Fanfiction
FoundLove #06 [Sequel ‘YNLM’]
Cast : Luhan | Kim Jisoo | Sandara | Kris | Park Chanyeol |
Other
Rate : 15+ (?)
Gendre : Friendship, Life, Family, Love, Sad.
Author : JN (Juliza Nurbaiti)
‘
‘
‘
Diruangan lain Luhan baru saja akan memejamkan matanya setelah
dia mengantar Chorong kedalam kamarnya - hingga handphonennya bergetar.
<<< Oppa suadah sampai?<<< Jisoo to Luhan.
>>> Aku baru sampai. Kau sudah makan?>>> Luhan
to Jisoo.
<<< Syukurlah, aku hanya ingin memastikan. Tidurlah,
tidak perlu membalas pesanku lagi, aku yakin kau pasti lelah<<< Jisoo to Luhan. Setelah Luhan membaca pesan
Jisoo, bibir Luhan melengkung berubah menjadi segaris kurva senyum dan kembali
memejamkan matanya dengan handphone yang terus dia pegang.
***
Dibelahan dunia lainnya, Jisoo tengah asik berdiri sambil
menatap Kris yang sedang berada diatas panggung, tak lama kemudian Kris turun
dari panggung dan Jisoo berjalan meninggalkan ruangan menuju pintu keluar karna
mungkin Kris sudah menunggunya disana.
“Kenapa kau begitu tampan? Oh tuhan, aku bahkan harus menutup
telingaku karna gadis-gadis didalam berteriak cukup gila karenamu” Gurau Jisoo
membuat Kris tersenyum lalu merangkul Jisoo dan berjalan meninggalkan club.
“Kau harus beruntung bisa dekat denganku” Balas Kris dengan
bangga, membuat Jisoo menusuk perut Kris dengan siku kecilnya. “Yah.. Sakit
bodoh” Gerut Kris dan Jisoo hanya tersenyum dengan Kris yang masih merangkul
pundaknya. “Ini masih jam 20:00 kau ingin makan apa?” Kris bertaanya dengan
senyum tipisnya.
“Aku tiba-tiba ingin masakan Korea” Balas Jisoo dengan
senyumnya.
“Baiklah, ayo kita pergi” Seru Kris sambil menyeret tubuh Jisoo,
dan beberapa saat kemudian mereka sudah sampai disebuah restoran Korea yang
sekarang sudah tidak susah lagi mereka temui, mereka harus akui Hallyu Wave
membuat segala sesuatu berbau Korea menajdi sedikit mudah mereka temui di Los
Angles.
“Siapa pria yang kau temui beberapa waktu yang lalu? Apa dia
Luhan? Pria yang pernah kau ceritkan padaku?” Tanya Kris ketika dia sedang
menggunting daging diatas pembakaran yang ada didepannya. Yah karna mereka
memesan BBQ khas Korea sekarang.
“Yah, dia Luhan. Pria yang aku ceritakan padamu” Balas Jisoo
sambil menatap daging yang ada diatas pembakaran dengan wajah seperti anak
anjing yang kelaparan.
“Yah. Wajahmu membuatku jiji. Kau seperti anak anjing yang
kelaparan” Seru Kris, enggan membahas Luhan, karna Kris merasa ada sesuatu yang
aneh pada Luhan dan Jisoo – bahkan terakhir kali Jisoo menceritakan tentang
Luhan, Kris masih merassa ada yang aneh pada Jisoo, yang mungkin akan membuatnya
sedikit tidak nyaman nantinya.
“Aku lapar bodoh.” Gerut Jisoo sambil memukul kepala Kris dengan
sumpit besi yang dia pegang, membuat Kris menringis mengelus ujung kepalanya. “Makannn”
Seru Jisoo dengan riang seperti bocah kecil yang diberi Lollipop Candy, membuat
Kris tersenyum dengan tingkah konyol gadis didepannya. “Kris, kenapa kau teteap
bekerja menjadi rapper underground? Kau hanya membuat semakin banyak gadis yang
tergila-gila padamu” Gurau Jisoo sambil menunjuk Kris dengan sumpit besi di
tangannya, didalam mulutnya bahkan masih ada sisa makanna yang masih dia
kunyah.
“Menjadi rapper underground adalah cita-citaku, dan
melanjalankan perusahaan ayahku adalah kewajibanku. Finish” Balas Kris setelah
dia menyeka makanan yang menempel di pipi Jisoo.
“Kau harus bersyukur karna ayahmu bukan type orang tua yang suka
memaksakan kehendak. Paman Donghae bahkan tidak marah ketika kau berteman
denganku” Timpal Jisoo membuat Kris menghentikan aktifitas makannya dan menatap
Jisoo tajam.
“Tidak ada yang salah dengan berteman denganmu. Berhentilah
mngatakan hal-hal seperti itu” Geru Kris membuat Jisoo menatap Kris lalu
mengangguk sambil tersenyum tipis.
******
Matahari belum menunjukan cahayanya tapi Sandara, Luhan, Chorong
dan Chanyeol sudah menyiapkan peralatan medis yang akan dia bawa ke tempat
penampungan keluarga korban di sebuah tenda di pinggir pulau Jeju. Hingga
akhirnya mereka sampai ditempat penampungan dan langsung memeriksa beberapa
orang yang sakit karna mereka tidak mengkonsumsi apapun sehingga membuat perut
mereka bermasalah, mereka bertiga terus memeriksa pasen hingga pandangan
Chanyeol beralih pada seorang gadis kecil yang tengah meringkuk dengan
tangisnya.
“Hallo” Sapa Chanyeol dengan senyum tipisnya sambil merangkul
gadis kecil yang mungkin berumur 7tahun dan sekarang sudah menatap Chanyeol.
“Siapa namamu?” Tanya Chanyeol sambil menagangkat tubuh gadis kecil itu untuk
duduk dipangkuannya.
“Cho Sarang” Balas gadis kecil itu dengan polos.
“Dengan siapa kau kesini cantik?” Tanya Chanyeol sambil mengelus
rambut gadis kecil itu dengan lembut.
“Ibu..” Balas gadis polo situ sambil menunjuk wanita paru baya
yang sedang berada bersama Sandara.
“Kenapa menangis?” Luhan kembali bertanya sambil menyeka air
mata Sarang.
“Tuan dokter. Kakakku SeoHyun tenggelam disana” Seru Sarang
sambil menunjuk pulau Jeju didepannya. “Apa dia akan selamat?” Tanya Sarang
dengan polos.
“Kau tau, saat aku berumur 15 tahun, aku tenggelam disana” Balas
Chanyeol menunjuk pulau Jeju seperi yang Sarang lakukan tadi.
“Bagaimana kau bisa selamat? Bukankah air itu sangat dalam?”
Sarang kembali bertanya sambil menatap Chanyeol yang tengah menatap pulau Jeju.
“Seseorang menyelamatkanku” Balas Chanyeol sambil menurunkan
padangannya untuk menatap Sarang.
“Apa mermaid itu menyelamatkanmu?” dengan polos Sarang bertanya
pada Chanyeol “Kakakku bilang marmaid adalah seorang gadis yang cantik dan
baik” sambung Sarang sambil mengingat certita dongeng yang sering dia dengar
dari kakaknya.
“Benarkah?” Chanyeol kembali bertanya membuat Sarang mengangguk.
“Tapi yang menyelamatkanku bukan mermaid” Seru Chanyeol sambil menatap Sarang
yang tengah menatapnya dengan tatapan aneh. “Kau lihat gadis yang sedang
bersama ibumu?” Tanya Chanyeol membuat Sarang mengangguk. “Dia yang
menyelamatkanku” Pungkas Chanyeol sambil membetulkan posisi duduk Sarang.
“Tapi dia memiliki kaki, dia bukan marmaid. Apa dia Angle? Dia
juga sangat cantik” Seru Sarang sambil menatap Sandara yang tengah tersenyum
pada ibunya.
“Dia Angle untukku. Dan kakakmu pasti mempunyai malaikat lain
yang akan menolongnya disana… jadi… kau jangan menangis lagi” Balas Chanyeol
sambil meneglus pipi Sarang.
“Sarang, ayo kita pulang nak” Kini wanita paruh baya itu sudah
berdri didepan Chanyeol dengan Sandara yang ada disampingnya, lalu Sarang
meloncat memeluk ibunya yang tengah membungkuk..
“Dokter Angle” Seru Sarang sambil menunjuk Sandara, membuat
Sandara menghampiri wanita paruh baya yang dia temui, mempersempit jaraknya
dengan Sarang “Tuan dokter bilang, kalau kau dokter adalah malaikat untuknyaa”
Sambung Sarang sambil menunjuk Chanyeol membuat Sandara sekilas menatap
Chanyeol lalu kembali menatap Sarang. Sarang lalu menyodorkan Lollipop Candy
pada Sandara – dengan senang hati Sandara menerimanya dari lengan Sarang.
“Terimakasih cantik. Kau tau, manusia mempunyai Angle untuk
melindunginya, jadi kau harus percaya jika kakakmu akan selamat dan datang
kembali untuk memelukmu” Sandara bertanya sambil mengelus rambut Sarang.
Sandara lalu melepaskan ikat rambut kupu-kupu yang mengikat rambutnya kemudian
mengikatkannya di rambut Sarang. “Ini untukmu. Sekarang kau harus berdo’a pada
tuhan agar angle itu segera menolong kakakmu” Sambung Sandara lalu mencium
kedua pipi Sarang.
“Terimakasih dokter” Seru Ibu Sarang ketika dia sudah
menggendong Sarang, mereka lalu berjalan meninggalkan Sandara dan Chanyeol
dengan Sarang yang terus tersenyum sambil melambaikan tangannya pada mereka.
Di tempat lain Luhan dan Chorong tengah memakan makan siang
mereka disebuah tenda, mereka masih menunggu kedatangan Sandara dan Chanyeol.
“Apa kau sangat lelah?” Tanya Luhan yang ada di depan kursi
Chorong sambil menyeka keringat di dahi Chorong membuat Chorong dapat meihat
mata indah Luhan. “Minumlah dulu” Perintah Luhan sambil memberikan minuman ion
pada Corong, dengan Chorong yang mengambilnya dengan senang hati dari tangan
Luhan.
“Terimakasih” Balas Chorong lalu meminum minuman yang Luhan
berikan dengan matanya yang tidak pernah lepas untuk menatap Luhan yang tengah
menatap ke sekeliling ruangan.
“Hey, kenapa kalian belum memakan makanan kalian?” Tanya Sandara
yang sekarang sudah duduk disamping Chorong.
“Kami menunggu kalian” Balas Chorong sambil menaruh botol
minuman disamping makanannya.
“Terimakasih, tapi lain kali kalian tidak usah menunggu. Ayo
sekarang kita makan” Balas Sandara sambil mulai mengaduk makanan yang dia
ambil. “Ah, Chanyeol. Nanti malah SeungHyunakan datang membawa seseorang untukmu”
sambung Sandara ketika dia baru ingat jika calon suaminya akan datang mala
mini.
“Siapa?” Tanya Chanyeol penasaran sambil menghentikan aktifitas
makannya.
“Kau akan tahu nanti” balas Sandara sambil mengacak-acak rambut
Chanyeol.
Hari ini mereka bekerja hingga pukul 22:01, perjalanan dari
lokasi hingga villa memakan waktu 15 menit, awalnya Sandara akan membawa mobil
tapi Luhan menawarkan diri untuk mengendarai mobil putih yang mereka sewa.
“Ah. Bukankah besok kita libur? Eoni mau kemana?” Chorong
bertanya sambil menatap Sandara.
“Hmm, aku mungkin akan tetap di Jeju, karna SeungHyun juga disini,
dan kebetulan aku akan menemui temanku disini” Balas Sandara dengan senyum
tipisnya.
“Kalian?” Chorong kembali bertanya sambil menatap Chanyeol dan
Luhan lewat pantulan kaca yang ada didepannya.
“Aku akan ke Seoul. Seseorang memintaku membawakan sesuatu dari
Seoul” Balas Luhan sambil mengingat Jisoo yang memintanya untuk berfoto dengan
SeulGi. Chorong lalu menatap Chanyeol yang terdiam.
“Ahhh. Mungkin aku akan tetap di Jeju” Balas Chanyeol kaku, yah
selama Sandara dan SeungHyun ada di Jeju maka dia juga akan tetap di Jeju.
“Ouhh…” Balas Chorong lemah.
“Kau mau kemana?” Sandara kembali bertanya sambil meneglus
rambut Chorong lembut, yah karna Sandara selalu menganggap orang yang lebih
muda darinya adalah adiknya, jadi terkadang Sandara selalu memperlakukan mereka
seperti anak kecil.
“Entahlah. Aku tidak punya siapapun di Seoul” Balas Chorong
lemah.
“Kau bisa ikut denganku jika kau ingin” Ajak Luhan dengan senyum
tipisnya.
“Benarkah?” Tanya Chorong dengan mata berbinar-binar, membuat
Luhan tersenyum sambil mengangguka kepalanya.
Mereka akhirnya sampai didepan villa mereka keluar dari mobil
setelah Luhan memarkirkannya di samping Villa dan Sandara langsung berlalri
pada SeungHyun yang tengah berdiri disamping mobil Lamborghini Aventador
putihnya. Sandara langsung memeluk dan SeungHyun langsung memberikan kecupan
singkat dibibir Sandara – tidak menyadari 3 pasang mata tengah menatap mereka.
“Kenapa kau menungguku diluar?” Tanya Sandara sambil mengelus
pipi SeungHyun dan Seunghyun melingkarkan lengannya di pinggang kecil
Sandara.
“Hyung sudah sampai?” Tanya Chanyeol, oh tuhan jika saja Seunghyun
bukan pria yang Sandara cintai dan baik, Chanyeol mungkin sudah melancarkan
ribuan jurus untuk membuat Sandara menjauh dari SeungHyun. Oke, SeungHyun memang
bukan pria sempurnya, terkadang Sandara dan Seunghyun bahkan bertengkar, tapi
beberapa jam kemudian SeungHyun akan melancarakan ratusaj jurus jitu untuk
membuat Sandara kembali tertawa.
“Beberapa menit yang lalu” Balas SeungHyun dengan senyumnya.
“Ah, kalian mempunyai anggota baru?” Tanya SeungHyun sambil menatap Luhan yang
tengah berdiri kaku – merasa jika dia hanya ornag asing diantara mereka.
TBC

0 komentar