Swift

Crooked (1/?)



Author : J.N
Genre : tentukan sendiri.
Cast : Kwon Ji Yong, Sandara Park, other.
Rate: 17 +



Aku masih duduk disudut ruangan yang hampir sesak oleh puluhan orang yang hampir aku kenali semua, aku masih terus memegang segelas  jus yang enggan aku cicipi meski hanya satu teguk, hingga aku merasa kaget karna merasakan lengan seseorang sudah melingkar di pinggangku dan kepala seseorang bersandar dipundakku.

“Tidak minum?” Tanya Ji Yong masih bersandar dan meligkarkan lengannya.

“Tidak” Jawabku singkat sambil menaruh gelas jus diatas meja.

“Kenapa? Kau sakit?” Ji Yong kekasihku yang sudah beberapa tahun menemaniku kembali bertanya sambil menatapku cemas. Mata itu, aku slalu menyukai mata itu, mata seorang G-Dragon, dan sekarang Ji Yong memegang kedua pipiku, tapi dengan cepat aku menjauhkan lengan Ji Yong dari pipiku, karna aku takut jika aku tidak bisa melepaskan lengannya dari pipiku, aku terlalu menyukai lengan hangat Ji Yong. “Kau kenapa beb?” Ji Yong kembali bertanya dengan heran.

“Aku lelah Ji” Timpalku dengan serius, suasana sangat ramai tapi aku yakin Ji Yong masih bisa mendengar ucapanku.

“Baiklah, ayo aku antar pulang” Timpal Ji Yong bangkit dari kursinya, tapi aku memegang lengan Ji Yong, menahannya untuk tidak menjauh dariku, sekarang aku kembali melihat ekspresi heran dari wajah Ji Yong membuat aku bangkit dari kursiku lalu menatap Ji Yong tajam tanpa melepaskan genggamanku dari jemarinya.

“Aku lelah. Dan aku ingin kita akhiri semuanya” entah sudah berapa lama aku ingin mengatakan kalimat ini karna setiap aku akan mengatakannya aku selalu tertahan oleh tatapannya, karna dengan menatapnya dan berada disisinya membuatku dengan mudah melupakan segalanya, tanpa terkecuali. Tapi sekarang aku sudah benar-benar melewati batas, aku sudah benar-benar lelah hingga mmebuatku ingin meledak.

“Jangan becanda denganku Dara” Timpal Ji Yong membuatnya menegang menahan emosi, aku atau itu, matanya bahkan membulat menatapku tajam.

“Maaf Ji, mari kita akhiri disni” Seruku sambil melepaskan cicncin dari jari manisku dan menaruhnya di telapak tangan Ji Yong, aku mencoba meninggalkan Ji Yong, tapi Ji Yong langsung menarikku kedalam pelukannya.

“Apa yang salah? Kita baik-baik saja” Ji Yong bertanya dengan nada suara yang bergetar.

“Aku yang salah karna tidak cukup kuat untuk terus berada di samping seorang G-DRAGON” Jelasku mencoba menutupi alasan sebenarnya, aku masih menahannya bahkan hingga sekarang.

“Kenapa? Apa kau mendapat terror?” Ji Yong kembali bertanya.

“Tidak, mungkin aku hanya benar-benar lelah” aku kembali menjawab sambil melepaskan pelukannya. “Aku pergi. Nikmati malammu” sambungku lalu pergi meninggalkan Ji Yong.

Aku mengendarai mobilku menuju rumahku karna aku memutuskan untuk tidak kembali ke Dorm, aku bahkan hanya memberi pesan singkat pada CL bahwa aku tidak akan tidur di dorm dan langsung mematikan HP ku, karna aku tau CL pasti akan menanyakan ratusan pertanyaan dan aku harus membuat jutaan alasan untuk menjawab pertanyaan CL.

Aku menekan tombol apartmenku hingga tiba-tiba aku merasakaan seseorang memegang pundakku, aku membalikan tubuhku dan disana aku melihat JiYong sudah berdiri didepanku dengan kecamata hitam yang menghiasi mata coklatnya.

“Untuk apa kau kesini?” Aku bertanya dengan heran, tapi JiYong langsung memasuki rumahku tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan aku bersyukur Thunder sedang tidak ada di rumah.

“Aku masih tidak mengerti kenapa kau ingin mengakhiri ini” Gerut JiYong sambil melepaskan kecamata hitamnya.

“Hanya…….. akhiri saja” Aku menjawab dengan nada tidak yakin tanpa menatap JiYong.

“Kau menyembunyikan sesuatu dariku Dara” Timpal JiYong sambil mengangkat daguku membuatku dapat melihat jelas matanya.

“Aku lelah Ji. Pulanglah” Aku masih enggan mengungkapkan alasanku, dan aku mendengar JiYong menarik nafasnya dengan kasar dan beberapa detik kemudaian JiYong menarikku kedalam pelukannya lalu mencium bibirku dengan ‘sedikit’ kasar, aku menahan dada JiYong mencoba memberi jarak tapi percuma JiYong semakin menarikku kedalam pelukannya membuatku melemah, dan entah bagaimana aku sudah melingkarkan lenganku di lehernya, dan dengan perlahan ciuman JiYong menjadi lembut seperti biasanya.

“Pulanglah. Kita bicara lagi besok” Seruku melepaskan ciuman kami tapi JiYong masih melingkarkan lengannya di pinggangku.

“Kau tau. Aku bukan orang yang mudah menyerah. Kau harus memberiku alasan agar aku bisa menerima keputusanmu” Kini JiYong mencoba memperingatkanku sebelum dia pergi meninggalkan rumahku. Aku melangkahkan kakiku dengan lemah kedalam kamar mandi, memasukan tubuhnku kedalam bathtub, membiarkan kemeja putihku basah oleh aliran air yang mulai memenuhi bathtub, untuk waktu yang lama aku masih diam, meyakinkan diriku jika apa yang aku lakukana adalah yang terbaik, aku kembali mengingat hubunganku dengan JiYong, JiYong adalah laki-laki yang baik, mungkin dia laki-laki terbaik yang pernah aku temui, tapi aku tau manusia tidak sempurna bukan? Dan manusia tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka miliki. Satu kesalahan JiYong yang membuatku benar-benar merasa lelah, aku tidak peduli jika dia bukan seorang G-DRAGON  penulis genius atau seorang G-Dragon leader dari group papan atas seperti Bigbang, tapi aku tidak bisa menerima jika JiYong adalah seorang penghianat.

“Aku lelah. Ya, aku benar-benar lelah sekarang” Gumamku dengan nada suara yang hampir tidak terdengar oleh diriku sebelum aku menenggelamkan seluruh tubuhku kedalam genangan air di dalam bathtub putih itu.

------------------------
-------------------------
Kulangkahkan kakiku menuju studio rekaman, aku juga tidak tau kenapa CL menyuruhku datang ke studio, aku membuka pintu studio dan disana aku sudah melihat CL, BOM, CL, Taeyang dan GD. Aku memalingkan wajahku ketika pandanganku bertemu dengan JiYong.

“Kenapa?” Aku bertanya pada Bom.

“Entahlah” Kini Bom mengangkat bahunya sambil memakan jagung.

“Baikalah, kalian boleh pergi sekarang” Kini JiYong mengeluarkan suaranya membuat hampir seisi ruangan menatapnya dengan heran.

“Kita bahkan belum berbicara apapun oppa” Timpal Minzy tidak percaya.

“Oke, ayo kita pergi” Seruku membuat semua penghuni menatapku. “Kenapa? Bukankah JiYong menyuruh kita pergi?” Aku bertanya dengan heran karna mereka menatapku dengan tatapan aneh.

“Kalian boleh pergi. Tapi tidak dengamu Dara” Seru JiYong masih terus menatapku dan tanpa hitungan detik sekarang diruangan hanya ada aku dan JiYong. Untuk waktu yang lama kami saling memandang, tidak ada yang ingin memulai, termasuk aku. “Katakan padaku kenapa?” JiYong bertanya membuatku mengerti, pembicaraan semalam belum selesai, aku yakin JiYong sedang menanyakannya.

“Bukankah aku sudah bilang jika aku Le---”

“Lelah magsudmu? Jangan konyol  Dara, kita sudah melewati hubungan ini selama 3 tahun, dan kau baru mengatakan jika aku lelah sekarang? Menurutmu aku percaya?” JiYong kembali memberiku beberapa pertanyaan yang membuatku harus memutar otak untuk menjawabnya.

“Aku sudah tidak bisa berikfir JiYong. Jadi menurutku ini cukup untuk membuat kita berhenti disini” Timpalku sambil menaruh beberapa lembar foto yang menunjukan JiYong sedang bersama Kiko dengan beberapa pose, mulai dari berpelukan hingga berciuman.

“Kau--” Kalimat JiYong terhenti ketika dia memegang lembaran foto yang ada di tangannya.

“Aku tidak memata-mataimu Ji, itu terjadi begitu saja ketika aku tidak sengaja melihatnya…… dan mengabadikannya dengan HP ku” Timpalku membuat tatapan JiYong semakin tajam. “Jadi…. Apa yang membuatmu melakukan itu dibelakangku?” Dengan keberanian yang tersisia aku menanayakan pertanyaan bodoh itu.

“Kau terlalu dingin” Seru JiYong dengan nada sura dingin yang belum pernah aku dengar, tatapannya lurus menusuk mataku membautku hampir mengeluarkan air mata. “Kau tidak bisa bergaul dengan mudah seperti Kiko, jika kita pergi ke Club, kau selalu mengajak CL, kau tidak pernah marah padaku, kau hanya langusng mengambil keputusan akhir. Seperti sekarang.” Ada jeda beberapa saat sebelum JiYong melanjutkan kalimatnya “Aku akui, aku berpacaran dengan Kiko dibelakangmu, dan itu---”

“Itu salahku, aku akui itu. Kau tau kenapa aku selalu mengajak CL? Itu karena aku tidak mau kau dalam masalah, kenapa aku tidak bisa terlalu mudah bergaul dengan teman-temanmu? Itu karena aku tidak bisa, aku merasa berbeda jika aku berada di tengah-tengah temanmu. Bukan kah kau juga tau jika aku tidak mudah bergaul? Harusnya--”

“Tapi kau berteman dengan mudah dan lama dengan Donghae, Jung Ill Woo, kenapa kau tidak bisa berbaur dengan temanku?” JiYong kembali bertanya, aku tau dia sedang mencoba mengontrol emosinya, matanya terlihat jelas.

“Kau tidak perlu membawa Donghae  dan Ill Woo kedalam masalah kita” Gerutku dengan tidak terima.

“Kenapa? Kau juga membawa Kiko”

“Karna Kiko memang ada dalam masalah kita”……  “Sudahlah Ji, aku benar-benar lelah. Semoga kau bahagia dengan Kiko” Timpalku sambil bangkit  dari kursiku, tapi JiYong kembali menarik lenganu membuat langkahku terhenti.

“Dara, kau tau aku bukah orang yang akan berhenti meski kau memerintahku. Aku tidak mau kita berakhir.”

“Dan menurutmu aku masih mau bersamamu ketika aku masih bersama Kiko? Janagan gila Ji. Aku mencintaimu, tapi aku pikir cinta satu sisi saja tidak bisa membuat kita bertahan”

“Apa yang cinta satu sisi? Aku juga mencintaimu Dara”

“Jika kau mencintaiku, kau tidak mungkin bersama Kiko ketika kita masih bersama”

“Itu karena---”

“Itu karena aku yang salah. Jadi itu sudah cukup. Kita berakhir Ji”

“Sandara Park!!”

‘klek’ Suara Ji Yong meninggi beberapa oktaf disususl dengan pintu studio yang terbuka, disana aku sudah melihat Teddy oppa berdiri dengan sedikit tidak nyaman.

“Apa aku mengganggu kalian?” Tanya Teddy oppa kaku masih memegang knop pintu.

“Tidak oppa, aku akan pergi sekarang” Timpalku sambil melepaskan lengan Ji Yong dan berjalan meninggalkan ruangan.

Dara vop end.


“Kenapa dengan kalian?” Tanya Teddy ketika Ji Yong juga mencoba meninggalkan ruangan.

“Tidak hyung. Bukan apa-apa” Elak Ji Yong sambil memeggang knop pintu.

“Dara sudah tau?” Tanya Teddy sambil memegang lembaran foto yang tergeletak diatas sofa membuat Ji Yong membalikan tubuhnnya menghadap Teddy dan mengurungkan niatnya meninggalkan ruangan.

“Yah. Dan dia ingin mengakhirinya” Seru Ji Yong sambil membanting tubuhnya keatas sofa.

“Lalu? Bukankah itu berarti kau bisa focus pada Kiko” kini suara Teddy bahkan terdengar seperti sindiran untuk Ji Yong, karna Teddy sebenarnya sudah menentang hubungan Ji Yong dengan Kiko.

“Aku harap seperti itu. Tapi aku salah, aku benar-benar tidak bisa meninggalkan Dara” sesal Ji Yong sambil menenggelamkan wajahnya diatas kedua telapak tangannya.

“Kau harus tau, Dara benar-benar mencintaimu, dia berlatih sangat keras berharap kau tidak malu mempunyai kekasih seperti seorang Sandara Park, aku bahkan hampir lupa berapa ratus kali Dara menangis karna kesal dengan suaranya yang terkadang orang-orang anggap tidak bagus” Seru Teddy membuat Ji Yong menatap Teddy tajam.

“Kenapa dia berfikir seperti itu? Aku tidak pernah malu memilikinya.”Gerut Ji Yong.

“Itu karna Dara terlalu memikirkanmu. Mungkin dia meninggalkanmu karna dia terlalu mencintaimu. Mungkin dia fikir kau sangat mencintai Kiko” Kini nada suara Teddy kembali seperti nada menyindir sambil menaruh kasar foto-foto yang dia pegang keatas meja yang ada didepannya.

------------------------------------------------------
------------------------------------------
Dara melangkahka kakinya dengan lemas ketika dia menuju kantin YG, disana dia sudah melihat semua member Bigbang + 2NE1 tengah menyantap makanan, dan dengan sigap Dara langsung memasang ekspresi dengan modus normal lalu duduk disamping Seungri.

“Kenapa kau dengan Ji Yong?  Sesuatu terjadi pada kalian?” Tanya Bom tepat sasaran membuat Dara memasang senyum tipis sambil menarik nafas dengan kasar.

“Kami sudah berakhir” Jawab Dara sambil mengambil yogurt yang ada didepannya yang entah milik siapa, lalu Dara memakannya untuk menutupi kegugupannya.

“Nuna” Seru Seungri sambil memegang lengan Dara, membuat Dara menatapnya, menunggu Seungri mengeluarkan kalimat.

“Aku pergi dulu” Seru Taeyang memecahkan kesunyian.

“Aku juga” Susul TOP yang langsung menyusul Taeyang.

“Kenapa bisa? Kalian sudah berjalan selama 3 Tahun?” Tanya Daesung tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.

“Entahlah, semua terjadi begitu saja” Kini Dara tidak mempunyai alasan apapun untuk menjawab pertanyaan teman-temannya.

“Jangan konyol eoni. Aku tau, semua hal pasti mempunyai alasan” Seru Minzy menatap Dara dengan tajam.

“Yah, semua hal memiliki alasan, tapi tidak semua alasan dapat kita ungkapkan” Seru Dara sambil memasukan Yogurt kedalam mulutnya, membuat semua yang ada dimeja diam, mereka tau mereka tidak punya hak untuk memasuki kehidupan orang lain, mereka ingin tau alasannya tapi mereka tau, mereka tidak bisa memaksa Dara untuk mengatakan semuanya.

================
Taeyang dan TOP sekarang sudah berada bersama Ji Yong di Rooftop YG Building, dan ini akan menjadi pembicaraan serius yang akan mereka lakukan. Ji Yong tengah duduk di single sofa sambil memegang segelas jus, sedangkan TOP dan Taeyang duduk  di sofa lainnya sambil menyilangkan kaki.

“Apa Dara sudah tau semuanya?” Tanya TOP dengan wajah serius memecahkan keheningan yang sudah lama berada diantara mereka.

“Hmm. Dia ingin mengakhiri semuanya. Tapi aku tidak mau” Sesal Ji Yong sambil menggoyang-goyangkan gelas yang ada di lengannya.

“Bagus. Kau memang bodoh. Bukannkah aku sudah mengingatkanmu untuk tidak bermain-main dengan hati orang lain” Gerut TOP masih menatap Ji Yong dengan tajam.

“Yah. Tapi Dara terlalu dingin, dia selalu mengajak CL ketika aku mengajaknya keluar. Kalian pikir aku nyaman?. Tapi aku benar-benar tidak bisa melepaskannya begitu saja” Ji Yong mencoba membela diri meski Ji Yong tau itu tidak akan berhasil.

“Itu karena Dara tidak ingin kau dalam masalah.  Apa kau tau berapa ratus kali dia menangis didepanku ketika dia berbicara tentang hubungan kalian? Berapa ribu kali Dara mengatakan jika dia ingin putus denganmu ketika Dara melihat ratusan artikel tentangmu dan wanita lain? Dan berapa juta kali aku harus berbohong padanya agar dia masih mau bertahan denganmu.” Seru Taeyang membuat aktifitas Ji Yong terhenti dan menatap Taeyang intens “Dia tidak sedingin yang kau kira. Bagaimanapun Dara adalah wanita. Dia punya hati Ji. Dia mencoba kuat didepanmu karna dia tidak ingin membuatmu cemas. Dia tidak mengeluh padamu karna dia pikir dia lebihh dewasa darimu sehingga Dara pikir dia bisa mengatasai semua masalahnya sendiri, meskipun aku tau itu salah, itu tidak akan berhasil karna Dara juga manusia bisa. Aku rasa dia benar-benar lelah sekarang Ji” Final, kalimat Taeyang beanr-benar membuat Ji Yong shock, Ji Yong tidak pernah berfikir sejauh itu. Ji Yong hanya berfikir Dara terlalu cuek padanya, tapi Ji Yong salah, Dara terlalu mengkhawatirkannya.

“Jadi” ada jeda bebrapa saat sebelum Ji Yong melanjutkan kalimatnya “Menurut kalian aku harus melepaskan Dara begitu saja?” Tany Ji Yong sambil menatap TOP dan Taeyang satu persatu.

“Kau yang memilih cerita seperti ini. Kami berdua sudah mengingatkanmu untuk…” Seru TOP membuat Ji Yong melemah.

“Apa sekarang aku terlihat bodoh?” Kini suara Dara menghiasi percakapan mereka membuat JiYong, Taeyang dan TOP bangkit dari kursinya. “Kalian tau hubungan Kiko dan Ji Yong, dan tidak ada satu dari kalian yang mengatakannya padaku?” Sambung Dara membuat Taeyang berjalan mendekati Dara dengan perasaan bersalah “Tidak apa-apa. Sungguh….” Kini bola mata dara berkaca-kaca membuat langkah kaki Taeyang terhenti sebelum dia berada didepan Dara.

“Nunna. Maaf, kami tidak bermagsud untuk---” Kalimat Taeyang terhenti ketika dia baru saja memegang lengan Dara dan Dara langsung melepaskannya.

“Tidak apa-apa YoungBae. Sungguh…” …. “Aku harap kau menikmati permainanmu Ji” Seru Dara sambil menatap Ji Yong yang tengah menatapnya dengan sesal. Dara kemudiam membalikan tubuhnya dan dengan perlahan berjalan meninggalkan mereka yang tengah tediam dengan penyesalan yang menyelimuti pikiran mereka.

“KAU TIDAK AKAN MENGEJARNYA?” Bentak TOP ketika dia melihat Ji Yong hanya diam menyaksikan kepergian Dara, dan membuat TOP sedikit kesal dengan diamnnya Ji Yong.

“Aku tidak tau Hyung” Seru Ji Yong sambil menatap lantai dengan tatapan kosong.

“Aku kecewa padamu, dan marah pada diriku sendiri, kenapa aku bisa membuatmu melakukan hal konyol ini” Timpal TOP menahan emosinya lalu pergi meninggalkan Ji Yong dan Taeyang.

“Kau tidak bisa memiliki keduanya Ji” Seru Taeyang sebelum dia pergi menyusul TOP.

Tubuh Ji Yong merosot membuatnya kembali duduk diatas sofa dengan lemas, ini benar jauh dari yang Ji Yong harapkan, Ji Yong pikir ketika Dara mengetahuinya membuat dia mudah meninggalkan Dara, tapi ternyata salah, Ji Yong benar-benar mencintai Dara.
Sekarang Ji Yong berlari mengejar Dara yang tengah berjalan di anak tangga, Ji Yong langsung menarik lengan Dara dan mendorong tubuh Dara ke dinding.

“Dara, maaf” Hanya itu yang bisa Ji Yong ucapkan pada gadis yang dia cintai di depannya.

“Apa kau menikmatinya? Apa kau menertawakanku ketika  kau bisa membodohiku” Dara bertanya dengan cairan bening yang mulai keluar dari bola matanya “Ah, kau tidak salah, tapi aku yang terlalu bodoh bukan?. Lagipula tidak ada yang salah dengan mencintai Kiko, bukankah dia benar-benar gadis yang selalu kau inginkan? Aku mengerti Ji, sungguh” Sambung Dara dengan isak tangis yang mulai terdengar, tapi Ji Yong hanya bisa menatapnya, Ji Yong merasa sangat bersalah karna telah membuat gadis yang dia cintai menangis.

“Dara, tidak seperti itu. Aku sungguh sangat mencintaimu. Aku sungguh tidak ingin mengakhiri hubungan kita. Aku benar-benar mencintaimu” Timpal Ji Yong sambil menggenggam lengan Dara.

“Kalau begitu, tinggalkan Kiko” Seru Dara membuat Ji Yong menatap Dara kaget. Ini adalah titik permasalahannya, Ji Yong mencintai Dara dan Kiko, Ji Yong bahkan tidak mengerti kenapa bisa seperti itu, Ji Yong hanya merasa jika dia tidak bisa meninggalkan salah satu dianatara dua gadis yang dia cintai itu. “Aku tau Ji. Kau tidak bisa meninggalkannya, dan itu kenapa aku memilih untuk mundur. Kau tidak bisa memilih, atau mungkin kau tidak benar-benar mencintaiku” Sambung Dara memecahkan kesunyian karna Ji Yong hanya diam.

“Dara aku benar-benar mencintaimu. Sungguh aku….”

“Plak” sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Ji Yong membuat Ji Yong memegang pipinya, itu bukan tamparan dari Dara, ada orang lain disana.

“Simpan kalimat manismu itu untuk gadis Jepangmu” Seru Bom menatap Ji Yong dengan tatapan tajam “Aku tidak percaya kau tidak bisa menjawab pertanyaan dari Dara. Kau membuat pilihan baik Dara” Sambung Bom lalu menarik lengan Dara, dan membawa Dara menjauh dari Ji Yong. Bom terus menarik Dara hingga sekarang mereka berada di dalam kamar Dara.

“Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?” Bom bertanya sambil melipat tangannya di dada sedangkan Dara duduk diatas tempat tidur dengan tatapan kosong.

“Bom, bisa kita lupakan ini? Aku benar-benar lelah Bom” Seru Dara dengan nada suara teramat lemah membaut Bom menatap Dara denga nanar.

“Dara, kau baik-baik saja?” Sekarang Bom bertanya dengan lembut sambil mengelus rambut Dara.

“Sekarang tidak. Tapi akan baik-baik saja, percaya padaku” Jawab Dara sambil menggenggam lengan Bom “Lupakan semua yang terjadi sekarang, bisa kau melakukannya Bom?” Kini Dara kembali bertanya pada sahabat yang ada di depannya.

“Bagaimana bisa seperti itu, ah harusnya kau ….”

“Aku mohon. Ini akan menjadi masalah besar jika kita menjauhi Ji Yong karna masalah ini. Kita keluarga Bom. Dan seharusnya aku tidak mencintai dia” pinta Dara dengan nada sura yang semakin melemah, membuat Bom tidak bisa melakukan papaun kecuali menyetujui keinginan Dara.

“Aku akan melakukannya, meski aku ingin sekali menamparnya lagi. Ini untukmu santokki” Jawab Bom sambil memeluk tubuh keclil Dara.

“Terimakasih Bom” Timpal Dara membalas pelukan Bom.



TBC

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images