Fanfiction
Series
Keep In Mind (Chap 3)

Cast:
Kris (EXO)
TIA (Chocolate)
Chanyeol (EXO)
Baekhyun (EXO)
Kim Su Rin (Two-X)
“Jadi apa yang membuatmu ingin berbicara denganku? Apa tentang Chanyeol lagi?” Tanya Dara tepat sasaran, yah jika mereka bertemu maka mereka akan membuka topic tentang Chanyeol, ini sudah lama terjadi, dan mereka masih harus membahas tentang Chanyeol.
“Nunna pasti tau jika kami sebentar lagi akan lulus dan melanjutkan ke perguruan tinggi, tapi Chanyeol bahkan jarang mengikuti kelas tari yang termasuk kelas wajib untuk memenuhi nilai kelulusannya. Aku sudah kehabisan ide agar membuat Chanyeol mengikuti kelas tari. Aku harap nunna bisa membantu atau membujuk Chanyeol” Pinta Kris penuh harap, yah Kris pikir hanya Dara yang bisa membantu Chanyeol sahabatnya.
“Aku akan berusaha Kris, aku rasa kau lebih tahu Chanyeol dibanding aku. Aku akan membujuknya sebisa mungkin” Jawab Dara lalu meminum cofe yang sedari tadi sudah terhidang di mejanya.
“Yah Chanyeol lebih keras kepala dari yang dibayangkan. Aku hanya khawatir dia tidak bisa lulus” Ada nada cemas di setiap ucapan Kris.
“Jika itu terjadi aku tidak tau harus berkata apa pada ayahnya” Timpal Dara sambil memandang ke arah jendela yang ada di depannya dengan tatapan kosong.
“Maaf jika Chanyeol sudah membuat nunna tertekan” Kini Kris menatap Dara kasihan, karna Dara seperti sedang memikirkan sesuatu, semuanya tentang Chanyeol.
“Itu sudah kewajibanku. Hmm ngomong-ngomong aku harus pergi sekarang, Donghae sudah menungguku, apa ada yang ingin kau bicarakan lagi?”
“Tidak nunna. Terimakasih sudah mau membantu” jawab Kris lalu Dara pergi membayar tagihan dan disana Kris melihat Dara memasuki mobil sport hitam milik Donghae. Pikiran Kris sekarang dipenuhi oleh Chanyeol dan Tia, yah Tia.
----
Suasana Rumah Chanyeol masih sepi “Yah mungkin dia belum datang, dia mungkin masih asik dengan pria itu” gerut Chanyeol dalam hati ketika dia memasuki rumah besarnya dan tidak menemui siapapun disana.
“Kau baru pulang?” Tanya Dara yang muncul dari dapur dan masih menggunakan clemek, membuat Chanyeol tersenyum bahkan hanya karna melihat wajah Dara.
“Aku pikir kau belum pulang” Seru Chanyeol lalu berjalan menuju Dara.
“Ayo kita makan bersama, aku sudah menyiapkan makan malam” Ajak Dara sambil merangkul tangan Chanyeol, lalu Chanyeol duduk berhadapan dengan Dara.
“Aku dengar kau jarang mengikuti kelas tari” Tanya Dara setelah mereka selesai makan dan membuat Chanyeol kaku.
“Aku tidak suka menari” jawab Chanyeol seolah-olah tidak peduli.
“Ini bukan tentang kamu suka atau tidak suka menari Chanyeol, kau sebentar lagi lulus SMA kau harusnya memikirkan masa depanmu, untuk kali ini dengarkan aku, kau harus lulus SMA dengan nilai yang baik, jangan mengecewakan ayah” Pinta Dara dan Chanyeol masih menunduk. “Apa karna aku dan Donghae? Hah? Katakana padaku” sambung Dara lembut membuat Chanyeol menatapnya.
“Iya, aku membenci Donghae aku tidak menyukainya” jawab Chanyeol lantang.
“Aku, Donghae dan sahabat-sahabatmu sudah cukup sabar menghadapimu, jangan bersikap kekanak-kanakan Park Chanyeol” ada kekesalan dari setiap kalimat yang Dara keluarkan. “Donghae sudah sangat sabar menghadapimu, kau tidak tau dia begitu sangat melindungimu, jika bukan karna Donghae kau sudah di keluarkan dari sekolah” Kini Dara mulai geram, Donghae bahkan harus menulis ulang absen dan nilai Chanyeol agar Chanyeol mendapat nilai yang bagus, meskipun itu adalah kesalahan tapi Donghae tau jika Chanyeol dalam masalah maka Dara juga dalam masalah.
“Aku tidak memintanya melakukan itu untukku” Jawab Chanyeol merasa muak mendengar pria bernama Dongahe lalu berjalan meninggalkan Dara.
“PARK CHANYEOL” Bentak Dara kesal melihat sikap Chanyeol yang terlalu kekanak-kanakan dan membuat Chanyeol kaget lalu berbalik menatap Dara.
“JIKA SAJA KAU TIDAK AKAN MENIKAH DENGAN DONGHAE SEMUANYA TIDAK AKAN SEPERTI INI” Chaneyol mengimbangi suara Dara, Chanyeol benar-benar akan meledak.
“Jaga ucapanmu. Dia akan menjadi kakak iparmu” Dara mencoba menahan emosinya.
“Tidak akan pernah” jawab Chanyeol ketus.
“Lalu kau mau bagaimana? Kau ingin aku dan Donghae meninggalkanmu?” Tanya Dara menahan air matanya.
“Hanya cukup Donghae yang meninggalkanmu, kau cukup tinggal di sampingku. Aku tidak meminta lebih” Jawab Chanyeol lirih sambil menahan emosinya, Chanyeol tau dia salah, tapi egonya sudah menguasai seluruh tubuhnya.
“PARK CHANYEOL, JAGA UCAPANMU. AKU KAKAKMU” suara Dara naik beberapa oktaf karna emosinya sudah memuncak, Dara bahkan hapir menampar pipi Chanyeol.
“Kau mau menaparku? Dan ingat, kita hanya saudara tiri, jadi aku tidak salah sudah mencintaimu” Chanyeol menantang Dara tapi Dara menurunkan tangannya.
“Aku pergi” Seru Dara sambil mengambil kasar tas yang tergeletak di atas meja makan.
“Kau mau kemana? Ke tempat bajingan itu?” Tanya Chanyeol kini matanya sudah memerah Chanyeol menatap Dara seolah-olah dia akan memakan Dara hidup-hidup sambil menahan tangan Dara denga kasar.
“Kau harus memikirkan kembali ucapanmu. Jika aku terus disini semuanya tidak akan selesai. Aku mohon jaga ucapanmu, Donghae calon suamiku” Jawab Dara membalas tatapan tajam Dari Chanyeol, Dara mencoba melepaskan pegangan Chanyeol tapi Chanyeol masih enggan melepaskannya. “LEPASKAN PARK CHANYEOL” Bentak Dara dengan tatapan tajam, Dara mencoba menahan airmatanya tapi percuma pertahannanya hancur dan sekarang airmatanya mengalir membuat Chanyeol lemah melepaskan tangan Dara, lalu Dara berlari menuju mobil putihnya dan meninggalkan rumah. Tapi Chanyeol masih dipenuhi kegilaannya, Chanyeol mengikuti arah mobil Dara, ada kaetakutan dalam hati Chanyeol, Chanyeol takut jika Dara menemui Donghae, meskipun sebenarnya tidak ada yang salah jika Dara memang benar-benar menemui Donghae, tapi bahkan membayangkan Dara bersama Donghae saja itu sudah membuat Chanyeol hampir gila, tapi Chanyeol merasakan ketenangan ketika dia melihat Dara menemui Yuri sahabat Dara.
Dara mengetuk pintu rumah Yuri, dan beberapa lama kemudian Yuri keluar menemui Dara yang sudah kacau, Dara langsung memeluk Yuri.
“Kenapa lagi?” Tanya Yuri cemas.
“Aku lelah” Seru Dara dengan isak tangisnya.
Chanyeol VOP
Ini pertamakalinya aku bertengkar hebat dengan Dara. Setelah aku melihat Dara pergi kerumah Yuri aku kembali pulang, aku ingin menenangkan fikiranku, aku memasuki rumah lalu langsung pergi ke kamar mandi mengguyur tubuhku dengan air yang keluar dari celah shower, membiarkan bajuku basah dengan air, berharap fikiranku akan kembali normal dan bebanku hilang bersama air yang turun, aku tau aku salah mencintai Dara yang tak lain kakak tiriku satu tahun belakangan, tapi aku sudah mengenal Dara jauh sebelum Dara benar-benar menjadi kakak tiriku, dulu Dara mengajar les frivat untuk aku, Kris dan Baekhyun 3 tahun yang lalu tepatnya, aku dan Dara bahkan sering bermain gitar berssama sejak saat itu aku mencintainya, aku tau sejak awal aku salah mencintainya, Baekhyun bahkan sering mengatakan itu padaku. Aku bahkan sangat kaget ketika ayah bilang dia akan menikah lagi dan itu dengan ibu Dara, aku mencoba menolak pernikahan mereka tapi Dara bilang “Jika kau menolak pernikahan mereka karna aku, aku akan pergi” aku benar-benar tidak ingin melihat Dara pergi jadi aku menyetujui pernikahan mereka dengan berat hati, tapi bahkan tiga bulan setelah pernikahan mereka Dara bertunangan dengan pria bernama Lee Dong Hae, aku mencoba mendiamkan Dara, tapi tidak bisa hatiku sudah di penuhi Dara, aku pernah mencoba melupakan Dara, sering. Tapi sekeras apapun aku berlari untuk melupakan Dara, pada akhirnya aku selalu berada di tempat yang sama, tempat dimana hatiku tertinggal, aku tau aku salah, sangat salah, aku tau Dara tidak akan menjadi miliku bahkan jika Dara bukan kakak tiriku, aku tau Dara sangat mencintai Donghae, aku tau semuanya, aku tau akhir cerita cintaku, tidak akan berakhir sempurna dan tidak akan sesuai dengan yang aku harapkan, tuhan sudah menentang cintaku, dan aku menentang takdir tuhan untukku. Aku selalu berharap aku akan berhenti mencintai Dara kakak tiriku karna aku tahu itu hanya akan melukai hatiku. Aku tahu tidak adil jika akau membenci Donghae hanya karna perasaan pribadiku, sebenarnya aku juga tidak benar-benar membenci Donghae, aku hanya tidak bisa menerima kenyataan.
Author VOP
“Hai Tia” Sapa Kai pada Tia yang tengah asik memebaca buku di mejanya.
“Hai Kai. Kenapa?” Tanya Tia ramah pada Kai yang termasuk teman kelasnya.
“Umm. Ini” Seru Kai sambil memberikan surat cinta berwarna pink pada Tia, Tia merasa sedikit heran dengan ragu dia mengambil surat dari Kai, hingga Kris mengambil surat Kai dari tangan Tia kemudian membaca surat itu, ada ekspresi kaget dari Tia, Su Rin, Baekhyun dan Kai.
“Kau ditolak.” Seru Kris sambil mengembalikan surat itu pada Kai, sedangkan Kai masih kaget dengan perbuatan Kris.
“Gila, apa yang kau lakukan” Protes Tia sambil berdiri menyeimbangi Kris meski tinggi mereka tidak akan pernah sama, hello Kris itu raksaksa hahah.
“Tia kekasihku. Jadi jangan pernah ada yang mendekatinya” Kini Kris seperti sedang memeberikan pengunguman kepada semua murid di kelas mereka membuat Su Rin berdiri dan menatap Tia. Sedangkan Baekhyun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan tentunya semua orang di kelas bahkan semua orang yang lewat di depan kelas mereka tiba-tiba berhenti hanya untuk mendengar kegilaan Kris, Kris benar-benar membuktikan ucapannya.
“Kenapa aku mempunyai sahabat seperti dia? Memalukan” Sesal Baekhyun melihat kelakuan Kris lalu kembali menutup wajahnya dengan tas yang ada di atas mejanya seperti sedang menahan malu, sedangkan Chanyeol dia masih menenangkan pikirannya di suatu tempat.
TBC
0 komentar