Fanfiction
Series
Keep In Mind (Chap 4)

Cast:
Kris (EXO)
TIA (Chocolate)
Chanyeol (EXO)
Baekhyun (EXO)
Kim Su Rin (Two-X)
TIA VOP
Pagi ini aku bangun lebih awal, aku membuka pagar rumahku, aku menatap ke sekeliling komplek perumahanku tapi tiba-tiba aku melihat seseorang membuka pagar rumah yang ada di samping rumahku.
“KAU?” Aku berteriak sambil menunjuk pria yang membuka pagar tersebut yang tak lain adalah pria gila bernama Kris, tapi dengan cool nya dia berjaran menuju ke arahku. “Kenapa kau ada disana?” aku bertanya sambil menunjuk rumah yang ada di samping rumahku.
“Itu rumah nenekku, untuk sementara aku tinggal disana, karna nenekku sedang liburan” jawab Kris sambil merangkul pundakku, tapi aku langsung menjaga jarak seperti orang yang sedang menghindari sumber penyakit, yah Kris memang virus penyakit.
“Jaga jarak denganku” bentakku sambil meunjuk tangan Kris.
“Kau kenpasi Baby” Goda Kris sambil merangkul pundakku, tapi dengan buru-buru aku menjauhkan tubuhku dari lengannya.
“Pria gila. Jangan katakan itu lagi” protesku sambil menunjuk mulutnya.
“Kata apa?” Tanya Kris dengan bodoh, oh Kris benar-benar pria Gila, Bodoh, Tampan. Ah yang terakhir, aku tidak bisa berbohong kalau Kris memang tampan.
“Ba- ba - Baby” jawabku gugup, aku benci mengatakan kata itu.
“Iya kenapa baby?” Goda Kris sambil membungkukan tubuhnya dan menatap wajahku, oh tuhan kenapa dia begitu tampan? Tunggu Tia barusan apa yang kau katakana? Ah bukankah berbohong itu dosa? Iya Kris memang tampan.
“Jauhkan wajahmu” bentakku lalu berlari meninggalkan Kris, tapi percuma kaki Kris begitu panjang hingga dia bisa mengejarku. Sampai di sekolah Kris terus menggenggam tangan ku hingga semua murid di sekolah menarap kearah kami.
“Kau benar-benar pacaran dengan Kris?” Tanya Su Rin ketika dia melihatku bersama Kris.
“TIDAK. Apa aku belum cerita padamu?” Aku bertanya pada Su Rin mengingat kejadian tempo hari.
“Apa?” Su Rin kembali bertanya dengan mata yang berbinar-binar.
“Ini kejadian yang memalukan dan gila. Kau ingat saat aku terlamabat? Saat aku meloncat dari atas tembok belakang sekolah aku tidak sengaja jatuh di atas tubuh Kris dan mencium bibirnya. Dan yang lebih gila lagi dia meminta pertanggung jawaban dengan cara aku menjadi kekasihnya. Dia gila bukan?” aku bercerita dengan kesal mengingat kejadian itu, tapi aku tidak mendengar reaksi apapun dari Su Rin, disana aku melihat Su Rin membeku. “Su Rin. KIM SU RIN” Aku memanggil Su Rin dengan suara yang sedikit lebih tinggi dari biasanya.
“Kau tidak bercanda?” Tanya Su Rin tidak percaya.
“Aku selalu berharap ini lelucon. Tapi kau lihat Kris mendadak gila, oh tidak dia sudah gila sejak awal. Tadi pagi bahkan aku melihat dia keluar dari rumah yang ada di samping rumahku” aku masih kesal dengan Kris.
“Kau sangat beruntung Tia” seru Su Rin antara bangga dan kaget.
“Aku lebih memilih Baekhyun atau Chanyeol atau Kai daripada Kris” timpalku.
“Ingat, Baekhyun kekasihku. Kai sudah di tolak, dan Chanyeol…. Dan Chanyeol”
“Kenapa Chanyeol?” Tanyaku penasaran karna Su Rin selalu memotong ucapannya jika itu tentang Chanyeol.
“Lupakan. Bukan apa-apa.” Potong Baekhyun sambil melambaikan kedua tangannya.
“Hai baby” Kini aku mendengar Kris menggodaku lagi di depan Su Rin dan Baekhyun.
“Berhenti memanggiku seperti itu” Aku memberi peringatan, tapi oh tuhan lihat wajah Kris dia seperti meremehkan ucapanku, dia malah terus tersenyum seperti anak anjing.
“Kau harusnya beruntung Tia” Timpal Baekhyun dan aku mengerutkan keningku ke arah Baekhyun “Ayolah, Kris itu tampan, popular. Setidaknya jika dia punya kekasih dia tidak akan berkencan dengan anak anjing tetangganya” Sambung Baekhyun dan menghasilkan pukulan di kepalanya dari Kris.
“Aku rasa anak anjing saja tidak mau menjadi kekasihnya. Lihat kelakuannya seperti idot” Timpalku.
“Kau jangan berkata seperti itu. Bagaimana jika di kemudaian hari kau yang menyesal tidak mau menjadi kekasihku” Seru Kris dengan bangga.
“Baek, kau telah salah memilih teman. Aku lebih baik jadi budaknya daripada jadi kekasihnya” Timpalku sambil menatap tajam Kris.
“Tidak buruk. Baiklah kau mau menjadi kekasihku 1 bulan atau budakku 1 bulan?” Tawar Kris. Oke ini bukan pilihan yang buruk. Jika aku berhenti menjadi kekasihnya setidaknya dia akan berhenti memanggilku “Baby”,dan jika aku menjadi budaknya aku rasa dia tidak akan menyuruhku yang aneh-aneh, aku kan wanita.
“Baiklah, aku akan menjadi budakmu selama satu bulan” Jawabku pasti.
“Kau gila” Aku mendengar Su Rin protes.
“Mereka berdua gila” timpal Baekhyun.
“Jika aku jadi kau aku akan lebih memilih menjadi kekasihnya. Lihat Kris dari ujung kaki sampai ujung kepala, dia sempurna” Seru Su Rin di dekat telingaku dan aku dengan bodohnya mengikuti ucapan Su Rin aku menatap Kris dari ujung kaki sampai ujung kepala, yah dia sempurna jika saja dia tidak mempunyai sifat gila.
“KIM SU RIN” Geram Baekhyun yang mungkin mendengarkan ucapan Su Rin.
“Aku mencintaimu” Seru Su Rin lalu merangkul tangan Baekhyun. “Aku hanya tidak ingin sahabatku mengambil keputusan yang salah” Sambung Su Rin manja.
“Baiklah. Ayo kita buat surat perjanjian” Timpal Kris sambil melipat kedua tangannya di dada .
“Baiklah aku yang akan menulis surat perjanjiannya, karna aku budakmu”
“Harusnya aku yang menulis, aku majikanmu.” Protes Kris.
“Jika kau tidak suka kau bisa menggantinya bodoh”
“Baiklah. Cepat lakukan sesukamu” Seru Kris, lalu aku menulis surat perjanjian.
“Baca” Perintahku sambil menyodorkan surat perjanjian.
Author Vop
ISI SURAT PERJANJIAN.
“Aku Tia bersedia menjadi budak Kris selama satu bulan, Kris bisa menyuruhku dari pukul 9 pagi sampai pukul 2 siang.” Kris berhenti membaca “Kenapa cepat sekali? Pokoknya dari jam 8 pagi sampai jam 9 malam” Kris mencoba protes.
“Aku bukan pekerja rodi gila” Tia enggan mengalah.
“Aku memberimu dispensasi bodoh, seharusnya budak itu bekerja 24 jam. Kalau kau tidak mau ya sudah, kau jadi kekasihku saja” ancam Kris.
“Baiklah” Tia dengan pasrah menerima saran Kris.
“Isi surat - Kris tidak boleh menyentuh tubuhku semendesak apapun kondisi keadaan” Kris berhenti membaca lalu menatap tubuh Tia “Tidak ada yang indah di tubuhmu.” Ejek Kris dan Tia menatap tajam Kris. “isi surat - Jika Kris menyuruhku membeli sesuatu aku tidak mau mengeluarkan uangku, Kris jangan menyuruhku melakukan hal yang melanggar norma agama, susila, kesiswaan dan kemanusiaan – selesai”
“Baiklah, aku setuju” seru Kris lalu menandatangani surat perjanjian itu, sedangkan Baekhyun dan Su Rin hanya menatap heran kedua sahabatnya.
“Kalian juga harus tandatangan” Perintah Tia pada Su Rin dan Baekhyun.
“Kenapa?” Tanya Su Rin heran.
“Kalian saksi dari perjanjianku dan Kris” timpal Tia. Dengan wajah setengah bego (?) Su Rin dan Baekhyun menandatangani perjanjian konyol Kris dan Tia.
----
Author VOP
Sekarang hampir satu minggu Dara tidak datang ke rumah ataupun sekolah, dan membuat Chanyeol berubah menjadi pendiam, semua orang merasakan perubahan Chanyeol yang tiba-tiba menjadi pendiam, tapi hanya Kris, Baekhyun dan Su Rin yang mengetahui alasan kenapa Chanyeol menjadi pendiam, mereka hanya bisa mengabaikan sikap Chanyeol karna mereka sudah tidak tau harus berbuat apa, sama seperti Tia, Tia bertanya pada Su Rin tapi Su Rin selalu mengalihkan pembicaraan
Chanyeol pernah mengunjungi rumah Yuri, tapi sia-sia, tidak ada siapapun di sana. Chanyeol menuruni tangga kelas, disana dia melihat Dara, tanpa pikir panjang Chanyeol membuat Dara berhenti, mereka berdiri di anak tangga yang cukup sepi di sekolah ini.
“Kenapa kau tidak pulang?” Tanya Chanyeol dingin meski dia sangat merindukan Dara.
“Sebelum kamu bisa menerimaku dan Donghae aku tidak bisa tinggal bersamamu” Jawab Dara dingin sambil menatap Chanyeol.
“Apa hebatnya Donghae? Apa yang Donghae punya sedangkan aku tidak? Apa yang membuatmu sangat mencintainya? Wajahnya? Kemampuannya?” Chanyeol bertanya menahan emosinya sehingga membuat nada bicara Chanyeol sedikit bergetar.
“Aku kakakmu, panggil aku nunna” Perintah Dara
“Itu tidak menjawab pertanyaanku” timpal Chanyeol
“Apa yang membuatmu begitu menginginkanku?” Kini Dara bertanya sambil menatap tajam mata Chanyeol, matanya memerah seperti menahan tangis. Dara merasa tertekan, bagaimana tidak, dia harus menerima kenyataan bahwa adik tirinya menyukai dia.
“Semuanya. Aku mencintai semua yang ada pada dirimu”Jawab Chanyeol lantang.
“Itu juga yang aku rasakan untuk Donghae. Semuanya, semua yang ada pada Donghae, aku mencintai semua yang ada pada Donghae.” Jawab Dara tak kalah dari nada suara Chanyeol. “Pernikahanku dengan Donghae akan di percepat jadi mulai sekarang aku mohon kembalilah ketempat seharusnya kamu berada, aku kakakmu dan kamu adikku ” Sambung Dara dengan nada suara yang mulai melemah, lalu meninggalkan Chanyeol yang masih membeku, apa yang Chanyeol takutkan sekarang menjadi kenyataan, meskipun sebenarnya Chanyeol sudah tau ini akan terjadi cepat atau lambat, Dara tidak akan pernah menjadi miliknya, Chanyeol tau itu. Dara sudah pergi meninggalkan Chanyeol dan Chanyeol duduk di tangga dengan perasaan yang kacau, sementara tanpa Dara dan Chanyeol ketahui dibawah tangga mereka disana ada Tia yang tidak sengaja lewat dan mendengar semuanya,
“Jadi ini alasan kenapa Su Rin menyuruhku untuk tidak mencintai Chanyeol, di hati Chanyeol hanya ada Dara. Kau bodoh Chanyeol, seharusnya kau tidak mencintai kakakmu” Batin Tia, kakinya melemas tidak mampu menopang tubuhnya hingga membuat dia duduk di tangga sama seperti Chanyeol, keduanya telah kehilangan cinta mereka, untuk Chanyeol cintanya benar-benar telah hilang dan tidak bisa dia miliki walau hanya satu detik, untuk Tia, dia tidak yakin bisa memiliki cinta Chanyeol atau bahkan hanya sekedar menyapa hati Chanyeol, apa cintanya layu bahkan sebelum mekar?.
“Tia, kau kenapa?” Tanya Su Rin ketika Tia baru saja datang ke kelas lalu duduk di samping Su Rin dengan wajah kaget, Tia hanya menggelengkan kepalanya fikirannya masih kacau menerima kenyataan, bukan karna Chanyeol mencintai wanita lain, tapi dia tidak habis fikir bagaimana bisa Chabyeol mencintai kakak tirinya? Menurut Tia itu sebuah kebodohan, dan gila.
“Katakan pada guru aku ijin pulang. Aku sakit” Seru Tia kaku sambil mengambil tasnya lalu lari keluar, yah Tia sakit, sakit di hatinya. Baru bebrapa langkah dia keluar dari sekolahnya dia menabrak Chanyeol.
“Maaf” Seru Tia lalu menatap Chanyeol yang tengah tersenyum padanya.
“Kau mau kemana Tia? Diluar hujan” Tanya Chanyeol sambil memegang tangan Tia dan menunjuk lapangan sekolahnya yang sudah terguyur hujan.
“Apa pedulimu” Bentak Tia, entah kenapa dia membentak Chanyeol dan membuat Chanyeol menatap Tia dengan heran. Mungkin Tia tidak bisa menyembunyikan kekecewaan dari hatinya yang tersakiti.
“Kau kenapa?” Tanya Chanyeol heran karna sikap Tia yang mendadak ketus.
“Lepaskan. Aku mau pulang” Perintah Tia dengan wajah dingin mencoba untuk tidak membentak Chanyeol lagi membuat Chanyeol melemahkan peganganya dari pergelangan tangan Tia. “Maaf” sambung Tia lalu berjalan pergi melawan hujan. Airmatanya menyatu dengan air hujan yang turun dengan deras, perasaannya kacau, Tia tidak tau kenapa perasaannya menjadi kacau, dia bahkan berjalan dengan cepat tidak peduli siapa dan apa yang dia tabrak, membuat semua orang yang dia tabrak mengerutkan keningnya, mungkin karna Chanyeol adalah pria pertama yang dia cintai? Mungkin karna Chanyeol adalah pria yang selalu dia impikan? Mungkin karna Chanyeol. Tia bahkan hampir tertabrak mobil jika saja Kris yang tidak mengikutinya sejak Tia meninggalkan sekolah dan menolong Tia, membuat Tia tidak sadarkan diri.
Tia membuka matanya dengan perlahan dan mendapati dia sudah tertidur di sebuah tempat yang asing baginya dengan abju yang sudah dig anti dengan kaos putih ukuran super besar yang dengan celana olahraga sekolahnya tapi bukan ukurannya.
“Kau usah bangun?” Tanya Kris yang muncul dari balik pintu.
“Kenapa kau bisa ada disini?” Tanya Tia kaget.
“Ini rumahku. Apa kau bosan hidup? Hah?” Tanya Kris dingin.
“Kau kenapa Kris?” Tanya Tia heran.
“Lupakan. Percuma” timpal Kris.
“Hmm. Kris, siapa yang mengganti bajuku?” Tanya Tia sambil menatap Kris, dia tidak mau membayangkan jika Kris yang mengganti bajunya.
“Tenang saja, pembantuku yang menggantikan bajumu. Dan ayolah, tidak ada yang indah dari tubuhmu" Kini Kris kembali menggoda membuat Tia kembali menahan emosinya. "Dia kembali menjadi Kris yang menyebalkan" batin Tia.
TBC.
0 komentar