertanya sambil membalikan tubuhnya untuk
menatap Yo Bi dengan kesal.
“Aku
tidak suka diatur” Seru Yo Bi sinis.
“Kau
pacarku, dan aku tidak suka berbagi” Seru Chanyeol sambil mendekatkan wajahnya
pada Yo Bi lalu menarik wajahnya menjauh kembali.
“Dan aku
tidak dalam posisi itu” Yo Bi membalas tatapan Chanyeol “Kau dan aku” Kini Yo
Bi menunjuk dada Chanyeol kemudian menunjuk dirinya sendiri “Berpacaran atas
dasar ibumu, bukan kita” Sambung Yo Bi kembali menggingatkan dasar dari
hubungan mereka, membuat Chanyeol mengepalkan tangannya kesal, tapi sebelum
Chanyeol melakukan hal lebih, Yo Bi sudah pergi meninggalkan kelas karna bell
masuk sudah bergema disetiap sudut sekolah mereka.
TBC.

0 komentar