Swift

I LOVE YOU, too LATE (oneshoot)



CAST    
KRIS -EXO-
Kim Seol Hyun -AOA-
Author : JN






Kim Seol Hyun VOP
Aku masih asik mencoret-coret bukuku ketika ada teman kelasku yang sedang melakukan presentasi, biasanya kelasku sangat berisik meskipun ada guru, tapi ini beda, sekarang mata pelajarab B.Inggris dengan guru yang super killer sehingga tak ada satu muridpun  yang berani bergurau, termasuk aku.

“Seol Hyun.”  Aku mendengar Baekhyun teman sebangkku memanggil namaku dengan pelan

“Hmm” Aku membalas tanpa menatap wajah Baekhyun.

“Apa kau punya pacar” Tanya Baekhyun, aku hanya menggelengka kepalaku, masih asih dengar gambar abstrak yang aku buat. “Seseorang ingin menjadi pacarmu”  Sambung Baekhyun dan aku masih enggan mengalihkan pandanganku, aku tidak tertarik dengan ucapan Baekhyun. “Kris mencintaimu”

“APA KRIS?”  Aku mendengar suara Hyeri dan Bomie kedua sahabatku yang duudk tepat di depan mejaku bergema mengisi setiap sudut ruangan kelas, mereka benar-benar memiliki pendengaran yang tajam, dan berkat kebodohan kedua sahabatku semua penghuni ruangan menatap kearah mejaku, kebodohan kedua sahabatku karna mereka berteriak tepat di depan wajahku.

“Kalian mengobrol?” Bentak Miss Park Bom guru cantik tapi sangat di takuti oleh semua murid di sekolah kami, tanpa terkecuali.

“Tidak Miss” Baekhyun mencoba protes tapi aku rasa semuanya sia-sia.

“Kalian berempat pergi ke perpus dan buat makalah mengenai globalisasi full dalam B.Inggris, ibu tidak menerima satu kata pun dalam bahasa Korea” Perintah Miss Park Bom yang sudah ada di depan kami, dengan langkah lemas kami berempat pergi ke perpustakaan.

“Baekhyun. Kau tidak bercanda kan?” Tanya Bomie ketika kami sudah duduk di perpus.

“Tentang apa?” Tanya Baekhyun.

“Bicarakan nanti lagi Nonna Bomi, kerjakan tugas ini dengan cepat aku tidak mau membusuk di tempat ini. Semuanya karna kalia berdua” Aku mencoba meredakan ke kepoan (?) Bomi dan Hyeri.  Aku sanagat tidak suka tempat ini jadi aku mengerjakan tugas Miss Park Bom dengan cepat agar aku bisa keluar dari tempat bernama perpustakaan.


Kris VOP

Aku melihatnya keluar dari perpustakaan ketika aku akan menuju ke tempat itu, dia tersenyum tipis padaku, senyum yang sangat indah menurutku, aku tau mungkin dia tidak mengenalku karna dia termasuk Siswi yang ramah di sekolahku, dan karna itu juga aku mencintainya. Sejak pertama kali aku menginjak sekolah ini.  Aku ingin berbicara pada Baekhyun tapi Seol Hyun sudah berteriak memanggil Baekhyun.


Seol Hyun VOP

“Baekhyun. Benar Kris ingin menjadi kekasih Seol Hyun?” Kini giliran Hyeri bertanya pada Baekhyun, aku benar-benar tidak menyukai topic pembicaraan mereka dan aku memilih menikmati makanan yang aku pesan di kantin ini.

“Iya. Bagaimana?” Sekarang Baekhyun bertanya padaku.

“Bagaimana apanya? Makan saja makanan kalian. Bicara lagi nanti” Jawabku sambil memelototi (?) Bomi dan Hyeri.


“Seol Hyun. Bagaimana ini? Kris ingin kau menjadi pacarnya?” Tanya Baekhyun ketika kami sudah sampai di kelas, kelas yang sangat berisik, kelas kami hany akan damai ketika Miss Park Bom mengajar, sisanya? Kelas kami adalah contoh suasana pasar yang sebenarnya. Dan ketika guru tidak hadir maka kelas kami akan lebih buruk dari pasar, berteriak, meloncat, melempar itu adalah pemandangan umum di kelas kami.

“Aku tidak mengenalnya, untuk apa aku menjadi pacarnya” Aku menjawab ketus sambil menaruh kepalaku di atas meja.

“Kau tidak mengenal Kris?” Tanya Baekhyun dengan wajah kagetnya.       

“Aku bukan anggota sensus jadi aku tiidak harus mengenal semua orang”

“Tapi dia Kris. Kau harusnya mengenal Dia” Seru Baekhyun tidak terima.

“Seol Hyun hanya bergaul dengan Hamster. Kris yang malang, seharusnya dia mencintaiku” Timpal Bomi mendramatisir kalimatnya.

Aku masih menunggu ayah menjemputku karna Bomi, Hyeri, dan Baekhyun lebih memilih pergi menonton  jadi aku menunggu seorang diri hingga seorang laki-laki tinggi berdiri di sampingku, seperti biasa aku memasang senyum tipisku dan kembali melanjutkan aktifitasku menekan-nekan hp ku yang tidak berguna. Hingga ayah datang menjemputku dengan mobil aku kembali tersenyum pada peria tinggi itu dan berlari masuk kedalam mobil


Kris VOP

Aku berdiri disamping Seol Hyun yang tengah menunggu jemputan ayahnya aku rela meninggalkan motorku di sekola hanya agar aku bisa berdiri di sampingnya beberapa saat, sudah beberapa kali aku melakukan hal seperti ini, tapi Seol Hyun masih tidak memperhatikanku karna meski sudah beberapa kali aku melakukan hal ini Seol Hyun belum pernah menyapaku, pernah aku mencoba membuka pembicaraan tapi ayah Seol Hyun sudah datang menjemputnya dan Seol Hyun pergi dengan meninggalkan senyum tipisnya.


Aku mencintainya, sejak pertama kali melihatnya, sejak pertama kali dia memberikanku senyumnya dua tahun yang lalu, aku berubah menjadi penguntit jika itu tentang gadis bernama Kim Seol Hyun, Seol Hyun mungkin bukan gadis popular, cerdas, jika dia mau mungkin dia bisa menjadi salah satu gadis popular di sekolalhnya, maklum ayahnya adalah salah-satu orang yang berpengaruh di Korea, tapi aku tau dia bukan tipe orang yang tergila-gila dengan kepopuleran. Aku mencoba mengikuti berbagai kegiatan sekolah berharap dia akan mengenalku, di tahun kedua di sekolah aku bahkan mengikuti ekstrakulikuler yang sama dengannya, berharap dia menyadari keadiranku, tapi semuanya sia-sia, sampai sekarang dia bahkan tidak mengetahui namaku. Hingga aku memutuskan agar Baekhyun menyampaikan keinginanku pada Seol Hyun, dan semuanya kembali sia-sia, Seol Hyun bahkan tidak menanggapi ucapan Baekhyun tapi anehnya aku tidak bisa berhenti mencintainya. Aku masih mengingat saat kami baru kelas 10 dan sekolah mengadakan acara mendaki gunung, mungkin dia tidak tau betapa bahagianya aku ketika kelasku dan kelasnya menjadi kelompok, mungkin dia tidak tau detak jantungku berdetak lebih cepat ketika dia memegang ujung belakang bajuku karna dia takut ketinggian, mungkin dia tidak tau aku harus bekerja lebih keras mengatur nafasku ketika dia memegang tanganku agar dia bisa naik dari sungai besar, dan mungkin dia tidak tau jika saat itu aku adalah Kris pria yang mencintainya.

Waktu terus berganti tapi tidak ada yang berubah, masih seperti dulu, memperhatikanmu dari jauh, mencintimu dan kamu masih tidak berubah.

Hari ini aku bisa melihatmu dengan jelas karna sekarang adalah kegiatan ekskul, aku melihatmu tertawa bersama kedua sahabatmu, sedangkan aku sedang mengobrol dengan Baekhyun, jika bisa aku berharap aku bisa bertukar kelas dengan Baekhyun agar aku bisa puas melihat wajahmu.

“Kau tidak mau mengatakannya langsung pada Seol Hyun?” Tanya Baekhyun.

“Aku sudah di tolak Baek” dengan lemas aku menjawab Baekhyun.

“Dia hanya belum menjawab bukan menlolakmu”

“Itu sama saja. Mungkin seperti ini lebih baik” Baekhyun menyerah, dan aku masih asik memandang wajahmu. Penguntit cinta? Mungkin itu julukanku sekarang.


Seol Hyun VOP

Sekarang aku tau siapa Kris, yah jika bukan karna Hyeri dan Bomi yang menjelaskan tentang pria bernama Kris itu. Jadi dia Kris, pria paling popuker di sekolah, katakanlah seperti itu, meski aku baru menyadarinya. Dia Kris laki-laki yang baru beberapa bulan masuk ke ekskul  Gitar yang sama denganku, Kris yang selalu guru-guru banggakan, aku baru menyadarinya bahwa setiap guru selalu membandingkan kelas kami dengan Kris. Kris pria yang sering ada di sampingku ketika aku menunggu jemputan ayah. Dia Kris, yang Baekhyun bilang bahwa Kris mencintaiku. Sekarang aku tau wajah pria bernama Kris, dan tidak asing dengan namanya ketika semua orang membicarakannya. Bomi dan Hyeri menjadi gila karena ini. Mereka terus mengatakan “Kau seharusnya menerima Kris” aku bosan mendengar kalimat itu, terlalu gila, mana bisa aku berpacaran dengan pria yang bahkan aku belum pernah mengobrol dengannya.

“Apa kau tidak menyadari jika selama kita masuk sekolah ini Kris selalu memperhatikanmu?” Tanya Baekhyun ketika kami sedang berlari di lapang untuk memenuhi mata pelajaran olah raga.

“Ayolah Baek. Kau tau aku bukan tipe orang yang suka memperhatikan orang lain” aku mencoba protes.

“Kau tidak ingat kau dan Kris pernah satu kelompok saat acara mendaki gunung dulu” Baekhyun mencoba mengingatkanku ketika kami abru saja merebahkan kaki kami dia atas rumput.

“Aku akan mencoba mengingatnya”

“Ayolah Seol Hyun”

“Kenapa dia tidak pernah berbicara padaku? Aku akan menemuinya. Itupun jika benar dia mencintaiku” aku memotong kalimat Baekhyun lalu pergi meninggalkannya.

Aku merebahkan tubuhku mengingat kalimat Baekhyun “Kris selalu memperhatikanmu”. Aku masih tidak percaya seoranag Kris mencitaiku, gadis yang jauh dari akta popular. Aku melihat foto saat acara mendaki gunung itu yang aku simpan di atas meja belajarku, disana aku melihat pria bertubuh tinggi berdiri di sampingku, aku baru tau jika aku mempunyai fotonya, aku mengingat kembali ke kejadian beberapa tahun saat aku mendaki gunung,  yah aku mengingatnya, Kris pria yang selalu ada di sampingku saat itu.

Setelah itu aku menjadi sedikit tertarik dengan pria bernama Kris itu, tapi saat itu aku tau kini dia sudah mempunyai kekasih, gadis yang tak asing bagiku Namanya Juniel, aku mengenalnya meski dia bukan murid sekolah kami, aku dan dia les gitar bersama, tidak heran jika Kris mencinti Juniel, Juniel gadis yang baik.

Sekarang aku baru saja pulang dari tempat les gitarku, seperti biasa aku menunggu jemputan ayahku, dan disana  aku melihat Kris keluar dari mobilnya dan menghampiri Juniel kekasihnya.

“Seol Hyun, ayo kita pulang bersama. Ini sudah malam” Ajak Juniel.

“Aku tidak ingin merepotkan kalian”

“Aku tidak menerima tolakan” Kini Juniel menarik tanganku dan menyuruhku duduk di kursi penumpang. Disini aku bisa melihat jelas wajah Kris. Harusnya perasaan ini tidak ada, benarkah aku mencintai pria di depanku ini? Sesekali pandnganku dengan Krei bertemu lewat kaca yang ada di depan, aku bodoh karna memperhatikan Kris, sekarang aku lebih memilih menekan-nekan HP tidak berguna ini.


“Kalian satu sekolah kan?” Tanya Juniel

“Iya, tapi beda jurusan” Jawab Kris sambil memamerkan giginya yang di sempurnakan dengan senyuumaannya. Ini pertama kalinya aku melihat Kris tersenyum, aku terlambat,


Sekarang aku seperti menjadi wanita yang terobsesi pada Kris, bodoh.  Aku sudah beberapa kali mengingatka diriku bahwa Kris sudah tidak mencintaiku, tapi selama Kris masih berkeliaran di sekitarku aku tidak bisa mengalihkan pandanganku. Mungkinkah aku mulai mencintainya? Apa aku mencintainya karna dia laki-laki popular di sekolah? Apa karna dia siswa terbaik di sekolah? Apa karna dia laki-laki yang selalu di sampingku tanpa aku menyadarinya? Tapi semuanya terlambat, aku terlambat mencintainya. Haruskah aku mengatakan “Apa benar kau mencintaiku? Apa cintamu untukku masih ada?” lalu aku menyuruhnya meninggalkan Juniel? Aku harap aku tidak pernah melakukan hal bodoh itu. Aku terlalu gila.


Sekarang aku mendengar isak tangis Juniel karna dia bilang Kris telah memutuskannya. Haruskah aku bahagia?. Aku masih mencintainya. Aku bahkan tidak punya kata-kata apapun untuk menenangkan isak tangis Juniel.

Sekarang aku sudah lulus SMA dan melanjutkan kuliah dengan dengan Baekhyun di salah satu universitas, dan terpisah dari Bomi dan Hyeri, dan tentunya dengan Kris.

Aku mencintainya, meski aku tau ini sudah terlambat. Kris.

Kris VOP
Sekarang aku berpacaran dengan Juniel, Aku berpacaran dengan Juniel bukan karna aku mencintainya,  aku hanya tidak bisa menolak, yah karna Juniel yang mengatakan perasaannya untukku lebih dulu, dan aku tidak tau jika Juniel dan Seol Hyun berteman di tempat les gitarnya, aku merasa canggung ketika Seol Hyun melihatku bersama Juniel. Apa dia menganggap bahwa cintaku untuknya palsu?.  Beberapa minggu setelah kejadian aku mengantar Seol Hyun aku memutuskan Juniel, aku mungkin jahat, tapi aku tidak bisa seperti ini. Aku mencintai Seol Hyun meski aku tidak mengatakannya.


END.

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images