Fanfiction
Series
Dandelion (8/?)
Cast : Park Chanyeol , Lee Yo Bi, Kim Taehyung -V-
Gendre : Sad Romantic
Author : J.N
Author : J.N
: Itu tidak adil
“Ikutlah dengan bibi ke Amerika”
Seru Park Bom membuat Chanyeol menatap Park Bom, terlalu kaget dengan ajakan
Park Bom. Dia tidak pernah berfikir jika dia harus kembali ke Amerika, tapi
jika dia tetap tinggal di Seoul dia harus membiarkan matanya menatap YooChun
setiap hari.
Langkah kaki Suho terhenti ketika dia tidak
sengaja mendengar percakapan Bom dan Chanyeol dengan perlahan Suho memutar
tubuhnya dan mengurungkan niatnya untuk bergabung dengan Bom dan Chanyeol.
“Kenapa denganmu? Kau bilang kau akan
menghibur Chanyeol?” Baekhyun bertanya
dengan heran sambil memegang buah apel.
“Sudah ada bibi Bom disana” Timpal Suho sambil
duduk dengan lemas disamping D.O.
“Hallo anak-anak” Seru Bom tiba-tiba membuat
seisi ruangan hampir terkena serangan jantung.
“Hallo bibi” Balas Suho, D.O, Baekhyun, Sehun
dan Kai bangkit dari tempat duduknya dan membungkuk hormat.
“Duduk saja” Seru Bom membuat mereka kembali
duduk dengan canggung “Sudah lama bibi tidak melihat kalian, bibi tidak
menyangka kalian tumbuh menjadi laki-laki yang tampan” Sambung Bom masih dengan
senyum tipisnya.
“Tapi aku yang paling tampan bi” Timpal Sehun
dengan bangga.
“Haha. Kalian semua tampan. Mungkin jika bibi
masih muda, bibi akan menikah dengan salah satu diantara kalian”
“Ibu cepat. Ayah sudah menunggu” Kini Suara
Minho anaknya membuat Bom berhenti mengoceh.
“Bibi mau pergi kemana?” Kai bertanya dengan
heran.
“Bibi mau mengunjungi rumah mertua bibi. Hm,
terimakasih sudah menemani Chanyeol. Suho terimakasih sudah mengijinkan
Chanyeol tinggal denganmu. Kalian teman yang baik. Bibi berhutang banyak pada
kalian.” Bom menjawab dengan senyum tulus membuat seisi ruangan tersenyum. Yah karena Sekarang mereka sedang berada di
rumah Suho, Chanyeol terlalu enggan melihat ayahnya.
“Sama-sama bi” Suho menjawab dengan senyum
tipisnya.
“Baiklah, bibi pergi sekarang. Hubungi bibi
jika terjadi sesuatu” Perintah Bom sebelum dia pergi. Waktu berlalu sangat
cepat, mereka semua tidur di rumah Suho dengan 3 kamar, masing masing kamar
menampung 2 orang, sedangkan Chanyeol masih ingin menyendiri sehingga dia memutuskan untuk tidur sendiri.
“YAH!! Suho. Cepat tidur, kau menggangguku”
Gerut D.O dengan kesal karna Suho tidak kunjung tidur dan malah terus memutar
tubuhnya diatas kasur membuat D.O sulit memejamkan matanya.
“Kyungso” Seru Suho lemah.
“Hm” Timpal D.O masih dengan nada kesal.
“Bibi Bom……
Dia mengajak Chanyeol ke Amerika” Seru Suho membuat D.O kaget dan
bangkit dari tempat tidur.
“Apa menurutmu Chanyeol akan ikut dengan bibi
Bom?” Kini D.O bertanya dengan lemas,
“Aku tidak yakin. Aku takut jika dia akan ikut
dengan bibi Bom. Bukankah sekarang Chanyeol hanya mempunyai bibi Bom? Dan lagi,
Chanyeol masih sangat membenci Paman YooChun” Suho menjawab lemah tanpa
memandang D.O.
“Jadi menurutmu, Chanyeol akan ikut dengan
Bibi Bom?”
“Entahlah, aku pikir kita harus memberi dia
alasan untuk tetap disini” Timpal Suho frustasi. Perckapan mereka berakhir
disana, D.O dan Suho sama-sama tidak tahu harus mengatakan apalagi, Chanyeol
baru saja kembali dari Amerika 2 tahun yang lalu, sekarang mereka bahkan tidak
bisa membayangkan jika Chanyeol kembali ke Amerika.
---------------------------------------
Yo Bi masih enggan menutup mataya, entah
berapa ratus kali Yo Bi menutup mata, tapi dia masih enggan terlelap tidur,
beberapa hari setelah kejadian tabrakan itu Chanyeol belum juga menghubunginya,
Yo Bi tau kondisi Chanyeol tidak memungkinkan untuk mengkhawatirkannya karna
Chanyeol baru saja kehilangan ibunya, dan ketika Yo Bi mengingat kematian Dara
Yo Bi memiliki pertanyaan besar di benaknya “Karena
bibi Dara sudah meninggal, apa Chanyeol
tidak akan menadi pacarnya lagi? Tidak akan menemuinya lagi?” pertanyaan
bodoh itu masih terus menempel di otaknya meski Yo Bi tau itu salah, tapi
pertanyaan itu massih mengganggu otaknya. Yo Bi pernah beberapa kali menemui Chanyeol,
tapi Yo Bi selalu melihat Chanyeol dengan JiYeon sehingga dia mengurungkan
niatnya untu menemui Chanyeol. Sekarang sudah hampir satu minggu Chanyeol tidak
menghubunginya, Yo Bi bahkan belum pernah melihat Chanyeol di sekolah, dan itu
kembali membuat Yo Bi cemas, Yo Bi tau dia bukan gadis yang bisa menghibur
orang lain dengan kata-kata, tapi Yo Bi masih ingin di dekat Chanyeol saat
Chanyeol sedih, dan Yo Bi selalu merasa gagal bahkan sebelum dia memulai, karna
Ji Yeon selalu mempel di lengan Chanyeol.
------------------------------------
Taehyung mengunjungi hotel tempat Ji Yeon
menginap selama dia di Korea, kematian Dara benar-benar membuat Taehyung cemas
pada Chanyeol tapi Taehyung tau dia tidak mungkin berada di samping Chanyeol,
terlalu sulit untuknya berada disamping Chanyeol, dinding pembatas antar
taehyung dan Chanyeol bahkan semakin tebal semenjak kematian Dara, Chanyeol
bahkann lebih memilih tinggal di apartment Suho disbanding rumah megahnya
sendiri. Dan Yo Bi yang menjadi sangat pendiam membuat Taehyung semakin cemas,
Taehyung pernah mengantar Yo Bi untuk menemui Chanyeol tapi Saat Yo Bi melihat
Chanyeol bersama JiYeon, Yo Bi langsung meminta Taehyung mengantarkannya
pulang.
“Untuk apa kau kesini?” JiYeon bertanya dengan
sedikit sinis ketika dia membuka pintu hotelnya dan mendapati Taehyung sudah
berdiri di depan pintu.
“Kita harus bicara” Timpal Taehyung sambil
memasuki kamar Hotel JiYeon.
“Jangan terlalu lama” Seru JiYeon sambil
menatap punggung lebar Taehyung “Aku harus menemui Chanyeol” Sambung JiYeon
membuat Taehyung membalikan tubuhnya.
“Berhentilah menempel pada Chanyeol. AKU CALON
TUNANGANMU” Timpal Taehyung memberi
penekanan diakhir kalimatnya.
“Maaf, tapi aku sudah memutuskan kembali
tentang pertunangan itu” Seru Yo Bi mempersempit jaraknya dengan JiYeon “Aku
akan bertunangan dengan Chanyeol, bukan denanmu Kim Tae Hyung” Sambung JiYeon
percaya diri membuat Taehyung mengangkat tangan JiYeon.
“Aku tau, kau juga tau. Chanyeol mencintai Yo
Bi, bukan kau. Jadi berhentilah mengganggu mereka” Gerut Taehyung dengan nada
emosi, matanya bahkan menyiratkan kebencian yang mendalam untuk gadis di
depannya.
“Kau tidak berhak mengaturku. Aku sudah
mengatakan keinginanku pada paman YooChun, dan dia menyetujuinya” Timpal JiYeon
sambil melepaskan lengan Taehyung dari pergelangan tangannya.
“Apa kau tidak punya harga diri? Chanyeol
tidak mencintaimu, tidak akan pernah”
Bentak Taehyung membuat JiYeon yang akan membuka pintu megurungkan
niatnya dan kembali berjalan kedepan Taehyung.
“Chanyeol pernag mencintaiku, dan aku akan
membuat Chanyeol kembali mencintaiku” Seru Jiyeon “Jika saja kau tidak
mengacuhkanku saat itu, mungkin aku masih mencintaimu” Sambung JiYeon lemah.
“Bukankah aku sudah bilang, aku menerima
pertunangan ini”
“Kau tidak benar-benar menerima pertunangan
ini. Berhentilah bersikap seolah-olah kau peduli dengan pertunangan ini”
Pungkas JiYeon lalu pergi meninggalkan Taehyung, JiYeon bahkan tidak menemui
Chanyeol seperti rencana awalnya. JiYeon menghabisakan wakunya di sebuah club
malam, seorang diri.
-----------------------------------------------------------------------------
Semua berkumpul dimeja makan ketika mereka
akan berangkat ke sekolah, mereka berkumpul tapi tidak ada satu dari mereka
yang ingin memulai berbicara dan hanya menyantap makanan mereka dengan tidak
semangat.
“Yeol, semalam aku tidak sengaja mendengar
pembicaraanmu dengan bibi Bom” Suho mengeluarkan suaranya ketika Chanyeol baru
saja menyelesaikan makannnya “Apa kau akan ke Amerika dengan Bibi Bom?” Suho
bertanya dan sukses membuat Sehun, Kai, Baekhyun hampir mengeluarkan makanan
mereka yang masih tersisa didalam mulut mereka.
“Amerika? Lalu bagaimana dengan Yo Bi?”
Baekhyun bertanya dengan tatapan heran, dan saat itu juga Chanyeol langsung
teringat dengan Yo Bi, dia baru sadar semenjak kecelakaan itu Chanyeol belum
bertemu lagi dengan Yo Bi.
“Ah, benar. Lee Yo Bi, aku beberapa kali
bertemu dengannya di Rumah sakit dan di area kuburan, tapi dia seperti enggan
menghampirimu” Timpal Sehun mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.
“Ah” Chanyeol bangkit dari kursinya sambil
menarik tangan Suho.
“Kita mau kemana?” Suho bertanya dengan wajah
bloon (?) ketika Chanyeol dengan tiba-tiba menarik lengannya.
“Antar aku kerumah Yo Bi.” Timpal Chanyeol
karna Chanyeol masih enggan menyetir mobil, dan Suho langsung memacu mobilnya
ke komplek rumah Yo Bi, saat Chanyeol mengunjungi rumah Yo Bi, Suho dengan
setia menunggu Chanyeol di dalam mobil.
Tok tok tok.
Chanyeol mengetuk pintu rumah Yo Bi, untuk
waktu yang lama Chanyeol terus mengetuk pintu rumah Yo Bi tapi tidak ada
tanda-tanda Yo Bi akan membuka pintu, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk
ke Sekolah, Chanyeol langsung berlari kekelas Yo Bi, tapi Yo Bi tidak berada disana, Chanyeol
kembali berlalri menuju rooftof sekolah mereka, tapi tetap tidak menemukan
keberadaan Yo Bi, Chanyeol kembali turun menuruni anak tangga,
mengelilingi setiap sudut sekolah, tapi
Chanyeol masih belum menemukan keberadaan Yo Bi, hingga akhirnya Chanyeol
bertemu dengan Taehyung dibawah anak tangga, dengan lemas dan terpaksa Chanyeol
melangkahkan kakinya pada Taehyung.
“Dimana Yo Bi?” Chanyeol bertanya dengan nada
dingin.
“Dia bilang dia akan pergi ke busan untuk
mengunjungi kuburan kedua orangtuanya beberapa hari yang lalu” Taehyung
menjawab dengan santai, sedikit senang karna akhirnya dia bisa berbicara dengan
Chanyeol, setelah Chanyeol mendapatkan jawaban yang dia inginnkan Chanyeol
kembali berjalan melewati Taehyung. “Dia bilang, dia akan pulang sekarang. Dia
sangat mencemaskanmu” Sambung Taehyung membuat langkah kaki Chanyeol terhenti
lalu kembali melangkahkan kakinya tanpa memandang Taehyung.
Sudah lebih dari 5 jam Chanyeol menunggu Yo Bi
di depan rumah sewaannya ditengah dinginnya malam, Chanyeol bahkan terus
menatap arlogi putih yang menempel di pergelangan tangannya, sekarang sudah
menunjukan pukul 22:45, dan Chanyeol masih belum menemukan tanda-tanda
kehadiran Yo Bi. tepat ketika jarum jam melewati angka 01:15 Chanyeol melihat
Yo Bi sudah berada di depannya dengan scarf abu yang melingkar di lehernya, Chanyeol kemudian berjalan perlahan
ke depan Yo Bi, mereka terdiam mengamati satu
sama-lain, rambut Yo Bi yang sekarang terlihat lebih pendek dan tipis tapi
mash tetap terlihat cantik. Chanyeol lalu menarik tubuh Yo Bi kedalam
pelukannya, menenggelamkan wajah Yo Bi di dadanya sehingga Yo Bi dapat
merasakan aroma tubuh Chanyeol dan detak
jantung Chanyeol.
“Kau semakin kurus. Apa kau tidak makan dengan
baik?” Chanyeol bertanya ketika dia masih memeluk Yo Bi.
“Aku makan dengan baik” Yo Bi menjawab dengan
lemah, Chanyeol bahkan semain erat memeluk Yo Bi seperti tidak ada hari esok,
Yo Bi bahkan meremas jas Chanyeol enggan meninggalkan kehangatan yang baru dia
rasakan. Mereka terus seperti itu untuk waktu yang lama, rindu mungkin telah
menghentikan waktu mereka saat mereka bertemu, cinta mungkin telah merusak
pikiran logis mereka karna ditengah langit pekat dan udara dingin mereka masih
berada diluar dan bahkan mereka tidak merasa kedinginan sedikitpun. Bahkan
hingga saat Chanyeol pergi mereka tidak berniat mengeluarkan suara mereka,
seolah-olah hanya dengan melihat satu-sama lain sudah cukup untuk mereka.
-----------------------------------------------
Yo Bi keluar dari rumahnya, tapi disana dia
sudah melihat Suho berada di depan rumahnya sambil melipat kedua tangannya
berharap kedinginan akan mengurang.
“Untuk apa kau kesini?” Yo Bi bertanya dengan
heran membuat Suho menatap Yo Bi.
“Bujuk Chanyeol agar dia tidak pergi ke
Amerika” Pinta Suho penuh harap meski dia tau Chanyeol belum tentu akan pergi
ke Amerika. Yo Bi terdiam mencoba meyakinkan jika yang dia dengar bukan ilusi,
meyakinkan jika pria yang ada di depannya adalah Suho, berharap apa yang dia
dengar pagi ini hanya bagian dari mimpinya yang belum berakhir, tapi percuma,
karna hatinya mengatakan jika dia tidak sedang bermimpi.
“Kenapa? Kenapa harus aku?” Yo Bi bertanya
dengan datar.
“Karna kau adalah alasan kenapa Chanyeol harus
tetap disini” Timpal Suho penuh harap, dengan wajah seriusnya.
“Aku tidak bisa” Tolak Yo Bi meninggalkan Suho
dingin.
“Dia mencintaimu, hanya kamu yang bisa” Seru
Suho membuat langkah kaki Yo Bi terhenti beberapa saat lalu kembali berjalan tanpa
menatap Suho.
Yo Bi berjalan meninggalkan Suho yang masih
diam di tempat, sedangkan Yo Bi sekarang sudah duduk dikursi halte, Yo Bi
bahkan mengabaikan beberapa bus yang seharusnya dia tumpangi, sekarang Yo Bi
bahkan seperti enggan melangkahkan kakinya meski hanya satu langkah. Lamunan Yo
Bi buyar ketika dia merasakaan seseorang memegang pundaknya, Yo Bi mengangkat
kepalanya dan disana dia melihat pria tanpa lipatan mata itu sudah berdiri
didepannya.
“Taehyung” nama itu keluar secara otomatis
ketika Yo Bi melihat Taehyung di depannya.
“Kau tidak akan berangkat sekolah?” Taehyung
bertanya lalu duduk disamping Yo Bi yang kebetulan kosong, tapi Yo Bi masih
diam, enggan menjawab pertanyaan Taehyung. “Kenapa? Chanyeol lagi? Dia sudah
menemuimu?” Taehyung kembali bertanya membuat Yo Bi menatap Taehyung “Ah, jadi
benar. Paki ini, kau bisa sakit” Sambung Taehyung menyadari jika Chanyeol sudah
menemui gadis disampingnya lalu memakaikan scarf putih yang dia pakai, Yo Bi
dan Taehyung saling memandang untuk beberapa saat.
“Berhenti sampai disini” Suara Chanyeol
menyadarkan lamunan mereka berdua membuat Taehyung bangkit dari kursi dan Yo Bi
menatap Chanyeol denga kaget, Chanyeol lalu menarik paksa lengan Yo Bi tapi Yo
Bi langung melepaskannya lagi membuat Chanyeol semakin kaget dengan prilaku Yo
Bi.
“Lee Yo Bi” dengan sangat lemah Chanyeol
memanggil Yo Bi.
“Aku lelah”
“Apa yang salah?” Chanyeol bertanya dengan
heran.
“Tidak ada yang salah. Mungkin aku hanya
berada di titik dimana aku benar-benar merasa lelah” Yo Bi menjawab sambil
menatap Chanyeol intens.
“Aku mencintaimu” Pengakuan Chanyeol sontak
membuat Yo Bi membeku, dia tidak pernah membayangkan jika Chanyeol akan
mengucapkan kalimat itu untuknya. “Katakan kalimat yang sama untukku, hanya itu
alasanku agar aku bisa tetap disini untukmu” Sambung Chanyeol penuh harap
mereka bahkan mengabikan keberadaan Taehyung, untuk waktu yang sangat lama
Chanyeol menunggu bibir Yo Bi bergerak suara kendaraan bahkan serasa tidak
terdengar oleh mereka.
“Pergilah” satu kata yang tidak pernah terduga
oleh Chanyeol dan Taehyung keluar dari mulut Yo Bi, Chanyeol melemah, Sehun
yang tadi hanya menunggu didalam mobil sekarang bahkan bergabung dengan tatapan
aneh pada Yo Bi yang sedang menunduk.
“Aku bilang aku mencintaimu, tidak kah kau
ingin mengatakan hal yang sama untukku?” Chanyeol kembali bertanya sambil
menggam lengan Yo Bi penuh harap. “Bi” Sekali lagi Chanyeol memanggil Yo Bi,
berharap setiap detik yang berputar akan merubah pikiran Yo Bi, tapi sayang, Yo
Bi tidak mengeluarkan kalimat apapun dari bibirnya. “Baiklah, besok aku akan
berangkat ke Amerika, aku masih akan menunggumu di bandara, jika kau berubah
pikiran datanglah menemuiku disana” Sambung Chanyeol sebelum dia pergi
meninggalkan Yo Bi.
“Bi, kau tak seharusnya mengatakan itu” Sesal
Taehyung sambil memegang pundak Yo Bi.
“Dia pantas bahagia. Bukan hanya kebahagiaan
sesaat” Seru Yo Bi dengan senyum perihnya lalu berjalan meninggalkan Taehyung
menerobos derasnya hujan yang tiba-tiba membasahi kota Seoul, tapi baru
beberapa langkah Yo Bi berjalan, tubuhnya tiba-tiba terjatuh, kesadarannya
menghilang begitu saja, Taehyung yang melihat tubuh Yo Bi terkapar langsung
berlari mengangkat tubuh Yo Bi sambil terusn memanggil nama Yo Bi, Taehyung
lalu mebawa Yo Bi kerumah sakit seperti hari-hari sebelumnya, yah karna selama
ini Taehyung yang selalu menemani Yo Bi. disana Taehyung melihat beberpa dokter
merawat tubuh lemah Yo Bi, detik demi detik dilewati Taehyung bersama Yo Bi
yang masih enggan membuka matanya, wajah Yo Bi bahkan terlihat sangat pucat
seperti mayat, tidak ada bibir merah mudah lagi, tidak ada kulit susu lagi,
tidak ada bola mata coklat lagi, tidak ada rambut panjang lebat lagi, semuanya
berubah tapi Yo Bi masih terlihat cantik, Taehyung terus menggenggam erat
telapak tangan Yo Bi dengan sesekali mengelus pipi Yo Bi, Taehyung bahkan tidak tidur karna
terlalu mencemskan Yo Bi. Bulan berganti
matahari, dan Yo Bi masih belum membuka matanya, tubunya masih lemah.
“Kita hanya butuh keajaiban” Dokter Kwon,
dokter pribadi keluarga Park YooChun menyampaikan sebuah kalimat pada Taehyung
membuat Taehyung terkulai lemah di kursinya.
Taehyung berlari mengelilingi bandara Incheon,
berharap jika Chanyeol belum meninggalkan Korea, berharap penerbangan ditunda
agar Chanyeol masih bisa tertahan disini.
Sedangkan disudut lain bandara, Chanyeol terus
melihat kearah pintu masuk, berharap jika wanita yang dia cintai akan datang
untuk mencegah kepergiannya.
“Chanyeol, kau menunggu seseorang?” JiYeon
yang ada disampingnya bertanya. JiYeon memutuskan untuk kembali ke Amerika
ketika Chanyeol mengatakan akan ikut dengan bibinya ke Amerika. Sekarang
Chanyeol mengabaikan pertanyaan JiYeon karna pikirannya dipenuhi oleh
keinginannya agar Yo Bi datang menjemputnya. Sekali lagi Chanyeol menatap
kesetiap sudut bandara, berharap Yo Bi datang, walau hanya untuk mengucapkan
selamat tinggal. Pandangan Chanyeol terhenti pada sosok pria berpenampilan
acak-acakan yang sedang berlari, tapi Chanyeol masih bisa menegnali pria itu,
Taehyung. Taehyung berlari sekuat tenaga
setelah beberapa jam dia mengelilingi bandara, akhirnya dia bisa
menemukan Chanyeol bersama JiYeon.
“Untuk apa kau kesini?” Chanyeol bertanya dengan
nada dingin, ketika Taehyung sudah berada dihadapannya sambil menagtur nafas.
“Kau harus tetap disini” Taehyung menjawab
dengan suara terengah-engah.
“Aku tidak mempunyai alasan untuk tetap
disini” Timpal Chanyeol lalu membalikan tubuhnya, mencoba mengabaikan Taehyung.
“Aku akan memberimu alasan sehingga kau harus
tetap tinggal disini” Sekarangan Taehyung bahkan sedikit meninggikan nada
suaranya beberapa oktav membuat Chanyeol menghentikan langkahnya, meski tanpa
memandang Taehyung. “Lee Yo Bi, gadis yang kau cintai. Dia kritis” Deg, kalimat
Taehyung membuat saraf ditubuh Chanyeol melemah, Chanyeol terus meyakinkan
dirinya dengan pendengarannya, dengan perlahan Chanyeol membalikan tubuhnya
lalu menghampiri Taehyung.
“Jangan bercanda denganku” Seru Chanyeol
dengan mata yang mengisyaratkan kesedihan.
“Aku tidak berbohong. Yo Bi sekarang sedang
ditangani oleh dokter Kwon” Balas Taehyung. Lalu dengan cepat Chanyeol berlari
secepat mungkin ke Rumah Sakit dokter Kwon, Chanyeol bahkan mengabaikan
kopernya begitu saja. Chanyeol berlari mengabaikan siapapun yang dia tabrak.
“Apa yang kau lakukan?” Tanya JiYeon dengan
geram.
“Aku hanya menyimpan semuanya ditempat semula”
Jawab Taehyung lalu berjalan meninggalkan JiYeon.
TBC.

0 komentar