Fanfiction
Series
FRIENDS#4-end
Sandara Park (2NE1)
Lee Donghae (Super Junior)
Kim JaeJoong (JYJ)
Author : J.N
Jaejoong VOP
Aku terdiam melihat Dara dalam pelukan Donghae, bahkan
melangkahkan satu kakiku pun aku tak mampu, ini salahku. Seharusnya aku tak
melukainya, tapi aku tidak benar-benar mencintainya, apa aku harus mengatakan
aku menjadikan kekasihku karena sebuah pelampiasan karena Hyo Joo
mengkhianatiku dan sekarang aku akan meninggalkan Dara dan menikah dengan Hyo
Joo, Dara selalu ingin mengatakan pada semua orang bahwa dia sudah berpacaran
denganku tapi aku selalu menolaknya. Aku merasa begitu jahat, lalu aku berjalan
pergi meninggalkan Dara.
CL VOP
“Dasar pria brengsek, apa yang sudah kau lakukan? Aku akan membereskannya
sekarang juga” Seru ku kesal setelah meneguk segelas air mineral lalu aku
berjalan mengambil jacket yang aku gantungkan di samping pintu keluar dan aku
langsung pergi bersama mobilku.
Ketika aku melewati sungai HAN aku melihat Dara sedang duduk
sehingga aku menghentikan mobilku dan berjalan dengan langkah cepat menuju
Dara, setelah aku berada di dekat Dara aku langsung duduk menyila di depan Dara
yang sedang menangis “Kenapa kau selalu kesini ketika kau ingin menangis?”
Tanyaku kesal tapi Dara tetap saja diam dan menangis “Huuu” Aku menghela nafas
panjang dengan kesal “Kau bisa menagis di depanku!” Sambungku sambil menepuk
dadaku tapi Dara tetap saja menangis “Kemana pria berengsek itu? Aku akan
menghabisinya sekarang juga?” Tanyaku kesal sambil melihat kesekeliling kami tapi
Dara tetap asik dengan tangisannya “Bicara, jangan menangis terus” Seruku Kesal
“Bukankah kemarin kau bersenang-senang dengannya? Kalian terlihat bahagia
berdua” Tanyaku penasaran dan kesal tapi sedih melihat Dara yang terus menangis
tapi Dara tiba-tiba memeluku erat dan aku langsung memeluk Dara hangat
“Kenapa seperti ini? Kenapa bisa terputus? Kenapa dia
meninggalkanku seperti seekor anjing yang malang. Kenapa dia sebenarnya?” Tanya
Dara dan aku tak tau apa jawabannya.
“Jangan begini. Tolong jangan seperti ini. Jangan menangis
karna pria berengsek itu” pintaku dengan air mata yang mulai turun.
Jaejoong VOP
Setelah berada di depan rumahku aku melihat TOP sedang
berdiri di depan pagar rumahku dan tanpa basa-basi TOP langsung memukulku
ketika aku berada di depannya dan membuatku terjatuh dengan darah yang mengalir
dari bibirku .
“Aku tidak pernah berfikir kau akan melakukan ini” Seru TOP
geram .
“Maaf” Hanya itu yang keluar dari mulutku .
“Seharusnya kau tidak mendekatinya jika kau tidak
mencintainya.” Kali ini suara TOP benar-benar meninggi, aku tak pernah melihat
dia semarah itu.
“Aku mempercayai Dara padamu karna kau sahabatku, tapi aku
benar-benar tidak pernah berfikir kau akan melakukan ini. Dara sangat
mencintaimu, tapi kau menjatuhkannya ketika dia benar-benar terbang” Seru TOP
panjang lebar dan sekarang aku sudah berdiri di depannya “Dara selalu ingin mengatakan
pada semua orang bahwa kau adalah kekasihnya, tapi dia bilang kau selalu
menolak keinginannya. Dan sekarang aku mengerti kenapa kau melakukannya! Karna
kau tidak mencintainya! Tapi sebenarnya apa yang tak kau suka darinya?” Bentak
TOP tak bisa menahan emosi dan memukulku keras memukulku lalu ketika TOP akan memukulku lagi Hyun Joong yang tiba-tiba muncul langsung
menarik tubuh TOP Yoochun yang aku rasa datang bersama Hyun Joong langsung
membantuku berdiri.
“Hentikan. Control emosimu TOP” Seru Hyun Joong .
“Dan kau, aku juga sangat marah padamu. Tapi setelah ini,
kita harus bersama lagi” Sambung Hyun Joong lalu TOP berjalan pergi “Kau urus
pria kurang ajar ini dan aku akan mengantar TOP, dia sedang dalam emosi yang
tinggi. Aku tidak ingin terjadi apa-apa padanya, jika dia ke club lagi. Maka CL
akan membunuhku” Seru Hyun Joong yang sudah ada di depanku lalu dia pergi
mengantar TOP meski sebenarnya TOP enggan di anatar oleh Hyun Joong. Lalu aku
dan Yoochun masuk kedalam rumahku.
“Obati sendiri lukamu” Gerut Yoochun kesal sambil menaruh air
hangat dan kain putih di atas meja depanku .
“Aku tau aku salah” Seruku menyesal .
“Tadi aku tidak sedang membelamu. Aku bahkan tidak
menyalahkan TOP karna memukulmu. Karna kau pantas mendapatkannya” Seru Yoochun
duduk di kursi depanku .
“Kau berpacaran dengan Dara tapi kau meninggalkan dia begitu
saja dan kau akan menikah dengan Hyo Joo! Kau benar-benar menjijikan” Sambung
Yoochun kesal dan aku hanya terdiam karna semua kesalahan ada padaku bahkan
untuk mengelak sudah tidak mungkin karna tak ada satu kalimat pun yang bisa
membuatku sedikit terlihat baik. “Kau tahu bagaimana sulitnya TOP meyakinkan
Dara agar bisa menerimamu. Tapi kenapa kau mengecewakan dia, bahkan semua orang
termasuk aku dan Hyun Joong. Kau bilang kau sudah tidak mencintai Hyo Joo tapi
ketika gadis itu memintamu kembali kau menerimanya dan melupakan Dara begitu
saja! Kau tidak bisa membuat merpatri terbang lalu kau menembaknya sehingga
membuat dia terjatuh dan mati. Itu sangat kejam” Seru Yoochun dengan nafas yang
tertahan karna kesal padaku dan aku hanya bisa menunduk malu pada diriku
sendiri. “Kau bahkan mengatakan sudah berpacaran dengan Dara tapi kau juga
bilang kau akan menikah dengan Hyo Joo di media.” Sambung Yoochun amat sangat
kesal padaku.
Donghae VOP
“Hey, sekarang kita sudah tau siapa pria (X)” Seru Heechul
dan membuatku yang baru sampai kaget .
“Si si si apa?” Tanyaku gugup dan pura-pura tidak tau .
“Kim Jaejoong. Wahh tapi mereka sudah putus, jaejoong sendiri
yang mengtakannya tadi di sebuah wawancara, dia bilang hubungannya berakhir
bahkan dia mengatakan akan menikah dengan Han Hyo Joo mantan kekasihnya. Wahh
Dara sangat meneydihkan” Jelas Heechul yang membuatku benar-benar kaget .
“Kau yakin?” Tanyaku tidak yakin .
“Lihat saja, pasti semua stasiun tv sedang menayangkan
beritanya. Ini benar-benar mengejutkan” Kyuhyun memberi saran dan aku langsung
menyalakan TV yang ada di depan kami dan benar saja wawancara Jaejoong sedang
di tayangkan .
“Tahun ini aku dan Han Hyo Joo akan menikah, jadi do’a kan
semoga semuanya berjalan lancar. Dan aku juga ingin meminta maaf pada mantan
kekasihku Sandara park 2NE1 karna telah membuatnya terluka, semoga dia
memaafkanku” Seru Jaejoong .
“Jadi pria misterius yang memukul Donghae SUJU ketika berada
dengan Dara adalah kamu?” Tanya seorang wartawan .
“Iya, sekali lagi saya minta maaf” Jawab Jaejoong dan aku
langsung berlari keluar lalu mengendarai mobilku ke sungai HAN .
Setelah sampai aku melihat Dara sedang duduk berdua dengan CL
aku mendekati mereka tapi aku rasa mereka tidak menyadarinya aku bahkan
mendengarkan semua percakapan mereka.
“Kenapa seperti ini?
Kenapa bisa terputus? Kenapa dia meninggalkanku seperti seekor anjing yang
malang. Kenapa dia sebenarnya?” Tanya Dara sambil memeluk CL dengan isak
tangisnya sementara CL hanya terdiam dan muali menangsi bersama Dara tanpa
sadar aku meneteskan air mata ketika CL dan Dara berjalan pergi aku mengikuti
mereka dari belakang dan lagi-lagi mereka tidak menyadarinya tapi baru beberapa
langkah Dara terjatuh pingsan dan aku langsung membantu CL menggendong Dara dan
membawanya ke dalam mobilku .
“Apa yang akan kau lakukan?” Tanya CL kaget .“Donghae”
Sambung CL heran .
“Aku akan membawanya ke rumah sakit” Jawabku .
“Baiklah, aku akan menghubungi yang lain. Tapi awas jika kau melukai
Dara” Seru CL sedikit mengancam lalu berjalan meninggalkan CL.
Sesampainya di Rumah Sakit Dara terus menutup matanya dan
ketika dokter mengangkat tangannya untuk memasukan infuse kulihat Dara sedang
menangis .
“Mana yang sakit?” Tanyaku khawatir tapi Dara tetap menangis .
“Dokter cepat obati teman saya!” Perintahku sedikit kasar .
“Nona. Mana yang sakit?” Tanya Dokter .
“Cepat katakana pada Dokter, agar kami bisa mengobatinya”
Tambah suster yang ada disampingku tapi Dara tetap menangis malah semakin keras
dan terus memukul dadanya .
“Dokter, cepat obati. Kenapa dia menangis semakin kerasa.
Kenpa dengan dadanya?” Tanyaku semakin khawatir .
“Tidak ada yang luka di tubuh teman anda. Jadi apa yang harus
kami obati? Dia jatuh pingsan karena kekurangan cairan, setelah infuse di
pasang semuanya akan baik-baik saja. Tapi, jika teman anda menangis kami tidak
tahu.” Jawab Dokter lalu pergi meninggalkaku.
Dara VOP
Aku terus menangis dan bergumama ketika CL datang dan memelukku, kepalaku serasa berat semuanya
berputar dan “Bruk”. Di bawah alam sadarku aku terus menangis, dan tangisan
tertahan di alam sadarku, fikiranku selalu terhenti pada Jaejoong, aku merasa
aku seperti sebuah rumah yang kehilangan penyangganya atau seekor burung yang
kehilangan sayapnya, aku tidak bisa berfikir apapun kecuali Jaejoong aku tidak
pernah berfikir aku akan mencintintainya sedalam ini, ini beribu-ribu lebih
sakit dari tertusuk ribuan jarum, ketika aku terbangun dari alam bawah sadarku
aku bahkan tak mampu membuka mataku lagi tapi aku merasakan tangan kananku di
di genggam hangat oleh seseorang dan sedikit membuatku lebih tenang, aku
menutup mataku dengan tangan kiriku hingga aku merasa aku di tertidur di sebuah
ranjang dan di dorong dan tangan itu masih memegang tanganku, hingga seseorang
menanyakan bagian mana yang sakit pada tubuhku dan aku masih terdiam menahan
air mataku, apa yang bisa aku katakana? Rasa sakit ini tidak bisa di jelaskan
oleh kata atau bahasa manapun, hingga tanganku di jauhkan dari mataku aku mulai
benar-benar tidak bisa menahan tangisku, kesedihanku berubah menjadi butiran
air mata yang tak tertahan laju lebih cepat dari lahar yang keluar dari mulut
gunung, meski tangisan dan airmata bukan solusi untuk menghilangkan kesedihan
di hatiku, tapi untuk saat ini hanya itu yang bisa aku lakukan, jika kelak CL,
dan TOP menertawakanku karna menangis hanya oleh cinta, aku tidak perduli, jika
sekarang Korea banjir (?) bawa saja tubuhku menjauh. Aku terus menangis dengan
tangan kiriku yang memegang dadaku disini terasa sakit amat sakit, dan tangan
kiriku meremas seprai, aku tidak peduli jika sekarang banyak orang yang
melihatku dan berfikir aku sudah gila, aku sungguh ingin menghilang, ini lebih
menakutkan ketika Kim Hyun Joong bercerita bahwa dia melihat hantu dan Alien.
“SEBENARNYA APA YANG SALAH PADAKU!” Kalimat itu keluar tanpa control, mungkin
aku sudah gila.
Donghae VOP
Setelah dokter itu pergi aku lihat CL, Kim Hyun Joong dan TOP
berlari menuju kami kulihat wajah mereka sangat khawatir.
“Nuna, kenapa
denganmu?” Tanya CL sangat khawatir karna melihat Dara yang terus menangis
histeris.
“Kenapa dia menangis dengan keras? Apa terjadi sesuatu di
perjalanan kalian? Seperti sebuah tabrakan?” Tanya TOP tenang meski aku melihat
raut wajah yang amat khawatir .
“Tidak. Tidak terjadi apapun dalam perjalanan” Jawabku salah
tingkah karna takut .
“Lalu kenapa Dara menangis seperti ini” Tanya TOP dengan
emosi yang tak terkontrol .
“Dokter bilang tidak terjadi sesuatu yang buruk pada tubuhnya”
Jawabku sedikit takut melihat tatapan TOP.
“Berengsek” Gumam TOP geram aku bahkan yang melihatnya sangat
takut lalu TOP memukul tembok rumah sakit ada di sampingnya.
“SEBENARNYA APA YANG SALAH PADAKU!” Dara berteriak dan
membuat semua seisi ruangan UGD memandang ke arahnya dan setelah kalimat itu
Dara kembali pingsan, aku melihat ekspresi kaget dari TOP, CL, Hyun Joong, aku
pikir sekarang mereka akan berubah menjadi MONSTER. TOP menatap Dara dengan
Exspresi antara marah dan khawatir, wajahnya lebih menakutkan Dari Heechul yang
sedang marah, lalu TOP pergi di ikuti Hyun Joong di belakangnnya mungkin jika
sekarang bukan di rumah sakit TOP akan menghancurkan semua barang yang ada di
depannya atau bahkan membanting pintu hingga hancur.
Hyun Joong VOP
Setelah aku selesai mengatar TOP kerumahnya aku langsung
pergi menemui Jaejoong di rumahnya lalu aku langsung memukul wajah Jaejoong
“Huuu” Aku mengeluarkan nafas dengan kesal “Sebenarnya otakmu dimana? Jika kau
ingin mengumumkan pada semua orang bahwa kau akan menikah tak seharusnya kau
juga mengatakan kau pernah berpacaran dengan Dara ketika kau akan menikah
dengan gadis lain. Kau membuat Dara benar-benar menyedihkan” Bentak ku sambil
menaruh kedua tangan di pinggangku.
“Aku benar-benar merasa bersalah. Aku akan meminta maaf pada
Dara di media.” Jawab Jaejoong dan jawabannya benar-benar membuatku kesal
hingga aku hendak memukul wajah pria bodoh ini jika saja Yoochun tidak
menahanku .
“Wajahnya sudah hancur” Seru Yoochun menenangkanku .
“Aku tidak tau sebenarnya otakmu berjalan atau tidak. Tapi
kalimatmu tadi membuatku benar-benar kesal. Meminta maaf di media hanya akan
membuat Dara benar-benar terlihat menyedihkan dan memalukan. Bahkan sekarang
Dara terbaring lemah dirumah sakit sambil menangis histeris, Dokter bilang tak
ada yang luka pada tubuhnya tapi Dara terus menangis. Semua orang panic mereka
tidak tau apa yang harus mereka lakukan, TOP menendang apa saja yang ada di
depnnya, CL menatapku dingin, awas saja jika CL memutuskanku karna kau. Aku
tidak menyalahkanmu jika kau akan menikah dengan Hyo Joo, tapi tidak secepat
ini ketika kau hubungnmu baru saja berakhir, oh tidak, bahkan kau belum
memutuskan Dara. Dan hubungan kalian sedang baik-baik saja. Jika saja kita
bukan sahabat aku akan memukulmu berkali-kali. Dan TOP pasti akan membunuhmu,
aku tidak yakin kau dan TOP masih bisa berteman” Sambungku kesal lalu
membalikan meja di depan Jaejoong dan aku berjalan pergi lalu membanting pintu
rumah Jaejoong
Dara VOP
Setelah pulang dari rumah sakit sebulan yang lalu aku jadi
sering keluar bersama Donghae dan banyak yang mengatakan aku berpacaran
dengannya. Aku meminta pada TOP agar dia tidak memusuhi Jaejoong karna aku
sudah memaafkannya, aku hanya tidak ingin merusak persahabatan mereka hanya
karna aku. Sekarang aku dan Donghae berada di sungai HAN ada seorang wartawan
dan reporter menghampiri kami, awalnya Donghae akan menariku pergi tapi aku
menahannya .
“Apa kalian sedang berkencan?” Tanya seorang Wartawan .
“Tidak, kami ada adalah sahabat yang baik. Jadi semoga tidak
ada yang salah paham lagi dengan hubunga saya dan Donghae” Jawabku lalu menatap
Donghae dan Donghae tersenyum kearahku .
“Kami sahabat baik. Terimakasih. Kami harus pergi” Seru
Donghae lalu menariku pergi menjauh dari wartawan tadi.
Kalian harus tau sahabat adalah seseorang yang terbaik yang
aka nada di hidupmu, ketika dia mengkritikmu itu bukan berarti mereka
menjatuhkanmu dia hanya ingin kita tidak terjatuh terlalu sakit, sahabat bukan
orang yang selalu menganggap apa yang kita lakukan adalah benar, tapi sahabat
akan selalu member komentari tentang apa yang akan kita lakukan. Di sakiti dan
tersakiti, di kecewakan dan mengecewakan, mengacuhkan dan diacuhkan, menangisi
dan di tangisi, mentertawakan dan ditertawakan, sahabat akan selalu ada pada
saat-saat seperti itu, karna sahabat buka seseorang yang akan sedih ketika kita
sedih. Ketika kita sedih dia tidak akan sedih tapi dia akan menjadi penyemangat
kita. Dan sahabat adalah yang akan bahagia ketika kita bahagia. Hargailah
setiap waktumu bersama sahabat karna waktu tidak bisa di ulang kembali. Jangan
mengingat seberapa banyak dia mengecewakan kita, tapi ingatlah seberapa banyak
dia memeberi kebaikan untuk kita.
-FINE-
_%E5%89%AF%E6%9C%AC.png)
0 komentar