Swift

Kaledoskop Inovasi Pendidikan.


Kaledoskop Inovasi Pendidikan
(Laugh, Stroy, Memory)


Assalamu'alaiku m wr.wb.
Disini saya akan menuliskan perjalanan di smester lima di matakuliah Inovasi Pendidikan,  saya tidak tau apa ini bisa di sebut kaledoskop atau hanya sekedar coretan tanpa makna, yang pasti mungkin tulisan ini lebih banyak keluh-kesah dari saya hh.



Baiklah saya akan mulai dari pertemua pertama, dimana bapak dosen menunjukan (?) kemampuan hipnotis bapak, dengan kelinci percobaan (?) salah-satu mahasiswa di kelas kami, meskipun pada saat itu saya ragu antara percaya atau tidak, dan saat itu saya pikir bapak akan menjadi salah satu dosen yang menyenangkan dan tidak terlalu serius dalam memebrikan materi pembelajaran, tapi ketika bapak memberikan materi diskusi kelompok, saya langsung lemas, dalam pikiran saya langsung menggumal “Diskusi lagi? Kelompok lagi?”, sebenarnya saya sangat tidak suka materi diskusi, mungkin karna saya tidak terlalu pandai berbicara di depan banyak orang, sehingga berfikir jika materi diskusi dan kelompok adalah hal yang sangat memusingkan.


Kembali lagi pada inovasi dalam pembelajaran di mata kuliah bapak yang bersifat games/permainan, mungkin ini adalah inovasi yang bapak temukan untuk pembelakaran inovasi di kelas, kuliah yang bapak dosen sampaikan, meski terkadang ketika bapak memberikan games seperti tali yang di ikatkan kedua tangan saya merasa kembali menjadi anak-anak, tapi setidaknya ada hiburan di tengah padatnya jadwal kuliah yang kelas kami lalui di smester lima, smester dimana sebagian teman saya berfikir akan lebih baik jika menikah, tugas yang terus hadir tanpa absen, dan semkin melebar seperti lumpur lapindo, dengan tingkat kesulitan melebihi rumus-rumus eksak. Oke itu mungkin hanya pendapat saya, tapi smester lima benar-benar smester yang menguaras emosi, tenaga, dan waktu, dimana terkadang sangat sulit untuk bernafas ditengah tugas yang menumpuk.


Sebenarnya saya tidak terlalu suka ketika bapa mengatakan/membandingkan kelas lain ketika bapak mengajar di kelas saya, seperti “Tadi bapa mengajar di kelas *****, disana anak-anaknya sangat aktif”, mungkin ada beberapa orang yang menganggap ketika dia di bandingkan dengan orang lain, maka dia akan melakukan hal yang lebih, untuk melampaui kemampuan orang tersebut, tapi ada juga orang yang tidak suka di bandingkan, dan mungkin saya termasuk orang yang tidak suka di bandingkan, meskipun saya tau bapak tidak bermagsud membandingkan siapapun. Yah, meskipun saya tau mungkin kelas kami selalu ribut hh, tapi bukankah hidup untuk dinikmati? Dan saya rasa setiap orang mempunyai cara mereka sendiri untuk menikmati hidup mereka.


Sedikit lagi smester lima berakhir dan diganti dengan smester enam yang saya harap akan lebih bersahabat daripada smester lima, dan saat ini mungkin sebagian mahasiswa sedang memikirkan bagaimana nasib mereka selanjutnya, menjadi seorang guru? Pengusaha? Politikus? Karyawan?, karna saya percaya dimana seseorang sekolah/kuliah, tidak menentukan dimana mereka bekerja, dan apa bisa selembar ijazah menentukan nasib manusia?,  dan saya harap saya dapat mengaplikasaikan semua materi yang bapak sampaikan di kehiduap kami mendatang. oke sepertinya saya mulai ngelantur pak, hh.


Tapi lebih dari itu saya berterimakasih pada bapak yang telah memberikan materi belajar untuk kelas kami, juga dengan semua jenis game menyenangkan yang telah bapak kenalkan di kelas kami. Seperti yang saya katakan diatas, saya tidak tau apa yang saya tulis termasuk kaledoskop atau hanya coretan usang tanpa makna yang terlalu saya dramatisir hh, saya juga tidak yakin jika semua yang saya tulis sesuai dengan jawaban dari soal yang bapa ajukan di lebar soal uas no dua tersebut, kurang lebihnya mohon di maafkan jika ada beberapa hal yang membuat bapa terganggu. Terimakasih.
Waalaikum’salam wr.wb.



Nama                            :Juliza Nurbaiti
Prody                           : PTIK 2B
NIM                              : 121223038
Dosen Pengampu         : Miftahly Nurrokkhim, S.Pd

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images