Swift

Dandelion (9/END)

Cast : Park Chanyeol , Lee Yo Bi, Kim Taehyung -V- 
Gendre : Sad Romantic
Author : J.N



Apa aku tidak memiliki akhir bahagia?
Seperti cerita dongeng yang selalu ibu bacakan untukku


 “Apa yang kau lakukan?” Tanya JiYeon dengan geram.

“Aku hanya menyimpan semuanya ditempat semula” Jawab Taehyung lalu berjalan meninggalkan JiYeon.

Sekarang Chanyeol sudah berapa di depan gedung rumah sakit lalu langsung menemui dokter Kwon dan menanyakan keadaan Yo Bi.

“Kenapa dengan dia?” Chanyeol bertanya pada dokter Kwon sambil memandang Yo Bi yang tengah berada didalam ruangan khusus dengan Chanyeol menatapnya lewat kaca.

Dia divonis menderita penyakit Leukimia Basophilic Akut” Dokter Kwon menjawab dengan hati-hati karna dokter Kwon tau setiap detail tentang Chanyeol.

“Lakukan prosedur kemoterapi untuknya. Pastikan dia sembuh total” Perintah Chanyeol dengan tegas, dengan matanya yang terus menatap Yo Bi yang terkulai lemah.

“Dia sudah mendapatkan kemoterapi untuk tahap pertama penyembuhan, tapi tidak ada donor tulang sumsum yang cocok dengannya jadi kami tidak bisa melakukan transplantasi tulang sumsum. Dia terus mendapatkan kemoterapi. Namun kemarin, penyakitnya kambuh lagi dan harus dimasukkan ke rumah sakit lagi dan selama kemoterapi---”

“Jangan berbelit-belit. Katakana apa tujuanmu mengatakan kalimat panjang itu” Chanyeol memotong kalimat dokter Kwon karna Chanyeol tau keadaan Yo Bi sangat buruk, mungkin lebih buruk dari yang dia bayangkan.

“Kondisinya semakin memburuk jadi kami menyerah. Sekarang, satu hal yang tersisa yang bisa membuatnya sembuh hanyalah sebuah keajaiban” Sesal dokter Kwon membuat Chanyeol memandang dokter Kwon dengan tatapan marah, lalu Chanyeol mengangkat jas putih yang dikenakan dokter Kwon.

“Bagaimana kau mengatakan itu? Menyerah katamu? Kau itu dokter! Lakukan apapun agar dia sembuh. Aku memerintahkanmu!” Bentak Chanyeol sambil mendorong tubuhn dokter Kwon di sudut tembok rumah sakit yang kebetulan sepi karna Yo Bi benar-benar berada di ruangan khusus.

Jumlah antibiotik dan anti microbial agent yang tinggi sudah dimasukkan ke dalam darahnya, tapi hidupnya lemah. Kami tidak bisa melakukan apapun lagi. Kami tau, kami dokter, tapi kami bukan tuhan” Bela dokter Kwon dengan nada suara yang masih normal, mencoba memahami posisi Chanyeol. Genggaman Chanyeol melemah, dan dengan perlahan Chanyeol berjalan menuju ruangan Yo Bi, disana tepat disamping tubuh Yo Bi, Chanyeol menatap wajah pucat Yo Bi dengan lirih, air matanya bahkan sudah tidak bisa terbendung lagi, tubuh Chanyeol melemah membuatnya terjatuh disamping tempat tidur Yo Bi, Chanyeol meringkuk kesakitan, tubuhnya mungkin baik-baik saja, tapi tidak dengan hatinya. Chanyeol mulai bangkit duduk disamping Yo Bi sambil terus menggenggam erat  lengan Yo Bi, pandangan Chanyeo tidak pernah lepas dari Yo Bi, nafas Chanyeol tidak bernah berhenti berdo’a untuk Yo Bi, lengannya tidak pernah lepas untuk menggenggam jemari Yo Bi, Chanyeol terus seperti itu hingga matanya tertutup dan matahari berada diatas kepalanya. Chanyeol terbangun dari  tidur singkatnya ketika dokter Kwon menggoyang-goyangkan tubuhnya.

“Sebaiknya anda istirahat dan makan dulu. Anda bisa sakit” Seru dokter Kwon lembut karna Dokter Kwon tau jika Chanyeo tidak mengkonsumsi makanan apapun.

“Baiklah. Tolong jaga Yo Bi. Aku akan segera kembali” Timpal Chanyeol lalu bangit dari kursinya, sengan lemah berjalan pergi meninggalkan Yo Bi. sepanjang perjalanan di lorong rumah sakit untuk menuju ke kantin rumah sakit saja kaki Chanyeol serasa enggan bergerak, jika saja Chanyeol tidak ingat jika sejak kemarin dia belum mengkonsumsi apapun mungkin Chanyeol akan lebih memilih untuk tetap tinggal menemani Yo Bi, sesampai dikantin Chanyeol hanya memesan Cofe dan roti itupun tidak dia habiskan karna pikirannya terlalu sibuk pada Yo Bi, sekarang Chanyeol kembali menuju ruangan Yo Bi, sebelum Chanyeol sampai di depan pintu kamar Yo Bi Chanyeol melihat beberapa perawat berlari dengat tergesa-gesa menuju ruangan Yo Bi sehingga dengan nalurinya Chanyeol berlari ke kamar Yo Bi, disana Chanyeol melihat Yo Bi meronta kesakitan dengan beberapa perawat memegang kaki dan lengannya menahan Yo Bi agar tidak meronta ketika Dokter Kwon menyuntikan cairan ke tubuh Yo Bi, disana Chanyeol juga melihat Taehyung berdiri menatap Yo Bi lirih, ketika Chanyeol mencoba masuk kedalam kamar Yo Bi tapi Taehyung langsung menghampiri Chanyeol dan membawa Chanyeol menjauh dari ruangan Yo Bi.

“Kenapa dengan Yo Bi?” Chanyeol bertanya cemas dengan mata berkaca-kaca menahan air matanya.

“Jumlah sel darah putih Yo Bi adalah 90.000, dan sekarang sel darah putih Yo Bi naik lebih dari 100.000, itu dengan otomatis menyerang otaknya, sekarang dia sedang berjuang untuk melawan rasa sakitnya” Taehyung mencoba menjelaskan pada Chanyeol membuat Chanyeol menatap Taehyung tajam, ini bukan hal aneh untuk Taehyung melihat Yo Bi melawan rasa sakitnya, Taehyung pernah melihat hal yang sama pada Yo Bi dan ayahnya yang meninggal karna penyakit yang sama. Taehyung menahan lengan Chanyeol ketika Chanyeol hendak berjalan menuju ruangan Yo Bi “Kau mau kemana?” Taehyung bertanya.

“Aku harus berada disamping Yo Bi” Chanyeol menjawab dengan tergesa-gesa, tapi Taehyung masih enggan melepaskan genggamannya.

“Kau akan bertemu dengan Yo Bi, tapi tidak sekarang” Cegah Taehyung.

“Kenapa? Aku ingin menggambil Yo Bi dariku?” Chanyeol bertanya dengan sinis.

“Tidak ada yang bisa menggambil siapapun. Aku berjanji pada Yo Bi untuk tidak memberitahukan keadaannya padamu. Aku akan membuatmu menemuinya, tapi tidak sekarang. Beri dia waktu. Aku janji” Seru Taehyung membuat Chanyeol lemah lalu Chanyeol duduk di sebuah kursi yang berada tidak jauh dari tempatnya.

“Kenapa kau tau. Sedangkan aku tidak? Aku benar-benar tidak berguna” Sesal Chanyeol sambil menarik-narik rambutnya, Taehyung kemudian duduk disamping Chanyeol dengan sedikit memberi jarak.

“Aku hanya tidak sengaja mengetahuinya. Kau ingat ketika aku mengatakan jika aku berada di rumah Yo Bi?” Taehyung bertanya sambil menatap Chanyeol yang juga sedang menatapnya “Saat itu aku tidak sengaja melihat obat-obatan yang dimiliki oleh alm-ayahku di rumah Yo Bi, dan dengan terpaksa Yo Bi mengakui jika itu obat-obatan miliknya.” Sambung Taehyung, mereka kembali terdiam, kedinginan begitu terasa disana, kecemasaan meliputi keduanya, ketakutan menguasai keduanya. Untuk waktu yang lama mereka terus duduk berdampingan tanpa sepatah katapun, sedangkan Yo Bi masih terlelap oleh suntikan agar rasa sakitnya sedikit berkurang. Chanyeol berjalan dengan lemah menuju kamar Yo Bi, dan disana dia masih melihat tubuh lemah Yo Bi terkulai diatas tempat tidur, Chanyeol menggeser kursi agar lebih dekat dengan Yo Bi, mengelus pipi pucat Yo Bi, membelai kepala Yo Bi yang tertutup beanie hat Givenchy rajut berwarna abu, terus menggenggam jemari Yo Bi, ketika Chanyeol merasakan jemari Yo Bi bergerak Chanyeol langsung berlari mencari dokter Kwon, setelah Chanyeol mendapatkan Dokter Kwon disana Chanyeol sudah melihat Yo Bi bersama Tehyung, langkah kakinya terhenti seperti ada magnet yang membuat kakinya tidak bisa melangah, dengan perlahan Chanyeol berbalik dan bersembunyi disamping tembok ruangan Yo Bi. Hanya melihat Yo Bi dengan Taehyung saja sudah membuat Chanyeol lemas, seperti tubuh tanpa jiwa, Chanyeol duduk lemah sambil memgang kepalanya dengan frustasi.

Beberapa hari berlalu dan terus seperti itu, Chanyeol hanya bisa berada disamping Yo Bi ketika Yo Bi tertidur,  hanya dapat memandang Yo Bi ketika dia meronta melawan rasa sakitnya, melihat Taehyung yang menghapus air mata Yo Bi, bukan dia, bukan Chanyeol, Chanyeol hanya seperti sebuah bayangan untuk Yo Bi.

------------------------------------------------------------------                                    
“Apa Chanyeol sudah berada di Amerika?” Yo Bi bertanya pada Taehyung yang tengah mengupas buah apel.

“Kau merindukannya?” Taehyung kembali bertanya sambil memberikan potongann apel pada Yo Bi.

“Hanya sedikit merasa ada yang kurang” Timpal Yo Bi sambil menerawang jauh pikirannya tentang Chanyeol yang dia pikir sudah berada di Amerika.

“Lalu kenapa kau melemparnya keluar dari hidupmu?” Taehyung bertanya dengan serius membuat Yo Bi menatap Taehyung.

“Melempar?” Yo Bi mengulang ucapat Taehyung “Aku tidak melemparnya, aku hanya menempatkan dia ketempat semula dan aku tidak mau tersesat lebih jauh lagi” Sambung Yo Bi dengan lirih, sedikit menyesal atas apa yang telah dia lakukan pada Chanyeol.

“Apa kau sedang mencoba menghindari perasaanmu untuk Chanyeol?” Taehyung kembali bertanya.

“Tidak, karna aku benar-benar tidak bisa menghinndar dari perasaan itu. Aku hanya tidak ingin Chanyeol tersesat lebih jauh, dia akan baik-baik saja setelah ini. Aku yakin”  Timpal Yo Bi kembali menatap jendela didepannya dengan Taehyung yang masih menatap Yo Bi dengan cemas.

------------------------------------------------
“Masuklah” Suara Taehyung membuyarkan lamunan Chanyeol ketika Chanyeol menatap Yo Bi lewat jendela yang tengah membelakanginnya. “Dia merindukanmu” Sambung Taehyung membuat Chanyeol memandang Taehyung tidak percaya dan kembali menatap Yo Bi yang tengah duduk diatas tempat tidur dengan membelakanginya. Dengan hati-hati Chanyeol berjalan menuju Yo Bi untuk beberapa waktu Chanyeol masih berdiri di belakang punggung Yo Bi hingga akhirnya Yo Bi memutar kepalanya membuat mata Chanyeol dan Yo Bi terikat oleh pandangan mereka masing masing. Sekali lagi mereka terdiam untuk waktu yang lama, tidak ada yang mengeluarkan suara mungkin tetes cairan infus menjadi terdengar lebih jelas oleh kesunyian mereka, rasa rindu yang menguasai keduanya mungkin terlalu besar hingga membuat mereka tidak bisa mengatakan sepatah katapun, seolah-olah dengan melihat satu sama lain saja sudah cukup untuk mereka.

“Lama tidak jumpa” Kini Chanyeol mengeluarkan suara sambil menyeret kursi kedepan Yo Bi.

“Bagaimana kau bisa berada disini?” Tanya Yo Bi dengan wajah kagetnya yang tidak bisa dia sembunyikan.

“Sudah aku putuskan, Aku akan memegang erat lenganmu sehingga kau tidak bisa meninggalkan aku, aku akan terus berada disampingmu sehingga aku tidak perlu menangis, tidak peduli seberapa keras kau melemparku pergi,  atau seberapa banyak kau mencoba meninggalkanku, aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi. Aku mungkin secara bertahap mulai gila, aku mungkin terlihat seperti seorang pengemis, tapi aku tidak peduli. Karna aku mencintaimu dan kamu harus mencintaiku. Aku akan memilkimu tidak peduli apapun.” Chanyeol mengeluarkan semua pikirannya yang sudah lama dia pendam untuk Yo Bi, mungkin ini terdenar seperti sebuah obsesi, tapi tidak, ini Cinta, ini tentang seseorang yang benar-benar ingin melindungi orang yang dia cintai, karna Chanyeol tidak ingin melihat Yo Bi pergi, sudah cukup Dara yang meninggalkannya, dan sekarang Chanyeol tidak akan membuat Yo Bi pergi, jika Yo Bi bukan takdirnya dari tuhan, maka Chanyeol akan membuat sendiri takdirnya.

“Berhenti mengatakan hal-hal bodoh didepanku” Timpal Yo Bi mencoba turun dari tempat tidur, tapi Chanyeol langsung mencegahnya. “Lepaskan Park Chanyeol” sambung Yo Bi dengan nada naik beberapa oktav.

“Aku mencintaimu, tidak bisakah kau mengatakan hal yang sama?” Chanyeol bertanya mencoba menahan emosinya.

“Kau gila! Bagaimana bisa kau mencintaiku? Lihat aku, aku bukan Lee Yo Bi yang bisa dibanggakan, bukan Lee Yo Bi yang cantik, aku hanya Lee Yo Bi pengidap Leukimia Basophilic Akut.  Tubuhku mengkerut seperti karet, kulitku pucat seperti mayat, aku bahkan tidak memiliki sehelai rambutpun di kepalaku” Seru Yo Bi lalu melepaskan beanie hat saint Laurent rajutnya, Chanyeol tercengang kaget ketika dia tidak melihat sehelai rambutpun di kepala Yo Bi, bukan tatapan jiji, Chanyeol bahkan tidak bisa membayangkan rasa sakit yang Yo Bi rasakan selama ini, Chanyeol kemudian membawa Yo Bi kedalam pelukannya.

“Aku tidak peduli kau Yo Bi yang mana, tidak peduli jika kau Yo Bi gadis cantik atau Yo Bi penderita Leukimia, aku mencintaimu lebih dari apapun. Jangan pernah mencoba menghindariku, karna kau tidak akan pernah bisa” seru Chanyeol hangat lalu mencium kening Yo Bi, Yo Bi bahkan tidak menyangka jika Chanyeol pria sombong yang dia benci akan benar-benar menguasai pikiran dan hatinya.

“Aku mencintaimu” Timpal Yo Bi membuat kebahagiaan Chanyeol bertambah berjuta kali lipat senyum lebarnya menghiasai bibirnya dan tidak dapat dia sembunyikan.

Sekarang Chanyeol dapat terus berada disamping Yo Bi, mengantar Yo Bi melakukan kemotherapi meski dokter mengatakan itu tidak akan berpengaruh banyak tapi Chanyeol terus memaksa Yo Bi  melakukannya, setiap hari Chanyeol melihat Yo Bi meronta menahan rasa sakit di tubuhnya, melihat Yo Bi mengeluarkan cairan kental berwarna merah dari mulutnya, tidak ada yang bisa Chanyeol lakukan selain menatap itu, cemas, kasihan, miris itu yang selalu Chanyeol rasakan untuk Yo Bi, jika Chanyeol bisa, Chanyeol bersedia berbagi rasa sakit dengan Yo Bi, tapi sayangnya dia tidak bisa melakukannya, dia hanya bisa melihat dan berdo’a.
---------------------------------------------------

“Kenapa kau bisa berada disini?” Tanya Chanyeol yang baru saja keluar dari ruangan dokter Kwon pada JiYeon yang sudah berada di balik pintu ruangan dokter Kwon.

“PARK CHANYEOL!” Bentak JiYeon dengan nada tingginya.

“Pelankan suaramu. Ini rumah sakit” Perintah Chanyeol menatap JiYeon tajam.

“Haruskah kau melakukannya? Kau sudah melangkah terlalu jauh Park Chanyeol” Gerut JiYeon tidak terima dengan pembicaraan Chanyeol dan dokter Kwon yang baru saja dia dengar.

“Aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan. Pulanglah” Timpal Channyeol mencoba pergi tapi JiYeon langsung menarik lengan Chanyeol.

“Harukah kau mendonorkan tulang sumsummu pada Yo Bi? Kau gila Park Chanyeol”  Seru JiYeon menahan emosinya membuat Chanyeol terdiam.

“Yah aku gila. Jadi berhentilah menggangguku” Timpal Chanyeol sambil melepaskan lengan JiYeon di pergelangan tangannya lalu berjalan pergi meninggalkan JiYeon.

Hari-hari berlalu seperti biasa tidak ada yang Chanyeol sampaikan tentang oprasi pencangkokan tulang sumsum, sekarang Yo Bi tengah duduk diatas tempat tidur dan Chanyeol sedang keluar melakukan sesuatu, hingga tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, disana Yo Bi melihat gadis berambut brown itu lagi, Park JiYeon, sekarang dia sudah berada didepan Yo Bi, dengan perlahan JiYeon berjalan menuju Yo Bi.

“Lee Yo Bi. kau benar-benar membuatku muak” Geram JiYeon tepat didepan Yo Bi, membuat Yo Bi menatap JiYeon heran, Yo Bi bahkan tidak tau kenapa JiYeon bisa berada disana.

“Aku tidak tau apa yang kau katakana. Kita bahkan tidak saling mengenal, jadi pergilah dari ruanganku” Pinta Yo Bi mencoba halus pada gadis didepannya.

“Tidak perlu saling mengenal, karna aku tidak pernah ingin mengenalmu lebih jauh. Pergilah dari samping Chanyeol, kau hanya menyusahkannya, Chanyeol menolak ajakan Bibi Bom untuk ke Amerika, kau tau Bibi Bom satu-satunya keluarga yang dimiliki Chanyeol. Dan sekarang kau membuat Chanyeol mendonorkan tulang sumsumnya untukmu. Bagaimana bisa kau melakukan itu pada Chanyeol?” Gerut JiYeon dengan emosi yang menguasai tubuh dan pikirannya, membuat Yo Bi terdiam hingga bantingan pintu menyadarkan keduanya, disana mereka melihat Taehyung berjalan kearah mereka dengan tatapan membunuhnya, lalu Taehyung menarik kasar lengan JiYeon tanpa mengatakan sepatah katapun pada JiYeon maupun Yo Bi. Taehyung membawa JiYeon ke Rooftop rumah sakit dan melepaskan pegangannya dengan kasar.

“APA YANG KAU LAKUKAN!” Bentak JiYeon dengan nada naik puluhan oktav sambil mengelus pergelangan tangannya.

“PARK JI YEON! BERHENTILAH!” Perintah Taehyung dengan nada yang tidak kalah kencang dari JiYeon. “Semuanya akan sia-sia. Chanyeol tidak akan pernah mencintaimu. Kenapa kau terus berjalan di jalan yang kau sudah tau akhirnya.  Berhentilah, itu hanya akan menyakitimu saja” Kini suara Taehyung melemah, bahkan terdengar seperti sebuah permohonan disana JiYeon terduduk lemah bahkan JiYeon mulai menangis, lalu dengan perlahan Taehyung datang membungkuk di depan JiYeon dan menarik JiYeon kedalam pelukannya membuat tangis JiYeon terdengar begitu jelas oleh Taehyung “Aku mencintainya. Aku sangat mencintainya Tae” Lirih JiYeon ketika dia berada didalam pelukan Taehyung.

------------------------------
Hari ini Chanyeol kembali melihat Yo Bi meronta menahan rasa sakitnya, tapi kali ini Chanyeol memegang lengan Yo Bi, Chanyeol bahkan tidak peduli lengannya berdarah karna kuku Yo Bi yang mungkin tertancap di kulitnya, karna dengan begitu Chanyeol dapat sedikit merasakan rasa sakit Yo Bi meski hanya 0,0000009 rasa sakit yang Yo Bi miliki, sekarang hidung Yo Bi terpasang selang oksigen, setelah Yo Bi tenang Chanyeol membiarkan Yo Bi beristirahat.

“Tidurlah disini” Pinta Yo Bi sambil menepuk tempat tidurnya ketika dia melihat Chanyeol membaringkan tubuhnya diatas sofa, dengan perlahan Chanyeol naik keatas tempat tidur lalu menarik Yo Bi kedalam pelukannya.

“Tadi JiYeon datang” Seru Yo Bi membuat Chanyeol menatap Yo Bi “Benar kau mendonorkan tulang sumsummu?” Yo Bi bertanya  dengan lirih.

“Aku tidak akan mati jika aku melakukannya” Timpal Chanyeol sambil mengelus rambut Yo Bi.

“Kau tidak harus melakukannya” seru Yo Bi menatap Chanyeol “JiYeon memintaku untuk menjauh darimu” kali ini ucapan Yo Bi membuat lengan Chanyeol berhenti mengelus pipi Yo Bi “Tapi, boleh aku menjadi egois? Sekali saja. Tolong tetap disampingku hingga aku mati, dan setelah itu kau harus janji untuk melupakanku” Pinta Yo Bi membuat Chanyeol menatap Yo Bi dengan tatapan menolak. “Jika kau berjanji melakukannya, aku bersedia menerima pencangkokan tulang sumsum” Sambung Yo Bi sebelum Chanyeol membuka mulutnya.

“Bagaimana bisa aku melupakanmu? Berhentilah bicara seolah-olah kau akan mati, kau pasti akan sem---”

“Berjanjilah” Yo Bi memotong ucapan Chanyeol sambil menaruh jari telunjuknya di bbir Chanyeol sekarang Yo Bi bahkan terdengar seperti sedang memohon pada Chanyeol.

“Baiklah. Aku janji. Karna aku yakin kau akan terus hidup dan menemaniku slamanya. Kau gadis dandelion yang kuat, aku percaya” timpal Chanyeol kembali menarik Yo Bi kedalam pelukannya.

“I Love You” Chanyeol dan Yo Bi mengatakan kalimat itu bersamaan membuat segaris kurva senyum melengkung di bibir mereka, Chanyeol lalu mencium kening Yo Bi.

“Tidurlah, besok kitaka akan melakukan oprasi” Seru Chanyeol lembut lalu menarik Yo Bi kedalam pelukannya.

--------------------------------------

Chanyeol berlari mencari dokter Kwon karna saat dia bangun Chanyeol mendapati Yo Bi tidak bergerak meski sudah dia goyang-goyanggkan tubuhnya.
Malam itu, satu hari sebelum oprasi pencangkokan, saat semuanya baik-baik saja, saat mereka mengucapkan janji, saat Chanyeol yakin semuanya baik-baik saja, saat Chanyeol percaya jika dia akan terus bersama Yo Bi, saat Yo Bi mempunyai alasan untuk hidup, saat Yo Bi merasa bahwa dia masih ingin tetap hidup, saat Yo Bi berharap dia akan terus bersama Chanyeol walau hanya satu hari lagi. Saat itu Chanyeol ingin mengatakan “Semuanya akan baik-baik saja”. Tapi semua sia-sia, harapan tinggal harapan, kepercayaan bahkan terasa tipis seperti udara, dan keyakinan menjadi tidak berguna lagi tatkala tuhan memiliki kehendak lain. Ketika tuhan menulis takdir yang tidak sesuai dengan yang mereka harapkan, ketika Chanyeol tidak bisa membuat takdirnya sendiri.

“Dok, nonna Yo Bi sudah tidak bernyawa” Seorang suster menerangkan ketika Dokter Kwon baru saja berada di depan tubuh Yo Bi.

“Dokter, periksa dulu. Lakukan apapun agar Yo Bi bangun dan sembuh.” Pinta Chanyeol penuh harap, dokter Kwon pun langsung memeriksa tubuh Yo Bi dengan alat yang dia punya, tapi dokter kwon menggelengkan kepalanya menandakan Yo Bi sudah benar-benar tidak bernyawa membuat Chanyeol terjatuh menatap wajah Yo Bi yang tepat ada di atas wajahnya, mata Yo Bi tertutup rapat, kulitnya bahkan lebih pucat dari bisanya.

“21.09.2014. Nonna Yo Bi meninggal karena penyakit Leukimia Basophilic Akut” Jelas Dokter Kwon lirih dan membuat asisten di sampingnya menulis semua kalimat yang keluar dari mulut Dokter Kwon

Bukankah kita akan melakukan oprasi sekarang? Ayo lakukan sekarang, dia pasti sembuh” Kini Chanyeol memohon sambil mengoyang-goyangkan tubuh dokter Kwon, tapi dokter Kwon tidak bisa melakukan apapun selain diam membiarkan tubuhnya dipegang Chanyeol “DOKTER KWON! Aku mohon oprasi kami sekarang” Sambung Chanyeol semakin histeris Taehyung bahkan tidak bisa melepaskan Chanyeol yang terus menarik-narik jas putih dokter Kwon.

“Maaf, tapi kami tidak bisa melakukannya. Nonna Lee Yo Bi sudah meninggal” Sesal Dokter Kwon membuat tubuh Chanyeol merost lemah.

---------------------------------------------------------

Tahun-tahun sudah berlalu, mungkinn ini sudah tahun ke 15 Chanyeol melakukan hal yang sama di tempat yang sama. Ada sedikit yang mungkin akan berubah, jika saja Chanyeol tidak berjanji akan berubah pada gadis yang sangat dia cintai itu.

“Aku akan menikah bulan depan, namanya Kim Ha Neul. Maaf aku tidak bisa melupakanmu, aku sudah menguncimu didalam hatiku, dan kau sudah mengabil kunci itu sehingga tidak mungkin bagiku untuk melupakanmu. Pernikahan ini hanya sebuah simbolis. Maaf karna aku benar-benar tidak bisa melupakanmu meski dokter mencuci memoriku, aku mash tidak bisa melupakanmu” Seru Chanyeol lirih. “Dan ibu….. Apa yang harus aku katakana untuk ibu? Itu terlalu banyak. Aku sangat sangat sangat merindukan ibu. Terimakasih terus memegang erat tanganku, terimakasih telah memperjuangkan nyawamu demi aku seoarang anak yang mungkin belum bisa membuatmu bangga. Maaf atas semua hal yang terkadang membuatmu lelah, maaf jika kau harus menghabiskan do’a malamu untukku seorang anak yang tidak berguna. Maaf membuat air matamu jatuh terlalu banyak hanya untuk menangisiku. Maaf, karna mungkin selamanya aku tidak bisa membalas jasamu, maaf karna dari semua kalimat yang tuhan ciptakan aku hanya bisa mengatakan ‘Maaf dan Terimakasih’. Terimakasih karna ibu mau menjadi ibuku.” Ada jeda beberapa saat sebelum Chanyeol melanjutkan kalimatnya. “Aku akan menjadi pria dandelion untuk kalian. Jadi tenanglah, meski sekarang aku belum bisa mengatakan baik-baik saja, maaf karna aku tidak bisa menjaga kalian. Kita mungkin tidak bisa bahagia selamanya di dunia, tapi aku yakin aku akan bahagia nanti dengan kalian, ibu, Yo Bi. itu keyakinanku yang terakhir. Aku percaya” Seru Chanyeol sambil menatap kedua abu Dara dan Yo Bi yang ada di depannya yang tersimpan rapat dilemari rumah duka.


FIN-

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images