Swift

Crooked (4/?)


Author : J.N
Genre : tentukan sendiri.
Cast : Kwon Ji Yong, Sandara Park, Mizuhara Kiko, other.
Rate: 17 +




“Aku harap kau tidak akan semakin menyesal lagi nanti. Karna sekarang Bom terus mendorong Dara untuk Donghae” Timpal TOP dan kini membuat Ji Yong bangkit dari tempat duduknya sambil menatap TOP tajam, ‘ tidak’ itu adalah kata pertama yang ada di benak Ji Yong, Ji Yong bersumpah demi gaho, Dara tidak boleh dengan pria bernama Donghae itu, entah mengapa karna Ji Yong selalu merasa tidak rela jika Dara bersama Donghae, meskipun Ji Yong tau jika Donghae adalah pria baik dan tidak neko-neko, dan itu alasannya, jika Dara dengan Donghae maka itu akan membuat Ji Yong terlihat semakin buruk.
                                   
------------------------------------------------------- --------------------------------------

Seperti rencana sebelumnya Ji Yong dan Kiko sekarang sudah berada di ruang VVIP di sebuah club berasama Kiko. Kini Ji Yong sedang mencum Kiko, kalimat TOP terus mengiang di benaknya. Dara dan Dongahe? Mendengar kalimat itu saja sudah membuat Ji Yong marah, Ji Yong bahkan tidak bisa membayangkan jika Donghae dan Dara benar-benar akan bersama. Ji Yong mearik pinggang Kiko untuk memperdalam ciumannya, hingga celah dari sudut bola matanya menatap sosok tak asing di balik pintu hingga akhirnya Ji Yong menghentikan ciumannya dengan Kiko dan menatap sosok itu. Dara gadis yang masih dia cintai sudah berdiri di depannya dengan Donghae, lagi.

Sedangkan Dara menatap Ji Yong dan Kiko dengan tatapan jiji, tapi masih menyiratkan rasa sakit di hatinya, air mata Dara hampir saja keluar jika saja Donghae tidak memegang lengan Dara erat membuat Dara tersadar jika dia tidak boleh menangis disini, tidak untuk sekarang, tidak di depan pria yang mungkin akan dia benci.

“Aku mengundang mereka. Apa tidak masalah?” Kiko bertanya memecahkan ketegangan dianatara mereka.

“Kami akan pergi jika kami mengganggu” Timpal Donghae dengan nada sinis membuat Ji Yong manatap Donghae tajam mungkin tatapannya bisa menghancurkan kepala Donghae.

“Tidak” Jawab Ji Yong singkat dengan nada ketus.

“Kita pergi Hae” Timpal Dara sambil mengangkat kepalanya menatap Donghae, membuat Donghae mengangguk lemah dengan senyum tipisnya dan masih menggenggam lerat lengan Dara.

“Kiko maaf, kami harus pergi” Seru Donghae membungkuk lalu pergi meninggalkan ruangan sebelum menerima persetujuan dari Ji Yong dan Kiko.

“Kau baik-baik saja Dee?” Tanya Donghae menghentikan langkahnya ketika mereka sampi di parkiran.

“Terima kasih sudah menggenggam erat tanganku” Donghae tau ini bukan jawaban dari pertanyaannya tapi Donghae juga tau jika gadis di sampingnya idak dalam keadaan baik-baik saja.

“Dara” Kini tangan lain menarik lengan Dara membuat Dara menatap si pemilik tangan, dan disana dia melihat Ji Yong sudah berada di sampingnya. “Dara maaf” Sambung Ji Yong lirih.

“Untuk apa? Semuanya sudah berakhir Ji. Selamat menikmati malammu” Timpal Dara sambil melepaskan genggaman Ji Yong dan pergi meninggalkan Ji Yong.

Selama didalam mobil tidak ada yang memulai pembicaraan, Donghae cukup baik memahami kondisi ini dan membuatnya tidak bertanya terlalu banya pada gadis yang ada di sampingnya. Waktu perjalanan terasa lebih lama dari biasanya, entahlah mungkin suasana yang membuatnya terasa lebih lama dari seharusnya.
Dara dan Donghae berjalan melewati lorong apartment, meski awalanya Dara menolak untuk diantar oleh Donghae, tapi Donghae tetap memaksa untuk mengatar Dara setidaknya sampai depan pintu kamar Dara. Dara mencoba menekan-nekan tombol apartmentnya tapi entah mengapa pintu itu tidak juga terbuka mungkin karna kekesalannya pada Ji Yong? Sakit hatinya yang tidak terbendung? Sekarang Dara bahakan sudah menumpahkan air matanya yang dia pikir sudah habis.

“Dee” Seru Donghae memegang lengan Dara yang tengah menekan-nekan tombol apartmentnya.

“Kenapa rasanya masih sakit Hae?” Dara bertanya dengan air mata yang terus keluar dari kedua bola matanya, Donghae yang melihatnya langsung merasa sakit di hatinya, dan tanpa aba-aba Donghae langusng menarik Dara kedalam pelukannya. Tatapan Donghae lalu terhenti pada Ji Yong dan Kiko yang mulai berjalan mendekat.

“Aku akan membuat Ji Yong merasakan apa yang kau rasakan Dee” Seru Donghae sambil mengangkat dagu Dara, dan dengan perlahan Donghae mempersempit jarak antara wajahnya dan wajah Dara lalu menempelkan bibirnya di bibir Dara, dan dengan perlahan Dara menutup matanya, mulai mengikuti ciuman Donghae, bahkan tanpa Dara sadari Dara menggenggam erat baju Donghae ketika Donghae menarik pinggang Dara untuk memperdalam ciumannya.
Di sisi lain Ji Yong mulai terbakar emosi, dia bahkan bisa berubah menjadi seekor naga yang bersiap memakan Donghae.

“Aku pikir mereka bukan hanya sekedar bersahabat” Kalimat yang keluar dari mulut Kiko semakin membuat emosi Ji Yong memuncak. Dengan langkah pasti dan penuh emosi Ji Yong berjalan menuju Dara dan Donghae, setelah Ji Yong berada tepat di samping Donghae, Ji Yong langsung memukul wajah Donghae, membuat Dara kaget dengan tindakan Ji Yong yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya.

-BUK-
Tubuh Donghae terpental karna Ji Yong memukul Donghae tepat di pipi kanannya, Dara dan Kiko bahkan kaget melihat apa yang baru saja terjadi, Ji Yong menarik lengan Dara, tapi Dara melepaskannya dan berjalan membantu Dongahe bangkit.

“KAU GILA!” Bentak Dara ketika dia mencoba mempapah Donghae menuju kamarnya, tapi sekali lagi Ji Yong menahan lengan Dara.

“Jangan seperti ini padaku. Aku mohon!” Pinta Ji Yong seperti anak kecil yang memelas pada ibunya untuk dibelikan mainan.

“Bagaimana rasanya? Menyakitkan bukan?” Tanya Dara dengan nada lebih sinis dari yang dia perkirakan “Itu yang aku rasakan Ji” Sambung Dara lalu membanting lengan Ji Yong dari pergelangan tangannya dan berjalan memasuki kamarnya bersama Donghae.

Di sudut lain Kiko merasa ada kejanggalan disini, Ji Yong yang tiba-tiba berubah, perlahan Kiko berjalan menghampiri Ji Yong yang  masih memandang pintu kamar apartment Dara.

“Kita perlu bicara Ji” Seru Kiko dingin sambil berjalan menuju pintu apartment Ji Yong. “Aku rasa ada hal yang tidak aku ketahui disini” Sambung Kiko membalikan tubuhnya menghadap Ji Yong yang ada di belakangnya ketika mereka sudah memasuki kamar Ji Yong, tapi Ji Yong masih diam, enggan membuka mulutnya sehingga membuat Kiko dengan perlahan berjalan dan berdiri tepat di depan Ji Yong.

“Ada hubungan apa antara kau dan Dara? Aku rasa itu bukan hanya sekedar hubungan artis yang bernaung di agensi yang sama” Kiko kembali bertanya, ini adalah pertanyaan yang belum pernah Kiko bayangkan sebelumnya, dulu Kiko cukup yakin jika Ji Yong dan Dara hanya memiliki hubungan keluarga di agensi yang sama, tapi setelah melihat perubahan sikap Ji Yong hanya karena Dara berciuman Dengan Donghae, itu membuat Kiko merasa ada yang tidak beres disana. “Kau mencintai Dara?” Dengan sakit Kiko menanyakan pertanyaan itu dan membuat hati Kiko sakit, tapi sukses membuat Ji Yong menatap Kiko dengan perasaan bersalah.

“Maaf, aku tidak bermagsud menyakiti perasaanmu. Sebenarnya aku dan Dara dulu…..”
-Plak- Belum sempat Ji Yong melanjutkan kalimatnya dia sudah menapatkan tamparan di pipi kanannya. Ji Yong menatap Kiko yang kini tepat berada di depannya dengan tatapan sedih.

“Terimamkasih” Seru Kiko menahan air matanya, ada jeda beberapa saat sebelum dia melanjutkan kalimatnya. “Kita berakhir” Sambung Kiko lalu pergi menainggalkan kamar Ji Yong sambil membanting keras pintu kamar Ji Yong. Sedangkan sekarang Ji Yong menatap kepergian Kiko, dia pikir jika itu terjadi Ji Yong akan mengejar Kiko seperti saat dia mengejar Dara tapi nyatanya tidak, Ji Yong hanya menayap kepergian Kiko begitu saja.


Dara tengah mengompres luka di bibir Donghae hingga tiba-tiba Donghae mneghentikannya dan mengenggam lengan Dara.

“Aku baik-baik saja Dee” Seru Donghae menatap mata Dara membuat Dara mengangkat wajahnya dan menatap Donghae.

“Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermagsud membawamu kedalam masalahku” Timpal Dara penuh penyesalaan.

“Aku baik-baik saja, sungguh. Berhentilah menyalahkan diri sendiri” Timpal Donghae tidak terima. “Kau masih mencintai Jiyong?” Pertanyaan Donghae berhasil membuat Dara menatap Donghae tajam. Mereka diam dengan Dara yang terus menatap Donghae. “Aku pergi Dee. Have a nice dream” Sambung Donghae mencium kening Dara lalu berjalan meninggalkan Dara, tapi Dara masih tidak mengucapkan sepatah katapun, ada sesuatu yang emngganjal pikirannya.

********************
Dara memacu mobilnya menuju sebuah café hanya untuk sekedar menikmati segelas coffe hangat sambil berbincang-bincang dengan Bom yang mungkin sudah menunggu disana.

“Semoga aku tidak terlalu lama membuatmu menunggu” Seru Dara ketika dia baru saja sampai di sebuah meja sudut ruangan yang sudah terisi oleh Bom sambil membawa Orage Jus yang baru saja Dara beli.

“Tidak, baru datang 10 menit yang lalu mungkin” Timpal Bom sambil mengangakt segelas Yogurt Banana yang ada diatas mejanya.

“Kenapa kau mengajakku bertemu? Aku pikir kau sibuk syuting Roommate mu itu” Cibir Dara setelah dia menyeruput minumannya. Sebenarnya Dara cemburu pada Bom yang memiliki teman baru di Roomate, karna jika Bom pergi maka dia akan sendiri di Dorm karna CL sering pergi keluar negeri, Minzy sibuk kuliah dan meskipun dia pulang dia akan mendapati dirinya seorang diri karna Thunder juga sibuk dengan groupnya.

“Aku mendengar beberapa minggu yang lalu kau berciuman dengan Donghae di depan JiYong dan Kiko” Bisik Bom mencoba mengkonfirmasi rasa penasarannya dan itu sukses membuat Dara menatap Bom tajam.

“Darimana kau tau? Apa seseorang melihat kami?” Tanya Dara mulai cemas. Dan itu sukses membuat Bom bernafas lega, Bom bahkan tersenyum bangga.

“Aku mendengarnya ketika Seungri berbicara dengan T.O.P. Terkadang bocah itu bisa sangat berguna. Dan aku memiliki pendengaran yang bagus. Kami kombinasi terbaik di YG” Seru Bom bangga lalu kembali meminum minumannya.

“Berarti semua keluarga YG sudah tau? Aku akan mati” Seru Dara lemah, dia bahkan tidak memiliki nafus untuk menatap minumannya.

“Aku yakin kau tau bagaimana mulut Seungri. Dia penyebar berita yang lebih cepat dari media masa manapun” Timpal Bom dan sukses membuat Dara semakin gelisah. “Tenanglah Dee. Donghae pria baik, aku rasa YG Appa akan setuju” Sambung Bom sambil mengenggam lengan Dara.

“A….. apa yang kau bicarakan? Ka……. kaami hanya bersahabat” Elak Dara dengan gugup.

“Hahha, jangan berbohong padaku” Timpal Bom disusul dengan kedua HP mereka yang berbunyi.

“Aku harus kembali syuting” Seru Bom bergegas meninggalkan Dara.

“JiYong ingin meminta bantuanku” timpal Dara masih membaca pesan singkat dari Jiyong.

“Abaikan dia” Perintah Bom tegas.

“Dia mabuk, dan tidak ada siapa-siapa disana” Seru Dara.

“Ada Seungri”

“Dia di Taiwan”

“Taeyang”

“Dia di New York”

“Daesung”

“Dia di Jepang”

“TO..” Bom baru saja akan menyebutkan nama kekasihnya tapi dia iingat jika T.O.P sedang syuting, CL di Paris dan tidak mungkin untuk menyuruh Minzy, dan Manajer Jiyong yang sedang berada di luar negeri untuk mengambil cuti libur. “Suruh saja pacarnya yang menjemput. Kenapa harus kau”  Sambung Bom masih tidak terima.

“Jadi kau ingin Kiko berlari mengejar pesawat hanya untuk menjemput Jiyong? Sebelum Kiko datang aku yakin Jiyong sudah dilempar keluar” Seru Dara sambil memberesakan barang-barangnnya.

“Berhentilah memperdulikan Jiyong dank au harus ingat dia Kwon Ji Yong, G-Dragon anak mas K-Pop. Tidak akan ada yang melemparnya keluar club” Timpal Bom sambil memegang lengan Dara mencoba menghentikan Dara.

“Bom, kita keluarga.” Kalimat itu berhasil membuat Bom melepaskan lengannya dari pergelangan lengan Dara. “Hati-hati dijalan. Hubungi aku jika kau sampai. Jjangmae akan menemanimu” Sambung Dara lemah lalu berjalan meninggakan Bom. Bom sebenarnya tau Dara adalah gadis keras kepala tidak ada gunannya berdebat dengan Dara.

**********************
TBC

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images