Swift

Keep In Mind (Chap 2)





Cast:
Kris (EXO)
TIA (Chocolate)
Chanyeol (EXO)
Baekhyun (EXO)
Kim Su Rin (Two-X)




TIA VOP

Aku masih mengontrol emosiku karna permintaan pertanggung jawaban dari pria gila bernama Kris yang ada di depanku, sekarang aku melihat Chanyeol dan Baekhyun mendekati Kris dan seperti sedang mendiskusikan sesuatu, tolong siapapun malaikat yang ada di sini sadarakan Kris bahwa permintaannya konyol, hello aku wanita dan dia pria kenapa dia bertingkah seolah –olah dia seorang wanita yang keperawanannya telah di rebut paksa oleh pria lain, ini hanya tragedy yang tidak di sengaja, kenapa dia terlalu mendramatisir kejadian ini dengan sangat berlebihan, SANGAT. Aku menatap ketiga pria yang ada di hadapanku. Aku mencoba mendengar apa yang sedang mereka diskusikan tapi percuma aku tidak mendengar apapun, hingga aku tersadar aku sudah sangat terlambat masuk kelas.

“YAH, GANKSTER KAU MAU KEMANA?” Aku mendengar teriakan Kris ketika aku berlari meninggalkan tempat itu.

“PIKIRKAN KEMBALI UCAPANMU. AKU SUDAH TERLAMBAT” Aku membalas ucapan Kris sambil berlari melewati lorong kelas.

“Mr.Donghae kemana?” Aku bertanya pada Su Rin sambil mengatur nafasku.

“Mr Donghae terlambat masuk, jadi untuk kali ini kau selamat” Jawab Su Rin sambil memperhatikan pakaianku yang acak-acakan. “Ngomong-ngomong bagaimana kau bisa masuk? Bukankah gerbang sekolah sudah di tutup 30 menit yang lalu?” Tanya Su Rin penuh selidik.

“Aku memanjat tembok sekolah” aku menjawab sambil menunjuk tempat tadi lalu merapihkan pakaianku.

“Minum ini” Seru Su Rin sambil memberikanku minumannya.

“Terimakasih” aku mengambil minuman Su Rin dan meminumnya. “Oh iya Su Rin, kemarin aku melihat Chanyeol berdiri di depan kelas acting”

“Itu sudah biasa. Kau masih ingat ucapanku? Jangan mencintai ketiga pria itu.” Tegas Su Rin sambil menatap tajam mataku, aku baru saja akan melanjutkan pertanyaanku tapi aku sudah melihat ketiga pria tadi, dan membuatku mengurungkan niat untuk bertanya lebih banyak.

“Kau sudah mengerjakan tugasmu?” Tanya Su Rin, dan aku langsung mencari tugasku dalam tas, tapi hal buruk terjadi lagi padaku, aku tidak membawa tugasku, aku akan mati sekarang, aku tidak tau dosa apa yang aku lakukan kemarin hingga membuat hariku menjadi sangat di penuhi tragedi.

“Aku lupa membawa tugasku” seruku lemah sambil menatap Su Rin , deng deng Mr Donghae guru tari yang tampan itu datang dia sangat tampan jika saja aku tidak lupa membwa tugasku, tapi sekarang aku rasa Mr Donghae sangat menakutkan, apa yang terjadi terjadilah. Final, aku di hukum berdiri di luar kelas, mimpi burukku benar-benar sangat sempurna, SANGAT.

“Aku akan menemanimu diluar” Seru Su Rin mencoba menyembunyikan tugasnya ketika akan di periksa oleh Mr Donghae.

“Tidak usah, kamu disini saja” Jawabku sambil tersenyum, mana bisa aku membiarkan seseorang yang tidak bersalah harus berkorban, setidaknya aku sangat beruntung mempunyai sahabat seperti Su Rin. Dengan lemah aku berjalan keluar dan berdiri diluar kelas, tapi beberapa saat kemudian aku melihat Chanyeol keluar dan berdiri di sampingku.

“Kenapa kau disini?” Aku bertanya heran.

“Aku menemanimu berdiri disini, aku tau berdiri sediri seperti ini sangat memalukan, dan kamu juga wanita. Kalau berduakan rasa malu akan sedikit berkurang” Seru Chanyeol sambil tersenyum hangat ke arahku. Aku masih memandang Chanyeol. “Yah kau kenapa? Ada yang salah denganku? Oh, aku hanya becanda, aku juga lupa membawa tugasku, dan aku juga tidak tertarik dengan menari” Seru Chanyeol membuyarkan lamunanku, Chanyeol meberikan satu lagi alasan kenapa orang-orang menyukainya.

“Oh. Aku pikir..”

“Oh ya, masalah tadi, aku rasa Kris hanya becanda. Jangan kau pikirkan, hanya saja aku rasa kau telah merebut ciuman pertamanya jadi mungkin Kris terlalu kaget” Seru Chanyeol memotong ucapanku yang mungkin tidak dia dengar.

“Aku harap kamu benar. Aku sangat kaget mendengarnya” jawabku sedikit lega dengan ucapan Chanyeol.

“Aku dan Baekhyun juga sangat kaget, meskipun Kris adalah pria yang dingin tapi sebenarnya dia sangat baik, jadi aku harap kamu tidak membencinya” Seru Chanyeol masih dengan senyumannya.

“Akan aku usahakan” aku sedikit bergurau Chanyeol benar-benar mempunyai keahlian membuat orang di sampingnya nyaman, termasuk aku.


“Apa Chanyeol benar tidak membawa tugasnya?” Aku bertanya pada Su Rin karna penasaran saat kami baru saja istirahat.

“Chanyeol jarang mengikuti kelas tari” Seru Su Rin sambil membuka majalah fashion yang dia bawa.

“Apa dia beanr-benar buruk dalam menari?”

“Dia…. Entahlah” Seru Su Rin dengan nafas beratnya. “Aku ingin baju ini” Kini Su Rin kembali focus pada majalah fashion yang dia bawa, dia akan mengabaikan ucapanku jika sudah berada di depan majalah fashion. Ini adalah salah satu sifat buruknya.

--

Author VOP

“Chanyeol, untuk kali ini dengarkan aku” pinta Kris ketika mereka bertiga sudah berada di rumah Baekhyun, disana Chanyeol masih asik dengan PSP nya sambil merebahkan tubuhnya di kasur Baekhyun dan Kris baru saja menyalakan music di kamar Baekhyun.

“Tentang apa?” Chanyeol kembali bertanya tanpa menatap Kris yang kini sudah duduk di sampingnya.

“Kita sudah kelas 12 dan sebentar lagi lulus, jadi aku harap kau tidak terlalu sering meninggalkan kelas tari, itupun jika kau ingin lulus” Gerut Kris mengingat Chanyeol yang selalu meninggalkan kelas tari sambil menatap Chanyeol.

“Tadi aku benar-benar lupa membawa tugasnya” bela Chanyeol sekilas menatap Kris lalu kembali memainkan PSP nya sedangkan Kris pasrah melihat kelakuan Chanyeol.

“Kris apa kau serius dengan ucapanmu pada Tia?” Tanya Baekhyun yang baru saja masuk kamar sambil membawa minuman lalu melemparkan minuman terseput pada Kris dan Chanyeol lalu duduk di single sofa yang ada di kamarnya sambil meneguk minuman kaleng yang dia baawa.

“Ah benar. Tia sepertinya takut dengan ucapanmu tadi pagi di sekolah” Kini Chanyeol mulai tertarik dengan pembicaraan yang Baekhyun bangun.

“Kenapa harus takut? Dia seharusnya senang. Hello, aku ini Kris, pria popular di seantro sekolah di Seoul” Jawab Kris bangga, yah ini adalah sifat asli Kris, jauh dari kata Cool.

“Hentikan itu Kris” Gerut Baekhyun sambil melempar bantal ke wajah Kris seperti muak dengan ucapan Kris sedangkan Chanyeol hanya tertawa.

“Aku tau kau bercanda. Jangan terlalu berlebihan Kris” Chanyeol mencoba memberi nasihat lalu menguk minuman kaleng yang dia pegang.

“Benar Kris, kau jangan mempermainkan anak orang, dan tolong ingat Tia sahabat Su Rin, jika kau membuat Tia sulit maka Su Rin akan mempersulitku, Su Rin akan membunuhku jika kau berbuat buruk pada Tia” Pinta Baekhyun dengan wajah yang memelas tapi percuma Kris hanya tersenyum sambil meminum minuman kaleng yang Baekhyun bawa.

---

Seperti biasa Chanyeol meninggalkan kelas tari dan itu membuat Donghae sedikit kesal tapi tidak ada yang bisa Donghae perbuat , Donghae hanya akan menghela nafas dengan berat jika Chanyeol memiliki berjuta alasan untuk meninggalkan kelasnya. Sama seperti sahabat-sahabatnya, mereka telah menasehati Chanyeol dengan segala ucapan dan nasehat yang mereka rangkai dengan baik, berharap Chanyeol akan mengikuti kelas Tari sebagai mestinya, tapi Chanyeol sangat keras kepala, Chanyeol akan mengabaikan ucapan-ucapan sahabatnya seperti angin lalu. Saat instirahat Kris berjalan menuju kantor guru untuk menemui seseorang.

“Ada apa Kris?” Tanya Dara ketika Kris sudah ada di depan meja kerja Dara.

“Saya ingin membicarakan sesuatu dengan Miss Dara” Seru Kris seformal mungkin pada gadis yang kini memiliki rambut hitam yang tak lain adalah gurunya sendiri.

“Bicaralah” perintah Dara dengan senyumnya.

“Ini masalah pribadi. Bisa kita bicarakan di tempat yang lebih santai?” Tanya Kris dan kini Dara hanya bisa menarik nafas dengan berat, Dara tau kemana arah pembicaraan Kris sebenarnya, sangat tau, dan hanya ada tatapan sendu dari Kris dan Dara. Disana Kris menunggu Dara sambil memegang cangkir coffe yang masih panas, sesekali Kris memandang kearah jendela untuk hanya sekedar melihat orang berlalu-lalang.

“Maaf membuatmu menunggu” Seru Dara yang kini sudah duduk di depan Kris sambil menaruh jas hitam dan tas yang dia pakai di kursi yang ada di sampingnya lalu memanggil pelayan “Cofe late satu” pinta Dara pada pelayang yang sudah ada di depannya.

“Maaf membuat Nunna susah” Seru Kris lebih normal dari sebelumnya ada rasa bersalah dari Kris untuk Dara, yah seharusnya Kris tidak menyusahkan dan melibatkan Dara begitu banyak untuk masalah pribadi, meskipun mereka sudah saling mengenal satu sama lain untuk waktu yang lama tapi hanya beberapa sahabat yang mengetahui ini. Dara hanya tersenyum hangat pada Kris dan senyum itu yang membuat Kris tidak bisa membenci Dara, meskipun seharusnya Kris memang tidak harus membenci Dara, Dara sudah sangat banyak membantunya, bahkan Dara pernah memohon pada kepala sekolah saat Kris terlibat perkelahian dengan siswa sekolah lain atau ketika Chanyeol jarang mengikuti kegiatan sekolah termasuk jarang mengikuti pelajaran tertentu di sekolah, tapi Dara tidak pernah mengeluh, mungkin itu alasan kenapa Dara banyak menerima cinta.

TBC

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images