Fanfiction
Series
-You never love me...- (2)
Cast
: Luhan, Oh Sehun, Kim Jisoo, Jung Daeun
Gendre
: tentukan sendiri
Rate:
15
'
'
'
'
'
Don't be silent reading and please leave you're coment
'
'
'
'
Don't be silent reading and please leave you're coment
Sorry if my ff so boring, Happy reading
‘
‘
‘
‘
‘
Daeun dan Jisoo tengah duduk di kursi kantin
menunggu Sehun yang sedang mengambil makanan mereka, suasana sangat canggung
karna Daeun dan Jisoo memang belum saling mengenal sebelumnya, ini adalah
pertama kalinya mereka bertem.
“Sehun bercerita banyak tentangmu” Suara Jisoo
memecahkan keheningan yang sudah berlangsung lama diantara mereka membuat Daeun
memberikan segaris kurva senyum dari bibirnya untuk Jisoo gadis cantik berambut
hitam panjang itu.
“Semoga bukan hal buruk” timpal Daeun membalas
senyum tipis Jisoo.
“Tentu tidak. Karna kau sahabat Sehun, aku
harap kita juga bisa bersahabat, setidaknya tidak seperti orang asing” Seru
Jisoo dengan tawanya dan wajahnya yang berseri-seri. Daeun hanya membalasnya
dengan tersenyum – usaha Jisoo membuat keadaan menjadi hidup ternyata tidak
begitu berhasil, karna Daeun memang bukan gadis yang mudah bergaul atau lebiih
tepatnya bergaul dengan gadis yang telah menggambil cinta pertamanya – ini
benar-benar sulit untuk Daeun, hingga membuat suasana kembali membeku, Daeun
dan Jisoo tidak cukup ide untuk membuali pembicaraan, hingga akhirnya Sehun
datang dengan membawa Dua gelas jus jeruk dan dua mangkuk mie ramen membuat
Daeun dan Jisoo menatap heran hingga akhirnya Sehun memberikan segelas jus
jeruk dan Ramen itu di depan Daeun.
“Ah maaf, aku melupakanmu. Aku terbiasa hanya
berdua dengan Daeun sebelumnya” Sesal Sehun sambil menatap Jisoo yang tengah
menatapnya tanpa ekspresi.
“Tidak apa-apa. Aku akan mengambilnya sendiri”
Timpal Jisoo yang kini sudah bangkit dari kursinya sambil menutupi rasa
kecewanya.
“Aku akan mengambil lagi untukmu” Tolak Sehun
mencoba mendorong tubuh Jisoo agar kembali duduk.
“Tidak apa-apa, sungguh. Ramen mu akan dingin
jika kau kembali membawa makananku” Timpal Jisoo sambil melepaskan lengan Sehun
dari pundaknya dan berjalan pergi meninggalkan kuris. Sedangkan Daeun hanya
diam menatap keduanya, ada sedikit rasa bersalah tapi dia tidak tau kenapa dia
tidak bisa melakukan apapun untuk mereka, atau bahkan sekedar menawarkan
makanannya pada Jisoo yang kini sudah menghilang dari padanngannya.
“Kenapa kau hanya membawa dua? Itu membuatku merasa bersalah pada Jisoo bodoh” Seru Daeun di tengah acara makan mereka.
“Kenapa kau hanya membawa dua? Itu membuatku merasa bersalah pada Jisoo bodoh” Seru Daeun di tengah acara makan mereka.
“Aku hanya lupa dan belum terbiasa.” Timpal
Sehun lemah.
“Seperti biasa, kalian selalu berdua” Seru
Luhan yang kini sudah berada di samping Sehun lalu menyeruput jus jeruk Sehun
“Mana kekasihmu? Aku ingin melihatnya” Sambung Luhan penasaran pada gadis
bernama Jisoo yang semalam Sehun ceritakan padanya.
“Dia sedang mengambil makannya” Jawab Sehun dengan mie yang masih berada di dalam mulutnya.
“Kau hanya makan untuk dirimu saja? Kau tidak membawakan makanan untuk gadismu?” Tanya Luhan tidak percaya pada sikap Sehun adiknya itu.
“Dia sedang mengambil makannya” Jawab Sehun dengan mie yang masih berada di dalam mulutnya.
“Kau hanya makan untuk dirimu saja? Kau tidak membawakan makanan untuk gadismu?” Tanya Luhan tidak percaya pada sikap Sehun adiknya itu.
“Aku hanya membawa dua makanan, aku lupa jika
aku memiliki Jisoo” Sesal Sehun menghentikan aktifitas makannya.
“Dan kau tidak mencegahnya? Seharusnya kau
mengejarnya. Kau membuatku malu Oh Sehun” Seru Luhan sambil menatap Sehun
tajam.
“Ini bukan adegan Drama yang selalu muncul di
layar TV hyung. Berhentilah menonton terlalu banyak drama” Seru Sehun menatap
kakaknya dengan tatapan jiji.
“Aku tau. Tapi wanita suka jika seorang lelaki
melakukan itu. Kau harus banyak belajar dariku” Seru Luhan sambil menepuk
pundak Sehun. Hingga Jisoo datang dan duduk di samping Daeun tepat di depan
Luhan, membuat Luhan menatap gadis di depannya.
“Senior” Seru Jisoo spontan ketika dia melihat Luhan berada di depannya, membuat Luhan tersenyum gembira. Luhan pernah melihat Jisoo gadis di depannya - beberapa kali, tepatnya ketika JiSoo telat datang sekolah sehingga Luhan akan memberinya peringtan, dan entah mengapa Luhan masih ingat gadis di depannya ini.
“Senior” Seru Jisoo spontan ketika dia melihat Luhan berada di depannya, membuat Luhan tersenyum gembira. Luhan pernah melihat Jisoo gadis di depannya - beberapa kali, tepatnya ketika JiSoo telat datang sekolah sehingga Luhan akan memberinya peringtan, dan entah mengapa Luhan masih ingat gadis di depannya ini.
“Dia Jisoo kekasihku hyung” Timpal Sehun
membuat Luhan mengalihkan padanangannya pada Sehun yang tengah tersenyum
bangga. “Kau mengenal kakaku Ji?” Tanya Sehun menyadari jika Jisoo seperti
mengenal Luhan.
“Tentu saja. Luhan ketua kedisiplinan siswa.
Luhan siswa tampan. Luhan pretty boy. Luhan pria sopan. Luhan playboy?. Aku
yakin semua siswa mengenal senior. Tapi aku baru tau jika Luhan senior adalah
kakakmu” seru Jisoo mengingat betapa gilanya Seulgi sahabatnya yang selalu
mengoceh tentang pria bernama Luhan dan berapa kali Luhan memberinya peringatan
untuk tidak datang terlambat lagi dan kini pria bernama Luhan itu sudah berada
di depannya.
“Lebih baik seperti itu. Aku malu mempunyai
kakak seorang playboy, aku tidak ingin wanita di sekolah ini berasumsi jika aku
playboy sama seperti kakaku” Gurau Sehun sambil menyenggol pundak Luhan dengan
pundaknya, membuat Luhan menatap Sehun tajam.
“Oh tuhan. Bagaimana aku menjelaskan point terakhir itu? Aku bukan playboy, sungguh. Mereka yang mengejar-ngejarku. Haruskah aku protes pada tuhan karna aku mempunyai wajah tampan ini?” Tanya Luhan sambil menaruh kedua telapak tangannya di kedua pipinya dan membanggakan wajah tampannya.
“Oh tuhan. Bagaimana aku menjelaskan point terakhir itu? Aku bukan playboy, sungguh. Mereka yang mengejar-ngejarku. Haruskah aku protes pada tuhan karna aku mempunyai wajah tampan ini?” Tanya Luhan sambil menaruh kedua telapak tangannya di kedua pipinya dan membanggakan wajah tampannya.
“Ah. Aku melewatkan satu point. Luhan yang
narsis, semua orang harus menyadari point itu” Timpal Jisoo dengan tawanya.
“Aku setuju dengan itu” Seru Sehun sambil
ber-high five dengan Jisoo, membuat Luhan menatap keduanya dengan tatapan
tajam, sekarang Luhan bahkan merasa jika dia sedang di bully oleh adik kelasnya
sendiri, tapi Luhan merasa bahagia setidaknya dia tidak perlu so cool.
Sedangkan Daeun hanya menatap ketiganya dengan lemah, Daeun baru sadar jika
Jisoo memang punya X-Fctor yang membuat semua orang nyaman didekantnya, bahkan
seorang Luhan yang dikenal dingin, sejak kecil hingga sekarang Daeun bahkan
selalu merasa canggung jika Sehun meninggalkannya berdua dengan Luhan, seperti
ada jarak antara dirinya dengan Luhan, tapi Jisoo dengan mudah berbicara dengan
Luhan, Jisoo bahkan tidak perlu belasaan tahun untuk tertawa bersama Luhan.
Tapi apa sekarang Daeun cemburu pada Jisoo?.
“Kau tidak marah padaku Ji” Tanya Sehun
ditengah tawa mereka.
“Marah? Kenapa harus marah?” JiSoo kembali
bertanya sebelum dia menyeruput jus aple nya.
“Aku lupa membawakan makanan untukmu” Balas Sehun canggung sambil menggaruk rambutnya yang sama sekali tidak gatal.
“Aku lupa membawakan makanan untukmu” Balas Sehun canggung sambil menggaruk rambutnya yang sama sekali tidak gatal.
“Maafkan kebodohan adikku Ji, aku sangat
menyesal memiliki adik seperti dia. Jika kau bersedia, putuskan dia dan jadilah
pacarku. Aku yang terbaik dalam memperlakukan wanita” Serobot Luhan setelah dia
menyeruput Jus Sehun sambil menepuk dadanya.
“Uh, ayolah, aku bukan gadis SD yang marah karna tidak diberi makanan” Timpal Jisoo dengan ekspresi jijik. “Dan Luhan senior. Aku sangat tersanjung, tapi maaf. You’re not my style” Sambung JiSoo dan kembali membuat Sehun tertawa, sedangkan Daeun hanya tersenyum tipis.
“Uh, ayolah, aku bukan gadis SD yang marah karna tidak diberi makanan” Timpal Jisoo dengan ekspresi jijik. “Dan Luhan senior. Aku sangat tersanjung, tapi maaf. You’re not my style” Sambung JiSoo dan kembali membuat Sehun tertawa, sedangkan Daeun hanya tersenyum tipis.
To Be Continue….

0 komentar