Fanfiction
Sorry..
OneShoot
Gender: tentukan sendiri.
Cast: Kalian akan menemukannya jika kalian membacanya.
Hampir semua member EXO merebahkan
tubuhnya di ruang latihan, ada beberapa member yang asik dengan HP nya, membeli
beberapa minuman, dan disana pria berwajah tampan itu sedang menyandarkan
tubuhnya di kaca dengan sesekali terseunyum pada HP yang tengah dipegangnya
dengan senyum idiot.
“Maknae, kenapa dengan Luhan? Dia
tersenyum seperti idiot” Baekhyun bertanya pada Sehun yang ada disampingnya.
“Menurut rumor yang aku dengar dari
Tao” Sehun hendak menawab pertanyaan Baekhyun dengan wajah serius membuat
Baekhyun mendekatkan posisi duduknya pada Sehun “Luhan hyung sedang dekat
dengan seorang model. Dan Kris mengatakan model itu tidak teralu buruk. Tapi, menurut
Xiumin hyung, mereka sudah berpacaran” Sambung Sehun dengan nada berbisik.
“APA?” tanpa disadari Baekhyung
mengeluarkan suara sangat keras nada tingginya sangat berfungis untuk membuat
hampir seisi ruangan menatap kearah mereka, termasuk Luhan.
“Byun Baekhyun, kami tau tidak aka
nada yang kecewa dengan suara tinggimu, tapi sekarang kami tidak sedang latihan
vocal. Jadi berhentilah berteriak” Timpal Kris memberi tatapan laser pada
Baekhyun.
“Maaf MR. Galaxy . Aku hanya ingin
mengasah kemampuan vocalku” Baekhyun jelas berbohong sambil menatap Luhan yang
kini kembali tersenyum seperti idiot kedepan layar HP yang dia pegang.
“Aku yakin kau berlatih sangat keras
unutk actingmu di Drama musical mendatangmu hyung. Kau berbohong dengan sanagat
baik” Cibir Sehun yang jelas tidak sedang memuji Baekhyun, karana Sehun tau
Baekhyun akan tersenyum seperti idiot jika dia sedang bebohong, dan Sehun cukup
senang karena tidak ada member mereka yang menyadari kebodohan Baekhyun karena
mereka sudah cukup lelah untuk mengamati wajah bodoh Baekhyun.
“Aku akan menganggap itu sebagai
pujian Oh Sehun” Timpal Baekhyun sambil menmukl ringan kepala Sehun.
“Apa kalian sedang membicarakan
sesuatu?” Sekarang Chanyeol bahkan bergabung dengan pembicaraan antara Baekhyun
dan Sehun.
“Telinga lebarmu berfungsi cukup baik
Yeol” Timpal Baekhyun
“Tidak salah lagi”
“Tapi maaf hyung, kami tidak akan
berbagi denganmu. Karna mulutmu terkadang sulit di kendalikan” Timpal Sehun
lalu berjalan pergi bersama Baekhyun meninggalkan Chanyeol.
Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam
dan mereka masih asik menonton acara TV.
“D.O hyung. Kami lapar” Kini Kai dan
Sehun mengeluarkan puppy eye untuk membujuk D.O agar mau memasakan sesuatu
untuk mereka.
“Maknae!”
“Kau akan membiarkan kami kelaparan?”
Kai dan Sehun masih enggan menyerah untuk membujuk D.O.
“Duduklah, aku akan membuatkan
ttopoki jadi duduk yang manis” Akhirnya D.O menyerah dan dengan terpaksa
melangkahkan kakinya kedapur.
“Luhan hyung, kau sudah berpacaran
dengan dia?” Tao bertanya saat Luhan masih asik dengan HP nya.
“Beberapa hari yang lalu” Jawab Luhan
dengan senyum idiotnya.
“Baiklah” Timpal Tao lalu bangkit
dari kursinya dan berjalan kedepan lalu berdiri didepan tv membuat seisi
ruangan protes.
“Tenang-tenang” Sekarang Tao
mengangkat kedua tangannya mengisyaratkan agar semua penghuni ruangan tidak
berkicau.
“Tao, Menjauh dari pandanganku, atau
aku akan membuat lingkaran hitam di matamu menambah dua kali lipat” Suho protes
karan Tao berdiri tepat dihadapannya.
“Aku akan melakukannya dengan cepat,
dengrkan dengan baik. Karna aku tidak akan mengulangnya” Sekarang Tao memberi
peringatan membuat seisi ruangan menatap Tao termasuk Luhan. “Luhan hyung sudah
memiliki kekasih” Sambung Tao dan sekarang membuat semua mata menatap Luhan.
“TAO. Kau menggali kuburanmu sendiri”
Gerut Luhan membuat Tao bersembunyi dibelakang punggung Kris, D.O bahkan
berlari dari dapur dengan clemek yang masih menempel di tubuhnya.
“Luhan hyung. Bagaimana bisa?”
Sekarang leader EXO K yang biasanya tidak banyak bicara mengeluarkan sauranya
dengan heran.
“Siapa gadis itu?” Tanya Kai
“Seorang idol?” Tanya D.O
“Apa itu Chorong Apink?” Tanya
Chanyeol
“Artis China?” Tanya Lay
“Aku akan membunuhmu jika itu Dara”
Seru Chanyeol meningat jika Luhan memfollow IG Dara dan dengan cepat Luhan
menggoyangkan kedua tangannya.
“Tenang, itu bukan Dara nuna. Maupun
Taeyeon nuna” Kini pandangan Luhan beralih pada Baekhyun membuat Baekhyun
bernafas lega. “Dia seorang model, dan itu juga bukan Miranda Kerr” sambung
Luhan sambil sekilas menatap Sehun.
“Bermimpilah” Timpal Sehun sambil
melemparkan bantal kearah Luhan.
“Kau tidak perlu memberi tahu kami
siapa gadis itu. Hanya bawa dia kemari besok” Pernyataan Suho sontak membaut
semua mata menatapnya.
“Aku setuju” – D.O
“Aku juga” - LAY
“100% Aku setuju” CHEN
“Aku tidak bisa menolak” - XIUMIN
“Usul yang bagus” - KAI
“Aku akan melihatnya besok” - KRIS
“Bukan usul yang buruk” - CHANYEOL
“Pastikan dia datang besok” - SEHUN
“Kami akan menyambutnya” - TAO
“Akan kami perlakukan ‘gadismu’
dengan baik” BAEKHYUN
Luhan menatap setiap pemilik suara
membuat perasaannya lebih buruk dari semula, ah Suho memang jarang bicara tapi
sekali dia berbicara semua akan setuju dengan ucapannya, sekarang Luhan lebih
menyukai Suho yang jarang berbicara.
“Selamat malam” Suho benagkit dari
kursinya dan meninggalkan Ruangan saat Luhan masih terpaku.
“Ayo tidur. Persiapkan diri kalian.
Besok kita akan mendapatkan tamu seorang gadis” Sambung Kris sambil merangkul
TAO.
Semuanya meninggalkan ruangan kecuali
Luhan yang masih diduk terpaku, dia masih belum bisa percaya jika dia orang
pertama yang akan membawa seorang gadis asing ke dalam Dorm mereka. Ini jauh
dari perkiraan awalnya, dia hanya berfikir mungkin semua member akan
mengolok-oloknya.
TO: Hunny
From : Luhan
Besok aku akan menjemputmu untuk
makan malam di Dorm kami. Aku harap kau tidak kaget, ini diluar kemampuanku
untuk melawan ke 11 makhluk aneh yang hidup denganku.
Dengan jemari gemetar Luhan mengirim
pesan singkat itu pada kekashnya, cukup lama HP nya bergetar hingga akhirnya HP
tipisnya itu menunjukan tanda-tanda datang nya sebuah pesan.
From: Hunny.
To: Luhan.
Tidak usah cemas, aku tidak akan
mengecewakanmu. Tidurlah, jangan terlalu dipikirkan. Kau pasti sudah sangat
lelah. Aku masih ada pomotretan.
Seperti biasa gadis itu membalas
pesan dengan tenang, hingga membuat Luhan tenang.
TO: Hunny
From: Luhan.
Baiklah, jaga kesehatanmu. Makan
vitamin yang aku berikan. Aku merindukanmu. Bye, kau tidak usah membalasnya.
Luhan kembali membalas pesan singkat
untuk kekasihnya, Luhan kemabli mengingat 4 bulan yang lalu saat pertama kali
mereka bertemu di acara fashion week L.A, saat itu Luhan mengantar Kris dan
disana Luhan melihat seorang gadis berjalan di cat walk dengan bermacam-macam pakaian
indah, Luhan tau dia bukan gadis yang cantik untuk ukuran seorang model, tapi
menurut Luhan gadis itu sangat menarik dan membuat Luhan tidak bosan
memandangnya, Luhan bahkan memaksa Kris untuk mengenalkannya pada gadis itu
meski Kris sendiri tidak mengenalnya, tapi karna Kris terakadang tidak
mempunyai urat malu, hingga akhrinya merka saling mengenal satu sama lain,
gadis yang dapat membuat Luhan terpesona adalah Lee Sung Kyung, tapi Kris tidak
tau jika Luhan dan gadis itu berpacaran karna Luhan tidak pernah menceritakan
pada Kris jika dengan diam-diam mereka saling bertukan no hp.
------------------------------------------------------------
Luhan mengetuk pintu aparemen Sung
Kyung dengan tergagap, tidak lama kemudian pintu terbuka dan disana Luhan dapat
melihat gadis bertubuh langsing itu berdiri tepat di depannya dengan
menggunakan baju hitam berlengan panjang dengan rok diatas lutut dan bagian
punggung yang sedikit terbuka, baju itu terlihat sangat cocok di tubuh Sung
Kyung, mungkin aura model yang membuat pakaian sederhan itu terlihat lebih
modis di tubuh Sung Kyung.
“Apa tidak masalah jika aku memakai
ini? Jika kau keberatan aku bisa menggantinya” Seru Sung Kyung yang merasa aneh
dengan tatapan Luhan.
“Hmm, jika kau tidak keberatan,
bisakah kau mengganti pakanamu?” Luhan gugup bertanya “Hmm, baju itu bagus
sangat bagus jika saja kita hanya akan makan berdua, magsudku, karna ada 11
laki-laki di dalam Dorm. Aku tidak yakin mengatakannya. Magsudku”
“Haahha, sejak kapan oppa menjadi
over? Baiklah-baiklah, aku akan menggantinya. Duduklah disini. Aku tidak akan
lama” oppa? Ah ketika Sung Kyung memanggil nya dengan sebutan Oppa membuat
wajah Luhan denagn spontan menjadi merah tomat.
“Maaf, jika aku menyusahkanmu” Seru
Luhan menarik tangan Sung Kyung lalu mencium kening Sung Kyung dan Sung Kyung
hanya membalasnya dengan senyuman lalu berjalan menuju kamarnya, tidak lama
kemudaian Sung Kyung keluar dengan pakaian yang lebih sederhana. Kemeja
berukuran panjang dengan motif bunga membalut kaus putih polosnya, dengan
celana jeans abu, sepatu kets dan bennie putih yang menutupi rambutnya, tas
tangan kuningnya bergelanyut di lengannya. Dan mata coklat tanpa lensa itu
benar-benar membuat Luhan ‘kecanduan’ untuk terus menatap Sung Kyung.
“Bagaimana? Oppa suka?” Sung Kyung
bertanya sambil memutarkan tubuhnya.
“Kau selalu cantik. Tidak pernah
tidak. Love you” Seru Luhan lalu menarik Sung Kyung kedalam pelukannya membuat
Sung Kyung tersenyum.
Luhan dan Sung Kyung berjalan menaiki
anak tangga untuk menuju ke Dorm EXO dengan Luhan yang terus menggenggam lengan
Sung Kyung.
Luhan dan Sung Kyung baru saja
melangkahkan kakinya tapi mereka sudah mendengar teriakan dari seluruh penghuni
rumah membuat Luhan dengan spontan memeluk Sung Kyung.
“YAHH!!” Luhan berteriak tapi semua
member tertawa, dengan perlahan Luhan melepaskan pelukannya dan membawa Sung
Kyung memasuki Dorm mereka, tapi langkah kaki Sung Kyung sedikit melambat saat
dia melihat sosok tidak asing, Sung Kyung tau Luhan member EXO M, sebuah
BoyBand Dari China, anggap dia tidak berfikir ornag itu berada diantara
kumpulan EXO, anggap saja Sung Kyung aneh yang tidak mengetahui perkembangan
boyband Korea, mungkin karna Sung Kyung terlalu sibuk dengan latihan dan
fashion hingga tidak memperdulikan perkembangan music, Sung Kyung hanya
mendengar music yang biasa di putar di pagelaran cat walk yang dia isi. EXO?
Dia bahkan tidak berfikir member EXO akan memiliki jumlah yang banyak.
“Kau kenapa? Tenanglah, mereka tidak
akan memakanmu” Seru Luhan yang menyadari perubahan Sung Kyung.
“Ah. Ya” Balas Sung Kyung lalu
mengikuti Luhan. Sekarang Luhan dan Sung Kyung duduk di sofa dengan beberapa
member duduk di lantai, karna kuris mereka tidak cukup, Kris dan Suho bahkan
harus mengambil kursi makan di dapur.
“Ah. Kenalkan. Ini pacarku. Namanya
Lee Sung Kyung” Seru Luhan gugup membuat Sehun menahan tawanya.
“Hallo. Saya Lee Sung Kyung” Sung
Kyung mengenalkan dirinya dengans sedikit membungkuk.
“Duduk saja” Perintah Suho dengan
senyum tipisnya.
“Wahh. Bukankah kau gadis yang aku
dan Luhan hyung temui saat di fashion week beberapa bulan lalu?” Kris bertanya
dengan penuh selidik.
“Jadia kau seorang model?” Chanyeol
bertanya dengan mata berbinar-binar.
“Bajumu sangat bagus” Seru Sehun
dengan polos.
“Aku suka matamu” Pernyataan Kai
membuat Luhan menatapnya dengan tajam.
“Aku tidak membawa gadisku kesini
hanya untuk kalian introgasi. Dan Kyungso, janagn pernah kau melihat mata
gadisku. Dia milikku” Timpal Luhan sambil menarik Sung Kyung kedalam
pelukannya.
“Jangan berlebihan. Itu membuatku
jiji” Timpal Xiumin membuat Luhan melepaskan pelukannya.
“Baiklah, tapi kalian jangan membuat
gadisku tidak nyaman” timpal Luhan memberi peringatan.
“Berhentilah menyebutnya dengan
sebutan ‘Gadisku’ itu terlalu berlebihan” Timpal Baekhyun membuat hampir seisi
ruangan menatap Baekhyun.
“Kenapa dengan dia?” Tanya Chen
sambil menatap Chanyeol tapi Chanyeol hanya menagngkat pundaknya.
“Hmm, aku harus menjawab panggilan.
Aku akan kembali” Seru Sung Kyung lalu berjalan keluar Drom. Sung Kyung
menjawab panggilan diluar Drom, cukup lama Sung Kyung menelepon hingga akhirnya
dia berjalan kembali kedalam drom, tapi langkah kakinya terhenti saat dia
berhadapan dengan seorang pria yang sudah tidak asing untuknya, jantungnya
bahkan ‘masih’ berdetak dengan kencang jika Sung Kyung berada di hadapan pria
ini.
“Orang-orang sudah menunggu” Seru
Baekhyun dingin.
“Oh, iya” Timpal Sung Kyung kaku lalu berjalan melewati Baekhyun. Sung Kyung
memakan makanan yang hanya bisa dia makan, seperti salad dan beberapa jenis
buah-buahan segar. Sung Kyung dan Baekhyun terkadang mencuri pandang seperi
pencuri, ada yang salah dengan mereka, mungkin perasaan mereka ‘dulu’ belum
berakhir seperti yang mereka bayangkan, Baekhyun bahkan tidak menyangka jika kekasih
Luhan adalah Sung Kyung, gadis yang pernah menolak cintanya, dan Sung Kyung
terlalu bodoh tidak mengetahui EXO sebuah group yang sedang terkenal yah jika
saja tadi Taehyun sahabatnya yang sekaligus teman Baekhyun di sekolah music
tidak memberi tahunya tadi lewat panggilan telepon, Sung Kyung terlalu bodoh
dan cuek karna tidak mencari tau jika Luhan adalah member EXO, dan tidak
mencari tau siapa saja member EXO itu. Saat Sung Kyung menatap mata Baekhyun
Sung Kyung tau jika Baekhyun tidak dalam mood yang baik, ruangan bahkan terasa
terisi oleh atmosfer negative.
“Apa besok kau jadi menemaniku untuk
Comeback?” Luhan bertanya ketika mereka selesai menyantap makanan mereka.
“Apa? Mengantar? Itu terlalu
berbahaya. Sung Kyung bisa dalam masalah, ah magsudku kita akan mendapatkan
masalah besar” Seru Baekhyun sekilas menatap Sung Kyung lalu menatap Luhan
dengan tatapan tidak setuju.
“Aku rasa untuk masalah ini aku
setuju dengan Baekhyun, kita tidak bisa mengambil resiko hyung” Seru Suho
membuat Luhan lemah, bahunya bahkan turun dan wajahnya menunduk.
“Aku rasa jika Luhan hanya
melakukannya sekali semuanya akan baik-baik saja. Bagaimana jika Sung Kyung
datang bersama Amber? Aku rasa tidak aka nada yang curiga” Kini otak Kris
sedikit berfungsi.
“Aku tidak menyangkan otakmu masih
bisa digunakan hyung. Aku kira otakmu hanya ada GALAXY” Timpal Sehun membuat
Kris mengeluarkan tatapan lasernya tapi dengan bodohnya Sehun hanya tertawa.
“Aku setuju dengan Kris” timpal
Xiumin disusul dengan anggukan beberapa member.
“Waa. Terimakasih. Kalian yang
terbaik” Seru Luhan bangkit dari kursinya.
“Aku akan berhati-hati” Timpal Sung
Kyung dengan senyum tipisnya. Perbincangan mereka berakhir tepat ketika jam
menunjukan pukul 22:07. Seperti biasa Luhan mengantar Sung Kyung ke apartmentnya
dengan amat sangat hati-hati, tapi kali ini Luhan membawa Sehun agar tidak ada
yang mencurigainya.
Luhan terus bolak-balik diruang
tunggu EXO, setidaknya mereka beruntung karan mereka tidak harus berbagi
ruangan denagn orang lain sehingga mereka bisa lebih leluasa.
“Baekhyun, kenapa dari kemarin kau
selalu diam? Kau sakit?” Chanyeol bertanya dengan cemas pada Baekhyun yang ada
disambingnya sambil menggenggam lengannya.
“Tidak, aku hanya cemas jika comeback
kita tidak akan sukses” Baekhyun masih asik dengan kebohongannya.
“Kita akan melakukan yang terbaik
hyung. Tenang saja, semuannya akan baik-baik saja” Kini Chanyeol mencoba
menyemangati Baekhyun.
Tok tok tok.
Seseorang mengetuk pintu membuat
aktifitas didalam ruangan terhenti, hingga seorang gadis berambut brown itu
muncul didepan mereka, Sung Kyung masih saja membuat orang-orang terpesona
dengan selera fashionnya yang luar biasa, dan itulah mengapa mereka tidak kaget
jika Sung Kyung bisa sukses menjadi seorang model, yah karena selera fashionnya
benar-benar menunjukan jika dia adalah seorang model internasional.
“Hai.” Sapa Sung Kyung sambil
melambaikan tangannya, Luhan dengan sigap menarik Sung Kyung kedalam pelukannya
seperti biasa.
“Hm hm” Suara Amber membuat Luhan
melepaskan pelukannya.
“Kau penyelamatku” Seru Luhan sambil
memeluk Amber lalu melepaskannya kembali.
“Aku tidak tau harus membawa apa,
jadi aku hanya membawa cup cake ini” Seru Sung Kyung sambil menaruh beberapa
kota cup cake diatas meja. Dan dengan hitungan detik semua member mengambil
beberapa cup cake dan dengan cepat kotak itu habis tidak tersisia.
“Kau mau?” Tanya Luhan pada Sung
Kyung yang tengah duduk disampingnya.
“Aku sedang diet” Tolak Sung Kyung
dengan lembut.
“Haruskah? Kau sudah sangat kurus”
Seru Luhan dengan cemas.
“Hhah. Sudah, makan saja” Timpal Sung
Kyung sambil memasukan cup cake kedalam mulut Luhan. Sung Kyung mengobrol
beberapa hal dengan amber tentang fashion setidaknya Sung Kyung beruntung jika
Amber adalah gadis yang mudah bergaul seperti dia, setidaknya Sung Kyung tidak
akan terlihat sok akrab. Beberapa jam berlalu hingga akhirnya semua member EXO
berkumpul.
“Sung Kyung, apa kau tidak masalah
jika kau dan Baekhyun menunggu di Café ? kami akan menyusul. Amber sudah berada
disana” Tanya Suho membuat Baekhyun menatap Suho tajam.
“Kenapa aku?” Tanya Baekhyun jelas
tidak setuju dengan usul Suho.
“Karna diantara kami hanya kau yang
sudah rapih, jadi cepat pergi dan pesan tempat” Suho menjawab sambil mendorong
tubuh Baekhyun kearah Sung Kyung.
“Apa yang kalian tunggu? Cepat pergi!
Luhan sudah memberimu ijin” Gerut Kris lalu mendorong mereka keluar ruangan,
dengan lemah mereka berjalan melewati lorong.
“Pakai ini” Seru Baekhyun ketika
mereka berada di dalam lift sambil memakaikan topi berwarna merah dan kecamata
hitam pada Sung Kyung membuat Sung Kyung terpaku kaget.
“Ah. Terimakasih” balas Sung Kyung
dengan formal.
“Bersikaplah seperti biasa.” Timpal
Baekhyun membuat Sung Kyung menatap Baekhyun “Ini bukan seperti dirimu.”
Sambung Baekhyun membuat Sung Kyung
kembali menatap Baekhyun. “Kau bawa mobil bukan?” Tanya Baekhyun.
“Iya, aku membawanya. Aku
memarkirkannya di belakang gedung” Jawab Sung Kyung mencoba tidak terlalu kaku.
“Bagus, jadi kita tidak harus bertemu
dengan fans” Timpal Baekhyun dengan senyum tipisnya lalu menarik lengan Sung
Kyung, mereka bahkan tidak menyadarinya jika Baekhyun terus menggenggam lengan
Sung Kyung hingga di depan mobil.
“Biar aku yang membawanya” Seru
Baekhyun sambil membuka telapak tangannya dan Sung kyung langsung mengambil
kunci mobilnya lalu memberikannya pada Baekhyun.
“Bukankah kita sudah lama tidak
bertemu? 4 tahun?” Tanya Baekhyun saat mereka berada didalam mobil.
“Sepertinya begitu. Aku tidak
menyangka jika member EXO yang memiliki nada tinggi itu kau, Baekhyun yang aku
kenal” Seru Sung Kyung mencoba mencairkan suasana.
“Aku tidak menyangka kau tidak
mengenalku meski hampir semua orang membicarakanku dan EXO. Kau masih sama,
tidak pernah memperdulikan orang lain” Kalimat itu keluar begitu saja dari
bibir kecil Baekhyun yang jelas sedikit kejam untuk Sung Kyung.
“Hmm. Begitukah?” Kalimat Sung Kyung
terhenti karna dia tidak tau harus mengucapkan apa lagi hingga Sung Kyung lebih
memilih memainkan kuku-kukunya hingga mereka sampai di sebuah Café, disana
mereka disambut oleh seorang pelayan.
“Hm, apa kalian tamu atas nama
Amber?” Pelayan itu bertanya dengan sopan.
“Iya” Jawab Sung Kyung dengan senyum
tipisnya.
“Nonna Amber berpesan jika dia harus
pergi” Pelayan itu mencoba menjelaskan, lalu membawa Baekhyun dan Sung Kyung
kedalam sebuah ruangan yang tertutup, sesuai yang Suho harapkan dan Amber
berhasil mendapatkannya. Baekhyun dan Sung Kyung duduk berdua ditemani cahaya
lilin.
“Kau mendapatkan mimpi dan
cita-citamu dengan baik. Aku senang ketika melihatmu berjalan di cat walk. Kau
masih sama. Selalu membuat orang menggagumimu.” Seru Baekhyun mencoba memcahkan
keheningan, ini benar-benar tidak seperti mereka sebelumnya, Baekhyun dan Sung
Kyung sebenarnya memiliki pribadi yang ceria, tapi masa lalu telah membat
energy ceria itu membeku dan digantikan dengan kedinginan.
“Kau juga mendapatkan mimpimu dengan
baik dan sempurna. Suaramu semaikn baik, kau pasti bangga” Timpal Sung Kyung
dengan senyum tipisnya.
“Kau mencintai Luhan?” Baekhyun
bertanya dan kembali membuat Sung Kyung terdiam. “Apa yang membuatmu bisa
mencintai Luhan, sedangkan aku tidak bisa?” Baekhyun bertanya dan jelas itu
sebuah pertanyaan yang hampir membuat Sung Kyung lupa. Tapi sebelum Sung Kyung
menjawab semua member EXO sudah datang dengan heboh dan Sung Kyung bersyukur
karena dia tidak duduk dengan Baekhyun di posisi yang intim setidaknya itu
tidak akan membuat ssuasana lebih canggung, Luhan langsung duduk disamping Sung
Kyung dan memeluk Sung Kyung seperti biasa, mereka duduk memutar mengikuti
bentuk meja. Makan malam berjalan dengan tenang, terhanyut dengan makanan yang
disajikan karena rasa lapar mereka yang tidak bisa dibendung. Sekarang mereka
sudah berada di kamar mereka masing-masing, Luhan tidak mengantar Sung Kyung
karena Sung Kyung tidak ingin membuat Luhan lebih lelah ditambah Sung Kyung
juga membawa mobil.
Beberapa hari berlalu, Sung Kyung dan
Luhan jarang bertemu karena mereka terlalu sibuk denagn urusan mereka
masing-masing. Sung Kyung baru saja akan membuka pintu apartmentnya tapi Sung
Kyung merasakan seseorang memgang pundaknya membuat Sung Kyung terdiam.
“Lu…” Kalimat Sung Kyung terhenti
karena orang yang ada di depannya bukan orang yang dia magsud. “Bagaimana kau
tau?” Sung Kyung bertanya dengan heran ketika dia melihat Baekhyun sudah berada
didepannya.
“Taehyung” Dengan menyebut nama itu
saja membuat Sung Kyung paham jika Taehyun sahabat mereka yang memberi tahu
keberadaan Sung Kyung.
“Masuklah” timpal Sung Kyung lemah
sambil memasuki kamarnya di ikuti Baekhyun yang ada di belakangnya.
“Kau belum menajwab pertanyaanku”
Seru Baekhyun saat mereka sudah duduk berdua dengan Sung Kyung yang menaruh
beberapa jus di atas meja.
“Pertanyaan?” Sung Kyung bertanya
dengan heran.
“Apa yang membuatmu bisa bisa
mencintai Luhan sedangkana aku tidak bisa?” Baekhyun mencoba mengulangi
pertanyaannya tempo hari, Sung Kyung menarik nafas dengan kasar sebelum dia
menjawab pertanyaan Baekhyun.
“Bisakah kita melupakan itu? Itu
sudah sangat lama, dan seharusnya kita bisa melupakannya” Timpal Sung Kyung
hendak meninggalkan Baekhyun tapi Baekhyun menarik lengan Sung Kyung agar tidak
meninggalkan kursinya.
“Katakan, agar aku tau apa yang salah
padaku hingga kau menolakku” Seru Baekhyun kukuh.
“Aku yang salah. Bukan kau. Aku pikir
ketika aku menolakmu besok kau akan melakukan hal yang sama, hingga membuatku
yakin bahwa kau benar mencintaku. Tapi nyatanya aku salah, kau menjauhiku dan
semakin jauh seiring waktu berganti. Tapi Luhan tidak sepertimu, dia terus
memintaku hingga kau yakin jika dia mencintaiku” Timpal Sung Kyung menahan
tangisnya,
“Tapi kau bahkan menolakku sebelum
aku meyakinkanmu” Bela Baekhyun sambil menatap kedua mata Sung Kyung lalu
menagabaikannya kembali.
“Bukankah sudah aku bilang, aku yang
salah”
“Yah, kau salah. Jadi jangan pernah
muncul didepanku lagi sebelum aku benar-benar melupakanmu. Menjauh sebisamu,
menjauh sejauh mungkin, dan jangan kembali sebelum aku menyuruhmu kembali”
Perintah Baekhyun membuat air mata Sung Kyung keluar dengan perlahan, disusul
dengan Baekhyun yang pergi meninggalkan Sung Kyung, tubuh Sung Kyung melemah
membuatnya terjatuh diatas lantai. Sedangkan Baekhyun memasuki mobilnya dengan
prustasi, dia bahkann memukul-mukul stir mobilnya semua kalimat itu keluar
begitu saja ketika dia mengingat Sung Kyung yang selalu berada dalam pelukan
Luhan dan tidak menyadari jika kalimtnya terlalu kasar dia berikan pada gadis
yang masih dia cintai.
Minggu-minggu berlalu hingga akhirnya
Luhan dan Sung Kyung dapat bertemu, Sung Kyung masih menunggu Luhan disebuah
Café yang sering mereka kunjungi.
“Sudah lama?” Luhan bertanya saat dia
baru saja duduk didepan Sung Kyung.
“Tidak oppa, aku baru beberapa menit
sampai” Jawab Sung Kyung dengan senyum tipisnya disusul dengan Luhan yang
mencium kedua lengan Sung Kyung.
“Oppa pasti lelah. Aku sudah memesan
minuman yang kau suka” Seru Sung Kyung disusul denagn pelayang yang membwakan
dua gelas coffe late.
“Oppa, kita bertemu dengan baik-baik.
Jadi mari kita akhiri dengan baik-baik” Seru Sung Kyung membuat Luhan menatap Sung
Kyung heran.
“Aku tidak mengerti” timpal Luhan
dingin dan cemas.
“Kau pasti lelah, dan aku juga lelah.
Magsudku, kita sama-sama masih mengejar mimpi kita, dan kau sedang berada di
puncak, aku tidak bisa mengganggumu. Mari kita berjalan di jalan masing-masing.
Maaf” Seru Sung Kyung bangkit dari kursinya.
“Apa aku melakukan salah padamu?”
Luhan bertanya sambil menahan lengan Sung Kyung.
“Aku yang salah. Aku tidak bisa
bertahan” Timpal Sung Kyung sambil melepaskan lengan Luhan dari lengannya
“Sampai jumpa. Aku harap kau tidak membenciku” Sambung Sung Kyung.
“Terimakasih. Aku mencintaimu” Seru
Luhan sambil memeluk Sung Kyung dan melepaskan kembali pelukannya dan menatap
kepergian Sung Kyung.
------------------------------------------------
Baekhyun baru saja sampai di ruang
latihan dan mendapati semua orang teridam. Makanan diatas meja bahkan masih
utuh karna tidak ada yang menyentuhnya.
“Kenapa? Apa comeback kita gagal?”
Baekyun bertanya pada Sehun yang berada tidak jauh darinya.
“Bukan itu hyung, tapi Luhan” Jawab
Sehun membuat Baekhyun menatap sekeliling ruangan dan tidak mendapati Luhan di
pandangannya, pikiran-pikiran negative bahkan melintas di otaknya, kecelakan?
Keracunan.
“Kenapa dengan Luhan?” Baekhyun
kembali bertanya denagn cemas.
“Sung Kyung memutuskan Luhan. Mereka
sudah putus” Sehun kembali menajwab denag sabar, membuat Baekhyun terdiam. Ini
sunggu buan yang dia harapkan, dengan cepat Baekhyun berlari dan mengendari
mobilnya dengan kecepatan penuh untuk menuju ke apartment Sung Kyung, langkah
kaki Baekhyu terhenti di depan pintu apatement Sung Kyung yang terbuka dengan
beberapa oranng yang tengah merapihkan ruangan.
“Ini benar kamar nonna Sung Kyung?”
Baekhyun bertanya dengan tidak yakin pada OB yang tengah merapihkan ruangan.
“Dulu iya. Tapi sekarang tidak, nonna
Sung Kyung sudah menjual kamaranya pada orang lain” Jawab OB itu dengan ramah.
Baekhyun langsung terdiam, mencoba meyakinkan dirinya bahwa apa yang telah dia
lakukan hanya mimpi, tapi gagal, sekarang dia melihat kamar Sung Kyung
benar-benar kosong. Baekhyun langsung menelpon Taehyun tapi Taehyun meminta
Baekhyun untuk menemuinya di sebuah Café yang dia sebutkan. Baekhyun hanya
menghabiskan 15 menit untuk sampai di Café yang Taehyun sebutkan.
“Lama tidak jumpa” Seru Taehyun yang
sudah menunggu Baekhyun.
“Kemana Sung Kyung pergi?” Tanya
Bekhyun tidak sabar.
“Semalam Sung Kyung menghubungiku dan
meminta untuk bertemu. Dia hanya bilang jika dia mendapatkan tawaran di sebuah
agensi modeling di Paris dan dia menerimanya, aku tau awalnya dia menolak tapi
entah mengapa tiba-tiba dia menerimanya. Dia bilang dia sudah bertemu denganmu.
Dulu dia pernah berkata jika dia menyesal telah menolakmu. Dia menitipkan ini
untukmu” Taehyun mencoba menjelaskan lalu memberikan secarik kertas putih pada
Baekhyun. “Aku tidak bisa lama. Teman-temanku sudah menunggu. Senang bertemu
lagi denganmu Baekhyun. Kau benar-benar mendapatkan mimpimu dengan sempurna”
Sambung Taehyun lalu berjalan meninggalkan Baekhyun. Baekhyun membuka kertas
putih itu dan membacanya dengan teliti.
To : Byun Baekhyun.
From: Lee Sung Kyung.
Sudah lama sejak kejadian itu hingga
akhirnya aku bisa bertemu dan berbicara denganmu, aku senang melihatmu tumbuh
dengan baik, selamat karna kau bisa mewujudkan mimpimu dengan sempurna, maaf jika
aku membuatmu kecewa dan terluka, di kehidupan yang datang aku masih inggin
bertemu denagnmu, dan saat itu ketika kau memintaku menjadi kekasihmu, aku akan
langsung menerimamu ^^, bisa seperti itu? Aku sungguh beruntung bisa bertemu
denganmu. Dan saat kita bertemu kembali aku harap kau masih mengingatku sebagai
Lee Sung Kyung sahabatmu, bukan gadis yang telah mengecewakanmu. Aku selalu
berdo’a untukmu, untuk Taehyun dan untuk persahabatan kita. Aku akan menunggumu
mengatakan “Mari kita bertemu sahabat” saat itu juga aku janji aku akan bertemu
denganmu. Kau harus tau, saat itu aku benar-benar mencintaimu. Lakukan yang
terbaik yang kau bisa. Bye .
Baekhyun terus memegang kertas putih
yang dihiasai tinta hitam itu dengan erat, sekarang dia meras dia yang salah,
bodoh dan egois, seharusnya dia tidak membuat orang yang dia cintai menajuh,
seharusnya dia bisa membuat gadis yang dia cintai tetap disisinya meski
menyakiti hatinya. Seharusnya, semuanya tidak berakhir seperti ini. Seharusnya,
semuanya berakhir bahagia, entah dirinya, Sung Kyung maupun Luhan, seharusnya
semuanya baik-baik saja, tapi faktanya ini tidak seperti yang ‘seharusnya’
Baekhyun harapkan.
End.

0 komentar