Fanfiction
Series
FoundLove #02 [Sequel ‘YNLM’]
Cast : Luhan | Kim Jisoo | Sandara | Kris | Park Chanyeol |
Other
Rate : 15+ (?)
Gendre : Friendship, Life, Family, Love, Sad.
Author : JN (Juliza Nurbaiti)
‘
‘
‘
‘
‘
‘
“Lima tahun. Ibuku meninggal ketika melahirkanku, jadi Sandara dengan
tidak langusng yang menggantikan peran ibu untukku magsudku, yah karna sejak
kecil Sandara yang mengurusku” Balas Chanyeol sambil mengingat bagaimana
Sandara mengurusnya.
“Oh, Sandara pasti sangat menyayangimu” Luhan lalu menyeruput Coffe
miliknya, dan kembali menatap Chanyeol.
“Mungkin sekarang aku yang lebih menyayanginya” Timpal Chanyeol
lemah. “Oh, aku dengar kau sempat bekerja di Rumah Sakit di Seoul?” Chanyeol bertanya
sambil menunjuk Luhan.
“Hanya satu tahun aku bekerja disana”
“Lalu kenapa kau memutuskan unutk pindah?”
“Aku harus menemukan seseorang disni” Balas Luhan sambil
mengingat gadis yang harus dia temukan.
“Aaah. Pasti seorang yang sudah mencuri hatimu?” Goda Chanyeol
dengan senyum idiotnya membuat Luhan tersenyum “Hhaa, jadi benar. Tenanglah,
terkadang dunia tidak selebar yang kita pikirkan” Sambung Chanyeol mencoba
meneymangati sahabat barunya.
“Tapi aku tidak yakin dia akan mencintaiku” Seru Luhan lemas
“Dia mantan kekasih adikku” Sambung Luhan sekilas menatap Chanyeol, lalu
menatap gelas cofe yang ada didepannya- membuat kedua bola mata Chanyeol
meloncat karna kaget.
“Tenanglah, dia hanya mantan kekasih adikmu. Aku bahkan
mencintai seseorang yang tidak boleh aku cintai. Ayahku bahkan mungkin akan
menendangku jika aku masih mencintai gadis itu” Seru Chanyeol mencoba
menghilangkan ekspresi kagetnya sambil mengingat gadis yang dia cintai sejak
dulu.
Luhan baru saja akan mebuka mulutnya tapi dia sudah melihat
Sandara berlari dengan tergesa-gesa. “Ayo kita pergi. Darurat..” Perintah
Sandara dengan tergesah-gesah membuat Luhan dan Chanyeol bangit dari kursinya
untuk mengikuti Sandara yang sudah berlari didepannya.
“Good luck, brother” Seru Chanyeol sambil menepuk pundak Luhan
ketika mereka tengah berlari..
Mereka sekarang berada di ruang ICU menatap seorang pasien yang
tengah terbaring dengan Sandara yang tengah menyuntikan cairan di selang
infuse.
“Bukan masalah besar, dia hanya mengalami efek samping dari
oprasi yang baru dia jalani” Seru Sandara dengan senyumnya, mencoba menenangkan
Luhan dan Chanyeol yang masih menatap pasien itu cemas. “Ah, Luhan kenalkan dia
Chorong, dia perawat yang akan membantu kita” Seru Sandara sambil merangkul
Chorong yang ada disampingnya lalu mengobrol dengan Chanyeol setelah melepaskan
lengannya dari tubuh Chorong.
Chorong lalu mendekatkan tubuhnya pada Luhan dan memeluk Luhan
sambil menempelkan pipinya dipipi Luhan – sukses membuat Luhan membeku karna
kaget, tapi Chanyeol dan Sandara tidak menyadari ekspresi Luhan. – Luhan tau
jika dia sedang berada di benua Amerika, dia bahkan tidak merasa asing dengan
adegan-adegan seperti ini – tapi Luhan bersumpah demi mata besar Chanyeol, jika
ini adalah pertama kalinya seorang gadis yang baru dia temui beberapa menit,
langsung menempelkan pipinya di pipi Luhan tanpa aba-aba.
“Kalian bisa pulang” Sambung Sandara ketika Chorong baru saja
akan membuka mulitnya untuk berkata sesuatu pada Luhan, karna Chorong
melihat ekspresi Luhan yang tidak biasa.
“Aaaa. Baiklah, aku pergi” Seru Chorong canggung lalu pergi
meninggalkan Luhan dan Chanyeol karna Sandara sudah menarik lengannya.
“Ah, hati-hati dijalan” Timpal Chanyeol ramah membaut Sandara
dan Chorong membalikan tubunya untuk tersenyum lalu meninggalkan Luhan dan
Chanyeol. “Tinggalah bersamaku. Jangan tinggal diasrama, itu membosankan” Ajak
Chaneyol sambil menepuk pundak Luhan, membuat Luhan tersadar dari lamunannya.
“Baiklah. Senior” Gurau Luhan dengan senyum tipisnya, mencoba
menstabilkan sisitem tubuhnya yang teras tersengat istrik.
“Benar, kau harus memanggilku senior” Timpal Chanyeol sambil
menepuk punggung Luhan.
Luhan tengah mengikuti mobil hitam yang Chanyeol kendarai dengan
mobil merahnya, ketika Luhan mengikuti Chanyeol, mata Luhan masih sempat
berkeliaran ke setiap sudut kota LA, berharap dia akan menemukan Jisoo disini,
tapi percuma, sudah 3 lampu merah yang mereka lewati, Luhan tidak juga melihat
tanda-tanda keberadaan Jisoo, Luham memang sudah lebih dari enam bulan berada
di LA, dan entah sudah berapa ratus tempat yang dia kunjungi untuk mencari
keberadaan Jisoo dan semuanya tidak mendapatkan hasil apapun, atau bahkan hanya
sedikit petunjuk keberadaan Jisoo, Luhan tahu jika dia tidak hidup di cerita
Drama dimana tokoh utama akan langsung menemukan pasangannya hanya dalam satu
kali mereka mencari, tapi Luhan percaya jika Jisoo berada di LA, Luhan sudah
menanyakan keberadaan Jisoo pada SeulGi, tapi SeulGi juga tidak mengetahui keberadaan
Jisoo, setelah mereka berpisah satu tahun setelah Jisoo pergi, sehingga membuat
Luhan harus bekerja lebih ekstra untuk mencari Jisoo. - Beberapa menit kemudian
mereka sampai disebuah apartment yang cukup mewah.
“Ayo masuk” perintah Chanyeol sambil menyalakan lampu kamar
apartmentnya disusul dengan Luhan yang mengikuti dibelakangnnya.
“Kau hanya tinggal sendiri?” Tanya Luhan yang kini sudah duduk
di sofa berbentuk L, dengan Chanyeol yang tengah mengambil beberapa minuman
kaleng didapur terbuka sehingga Luhan bisa melihat Chanyeol dengan jelas.
“Tentu. Dulu saat aku kuliah, aku tinggal dengan Sandara. Tapi
sekarang sudah tidak mungkin” Gurau Chanyeol sambil menaruh minuman kaleng
didepan Luhan.
“Ah, benar. Apa seseorang yang Sandara telepon tadi pacarnya?
Dia terlihat bahagia ketika menerima panggilan telepon tadi siang” Tanya Luhan
sambil membuka minuman kaleng yang ada didepannya.
“Mungkin yang menelponnya SeungHyun hyung, calon suaminya” Balas
Chanyeol lalu meneguk minuman kaleng yang dia pegang.
“Oh, jadi Sandara akan segera menikah. Ngomong-ngomong, sudah
berapa lama kau dan Sandara bekerja di Oakland Hospital?” Luhan bertanya pada
Chanyeol yang tengah menekan-nekan tombol remot yang ada di tangan kirinya.
“Mungkin aku sudah satu setengah tahun yang lalu, dan Sandara
sudah hampir 3 tahun mungkin, aku tidak
terlalu yakin” Balas Chanyeol menatap Luhan sambil menggelengkan kepalanya.
“Ah, bagaimana dengan gadis yang kau cari? Apa kau sudah menemukan tanda-tanda
keberadaannya?” Tanya Chanyeol setelah dia menaruh remote diatas meja, dia
sudah pasrah dengan tayangan televise, karna dia tidak menemukan apa yang dia
cari disana.
“Belum, bahkan semua orang yang aku kenal dekat dengannya juga
tidak tahu keberadaan dia” Seru Luhan lemas sambil memegang kaleng minumnya.
“Bersabarlah, kau masih punya kesempatan. Cukup berdoa semoga
gadis yang kau cari belum menemukan cinta yang baru, aku rasa semuanya akan
baik-baik saja” Seru Chanyeol mencoba menyemangati sahabat barunya itu.
“Itu lebih baik daripada dia masih mencintai adikku” Timpal Luhan mulai melemah, itu adalah
sekenario yang paling Luhan takuti, dia takut jika Jisoo masih mencintai
adiknya, yang mungkin sebentar lagi akan bertunangan dengan Daeun.
“Hoamm. Aku ngantuk, kau bisa tidur dikamar itu” Seru Chanyeol
sambil menunjuk pintu kamar yang ada di samping kamarnya. “Semoga kau
menyukainya” Tambah Chanyeol sebelum dia benar-benar meninggalkan Luhan.
Chanyeol memang merasa mengantuk tapi ketika dia akan memejamkan
matanya dia mendapat pesan singkat dari tunangannya Suzy yang sekarang berada
di Korea.
>>> [Kau sudah pulang?”] >>> Suzy to Chanyeol
<<< [Aku baru sampai. Bagaimana pekerjaanmu? Ah, aku
punya kabar bagus. Aku tinggal dengan seorang teman, mungkin sekarang dia
tengah tidur :) ] <<< Chanyeol to Suzy, kali ini cukup lama Chanyeol
menunggu balasan pesan dari Sulli. “Mungkin dia lelah” Gumam Chanyeol, Chanyeol
baru saja akan menaruh handphonennya, tapi handphonennya sudah bergetar, lalu
melihat tanda panggilan 3G dari Suzy.
“Yahh. Awas jika kau berani membawa seorang gadis kedalam rumah,
Park Chanyeol” sekarang gadis berkulit putih itu mencoba memberi peringatan
pada Chanyeol dengan kedua mata yang menyipit.
“Hey, tenanglah. Dia memang cantik….”
“Park Chanyeol!!!” Potong Suzy, Chanyeol yakin jika gadis yang
ada di layar handphonennya sekarang, sedang menghentak-hentakan kakinya
dilantai.
“Dia cantik jika dia berdandan menjadi wanita” Balas Chanyeol
dengan senyum menggodanya.
“Magsudmu?” Tanya Suzy heran.
“Dia seorang pria. Namanya Luhan, dan aku yakin jika dia wanita
dia memang cantik” Jawab Chanyeol menahan tawanya.
“Jangan berbohong padaku” Seru Suzy masih enggan mempercayai
tunangannya itu.
“Aku tidak berbohong. Kau mau melihatnya?” Tanya Luhan sambil
bangkit dari tempt tidurnya lalu berjalan menuju ruang TV – berharap jika Luhan
masih duduk disofanya.
“Tunjukan padaku. Cepat!” Perintah Suzy sedikit manja dan kesal.
“Luhan, tunanganku tidak percaya jika kau cantik” Seru Chanyeol,
ketika dia melihat Luhan tengah asik duduk di sofa, dan Luhan hanya menatap
Chanyeol dengan heran, Luhan yakin, jika dia tidak mengenal Chanyeol, mungkin
dia akan berfikir jika Chanyeol adalah makhluk asing yang terjebak di bumi.
“Lihat, bukankah dia cantik?” Tanya Chanyeol ketika dia menunjukan wajah Luhan
pada Suzy, membuat Suzy tersenyum tipis pada Luhan yang ada dilayar
handphonennya.
“Hai, aku Luhan, aku tinggal dengan Chanyeol sekarang” Sapa
Luhan sambil melambaikan tangannya dengan senyum tipis dibibirnya.
“Hai, aku Suzy tunangan dari Chanyeol. Maaf sudah mengganggumu”
Balas Suzy dengan wajah merah karna malu, Chanyeol lalu mengalihkan layar
handphonenya dari Luhan.
“Sekarang kau percaya padaku?” Chanyeol bertanya pada Suzy,
membuat Suzy menganggukann kepalanya “Bagus, sekarang aku harus tidur, besok
aku ada rapat di rumah sakit” Sambung Chanyeol.
“Baiklah. Maaf” Sesal Suzy. “Bye, I LOVE YOU PARK CHANYEOL”
Sambung Suzy sambil menekan kalimtanya.
“Me too. Bye” Balas Chanyeol lalu tak lama kemudian panggilannya
terputus.
“Aku seprti pernah melihat tunangannmu?” Seru Luhan tidak yakin,
membuat Chanyeol kembali tersenyum.
“Maaf sudah mengganggumu. Tidurlah, besok kita ada rapat” Balas
Chanyeol sambil menepuk pundak Luhan dan mengabaikan ucapan Luhan, lalu kembali
memasuki kamarnya.
TBC

0 komentar