Fanfiction
FoundLove #07 [Sequel ‘YNLM’]
Cast : Luhan | Kim Jisoo | Sandara | Kris | Park Chanyeol |
Other
Rate : 19+ (?)
Gendre : Friendship, Life, Family, Love, Sad.
Author : JN (Juliza Nurbaiti)
‘
‘
‘
“Beberapa menit yang lalu” Balas SeungHyun dengan senyumnya.
“Ah, kalian mempunyai anggota baru?” Tanya SeungHyun sambil menatap Luhan yang
tengah berdiri kaku – merasa jika dia hanya orang asing diantara mereka.
“Ah, dia Luhan, dokter baru di team ku” Jawab Sandara mencoba
memperkenalkan Luhan. “Luhan kenalkan, ini SeungHyun calon suamiku” Sambung
Sandara sambil menatap SeungHyun lalu kembali menatap Luhan yang kini tengah
membungkuk untuk SeungHyun.
“Bagaimana bisa kau mempunyai anggota setampan dia? Itu
membuatku tidak tenang” Gurau SeungHyun sambil menatap Luhan. “Ah, Chanyeol aku
membawa seseorang untukmu” Sambung SeungHyun sambil menatap mobilnya mencoba
memberi isyarat pada gadis yang ada didalam mobilnya untuk segera keluar, dan
setelah itu sepasang kaki putih jenjang muncul dari balik pintu mobilnya, tak
lama kemudian kaki itu berjalan dan langsung berdiri menatap Chanyeol yang
tengah menatapnya kaget.
“Kau tidak memeberitahuku jika kau akan ke Jeju” Gerut Suzy sambil
memegang lengan Chanyeol dengan manja.
“Aku takut aku akan mengganggu pekrjaanmu” Balas Chanyeol mecoba
menyembunyikan kekagetannya.
“Terimakasih sudah mengkhawatirkanku. Tapi aku sangat
merindukanmu sekarang” Timpal Suzy lalu mengecup bibir Chanyeol singkat.
“Mmmm. Bagaimana jika kita masuk sekarang?” Tanya Luhan kaku.
“Ah, kalian hanya harus ingat jika ini Seoul bukan LA” Sambung Luhan sambil
lalu berjalan memasuki villa mereka.
“Kalian tidak masuk?” Tanya Chanyeol ketika dia melihat Sandara
dan SeungHyun tengah duduk di kursi taman.
“Nanti kami masuk” Balas Sandara dengan senyumnya. “Chanyeol,
biarkan Suzy tidur dikamarku, dia terlihat lelah sekarang” Sambung Sandara
sambil menatap Suzy yang tengah mengantuk.
“Sandara mungkin akan tidur denganku” Gurau SeungHyun dengan
tawanya membuat Sandara mencubit perut SeungHyun, membuat merka berdua tertawa
seperti tidak ada hari esok, lalu SeungHyun menarik Sandara kedalam pelukannya.
“Kau tidur denganku saja Hyung” Protes Chanyeol membuat SeungHyun
mengangguk sambil tersenyum, Chanyeol lalu berjalan meninggalkan mereka berdua
sambil merangkul Suzy.
“Chanyeol masih saja over protective padamu” Gerut SeungHyun
ketika dia sudah tidak melihat Chanyeol dan Suzy.
*
“Apa salahnya mereka tidur bersama? Mereka sebentar lagi akan
menikah” Tanya Suzy ketika mereka berjalan meninggalkan taman.
“Mereka belum menikah. Sudahlah, kita bicara lagi nanti. Kau
terlihat sangat lelah” Timpal Chanyeol sambil mengelus pipi putih Suzy dan
mengantar Suzy kedalam kamar Sandara. Suzy lalu kekamar mandi untuk mengganti
bajunya dengan baju Sandara yang ada didalam lemari, kemudian Suzy menghampiri
Chanyeol yang tengah duduk di bibir kasur sambil menggenggam lengannya.
“Kau lelah Dokter Chanyeol?” Tanya Suzy yang sudah duduk
disamping Chanyeol dan menggenggam lengan Chanyeol.
“Sedikit….. sekarang kau harus tidur” Timpal Chanyeol sambil
mendorong tubuh Suzy untuk tidur kemudain Chanyeol menarik cover putih untuk
menyelimuti tubuh Suzy. “Good night beb” Sambung Chanyeol setelah mencium
kening Suzy membuat Suzy tersenyum, Chanyeol lalu berjalan meninggalkan Suzy.
*
Sandara
tengah menyandarkan kepalanya dibahu Seunghyun dengan kedua tangannya
menggenggam erat lengan kiri SeungHyun, sedangkan SeungHyun melingkarkan lengan
kanannya di pinggang kecil Sandara bersama jaket tebalnya yang melindungi
tubuhnya dan tubuh Sandara. Untuk waktu yang sangat lama mereka diam sambil
menikmati aroma air laut dan deru ombak
pulau Jeju, tidak ada kalimat yang keluar dari kedua mulut mereka, Sandara dan
SeungHyun sangat menikmati momen seperti ini, karna mereka jarang bertemu dan
ketika mereka memiliki momen seperti ini, maka tidak ada yang bisa mengganggu
mereka, bahkan tidak untuk nyamuk malam.
“Kau tau,
aku sangat merindukanmu” Seru SeungHyun sambil mencium pipi kanan Sandara dan
tangan kirinya semakin menarik pinggang Sandara.
“Kau tau,
aku sangat mencemaskanmu” Balas Sandara membuat SeungHyun menurunkan
pandangannya untuk melihat wajah Sandara yang ada dibawahnya. “Aku cemas, jika
mungkin kau akan meninggalkanku dan mencari wanita lain” Sambung Sandara
membalas tatapan SeungHyun membuat SeungHyun tersenyum seperti idiot.
“Kau harus
tau, aku tidak pernah meninggalkanmu” Timpal SeungHyun terus menatap Sandara.
“Ah, harusnya aku yang mencemaskanmu, dokter-dokter di tim mu, sangat tampan”
Gurau SeungHyun .
“Mereka
masih kecil, dan kau cemburu pada mereka? Ayolah, kau bukan bocah SMP” Balas
Sandara dengan senyum tipisnya.
“Kita harus
cepat menikah, aku sudah lelah menunggu” Gerut SeungHyun seperti anak kecil.
“Sebentar
lagi. Kita harus menunggu sebentar lagi” Balas Sandara lembut sambil mengelus
pipi SeungHyun.
“Chuu..”
SeungHyun mengecup bibir Sandara, membuat mereka tersenyum seperti idot.
“Aku
mencintaimu” Seru Sandara ditengah senyumnya.
“Aku jauh
sangat mencintaimu” Balas SeungHyun lalu menarik Sandara kedalam pelukannya –
Sandara bersandar didada bidang SeungHyun membuatnya dapat merasakan detak
jantung SeungHyun.
*
Setelah
Chanyeol memastikan Suzy tidur, Chanyeol langsung memasuki kamar Luhan dan
berdiri didepan balkon kamarnya, dan disana dia melihat Sandara sedang
bersandar didada bidang SeungHyun.
“Kenapa kau
disini? Kau tidak tidur dengan SeungHyun hyung?” Tanya Luhan ketika dia
mendapati Chanyeol sedang berdiri didepan balkon kamarnya.
“Aku ingin
tidur disini. Apa kau keberatan?” Chanyeol bertanya dengans ekilas menatap
Luhan – lalu kembali menatap Sandara dan SeungHyun.
“Mereka
terlihat sangat bahagia” Seru Luhan sambil melihat pemandangan didepannya
ketika SeungHyun menegecup bibir Sandara.
“Mereka
pasti sangat bahagia, aku bersyukur SeungHyun masih bisa bertahan disamping
Sandara” Seru Chanyeol masih menatap Sandara dan SeungHyun – mengabaikan
ekspresi Luhan yang menatapnya dengan tatapan aneh. “Entah sudah berapa puluh
kali, aku mengacaukan kencan Sandara. Heh, aku selalu merancang jutaan alasan
dan masalah hanya untuk membuat Sandara tidak meninggalkanku dirumah” Sambung
Chanyeol menatap luhan lalu berjalan untuk duduk di kuris yang berada di
belakangnya – membuat Luhan mengikuti Chanyeol. “Berpura-pura terjatuh
disepedah ketika Sandara akan berkencan dengan pria bernama YoungHwa ketika dia
duduk dibangku SMP kelas 8, berpura-pura terkunci didalam toilet ketika dia
akan berkencan dengan Wooyoung ketika dia duduk di bangku SMA kelas 10, dan
puluhan alasan lainnya, hanya untuk membuat Sandara tetap berada didekatku”
Sambung Chanyeol mengingat betapa gilanya dia dulu.
“Magsudmu?
Kau takut sendirian?” Luhan bertanya dengan heran ketika dia sudah duduk
disamping Chanyeol.
“Tidak, aku
hanya takut kehilangan Sandara” Balas Chanyeol sekilas menatap Luhan.
“Yeol…”
“Sandara,
dia gadis yang pernah aku cintai dulu” Potong Chanyeol membuat bola mata Luhan
hampir loncat dari kelopak matanya.
“Aku suka
bagaimana dia mencemaskanku, aku suka
bagaimana dia tersenyum padaku, aku suka bagaimana dia menghabiskan sebagian
waktunya untuk menjagaku daripada bermain dengan temannya, aku suka bagaimana
dia berlari cemas ketika melihat aku terjatuh dari sepedah, aku suka bagaimana
dia meninggalkan kelasnya ketika mengetahui aku sakit panas, aku suka bagaimana
dia mengahapus airmataku ketika aku merindukan ibu yang tidak pernah aku lihat,
aku suka bagaimana dia selalu mengatarku kesekolah, aku suka bagaimana dia
menemaniku setiap kali aku lulus sekolah, aku suka bagaimana dia menceritakan
ratusan buku dongeng untukku, aku suka bafgaimana dia menenangkanku ketika aku
mendapatkan mimpi buruk, aku suka bagaimana dia memberikan puluhan kejutan
ulang tahun untukku, dan aku pikir akau mencintainya. Bibi? Aku gila mendengar
julukan itu” Seru Chanyeol panjang lebar dengan senyum pahit yang melengkinig
dibibir tebalnya.
“Kau tidak
sedang bergurau denganku?” Luhan kembali bertanya karna dia masih tidak mempercayai
ucapan Chanyeol.
“Aku
mengatakan kepada ayahku jika aku mencintainya” Seru Chanyeol sambil menatap
Luhan. “Dan ayah mengirim Sandara ke LA, menjauhkannya dariku – tanpa
sepengetahuanku” Sambung Chanyeol, dan masih membuat Luhan menatapnya dengan
bola mata yang membulat.
“Lalu….
Bagaimana bisa kau menyusulnya ke LA?” Luhan kembali bertanya, dia sejujurnya
masih sulit mempercayai ucapan Chanyeol, tapi dia sangat penasaran dengan
cerita sahabat barunya itu.
“Aku
bilang……. Aku bilang, aku akan menikah dengan Suzy dan melupakan Sandara,
ketika Sandara sudah menikah. Dan aku diijinakan kuliah di LA, aku belajar
sangat keras agar aku bisa kuliah kedokteran dan bekerja di rumah sakit yang
sama dengan Sandara – dan aku berhasil” Seru Chanyeol mencoba tidak memperlihatkan
kekecewaannya.
“Yeol,
mungkin itu bukan cinta, mungkin itu hanya sebuah perasaan tidak ingin
kehilangan, mungkin kau tidak bisa menerima fakta bahwa kelak kau akan
kehilangan Sandara, mungkin kau sudah menganggap Sandara sebagai ibumu, sehingga
kau tidak ingin kehilangannya” Balas Luhan kaku, sesungguhnya Luhan masih sulit
menerima cerita Chanyeol, Luhan fikir Chanyeol hanya terlalu takut kehilangan
kara kemungkinan-kemungkinana tersebut.
“Mungkin
iya, mungkin tidak.” Timpal Chanyeol menatap Luhan yang tengah menatapnya. “Aku
sudah mempunyai Suzy sekarang. Dan Sandara sudah mempunyai SeungHyun hyung. Aku
sudah melupakannya, aku hanya ingin memastikan Sandara bahagia. Dia sudah
kehilangan sebagian masa mudanya hanya untuk menjagaku. Sandara hanya harus
bahagia” Sambung Chanyeol dengan menunjukan segaris kurva senyum dibibirnya.
“Sandara
sudah bahagia sekarang” Balas Luhan sambil menepuk pundak Chanyeol, membuat
Chanyeol tersenyum tulus padanya.
Sekali lagi,
Luhan mengetahui kenyataan buruk dari sahabat barunya, ini lebih gila dari yang
pernah dia bayangkan, mencintai kekasih adiknya saja sudah cukup buruk baginya,
dan sekarang Chanyeol ‘pernah’ mencintai bibi nya sendiri?.
Sekarang
Chanyeol dan Luhan kembali tenggelam dengan fikirannya sendiri, memastikan
hatinya sendiri, meyakinkan hatinya sendiri, membuat semua yang mereka rasakan
kembali pada tempat mereka masing-masing.
****
Luhan, Chanyeol,
Sandara, Chorong, Suzy, SeungHyun tengah menikmati sarapan mereka yang Sandara
buat.
“Pukul
berapa kau akan ke Seoul? Kalian sudah mempunyai tiketnya?” Sandara bertanya
ketika dia baru saja duduk disamping SeungHyun.
“Aku sudah
mendapatkannya, kami akan berangkat setelah sarapan” Luhan menjawab sambil
memotong roti didepannya.
“Mau aku
antar?” SeungHyun menawarkan diri sambil mengunyah roti coklatnya.
“Tidak perlu
Hyung, kami sudah memesan taksi” Tolak Luhan dengan senyumnya.
“Sandara
eoni tidak ke Seoul?” Chorong bertanya dengan makanan yang masih memenuhi
mulutnya.
“Ada
seseorang yang harus aku temui disini” Balas Sandara sambil meneglus rambut
Chorong.
“Yeol, kau
tidak ingin mnemui ayahmu?” Kini SeungHyun bertanya pada Chanyeol yang ada dideapnnya.
“Ayah sedang
berada di China. Dan Suzy sudah berada disini, aku tidak punya alasan untuk ke
Seoul” Balas Chanyeol membuat Suzy mendaratkan kecupan di pipi Chanyeol.
Beberapa
waktu kemudian Luhan dan Chorong meninggalkan Jeju karna taksi yang mereka
pesan sudah berda didepan villa mereka.
“Apa
Jaejoong dan Sicca masih di Jeju?” Sandara bertanya pada SeungHyun ketika
mereka melihat taksi yang ditumpangi Luhan dan Chorong mulai menjauh dari
pandangan mereka.
“Mereka akan
menunggu kita di café miliknya did dekat pulau Jeju” Balas SeungHyun menarik
Sandara kedalam pelukannya, lalu mencium kening Sandara lembut.
TBC

0 komentar