Fanfiction
Series
Crooked (3/?)
Author : J.N
Genre : tentukan sendiri.
Cast : Kwon Ji Yong, Sandara Park, Mizuhara Kiko, other.
Rate: 17 +
“Jangan menangis lagi. Jika kau
menangis aku merasa lebih sakit dari yang kau rasakan. Jadi aku mohon, jangan
menangis” Bisik Donghae sebelum dia memacu mobilnya menuju apartment Dara.
Donghae membawa Dara diatas
punggungnya untuk menuju kamar Dara, tapi langkah kakinya terhenti ketika dia
melihat Ji Yong keluar dari kamar yang tepat berada di depan Dara, Donghae baru
ingat jika Dara dan Ji Yong tinggal di apartment yang sama, Donghae pernah
mengunjungi apartment Dara tapi Donghae tidak menyangka jika kamar mereka saling
berhadapan.
“Aku yakin sebagai mantan
kekasihnya, kau pasti tau password kamar Dara. Jadi cepat buka” Perintah
Donghae dengan mengekan kan kalimat ‘Mantan Kekasih’, membuat Ji Yong menegang
menatap Donghae.
“Turunkan tubuh Dara. Aku yang akan
membawanya” Perintah Ji Yong enggan menuruti permintaan Donghae.
“Buka pintunya atau aku akan
membawa Dara ke rumahku” Ancam Donghae sambil memasang wajah datar.
“Lee Donghae jangan
bernai-beraninya kau melakukan itu. Atau…”
“Babby…” kini suara Kiko terdengar
membuat Donghae tersenyum sinis pada Ji Yong.
“Buka saja, sebelum kekasihmu
keluar” Timpal Donghae dengan bangga membuat Ji Yong terpaksa membukakan kamar
Dara.
“Awas jika kau melakukan sesuatu
pada Dara” Ancam Ji Yong sambil menunjuk wajah Donghae
“Aku bukan kau Kwon Ji Yong.” Seru
Doonghae sambil memasang senyum sinis “Nikmati saja malammu dengan kekasih
cantikmu Ji” Timpal Donghae dengan sinis “Ah, satu lagi. Sekarang aku
mengetahui password kamar Dara. Terimakasih ” Sambung Donghae sebelum dia
menutup pintu kamar Dara. Sedangkan Ji Yong masih berdiri di depan pintu kamar
Dara beberapa saat sebelum dia kembali ke kamarnya.
Sekarang Donghae sudah merebahkan tubuh
Dara diatas tempat tidur, Dongahe melepaskan sepatu Dara dan menyelimuti tubuh
Dara. Donghae melihat arlogi dan disana sudah menunjukan pukul 05:12, dengan
langkah lemas Donghae menuju ke dapur untuk memasak beberapa jenis makanan
untuk Dara sebelum dia pergi meninggalkan Dara.
“Apa yang harus aku lakukan jika
kau menangis lagi?” Seru Donghae tanpa bermagsud bertanya pada Dara yang tengah
tertidur dengan pulas. Donghae hendak bangkit dari tempat tidur Dara.
“Bagaimana aku harus menjelaskann
rasa sakit ini?” Gumam Dara dari bawah alam sadarnya membuat Donghae menatap
Dara cemas dan mengurungkan niatnya untuk meninggalkan Dara.
“Dara” Seru Donghae memanggil nama
Dara dengan lembut.
“Aku benci perasaan ini. Bagaimana
bisa cinta dan benci berjalan beriringan? Haruskah aku merasakan rasa sakit ini
hanya karna aku mencintanya? Aku benar-benar idiot dibohongi olehnya selama
satu tahun” Seru Dara sebelum dia kembali kealam bawah sadarnya. Disana Donghae
terus memandang Dara dengan lirih, hari ini Donghae terlalu banyak melihat Dara
menangis.
---
Ji Yong keluar dari kamarnya ketika
Kiko sudah tertidur, Ji Yong masih terus menunggu Donghae keluar dari apartment Dara, tapi
tidak ada hinga Ji Yong memilih untuk masuk kedalam apartment Dara. Disana, dibalik pintu kamar Dara, Ji
Yong mendengar dan melihat Dara dengan Donghae, bahkan dalam tidurnya saja Dara
masih merasakan rasa sakit dan itu membuat Ji Yong merasa buruk untuk Dara.
‘klek’ Donghae keluar dari kamar
Dara dan sekarang dia sudah melihat Ji Yong berdiri disamping daun pintu,
Donghae yang melihat Ji Yong langsung menarik lenga Ji Yong keluar.
“Kwon Ji Yong, aku tau kau memiliki
image bad boy, tapi aku pikir kau bisa tulus pada gadis yang mencintaimu” Gerut
Donghae setelah dia mendorong Ji Yong ke sudut tembok.
“Aku mencintainya, sungguh” Timpal
Ji Yong masih dengan perasaan bersalah sehingga dia tidak bisa marah pada
Donghae.
“Lupakan saja. Dia akan lebih baik
tanpamu. Kau telah memilih Kiko bukan?” Seru Donghae tanpa bermassgud bertanya
dan lebih terdengar seperti sindiran.
“Tidak bisa, aku mencintai Dara”
Timpal Ji Yong pasti sambil menatap Donghae.
“Jika begitu. Tinggalkan Kiko dan
yakinkan Dara bahwa kau mencintainya, buat dia yakin bahwa kau tidak akan membuatnya
menangis lagi” Seru Donghae mulai melemah karna dia melihat ketulusan dimata Ji
Yong.
“Itu tidak bisa. Aku juga mencintai
Kiko” kini ucapan Ji Yong hampir membuat Donghae membunuh Ji Yong saat itu
juga.
“Kwon Ji Yong.!”
“Aku mencintai keduanya”
“Aku tidak tau bagaimana cara
hatimu bekerja, tapi itu salah, kau tidak bisa memiliki keduanya. Kau tau,
berbicara masalah ini denganmu membuatku ingin memukulmu” Gerut Donghae lalu
pergi meninggalkan Ji Yong sebelum Donghae kehilangan control emosinya.
Sedangkan Ji Yong masih terdiam
mencoba mengumpulkan semua pikirannya, apa yang dia inginkan bahkan dia tidak
tau, siapa yang harus dia tinggalkan, Ji Yong juga tidak tau. Ini benar-benar
mengganggunya.
*******************************************
Dara bangun dari tidurnya ketika
cahaya matahari mulai memasuki lewat celah jendela kamarnya, dengan perlahan
Dara bangkit dari tidurnya, beberapa saat Dara duduk untuk mengumpulkan semua
kesadarannya, Dara kemudian bangkit dan berjalan kekamar mandi.
“Kau idiot sejati Sandara Park”
gumam Dara pada pantulan wajahnya di kaca ketika dia baru saja membasuh
wajahnya. Dara bersyukur kelopak matanya tidak pernah membengkak meski dia
menangis, setidaknya Dara tidak perlu menutupi matanya ketika bertemu orang. Dara
membersihkan tubuhnya dari bau alcohol sebelum dia duduk di meja makan, disana
Dara melihat secarik memo.
-Yah, Sandara Park. Apa kau
menyuruhku datang ke pesatamu hanya untuk mengantarmu yang mabuk? Tapi tidak
masalah, tubuhmu kecil jadi aku hanya merasa sedang menggendong tas. Aku
memaskan beberapa makanan, makanlah dengan baik, aku sangat cemas dengan tubuh
kurusmu. Kau berhutang padaku. Aku akan meminta imbalan jika kita bertemu lagi.
Satu lagi, jangan menangis. Kau terlihat sangat jelek, aku tidak berbohong.
(Lee Donghae)-
Dara hanya tersenyum membaca memo
dari sahabatnya itu, Dara kemudian membuka tutup saji, dan disana Dara sudah
melihat beberapa jenis msakan, ada bubur, sup rumput laut, dan beberapa dagig.
“Bocah ini” Gumam Dara sebelum dia
memakan masakan Donghae.
Dara keluar dari kamar
apartmentnya, untuk beberapa saat Dara menatap pintu kamar apartment Ji Yong
hingga akhirnya dia berjalan pergi meninggalkannya.
Dara hampir menghabiskan semua
waktuku di ruang latihan bersama semua member 2NE1, mendengarkan cerita Bom
yang memiliki teman-teman baru di Roommate atau sekedar melakukan hal-hal
konyol, Dara beruntung mereka tidak mengungkit tentang Ji Yong, karna Dara benar-benar
tidak ingin membahasnya, hingga akhirnya Bom harus kembali ke rumah Roommate,
Minzy pulang kerumah keluarganya dan CL harus pergi ke New York, dan disini
haya tersisa Dara seorang diri hingga Dara mendengar getaran yang berasal dari
HPnya.
-“Ya Hae”-
-“Kau dimana? Aku berada di luar
gedung YG. Keluarlah, aku menunggumu”-
“Untuk apa?”- Dara bertanya sambil
melangkahkan kakinya dan sambil merapihkan pakaiannya, menutup kepalanya dengan
topi, meskipun gedung YG jarang di kunjungi fans tapi mereka harus tetap
berhati-hati menemui seseorang diluar agensi mereka jika mereka tidak ingin
terlibat skandal.
-“Kau tidak ingin mengganti pesta
kemarin? Itu mengecewakanku”- Gerut Donghae membuat Dara tertawa.
-tok tok tok-
Dara mengetuk kaca mobil Donghae
hingga Donghae membuka pintu mobilnya disusul dengan Dara yang kini sudah duduk
di kursi penumpang, dan tanpa aba-aba Donghae langsung memacu mobilnya kesebuah
tempat.
------------------------------------------------
Ji Yong terbangun dari tidurnya, dan
merasakan lengan Kiko melingkar di pinggangnya, dengan perlahan Ji Yong bangkit
dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi, disana Ji Yong menatap wajahnya
lewat pantulan kaca, menyesal mungkin itu satu-satunya yang tersisia di
hidupnya.
“Kau mau kemana?” Kiko bertanya
pada Ji Yong yang sudah berpakaian dengan rapih, sedangkan Kiko masih memakai
kemeja ukuran besar yang menutupi hotpantnya sambil memegang sebuah aple di
tangannya.
“Aku harus ke kantor. Apa tidak
masalah jika aku meninggalkanmu?” Tanya Ji Yong dengan lembut.
“Tidak bisakah kau tetap denganku?
Aku meninggalkan Jepang hanya untukmu Beb” Gerut Kiko dengan manja membuat Ji
Yong tersenym tipis.
“Nanti malam kita ke club. Kau bisa
menungguku di club semalam, aku akan memesankan ruangan VVIP untuk kita” Timpal
Ji Yong sambil memegang lengan Kiko.
“Baiklah. Take care beb” Balas Kiko
dengan gembira.
“Thank’s, bye” Timpal Ji Yong
disusul dengan mendaratkan bibirnya di bibir Kiko lalu pergi meninggalkan Kiko.
Ji Yong menatap pintu apartment Dara sebelum akhirnya dia berjalan meninggalkan
gedung tersebut.
Ji Yong melangkahkan kakinya menuju
ruang rekaman dimana biasanya semua member Bigbang berkumpul. Ji Yong membuka
pintu ruangan studio dan disana dia hanya melihat TOP tengah duduk sambil menatap
layar ponselnya.
“Untuk apa kau kesini?” TOP
Bertanya ketika dia merasakan seseorang sudah duduk disampingnya dan melihat Ji
Yong sudah berada di sampingnya “Harusnya kau menghabiskan waktu dengan gadis
Jepangmu itu” Sambung TOP sebelum dia kembali menatap layar ponselnya lagi.
“Bisakah kita berhenti
membiacarakan Kiko?” Protes Ji Yong sambil menatap TOP dengan tajam, tapi TOP
masih menatap ponselnya. “Hyung, biacaralah” Gerut Ji Yong merasa diabaikan
oleh TOP.
“Apa yang harus kita bicarakan?
Comeback kita masih lama.” Timpal TOP tanpa mengalihkan pandangan dari layar
ponselnya.
“Aku tau kau marah padaku. Tapi ini
juga menyikasaku”
“Ji, kau tau, aku tidak tau
bagaimana caramu berfikir dan hatimu bekerja” Kini TOP menghentikan
aktifitasnya memainkan handphone dan berbalik menatap Ji Yong. “Dara terlalu
baik untukmu” sambung TOP membuat JiYong menatap lurus mata TOP lalu kembali
menyandarkan tubunya dengan lemah.
“Hyung. Jangan seperti ini. Aku
mohon, ini semakin membuatku menyesal” seru Ji Yong dengan nada penuh
menyesalan.
“Aku harap kau tidak akan semakin
menyesal lagi nanti. Karna sekarang Bom terus mendorong Dara untuk Donghae”
Timpal TOP dan kini membuat Ji Yong bangkit dari tempat duduknya sambil menatap
TOP tajam, ‘ tidak’ itu adalah kata pertama yang ada di benak Ji Yong, Ji Yong
bersumpah demi gaho, Dara tidak boleh dengan pria bernama Donghae itu, entah
mengapa karna Ji Yong selalu merasa tidak rela jika Dara bersama Donghae,
meskipun Ji Yong tau jika Donghae adalah pria baik dan tidak neko-neko, dan itu
alasannya, jika Dara dengan Donghae maka itu akan membuat Ji Yong terlihat
semakin buruk.
-------------------------------------------------------
--------------------------------------

0 komentar