Fanfiction
Series
Crooked (1/?)
Author : J.N
Genre : tentukan sendiri.
Cast : Kwon Ji Yong, Sandara Park, other.
Rate: 17 +
Aku
masih duduk disudut ruangan yang hampir sesak oleh puluhan orang yang hampir
aku kenali semua, aku masih terus memegang segelas jus yang enggan aku cicipi meski hanya satu
teguk, hingga aku merasa kaget karna merasakan lengan seseorang sudah melingkar
di pinggangku dan kepala seseorang bersandar dipundakku.
“Tidak
minum?” Tanya Ji Yong masih bersandar dan meligkarkan lengannya.
“Tidak”
Jawabku singkat sambil menaruh gelas jus diatas meja.
“Kenapa?
Kau sakit?” Ji Yong kekasihku yang sudah beberapa tahun menemaniku kembali
bertanya sambil menatapku cemas. Mata itu, aku slalu menyukai mata itu, mata
seorang G-Dragon, dan sekarang Ji Yong memegang kedua pipiku, tapi dengan cepat
aku menjauhkan lengan Ji Yong dari pipiku, karna aku takut jika aku tidak bisa
melepaskan lengannya dari pipiku, aku terlalu menyukai lengan hangat Ji Yong.
“Kau kenapa beb?” Ji Yong kembali bertanya dengan heran.
“Aku
lelah Ji” Timpalku dengan serius, suasana sangat ramai tapi aku yakin Ji Yong
masih bisa mendengar ucapanku.
“Baiklah,
ayo aku antar pulang” Timpal Ji Yong bangkit dari kursinya, tapi aku memegang
lengan Ji Yong, menahannya untuk tidak menjauh dariku, sekarang aku kembali
melihat ekspresi heran dari wajah Ji Yong membuat aku bangkit dari kursiku lalu
menatap Ji Yong tajam tanpa melepaskan genggamanku dari jemarinya.
“Aku
lelah. Dan aku ingin kita akhiri semuanya” entah sudah berapa lama aku ingin
mengatakan kalimat ini karna setiap aku akan mengatakannya aku selalu tertahan
oleh tatapannya, karna dengan menatapnya dan berada disisinya membuatku dengan
mudah melupakan segalanya, tanpa terkecuali. Tapi sekarang aku sudah benar-benar
melewati batas, aku sudah benar-benar lelah hingga mmebuatku ingin meledak.
“Jangan
becanda denganku Dara” Timpal Ji Yong membuatnya menegang menahan emosi, aku
atau itu, matanya bahkan membulat menatapku tajam.
“Maaf
Ji, mari kita akhiri disni” Seruku sambil melepaskan cicncin dari jari manisku
dan menaruhnya di telapak tangan Ji Yong, aku mencoba meninggalkan Ji Yong,
tapi Ji Yong langsung menarikku kedalam pelukannya.
“Apa
yang salah? Kita baik-baik saja” Ji Yong bertanya dengan nada suara yang
bergetar.
“Aku
yang salah karna tidak cukup kuat untuk terus berada di samping seorang
G-DRAGON” Jelasku mencoba menutupi alasan sebenarnya, aku masih menahannya
bahkan hingga sekarang.
“Kenapa?
Apa kau mendapat terror?” Ji Yong kembali bertanya.
“Tidak,
mungkin aku hanya benar-benar lelah” aku kembali menjawab sambil melepaskan
pelukannya. “Aku pergi. Nikmati malammu” sambungku lalu pergi meninggalkan Ji
Yong.
Aku
mengendarai mobilku menuju rumahku karna aku memutuskan untuk tidak kembali ke
Dorm, aku bahkan hanya memberi pesan singkat pada CL bahwa aku tidak akan tidur
di dorm dan langsung mematikan HP ku, karna aku tau CL pasti akan menanyakan
ratusan pertanyaan dan aku harus membuat jutaan alasan untuk menjawab
pertanyaan CL.
Aku
menekan tombol apartmenku hingga tiba-tiba aku merasakaan seseorang memegang
pundakku, aku membalikan tubuhku dan disana aku melihat JiYong sudah berdiri
didepanku dengan kecamata hitam yang menghiasi mata coklatnya.
“Untuk
apa kau kesini?” Aku bertanya dengan heran, tapi JiYong langsung memasuki rumahku
tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan aku bersyukur Thunder sedang tidak ada
di rumah.
“Aku
masih tidak mengerti kenapa kau ingin mengakhiri ini” Gerut JiYong sambil
melepaskan kecamata hitamnya.
“Hanya……..
akhiri saja” Aku menjawab dengan nada tidak yakin tanpa menatap JiYong.
“Kau
menyembunyikan sesuatu dariku Dara” Timpal JiYong sambil mengangkat daguku
membuatku dapat melihat jelas matanya.
“Aku
lelah Ji. Pulanglah” Aku masih enggan mengungkapkan alasanku, dan aku mendengar
JiYong menarik nafasnya dengan kasar dan beberapa detik kemudaian JiYong
menarikku kedalam pelukannya lalu mencium bibirku dengan ‘sedikit’ kasar, aku
menahan dada JiYong mencoba memberi jarak tapi percuma JiYong semakin menarikku
kedalam pelukannya membuatku melemah, dan entah bagaimana aku sudah
melingkarkan lenganku di lehernya, dan dengan perlahan ciuman JiYong menjadi
lembut seperti biasanya.
“Pulanglah.
Kita bicara lagi besok” Seruku melepaskan ciuman kami tapi JiYong masih
melingkarkan lengannya di pinggangku.
“Kau
tau. Aku bukan orang yang mudah menyerah. Kau harus memberiku alasan agar aku
bisa menerima keputusanmu” Kini JiYong mencoba memperingatkanku sebelum dia
pergi meninggalkan rumahku. Aku melangkahkan kakiku dengan lemah kedalam kamar
mandi, memasukan tubuhnku kedalam bathtub, membiarkan kemeja putihku basah oleh
aliran air yang mulai memenuhi bathtub, untuk waktu yang lama aku masih diam,
meyakinkan diriku jika apa yang aku lakukana adalah yang terbaik, aku kembali
mengingat hubunganku dengan JiYong, JiYong adalah laki-laki yang baik, mungkin
dia laki-laki terbaik yang pernah aku temui, tapi aku tau manusia tidak
sempurna bukan? Dan manusia tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka
miliki. Satu kesalahan JiYong yang membuatku benar-benar merasa lelah, aku tidak
peduli jika dia bukan seorang G-DRAGON penulis genius atau seorang G-Dragon leader
dari group papan atas seperti Bigbang, tapi aku tidak bisa menerima jika JiYong
adalah seorang penghianat.
“Aku
lelah. Ya, aku benar-benar lelah sekarang” Gumamku dengan nada suara yang
hampir tidak terdengar oleh diriku sebelum aku menenggelamkan seluruh tubuhku
kedalam genangan air di dalam bathtub putih itu.
------------------------
-------------------------
Kulangkahkan
kakiku menuju studio rekaman, aku juga tidak tau kenapa CL menyuruhku datang ke
studio, aku membuka pintu studio dan disana aku sudah melihat CL, BOM, CL,
Taeyang dan GD. Aku memalingkan wajahku ketika pandanganku bertemu dengan
JiYong.
“Kenapa?”
Aku bertanya pada Bom.
“Entahlah”
Kini Bom mengangkat bahunya sambil memakan jagung.
“Baikalah,
kalian boleh pergi sekarang” Kini JiYong mengeluarkan suaranya membuat hampir
seisi ruangan menatapnya dengan heran.
“Kita
bahkan belum berbicara apapun oppa” Timpal Minzy tidak percaya.
“Oke,
ayo kita pergi” Seruku membuat semua penghuni menatapku. “Kenapa? Bukankah
JiYong menyuruh kita pergi?” Aku bertanya dengan heran karna mereka menatapku
dengan tatapan aneh.
“Kalian
boleh pergi. Tapi tidak dengamu Dara” Seru JiYong masih terus menatapku dan
tanpa hitungan detik sekarang diruangan hanya ada aku dan JiYong. Untuk waktu
yang lama kami saling memandang, tidak ada yang ingin memulai, termasuk aku.
“Katakan padaku kenapa?” JiYong bertanya membuatku mengerti, pembicaraan
semalam belum selesai, aku yakin JiYong sedang menanyakannya.
“Bukankah
aku sudah bilang jika aku Le---”
“Lelah
magsudmu? Jangan konyol Dara, kita sudah
melewati hubungan ini selama 3 tahun, dan kau baru mengatakan jika aku lelah
sekarang? Menurutmu aku percaya?” JiYong kembali memberiku beberapa pertanyaan
yang membuatku harus memutar otak untuk menjawabnya.
“Aku
sudah tidak bisa berikfir JiYong. Jadi menurutku ini cukup untuk membuat kita
berhenti disini” Timpalku sambil menaruh beberapa lembar foto yang menunjukan
JiYong sedang bersama Kiko dengan beberapa pose, mulai dari berpelukan hingga
berciuman.
“Kau--”
Kalimat JiYong terhenti ketika dia memegang lembaran foto yang ada di
tangannya.
“Aku
tidak memata-mataimu Ji, itu terjadi begitu saja ketika aku tidak sengaja
melihatnya…… dan mengabadikannya dengan HP ku” Timpalku membuat tatapan JiYong
semakin tajam. “Jadi…. Apa yang membuatmu melakukan itu dibelakangku?” Dengan
keberanian yang tersisia aku menanayakan pertanyaan bodoh itu.
“Kau
terlalu dingin” Seru JiYong dengan nada sura dingin yang belum pernah aku
dengar, tatapannya lurus menusuk mataku membautku hampir mengeluarkan air mata.
“Kau tidak bisa bergaul dengan mudah seperti Kiko, jika kita pergi ke Club, kau
selalu mengajak CL, kau tidak pernah marah padaku, kau hanya langusng mengambil
keputusan akhir. Seperti sekarang.” Ada jeda beberapa saat sebelum JiYong
melanjutkan kalimatnya “Aku akui, aku berpacaran dengan Kiko dibelakangmu, dan
itu---”
“Itu
salahku, aku akui itu. Kau tau kenapa aku selalu mengajak CL? Itu karena aku tidak
mau kau dalam masalah, kenapa aku tidak bisa terlalu mudah bergaul dengan
teman-temanmu? Itu karena aku tidak bisa, aku merasa berbeda jika aku berada di
tengah-tengah temanmu. Bukan kah kau juga tau jika aku tidak mudah bergaul?
Harusnya--”
“Tapi
kau berteman dengan mudah dan lama dengan Donghae, Jung Ill Woo, kenapa kau
tidak bisa berbaur dengan temanku?” JiYong kembali bertanya, aku tau dia sedang
mencoba mengontrol emosinya, matanya terlihat jelas.
“Kau
tidak perlu membawa Donghae dan Ill Woo kedalam
masalah kita” Gerutku dengan tidak terima.
“Kenapa?
Kau juga membawa Kiko”
“Karna
Kiko memang ada dalam masalah kita”…… “Sudahlah Ji, aku benar-benar lelah. Semoga
kau bahagia dengan Kiko” Timpalku sambil bangkit dari kursiku, tapi JiYong kembali menarik
lenganu membuat langkahku terhenti.
“Dara,
kau tau aku bukah orang yang akan berhenti meski kau memerintahku. Aku tidak
mau kita berakhir.”
“Dan
menurutmu aku masih mau bersamamu ketika aku masih bersama Kiko? Janagan gila
Ji. Aku mencintaimu, tapi aku pikir cinta satu sisi saja tidak bisa membuat
kita bertahan”
“Apa
yang cinta satu sisi? Aku juga mencintaimu Dara”
“Jika
kau mencintaiku, kau tidak mungkin bersama Kiko ketika kita masih bersama”
“Itu
karena---”
“Itu
karena aku yang salah. Jadi itu sudah cukup. Kita berakhir Ji”
“Sandara
Park!!”
‘klek’
Suara Ji Yong meninggi beberapa oktaf disususl dengan pintu studio yang
terbuka, disana aku sudah melihat Teddy oppa berdiri dengan sedikit tidak
nyaman.
“Apa
aku mengganggu kalian?” Tanya Teddy oppa kaku masih memegang knop pintu.
“Tidak
oppa, aku akan pergi sekarang” Timpalku sambil melepaskan lengan Ji Yong dan
berjalan meninggalkan ruangan.
Dara
vop end.
“Kenapa
dengan kalian?” Tanya Teddy ketika Ji Yong juga mencoba meninggalkan ruangan.
“Tidak
hyung. Bukan apa-apa” Elak Ji Yong sambil memeggang knop pintu.
“Dara
sudah tau?” Tanya Teddy sambil memegang lembaran foto yang tergeletak diatas
sofa membuat Ji Yong membalikan tubuhnnya menghadap Teddy dan mengurungkan
niatnya meninggalkan ruangan.
“Yah.
Dan dia ingin mengakhirinya” Seru Ji Yong sambil membanting tubuhnya keatas
sofa.
“Lalu?
Bukankah itu berarti kau bisa focus pada Kiko” kini suara Teddy bahkan
terdengar seperti sindiran untuk Ji Yong, karna Teddy sebenarnya sudah
menentang hubungan Ji Yong dengan Kiko.
“Aku
harap seperti itu. Tapi aku salah, aku benar-benar tidak bisa meninggalkan
Dara” sesal Ji Yong sambil menenggelamkan wajahnya diatas kedua telapak
tangannya.
“Kau
harus tau, Dara benar-benar mencintaimu, dia berlatih sangat keras berharap kau
tidak malu mempunyai kekasih seperti seorang Sandara Park, aku bahkan hampir
lupa berapa ratus kali Dara menangis karna kesal dengan suaranya yang terkadang
orang-orang anggap tidak bagus” Seru Teddy membuat Ji Yong menatap Teddy tajam.
“Kenapa
dia berfikir seperti itu? Aku tidak pernah malu memilikinya.”Gerut Ji Yong.
“Itu
karna Dara terlalu memikirkanmu. Mungkin dia meninggalkanmu karna dia terlalu
mencintaimu. Mungkin dia fikir kau sangat mencintai Kiko” Kini nada suara Teddy
kembali seperti nada menyindir sambil menaruh kasar foto-foto yang dia pegang
keatas meja yang ada didepannya.
------------------------------------------------------
------------------------------------------
Dara
melangkahka kakinya dengan lemas ketika dia menuju kantin YG, disana dia sudah
melihat semua member Bigbang + 2NE1 tengah menyantap makanan, dan dengan sigap
Dara langsung memasang ekspresi dengan modus normal lalu duduk disamping
Seungri.
“Kenapa
kau dengan Ji Yong? Sesuatu terjadi pada
kalian?” Tanya Bom tepat sasaran membuat Dara memasang senyum tipis sambil
menarik nafas dengan kasar.
“Kami
sudah berakhir” Jawab Dara sambil mengambil yogurt yang ada didepannya yang
entah milik siapa, lalu Dara memakannya untuk menutupi kegugupannya.
“Nuna”
Seru Seungri sambil memegang lengan Dara, membuat Dara menatapnya, menunggu
Seungri mengeluarkan kalimat.
“Aku
pergi dulu” Seru Taeyang memecahkan kesunyian.
“Aku
juga” Susul TOP yang langsung menyusul Taeyang.
“Kenapa
bisa? Kalian sudah berjalan selama 3 Tahun?” Tanya Daesung tidak percaya dengan
apa yang barusan dia dengar.
“Entahlah,
semua terjadi begitu saja” Kini Dara tidak mempunyai alasan apapun untuk
menjawab pertanyaan teman-temannya.
“Jangan
konyol eoni. Aku tau, semua hal pasti mempunyai alasan” Seru Minzy menatap Dara
dengan tajam.
“Yah,
semua hal memiliki alasan, tapi tidak semua alasan dapat kita ungkapkan” Seru
Dara sambil memasukan Yogurt kedalam mulutnya, membuat semua yang ada dimeja
diam, mereka tau mereka tidak punya hak untuk memasuki kehidupan orang lain,
mereka ingin tau alasannya tapi mereka tau, mereka tidak bisa memaksa Dara
untuk mengatakan semuanya.
================
Taeyang
dan TOP sekarang sudah berada bersama Ji Yong di Rooftop YG Building, dan ini
akan menjadi pembicaraan serius yang akan mereka lakukan. Ji Yong tengah duduk
di single sofa sambil memegang segelas jus, sedangkan TOP dan Taeyang
duduk di sofa lainnya sambil
menyilangkan kaki.
“Apa
Dara sudah tau semuanya?” Tanya TOP dengan wajah serius memecahkan keheningan
yang sudah lama berada diantara mereka.
“Hmm.
Dia ingin mengakhiri semuanya. Tapi aku tidak mau” Sesal Ji Yong sambil
menggoyang-goyangkan gelas yang ada di lengannya.
“Bagus.
Kau memang bodoh. Bukannkah aku sudah mengingatkanmu untuk tidak bermain-main
dengan hati orang lain” Gerut TOP masih menatap Ji Yong dengan tajam.
“Yah.
Tapi Dara terlalu dingin, dia selalu mengajak CL ketika aku mengajaknya keluar.
Kalian pikir aku nyaman?. Tapi aku benar-benar tidak bisa melepaskannya begitu
saja” Ji Yong mencoba membela diri meski Ji Yong tau itu tidak akan berhasil.
“Itu
karena Dara tidak ingin kau dalam masalah.
Apa kau tau berapa ratus kali dia menangis didepanku ketika dia
berbicara tentang hubungan kalian? Berapa ribu kali Dara mengatakan jika dia
ingin putus denganmu ketika Dara melihat ratusan artikel tentangmu dan wanita
lain? Dan berapa juta kali aku harus berbohong padanya agar dia masih mau
bertahan denganmu.” Seru Taeyang membuat aktifitas Ji Yong terhenti dan menatap
Taeyang intens “Dia tidak sedingin yang kau kira. Bagaimanapun Dara adalah
wanita. Dia punya hati Ji. Dia mencoba kuat didepanmu karna dia tidak ingin
membuatmu cemas. Dia tidak mengeluh padamu karna dia pikir dia lebihh dewasa
darimu sehingga Dara pikir dia bisa mengatasai semua masalahnya sendiri,
meskipun aku tau itu salah, itu tidak akan berhasil karna Dara juga manusia
bisa. Aku rasa dia benar-benar lelah sekarang Ji” Final, kalimat Taeyang
beanr-benar membuat Ji Yong shock, Ji Yong tidak pernah berfikir sejauh itu. Ji
Yong hanya berfikir Dara terlalu cuek padanya, tapi Ji Yong salah, Dara terlalu
mengkhawatirkannya.
“Jadi”
ada jeda bebrapa saat sebelum Ji Yong melanjutkan kalimatnya “Menurut kalian
aku harus melepaskan Dara begitu saja?” Tany Ji Yong sambil menatap TOP dan
Taeyang satu persatu.
“Kau
yang memilih cerita seperti ini. Kami berdua sudah mengingatkanmu untuk…” Seru
TOP membuat Ji Yong melemah.
“Apa
sekarang aku terlihat bodoh?” Kini suara Dara menghiasi percakapan mereka
membuat JiYong, Taeyang dan TOP bangkit dari kursinya. “Kalian tau hubungan
Kiko dan Ji Yong, dan tidak ada satu dari kalian yang mengatakannya padaku?”
Sambung Dara membuat Taeyang berjalan mendekati Dara dengan perasaan bersalah
“Tidak apa-apa. Sungguh….” Kini bola mata dara berkaca-kaca membuat langkah
kaki Taeyang terhenti sebelum dia berada didepan Dara.
“Nunna.
Maaf, kami tidak bermagsud untuk---” Kalimat Taeyang terhenti ketika dia baru
saja memegang lengan Dara dan Dara langsung melepaskannya.
“Tidak
apa-apa YoungBae. Sungguh…” …. “Aku harap kau menikmati permainanmu Ji” Seru
Dara sambil menatap Ji Yong yang tengah menatapnya dengan sesal. Dara kemudiam
membalikan tubuhnya dan dengan perlahan berjalan meninggalkan mereka yang
tengah tediam dengan penyesalan yang menyelimuti pikiran mereka.
“KAU
TIDAK AKAN MENGEJARNYA?” Bentak TOP ketika dia melihat Ji Yong hanya diam
menyaksikan kepergian Dara, dan membuat TOP sedikit kesal dengan diamnnya Ji
Yong.
“Aku
tidak tau Hyung” Seru Ji Yong sambil menatap lantai dengan tatapan kosong.
“Aku
kecewa padamu, dan marah pada diriku sendiri, kenapa aku bisa membuatmu
melakukan hal konyol ini” Timpal TOP menahan emosinya lalu pergi meninggalkan
Ji Yong dan Taeyang.
“Kau
tidak bisa memiliki keduanya Ji” Seru Taeyang sebelum dia pergi menyusul TOP.
Tubuh
Ji Yong merosot membuatnya kembali duduk diatas sofa dengan lemas, ini benar
jauh dari yang Ji Yong harapkan, Ji Yong pikir ketika Dara mengetahuinya
membuat dia mudah meninggalkan Dara, tapi ternyata salah, Ji Yong benar-benar
mencintai Dara.
Sekarang
Ji Yong berlari mengejar Dara yang tengah berjalan di anak tangga, Ji Yong
langsung menarik lengan Dara dan mendorong tubuh Dara ke dinding.
“Dara,
maaf” Hanya itu yang bisa Ji Yong ucapkan pada gadis yang dia cintai di
depannya.
“Apa
kau menikmatinya? Apa kau menertawakanku ketika kau bisa membodohiku” Dara bertanya dengan cairan
bening yang mulai keluar dari bola matanya “Ah, kau tidak salah, tapi aku yang
terlalu bodoh bukan?. Lagipula tidak ada yang salah dengan mencintai Kiko, bukankah
dia benar-benar gadis yang selalu kau inginkan? Aku mengerti Ji, sungguh”
Sambung Dara dengan isak tangis yang mulai terdengar, tapi Ji Yong hanya bisa
menatapnya, Ji Yong merasa sangat bersalah karna telah membuat gadis yang dia
cintai menangis.
“Dara,
tidak seperti itu. Aku sungguh sangat mencintaimu. Aku sungguh tidak ingin
mengakhiri hubungan kita. Aku benar-benar mencintaimu” Timpal Ji Yong sambil
menggenggam lengan Dara.
“Kalau
begitu, tinggalkan Kiko” Seru Dara membuat Ji Yong menatap Dara kaget. Ini
adalah titik permasalahannya, Ji Yong mencintai Dara dan Kiko, Ji Yong bahkan
tidak mengerti kenapa bisa seperti itu, Ji Yong hanya merasa jika dia tidak
bisa meninggalkan salah satu dianatara dua gadis yang dia cintai itu. “Aku tau
Ji. Kau tidak bisa meninggalkannya, dan itu kenapa aku memilih untuk mundur.
Kau tidak bisa memilih, atau mungkin kau tidak benar-benar mencintaiku” Sambung
Dara memecahkan kesunyian karna Ji Yong hanya diam.
“Dara
aku benar-benar mencintaimu. Sungguh aku….”
“Plak”
sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Ji Yong membuat Ji Yong memegang
pipinya, itu bukan tamparan dari Dara, ada orang lain disana.
“Simpan
kalimat manismu itu untuk gadis Jepangmu” Seru Bom menatap Ji Yong dengan
tatapan tajam “Aku tidak percaya kau tidak bisa menjawab pertanyaan dari Dara.
Kau membuat pilihan baik Dara” Sambung Bom lalu menarik lengan Dara, dan
membawa Dara menjauh dari Ji Yong. Bom terus menarik Dara hingga sekarang
mereka berada di dalam kamar Dara.
“Kenapa
kau tidak mengatakannya padaku?” Bom bertanya sambil melipat tangannya di dada
sedangkan Dara duduk diatas tempat tidur dengan tatapan kosong.
“Bom,
bisa kita lupakan ini? Aku benar-benar lelah Bom” Seru Dara dengan nada suara
teramat lemah membaut Bom menatap Dara denga nanar.
“Dara,
kau baik-baik saja?” Sekarang Bom bertanya dengan lembut sambil mengelus rambut
Dara.
“Sekarang
tidak. Tapi akan baik-baik saja, percaya padaku” Jawab Dara sambil menggenggam
lengan Bom “Lupakan semua yang terjadi sekarang, bisa kau melakukannya Bom?”
Kini Dara kembali bertanya pada sahabat yang ada di depannya.
“Bagaimana
bisa seperti itu, ah harusnya kau ….”
“Aku
mohon. Ini akan menjadi masalah besar jika kita menjauhi Ji Yong karna masalah
ini. Kita keluarga Bom. Dan seharusnya aku tidak mencintai dia” pinta Dara
dengan nada sura yang semakin melemah, membuat Bom tidak bisa melakukan papaun
kecuali menyetujui keinginan Dara.
“Aku
akan melakukannya, meski aku ingin sekali menamparnya lagi. Ini untukmu
santokki” Jawab Bom sambil memeluk tubuh keclil Dara.
“Terimakasih
Bom” Timpal Dara membalas pelukan Bom.
TBC

0 komentar