Swift

(PURE LOVE) JUST FOR YOU




(PURE LOVE)
JUST FOR YOU
Cast | Luhan [EXO] | SolBin [LABOUM]
| SeoHyun [SNSD]
Gendre | Sad
Rate | 15+
Author | JN
Cover | JN

Gadis berambut panjang semu kemerahan itu masih asik mengaduk-aduk coffe latte yang ada didepannya dengan tatapan lurus, dengan pemandangan orang berlalu-lalang bersama payung mereka masing-masing, melewati milyaran liter tetes air yang jatuh dari langit, tidak lama dia duduk dikursi tinggi itu seorang diri, coffe latte nya bahkan masih hangat, tapi tidak dengan hatinya, tidak untuk beberapa hari belakangan ini.



“Maaf membuatmu menunggu” Kini suara lembut membuyarkan lamunannya, membuat SolBin memalihkan pandangannya pada pria bertubuh tinggi yang sudah ada disamingnya sambil menaruh jas tebal hitamnya dibelakang kursi yang akan dia duduki.

“Oh, hanya beberapa menit. Aku yang datang terlalu awal. Ah dan maaf jika aku meminjam waktumu” Seru SolBin dengan senyum tipisnya.

“Syukurlah. Apa kau ingin menanyakan tentang Luhan dan SeoHyun ” Tanya Kris tepa sasaran,  Kris tau bagaimana perasaan gadis didepannya ketika Luhan yang sedikit mulai berubah semenjak kehadiran SeoHyun, cinta masa dari Luhan datang ketika Luhan baru saja menulis cerita baru bersama gadis didepannya, yang mungkin sekarang sedang cemas untuk hubungan mereka berdua.

“Sebenarnya siapa SeoHyun? Aku tidak yakin jika dia hanya seorang pasien untuk Luhan. Aku rasa gadis itu.....”

SeoHyun, mantan tunangan Luhan lima tahun lalu” Potong Kris membuat SolBin membulatkan kedua matanya, tapi Kris hanya menatap SolBin tanpa berniat mengakhri ceritanya “SeoHyun meninggalkan Luhan, karna dia mendapatkan tawaran dari agensi model di Paris, tepat sebulan sebelum pernikahan mereka. Karna SeoHyun pikir, jika dia menikah dia tidak bisa menjadi model disana.............. tapi aku rasa Luhan hanya menganggapnya sebagai pasien, tidak lebih. Percayalah” sambung Kris tanpa ragu sambil meyakinkan gadis didepannya yang mungkin sedang menahan tangisnya.

“Terimakasih. A .. a ... aku pergi se ... karang” Seru SolBin dengan nada suara bergetar, menunjukan jika dia benar-benar menahan emosinya.

“Aku akan mengantarmu” Balas Kris ketika dia melihat SolBin menahan tubuhnya dengan memegang tembok ketika dia berjalan keluar.

“Tidak perlu”

“Tapi...”

“Aku ingin sendiri. Aku mohon” Kini SolBi memohon dengan air mata yang sudah mulai menggenang di pelupuk matanya, membuat Kris menjauhkan jeamrinya dari lengan SolBin. “Terimakasih” Sambung SolBin, kembali melangkahkan kakinya keluar caffe, sekarang giliran dia yang menembus hujan tanpa payung, dia bahkan beberapa kali mencari mobil merah kesanyangannya, dia terlalu kesal dengan dirinya sendiri hingga membuatnya terasa sulit menyalakan mobilnya. SolBin tidak tahu kemana dia harus pergi, tapi yang pasti sekarang dia sudah berada didepan rumah sakit dimana Luhan berkerja.  Tepatnya di depan pintu kamar SeoHyun, gadis yang sedang dirawat itu. Pintu kamar itu sedikit terbuka seolah-olah memberikan magnet untuk SolBin agar bisa melihat apa yang ada didalam sana, celah iitu tidak besarm tapi cukup untuk melihat keberadaan Luhan disana yang sedang menggenggam lengan SeoHyun, genggaman hangat untuk SeoHyun yang serasa sebuah cekikan untuk SolBin. Perlahan genggaman itu menjauh ketika SeoHyun mengambil sebuah benda disakunya.

“Maaf untuk sebelumnya oppa” Kini SolBin melihat jelas benda itu, sebuah lingkaran kecil berwarna perak dan bernama cincin. “Aku ingin memulainya dari awal oppa.... mari kita lanjutkan rencana pernikahan kita” Pungkas SeoHyun membuat tubuh SolBin bergetar karna tidak mampun lagi berdiri, kaki SolBin berjalan mundur, menjauh dari pintu putih itu yang mungkin akan mengeluarkan suara Luhan yang akan menerima ajakan SeoHyun untuk memulai dari awal, tidak semua indra nya tidak mampu menerima semuanya sekarang, tidak ketika dia sedang berbahagia untuk pernikahannya yang akan di helat beberapa bulan lagi, tidak untuk menerima kenyataan pahit yang mungkin akan dia dengar. Tidak untuk menerima kehancuran hidupnya karna kedatangan gadis bernama SeoHyun beberapa hari lalu. Tidak untuk kehilangan Luhan. Tapi bisakah dia berlaku egois jika Luhan masih mencintai gadis itu?

“Kau tidak menghubungiku kalau kau mau kesini” suara Luhan menguasai indranya ketika SolBin baru saja melangkahkan kakinya keluar pintu rumah sakit, membuat SolBin membalikan tubuhnya dan melihat Luhan berjalan kearahnya dengan senyum lebarnya, yah setidaknya SolBin masih bahagia melihat senyum Luhan, meski dia tidak yakin jika senyum itu untuknya, atau senyum kebahagiaan Luhan karna SeoHyun memintanya kembali. “Tubuhmu basah Sayang” Sambung Luhan sambil mengelus pipi SolBin yang basah. “Pakai ini” Kini Luhan melepaskan jas putihnya dan menaruhnya di tubuh SolBin.

“Aku hanya ingin melihatmu” Seru SolBin sambil mengelus pipi pria yang amat sangat dia cintai, lebih dari dirinya sendiri. “Aku keruanganmu, dan kau tidak ada. Aku tidak ingin mengganggumu” Sambung SolBin melepaskan lengannya dari wajah Luhan, karna Luhan sudah meggenggam erat kedua lengannya, dan ketika dia melihat jemarinya menyatu dengan jemari Luhan, membuat bibirnya secara otomatis tersenyum.

“Kau tidak pernah menggangguku” Jawab Luhan sambil mengecup kening SolBin.

“Oppa, boleh aku bertanya sekali lagi?” Tanya SolBin tidak yakin, dan Luhan hanya mengangguk pelan. “SeoHyun....”

“Dia mantan tunanganku. Hanya bagian dari masalalu, dan kamu masa depanku. Jadi mulai sekarang jangan berfikir macam-macam. Pernikahan kita sudah semakin dekat. Oppa tampanmu ini, hanya mencintai gadis bernama SolBin” Luhan menjawab sebelum SolBin melanjutkan ucapannya.

“Apa aku bisa mempercayai ucapanmu?” Tanya SolBin penuh harap ketika Luhan memeluknya dengan erat, menghilangkan rasa dingin yang kini berubah menjadi kehangatan.

“Kau bisa mempercayaiku dan harus mempercayaiku. Ini janji dan keinginanku untuk terus bersamamu selamanya. Just for You” Luhan meyakinkan SolBin sambil menunjukan cincin prtunangan mereka yang masih melingkar di jarinya, membuat SolBin tersenyum. Yah setidaknya sekarang SolBin hanya perlu percaya pada Luhan, percaya pada cintanya, percaya pada keyakinannya. Percaya jika semuanya akan baik-baik saja, karna untuk saat ini dia hanya punya kepercayaan dan cinta untuk pria yang ada didepannya, pria yang sangat dia cintai 4 tahun belakangan dan akan terus dia cintai hingga dia mati.

END

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images