Fanfiction
Series
-You never love me...- (1)
Cast : Luhan, Oh Sehun, Kim Jisoo, Jung Daeun.
Gendre : tentukan sendiri.
Rate: 15+
'
'
'
'
'
Don't be silent reading and please leave you're coment Sorry if my ff so boring, Happy reading.
Oh Sehun, pria bertubuh kurus itu masih terus mengayuh sepedahnya meski hari telah berganti malam hingga dia berdiri didepan sebuah rumah yang cukup jauh dari rumahnya sebuah rumah sederhana berlantai dua, dia berdiri menghadap jendela yang ada di lanta dua, tanpa rasa ragu Sehun bahkan melempar kerikil pada jendela tersebut, Sehun yakin gadis yang ada di dalam ruangan itu belum tidur, mungkin 5-7 krikil sudah membanting jendela kaca itu, hingga gadis berambut gold itu membuka jendelanya dan menatap Sehun dengan tatapan membunuh.
“Turun sebentar Jung Daeun” Teriak Sehun dengan wajah gembira, dengan terpaksa Daeun keluar dari tempat nyamannya dan berdiri di depan Sehun yang masih tersenyum idiot.
“Aku membencimu” Gerut Daeun sambil melipat kedua tangannya di dada.
“Aku mencintaimu” Timpal Sehun dengan wajah
konyol.
“Cepat katakan tujuannmu menghancurkan malamku,
sebelum aku menendang pantatmu” Cibir Daeun mendengar kalimat konyol dari
sahabatnya itu.
“Kim Jisoo. Dia menerimaku” Seru Sehun tidak
bisa menyembunyikan kebahagiaanya. “Kami berpacaran. Ah aku sangat bahagiaaa”
Sambung Sehun sambil memeluk Daeun, tapi Daeun tidak merespon apapun, tubuhnya
bahkan membeku, dia ingin bahagia untuk sahabatnya tapi bibirnya bahkan terasa
sulit untuk tersenyum, dulu saat Sehun mengatakan menyukai JiSoo, Daeun masih
bisa tersenyum dan memberikan beberapa kaliamat tapi sekarang itu terasa sangat
sulit, gadis bernama Jisoo bahkan gadis yang baik dan cantik sehingga tidak ada
alasan Daeun untuk tidak menyukainya. Tapi kenapa rasanya berbeda ketika Sehun
mengatakan jika dia sudah berpacaran dengan gadis idamannya itu – tepatnya
Jisoo adalah pacar pertama Sehun. Apa Daeun tidak bahagia?
“Ah, benarkah? Se….. selamat Oh Sehun” seru
Daeun memakasakan kalimat itu keluar dari bibirnya ketika Sehun melepaskan
pelukannya dan menatap Daeun, Sehun bahkan mengabaikan kalimat yang terdengar
kaku itu karna dia terlalu bahagia.
“Terimakasih Daeun. Aku hanya ingin mengatakan
itu saja” Seru Sehun sambil memegang sepedahnya bergegas meninggalkan Daeun.
“Harusnya kau mengatakan itu di telepon saja.
Ini sudah sangat malam” seru Daeun kecewa, Daeun bahkan tidak tau kenapa
kalimat itu keluar dari mulutnya, Daeun hanya berharap Sehun mengabaikan
kalimat yang terdengar ketus itu.
“Hehe, aku hanya ingin mengatakannya langsung
saja. Kaukan sahabatku. ………. Ah Daeun, besok aku mengajak Jisoo berangkat
sekolah bersama. Apa tidak masalah?” Sehun bertanya sebelum dia benar-benar
pergi, Daeun cukup lega Sehun tidak menyadari nada suaranya yang ketus, tapi
dia tidak cukup lega dengan gagasan Sehun yang mengajaknya berangkat bersama
JiSoo, itu terdengar aneh untuknya.
“Kalian berangkat bersama saja. Aku tidak ingin
mengganggu kalian” Tolak Daeun lemah.
“Kau sama sekali tidak mengganggu kami. Tapi aku tidak akan memkasa jika kau tidak mau….. oke bye” Timpal Sehun yang kini sudah mengoes sepedahnya meninggalkan Daeun, sedangkan Daeun menatap kepergian Sehun dengan lemas. Cinta pertamanya sudah menemukan cinta yang lain, dan itu buka dia- Daeun. Hingga akhirnya Sehun menghilang ditelan gelapnya malam Deun kembali memasuki kamarnya. Daeun mencoba menutup matanya, tapi matanya terasa sulit untuk dia pejamkan setelah dia mendengar pengakuan Sehun tadi. Besok mungkin akan menjadi hari pertamanya berangkat sekolah tanpa Sehun.
*********************
Sehun dan Jisoo sekarang sudah berada di kursi belakang bus umum, wajah mereka terlihat begitu bahagia dengan senyum yang tak pernah lepas dari kedua bibir tipis itu.
“Aku dan Daeun sangat menyukai kursi belakang jika kami menaiki bus” Seru Sehun dengan senyumnya sambil menatap Jisoo membuat Jisoo dengan otomatis membalas senyum dari pria yang dia cintai itu.
“Kau sama sekali tidak mengganggu kami. Tapi aku tidak akan memkasa jika kau tidak mau….. oke bye” Timpal Sehun yang kini sudah mengoes sepedahnya meninggalkan Daeun, sedangkan Daeun menatap kepergian Sehun dengan lemas. Cinta pertamanya sudah menemukan cinta yang lain, dan itu buka dia- Daeun. Hingga akhirnya Sehun menghilang ditelan gelapnya malam Deun kembali memasuki kamarnya. Daeun mencoba menutup matanya, tapi matanya terasa sulit untuk dia pejamkan setelah dia mendengar pengakuan Sehun tadi. Besok mungkin akan menjadi hari pertamanya berangkat sekolah tanpa Sehun.
*********************
Sehun dan Jisoo sekarang sudah berada di kursi belakang bus umum, wajah mereka terlihat begitu bahagia dengan senyum yang tak pernah lepas dari kedua bibir tipis itu.
“Aku dan Daeun sangat menyukai kursi belakang jika kami menaiki bus” Seru Sehun dengan senyumnya sambil menatap Jisoo membuat Jisoo dengan otomatis membalas senyum dari pria yang dia cintai itu.
“Kalian terlihat sangat dekat” Timpal Jisoo.
“Tentu saja, sejak TK kami selalu satu sekolah
dan membuat persahabatan kami menjadi sangat dekat” Balas Sehun dengan bayangan
kenangan dia dan Daeun melintas di benaknya membuat senyumnya mengembang.
“Yah. Terlihat jelas”
“Ayo. Kita sudah sampai” Seru Sehun yang sudah
berdiri di depan JiSoo sambil mengulurkan lengannya dengan senang hati Jisoo
menyambut uluran tangan dari Sehun. Mereka melewati gerbang sekolah masih
dengan senyum konyol mereka. Hingga akhirnya mereka berpisah karna mereka
berada di kelas yang berbeda.
“Kau sudah sampai?” Tanya Sehun ketika dia melihat Daeun sudah berada di kursinya sambil memegang roti di tangan kanannya.
“Kau sudah sampai?” Tanya Sehun ketika dia melihat Daeun sudah berada di kursinya sambil memegang roti di tangan kanannya.
“Tentu” Balas Daeun mencoba kembali memakan
roti tapi dengan cepat Sehun mengambil Roti dari tangan Daeun tepat ketika Roti
itu ada di depan mulut Daeun.
“Nanti kita pulang bersama” Seru Sehun yang kini sudah duduk di samping Daeun sambil memakan roti coklat itu dengan lahap.
“Nanti kita pulang bersama” Seru Sehun yang kini sudah duduk di samping Daeun sambil memakan roti coklat itu dengan lahap.
“Yah, aku tidak ingin mengganggu kau dan Jisoo,
Jisoo pasti akan..”
“Tenanglah, Jisoo bukan gadis over, dia gadis
yang baik” Timpal Sehun memotong kalimat Daeun dengan roti yang masih berada di
dalam mulutnya, membuat Daeun hanya mengangkat bahunya, karna Daeun tidak cukup
punya tenaga untuk berdebat dengan Sehun pagi ini.
“Yah dia sangat baik sehingga sulit membuatku
untuk membencinya. Setidaknya beri aku satu alasan untuk membencinya. Mungkin
itu akan membuatku mencoba merebutmu dari Jisoo” Gumam Daeun dalam hati sambil
menatap Sehun yang tengah memakan roti miliknya.
To be continue...
To be continue...

0 komentar