Swift

FoundLove #08 [Sequel ‘YNLM’]



Cast : Luhan | Kim Jisoo | Sandara | Kris | Park Chanyeol | Other
Rate : 15+ (?)
Gendre : Friendship, Life, Family, Love, Sad.
Author : JN (Juliza Nurbaiti)
“Apa Jaejoong dan Sicca masih di Jeju?” Sandara bertanya pada SeungHyun ketika mereka melihat taksi yang ditumpangi Luhan dan Chorong mulai menjauh dari pandangan mereka.

“Mereka akan menunggu kita di café miliknya di dekat pulau Jeju” Balas SeungHyun menarik Sandara kedalam pelukannya, lalu mencium kening Sandara lembut.

***
Setelah empat jam perjalanan akhirnya Chorong dan Luhan sampai di Incheon Airport, Luhan dan Chorong di jemput oleh Sehun dan Daeun yang sekarang sedang menunggu kedatangan mereka dideapn mobil silver Sehun.

“Apa kami membuat kalian menunggu?” Tanya Luhan ketika dia melihat Sehun dan Daeun sedang menyandarkan tubuhhnya disamping mobil.

“Tidak terlalu lama” Balas Sehun sekilas menatap arlogi hitamnya. “Temanmu hyung?” Tanya Sehun sambil menunjuk Chorong yang ada disamping Sehun.

“Hai, aku Park Chorong”  Sapa Chorong dengan senyumnya, Chorong baru saja melangkahkan kakinya untuk memeluk Sehun, tapi Luhan langsung menarik kerah baju Chorong dari belakang, membuat Chorong memundurkan langkah kakinya.

“Ini bukan LA, nonna Park Chorong” Seru Luhan, membuat Chorong menunjukan deretan gigi putihnya. “Kenalkan, dia Daeun, calon tunangan Sehun, adikku” Kini Luhan menegenalkan Daeun pada Chorong, membuat Daeun melambaikan tangannya pada Chorong.

“Adikmu sudah punya calon tunangan?..... . Kau?” Tanya Chorong sambil menunjuk Luhan.

“Kita pergi sekarang” Timpal Luhan, enggan menjawab pertanyaan gadis disampingnya. Mereka berempat lalu berjalan memasuki mobil Sehun.

“Ayah dan ibu ada dirumah?” Luhan bertanya pada Sehun yang ada disampingnya yang sedang mengendari mobil yang mereka tumpangi.

“Kau memberi tau kami mendadak, ibu dan ayah masih ada di Cina, masih dirumah nenek” Balas Sehun.

“Aku juga tidak tau.” Seru Luhan lemah. “Ah, apa kau sudah menelpon SeulGi dan Zelo?” Tanya Luhan mulai bersemangat.

“Aku tak percaya, kau datang ke Seoul dan kau langsung menyuruhku menelpon Seulgi dan Zelo untuk mengatur pertemuan kalian? Sebenarnya disini siapa yang adikmu?” Gerut Sehun meningat ketika Sehun menerima panggilan telpon diatas jam 12 malam dari Luhan, dan Luhan langusng menyuruhnya, mengatur pertemuan mereka, itu sungguh mimpi buruk untuk Sehun.

“JiSoo merindukan Seulgi, dia ingin meminta foto kami” Jawab Luhan hampir membuat Sehun menabrak trotoar karna kaget.

“JiSoo?” Tanya Chorong pada Daeun.

“Gadis yang dicintai Luhan hyung” Bisik Daeun ditelinga Chorong, membuat Chorong menatap Luhan yang tengah tersenyum seperti idiot, dan entah mengapa ada perasaan aneh yang menguasai Chorong ketika dia mendengar bahwa Luhan menyukai gadis bernama JiSoo.

“Apa gadis yang ada dilayar HP itu adalah Jisoo?” Batin Chorong masih menatap Luhan yang terus tersenyum sambil berbicara dengan Sehun.

“Kau sudah bertemu dengannya Hyung?” Tanya Sehun tidak percaya, karna Sehun ingat, beberapa minggu lalu, Luhan sempat menyerah karna tak kunjung menemukan Jisoo.

“Yah, beberapa hari yang lalu” Balas Luhan enggan melepaskan senyumnya.

“Perjuanganmu tidak sia-sia hyung” Timpal Sehun membuat Luhan semakin melebarkan senyumnya. Dan itu terasa aneh untuk Chorong.

***

Sedangan di Jeju, Sandara dan SeungHyun masih menunggu kedatangan Chanyeol dan Suzy, karna mereka memilih untuk ikut bersama Sandara dan SeungHyun untuk bertemu dengan sahabat lamanya.

“Chanyeol, kau tidak akan menemui teman-temanmu di Seoul?” Tanya Sandara ketika mereka mulai berjalan meninggalkan Villa.

“Tidak” Jawab Chanyeol singkat. Butuh waktu 15 menit hingga akhirnya mereka sampai di sebuah café bernuansa clasik, lantainya bahkan terbuat dari kayu, tidak mungkin hampir dari seluruh ruangan ini dihiasi oleh kayu dan kaca berukuran besar – dan disana mereka disambut oleh sepasang suami istri.

“Siccaaaaa” Seru Sandara berlari dan memeluk sahabat lamanya itu dengan erat. Mereka masih ingat terakhir mereka bertemu, beberpa tahun yang lalu ketika gadis bernaam Jessika itu menikah dengan Jaejong yang juga sahabat SeungHyun.

“Sesibuk itukan kau Dokter?” Gerut Jessika sambil memeluk sahabat kecilnya itu.

“Aku tidak ingin berdebat denganmu Baby” Timpal Sandara lalu mendaratkan kecupan di pipi Jessika.

“Apa kau tidak kasihan pada SeungHyun? Dia selalu menggerutu ketika kau tidak memberinya kabar, meski hanya beberapa jam” Seru Jaejoong membuat SeungHyun mendaratkan pukulan ringan di bahu Jaejoong.

“Aku selalu merindukannya” Timapal SeungHyun sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Sandara.

“Ah, kau Chanyeol?” Tanya Jessika ketika dia mengalihkan pandangannya pada pria tinggi yang berada dibelakang SeungHyun.

“Hallo nunna” Sapa Chanyeol sambil melambaikan tangannya.

“Kau tidak akan menyuruh kami duduk?” Tanya Sandara mulai pegal.

“Aigo, aku lupa. Ayo kita duduk disana” Balas Jessika menunjuk kuris dengan meja bulat yang ada diluar cafenya yang menghadap jalanan sehingga mereka bisa melihat turis lalu-lalang disana.

“Kau sudah besar sekarang. Kapan kau akan menikah dengan Suzy?” Tanya Jaejoong ketika dia menaruh beberapa minuman dan camilan diatas meja mereka.

“Chanyeol ingin kami meniikah, setelah Sandara eoni dan SeungHyun hyung menikah” Balas Suzy sambil melingkarkan lengannya di lengan Chanyeol.

“Kau lihat, kalian sudah membuat mereka menunda acara pernikahanya” Gurau Jessika.

“Hahha, itu tujuan kami kemari.” Seru SeungHyun membuat penghuni meja menatapnya heran, kecuali Sandara yang masih memasang senyum tipisnya. “Kami akan menikah, dua bulan lagi” Sambung SeungHyun bangga dan semakin membuat seisi penghuni meja menatapnya tajam.

“Jangan becanda, dua bulan bukan waktu yang lama” Timpal Jaejoong tidak percaya.

“Aku sudah memesan gedung, gereja, mendaftarkan pernikahan kami, dan ketika beberapa bulang yang lalu aku ke LA, aku dan Sandara sudah menemukan gaun pengantinnya. Semuanya sudah kami siapkan hampir 6 bulan yang lalu.” SeungHyun kembali menjelaskan membuat Jaejoong dan Jessika tersenyum pada kedua calon pengantin yang ada didepannya.

“Kau tidak memberitahuku” Seru Chanyeol lemah pada Sandara yang ada disampingnnya.

“Ini kejutan Yeol” Balas Sandara dengan senyumnya lalu mengecup lembut pipi Chanyeol.

Untuk waktu yang lama mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol tentang acara pernikahan Sandara dan SeungHyun, dan membuat Suzy a bergabung dengan pembicaraan kedua gadis yang sekaranng dekat dengannya, yah karna Suzy juga ingin mendapat saran untuk acara pernikahannya dengan Chanyeol nanti.

“Yeol, bagaimana dengan ini?” Tanya Suzy ketika dia menunjukan contoh foto prewedding yang Jessika miliki.

“Bagus. Ini cocok untuk tubuhmu” Balas Chanyeol dengan senyum hangatnya, lengan kanannya bahkan melingkar dipinggang keecil Suzy, membuat Suzy merasa nyaman disamping Chanyeol.

“Benarkah?” Tanya Suzy mencoba meyakinkan membuat Chanyeol mengangguk lemah.

“Kau cantik dengan apa yang kau pakai. Aku selalu menyukainya” Balas Chanyeol lalu mencium ujung kepala Suzy.

Setelah waktu menunjukan pukul 21:30 mereka berjalan dibandara untuk mengantar kepergian Chanyeol dan Sandara.

“Kenapa sangat cepat? Aku pikir kalian akan berangkat besok” Gerut Jessica masih menggenggam lengan Sandara erat.

“Perjalanan kami sangat jauh, dan kami masih mempunyai banyak pasien disana. Bulan depan aku akan kembali ke Seoul, dan tidak akan kembali ke LA” Balas Sandara dengan senyum bahagianya.

“Hhaa, haruskah aku memanggilmu Nonna Choi sekarang?” Goda Jessika.

“Lakukan saja seperti yang kau mau nonna Kim” Balas Sandara.

“Aku akan jauh lebih merindukanmu sekarang” Seru SeungHyun setelah dia mencium Sandara ketika Sandara bergegas pergi.

“Jangan memasang wajah seprti itu. Aku akan lebih sering menghubungimu nanti” Seru Chanyeol sambil mengelus pipi Suzy.

“Hmm, jaga dirimu baik-baik” Balas Suzy enggan melepaskan gengamannya.

“Kapan kau akan berangkat ke Seoul?” Tanya Sandara pada SeungHyun.

“Mungkin besok pagi, kami kehabisan tiket, dan aku terlalu lelah jika harus membawa mobil ke Seoul” Balas SeungHyun lemah.

“Kau akan tinggal dimana?” Tanya Chanyeol pada Suzy.

“Aku akan tinggal dengan Jessika nunna” Balas Suzy lembut.

“Baiklah, kami harus pergi sekarang” Seru Sandara sambil melepaskan pelukan Jessika.


TBC..

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images