Swift

Crooked (2/?)




Author : J.N
Genre : tentukan sendiri.
Cast : Kwon Ji Yong, Sandara Park, Mizuhara Kiko, other.
Rate: 17 +




“Aku akan melakukannya, meski aku ingin sekali menamparnya lagi. Ini untukmu santokki” Jawab Bom sambil memeluk tubuh keclil Dara.
               
“Terimakasih Bom” Timpal Dara membalas pelukan Bom.

--------------------------------------------------------------------------------------------
Beberapa ahri setelah kejadian itu, semua berjalan sesuai yang di harapkan Dara, dia beruntung tidak pernah bertemu Ji Yong karna mereka memiliki kesibukan yang membuat mereka jarang bertemu di YGBuilding ataupun acara-acara lain.

Malam ini 2NE1 sedang menikmati After Part AON disebuah club, disana Dara melihat Ji Yong untuk pertama kalinya semenjak kejadian beberapa waktu lalu, Ji Yong terlihat sangat lelah, lingkaran matanya bahkan menghitam hampir sama denga Seungri, Dara sangat mencemaskan Ji Yong, rasanya ingin sekali Dara memeluk tubuh Ji Yong, tapi tidak bisa semuanya sudah berubah, bahkan mungkin untuk menyentuh jemari Ji Yong saja itu tidak mungkin untuk Dara . Dara dan Ji Yong saling terpaku ketika tatapan mereka terkunci, Ji Yong ingin sekali memeluk Dara sambil mengatakan “Konsermu bagus Dee. Aku cemburu melihatmu memberikan ciuman pada penonton. Aku merindukanmu Dee. Aku mencintaimu Dara” tapi tidak ada yang keluar dari mulut Ji Yong, karna Ji Yong tau dia tidak memiliki hak untuk mengatakan semua kalimat itu pada Dara.

“Babby I’m so lonely lonely lonely lonely, baby I’m so….” Suara HP Dara membuayarkan tatapan mereka, Dara terus menatap HP nya hingga akhirnya Dara mengangkat panggilan tersebut.

“Oh, baiklah aku akan menunggumu di depan” Jawab Dara pada si pemilik suara disebrang sana. Dara kemudian berlari melewati Ji Yong dengan dingin untuk pergi menunggu si pemilik sura tadi. Tubuh Ji Yong bahkan membeku ketika Dara melewatinya tanpa sepatah katapun.
Dara berdiri menunggu seseorang dengan sesekali menggosokan kedua telapak tangannya untuk mengurangi sedikit rasa dingin yang menusuk tubuh kecilnya.

“Hello Dara” Sekarang suara seorang gadis membuat konsentrasi Dara memudar, dan Dara yakin ini bukan suara orang yang sedang dia tunggu. Dara membalikan tubuhnya dan disana dia sudah melihat seorang gadis cantik berambut pendek berdiri di sampingnya dengan senyum yang tidak lepas dari bibirnya, tidak salah lagi Dara yakin gadis yang ada di depannya adalah wanita Jepang itu, Mizuhara Kiko.

****************************************************
 Bom dan TOP tengah menikmati minuman yang sedang mereka pegang, tapi tatapan Bom masih focus pada Ji Yong yang ada di depannya dan tengah mengobrol dengan CL.

“Yah, Bommiator. Berhenti memandang Ji Yong dengan tatapan seperti itu, kau bisa membuat lubang di kepala Ji Yong dengan tatapan itu” Seru TOP sambil menyenggol pundak kekasihya.

“Yah. Aku tidak percaya Ji Yong melakukan hal kejam seperti itu pada Dara” Deg, kalimat Bom membuat aktifitas TOP terhenti dan memandang ekspresi Bom yang seperti pembunuh bayaran ketika menatap Ji Yong, TOP bahkan tidak bisa membayangkan nasibnya jika Bom tau bahwa TOP mengetahui perbuatan Ji Yong. TOP bahkan menelan ludahnya sebelum dia memulai pembicaraan dengan Bom.

“Hmm. Hmm…”

“Apa yang ingin kau katakana?” Kini tatapan Bom beralih pada TOP “Jangan bilang kau mengetahui perbuatan Ji Yong yang berselingkuh di belakang Dara” Sambung Bom dengan tatapan mengancamnnya.

“Selingkuh?” TOP pura-pura memasang wajah kaget, dan itu sangat sukses, setidaknya dia tidak mempermalukan dirinya sendiri dengan kemampuan acting yang dia miliki “Yah. Tentu saja tidak. Aku sedang sibuk syuting, mana bisa aku mengetahui itu” Sambung TOP membuat Bom yakin.

“Baguslah.” Seru Bom membuat TOP bernafas lega “Hmm. Dara sangat malag. Bagaimana bisa dia mengatakan padaku untuk tidak melakukan apapun pada Ji Yong?. Jika bukan karna Dara, aku pasti sudah mencekik bocah gila itu. Ah Sandara Park memang bodoh, bagaimana bisa dia menyuruhku untuk melupakan perbuatan Ji Yong? Dia benar-benar bodoh” Sambung Bom panjang lebar sambil terus menatap Ji Yong, dan itu membuat TOP menjadi merasa semakin bersalah pada Dara.

*************************************************

“Hai. Kiko” Balas Dara dengan sedikit kaku karna gadis Jepang itu tiba-tiba sudah berdiri di depannya. Dara ingin sekali memarahi gadis di depannya, tapi Dara tidak bisa, mungkin Kiko juga tidak mengetahui jika Ji Yong menduakannya. “Menemui Ji Yong?” Sambung Dara dengan perih ketika dia menyebut nama Ji Yong.

“Yah. Aku ingin memberinya kejutan” Balas Kiko dengan senyum lebarnya.

“Ah. Dia sedang berada di ruang VIP bersama keluarga YG lainnya” Timpal Dara berharap Kiko tidak memintanya untuk mengantarnya.

“Bisa kau mengantarku? Aku belum mengetahui club ini” Seru Kiko sambil memasang wajah memelas dan membuat Dara tidak bisa menolak permintaan Kiko.

“Hm baiklah. Ayo aku antar” Balas Dara. Mereka melewati puluhan orang untuk menuju ruangan VIP yang Dara magsud, hingga akhirnya mereka sampai dan membuka pintu membuat semua orang menatap mereka berdua.

“Kita kedatangan tamu special” Seru Dara dengan nada suara yang cukup tinggi hingga sukses membuat semua orang menatapnya terutama Bom.

“Kenapa kau tersenyum?” TOP bertanya dengan heran.

“Aku menyuruh Dara untuk mengundang teman prianya” Timpal Bom dan hampir membuat minuman yang ada di dalam mulut TOP keluar lagi.

“Ayo masuk” Perintah Dara dengan lembut hingga gadis berambut pendek itu melangkahkan kakinya kedalam ruangan, tubuh rampingnya terekspose dengan jelas karna Kiko hanya menggunakan hot pant dan baju putih tanpa lengan yang transparan hingga menunjukan bra hitamnya. Dan itu sontak membuat Bom membulatkan matanya, Bom bahkan bangkkit dari kursinya karna terlalu terkejut, di susul dengan Ji Yong.

“Gadis itu benar-benar bodoh” Gerut Bom dengan frustasi sambil memandang Dara yang masih memasang fake smile.
Sedangkan Kiko langsung berjalan menuju Ji Yong yang sudah berdiri dan langsung mendekap tubuh Ji Yong, tapi Ji Yong terus memandang Dara yang tengah di seret oleh Bom.

“Sandara Park” Suara Bom terdengar seperti sebuah bentakan ketika mereka sudah duduk disebuah sofa.

“Aku tidak sengaja bertemu dengannya di parkiran” Seru Dara mengerti apa yang akan Bom ucapkan padanya.

“Dan kau dengan bodohnya membawa dia kemari? Oh tuhan, jika aku jadi kau aku akan membawanya ke gudang peningin dan menguncinya agar dia menjadi sebongkah es batu” Seru Bom dan hanya menghasilkan tawa dari mulut Dara.

“Kiko harus beruntung karna Dara bukan kau” Seru TOP dengan spontan dan kini mengasilkan tatapan tajam dari Bom.

“Sudahlah, bukankah kita sudah berjanji untuk melupakan masalah ini?” Tanya Dara sambil memasang senyum yang sangat sulit dia lakukan. “Jadi ayo kita bergabung dengan yang lainnya” Sambung Dara lalu menyeret Bom menuju gerombolan orang yang tengah menari di lantai dansa termasuk Ji Yong dan Kiko, Dara bahkan melihat Kiko menari bersama Ji Yong.

“Ji Yong tersenyum. Dia pasti benar-benar bahagia” Batin Dara ketika Dara melihat Kiko yang bergelanyut manja pada Ji Yong. Dara dan Bom akhirnya memutuskan untuk bergabung menari, Dara bahkan tidak menyadari jika dia berada tidak jauh dengan Ji Yong.

“Oh my god Bom” Seru Dara membuat Bom menatap Dara. “Aku lupa. Dia mungkin sudah menungguku di depan” Sambung Dara sambil memukul jidatnya.

“Yah, santokki. Cepat temui dia, sebelum dia pergi” Perintah Bom membuat Dara berlari dengan kencang, Dara bahkan tidak meyadari jika Ji Yong menatapnya dengan heran.
Dara sudah berada di tempat parkir dan dia melihat pria berkulit putih itu hendak berjalan pergi meninggalkan Club.

“YAH. LEE DONG HAE!” Teriak Dara membuat si pemilik nama membalikan tubuhnya dan disana DongHae melihat Dara berjalan menghampirinya dengan lemas. “Kau mau kemana? Apa aku membuatmu lama menunggu hingga kau ingin kembali pulang?” Tanya Dara merasa sedikit bersalah pada pria yang ada di depannya.

“Aku pikir pesta kalian sudah selesai” Seru Dong Hae dengan lembut.

“Kami baru memulainya. Ayo kita masuk” Timpal Dara yang kini sudah menarik lengan Donghae. Donghae menatap sekeliling ruangan yang hampir penuh, setidaknya Donghae mengenal beberapa orang yang ada di dalamnya sehingga dia tidak perlu merasa asing. Sedangkan Ji Yong menatap Donghae dengan penuh selidik, terutama ketika pandangannya terhenti pada lengan Dara yang tengah menggenggam lengan Donghae. Mereka duduk di sebuah tempat dengan meja bundar yang cukup besar yang diisi oleh, Bom, TOP, Kiko, Ji Yong, Dara dan Dongahe.

“Dengan siapa hyung kesini?” Tanya Ji Yong pada Donghae masih mencoba sopan meski sebenarnya Ji Yong ingin sekali menendang Donghae dari samping Dara.

“Henry. Tapi dia sudah pergi” Jawab Donghae dengan lembut masih belum menyadari atmosfer kejam di dalam ruangan.

“Dia kekasihmu Dara?” Tanya Kiko membuat penghuni meja terdiam kecuali Donghae.

“Bukan. Aku hanya sahabatnya. Dara adalah…”

“Kami adalah teman baik. Sudah 10 tahun kami bersahabat” Sambung Dara mencoba mencegah Donghae mengatakan hal yang tidak ingin dia dengar, dan membuat Dongahe menatap Dara heran. Sekarang Donghae menatap Ji Yong, Donghae baru sadar jika Ji Yong dan Dara bahkan tidak duduk di barisan kursi yang sama, membuat Donghae sedikit bingung pada situasi yang tengah menyelimuti mereka.

“Woa, kalian terlihat sangat serasi, sayang sekali kalian hanya sahabat” Timpal Kiko sambil memasang senyum lebar dan Dara hanya membalasnya dengan senyum tipis membuat Ji Yong memanas.

“Yah, seharusnya Dara dan Donghae berpacaran. Ah Donghae benar-benar pria yang baik. Jika mereka berpacaran, aku yakin Donghae tidak akan berselingkuh” Timpal Bom dengan nada menyindir membuat Donghae memahami apa yang tengah terjadi. ‘Dara putus dengan Ji Yong, karna Ji Yong berselingkuh’ itu pemikiran pertama ayang terlintas di benak Donghae.

“Ji Yong juga sangat setia dan romantic” Timpal Kiko sambil memeluk lengan Ji Yong dengan maja.

“Berdo’a lah semoga apa yang kau pikirkan sama” Gerut Bom dengan nada suara kacau karna alcohol yang sudah menguasai tubuhnya sehingga membuat Dara harus menutup mulut sahabatnya.

“Magsudmu?” Tanya Kiko dengan penasaran.

“Lupakan saja Kiko. Dia sedang mabuk” Jawab Dara dengan senyum tipisnya. “TOP, kenapa kau diam saja? Kekasihmu sudah mabuk” Kini Dara menatap TOP yang tengah memegang gelasnya dengan malas.

“Aish gadis ini…….. baiklah aku pergi sekarang” Timpal TOP yang kini sudah mempapah tubuh Bom dan berjalan pergi meninggalkan ruangan. Sekarang suasna bahkan menjadi lebih canggung dari sebelumnya.

“Hmm. Aku harus memanggilmu apa?” Tanya Kiko pada Donghae mencoba memecahkan kecanggunggan.

“Aku dua tahun lebih muda dari Dara, tapi aku memanggilnya Dara. Kau bisa melakukan hal yang sama” Jawab Donghae dengan senyum tipis di bibirnya.

“Oh. Baiklah, aku akan memanggilmu Donghae. Aku terlalu canggung jika harus menempelkan Hyung di belakang namamu. Apa tidak masalah?” Kiko bertanya lalu menyandarkan kepalanya di bahu Ji Yong.

“Lakukan saja” Timpal Donghae, lalu memegang lengan Dara yang hendak menuangkan alcohol kedalam gelasnya “Ini cukup Dee” Sambung Donghae terus memegang dan menatap Dara membuat Ji Yong benar-benar ingin menendang Donghae jika saja disini tidak ada Kiko.

“Aku bisa mengatasinya Hae” Timpal Dara masih mencoba mengambil botol berisi minuman beralkohol itu.

“Dee. Tolong” Seru Donghae dengan wajah memelas membuat Dara melepaskan genggamannya dari botol alcohol yang menempel di lengannya dan kali ini berhasil membuat Ji Yong bangkit dari tempat duduknya mencoba menghampiri Dara.

“Aku akan mengantarnya pulang. Kau temani saja wanitamu” Seru Donghae sebelum Ji Yong mengatakan sesuatu dengan nada menyindir.

“Jangan membuat kesabaranku habis Lee Dong Hae” Timpal Ji Yong mencoba mengontrol nada suaranya.

“Aku tidak menguji kesabaranmu” Balas Donghae dengan sinis “Ah, kekasihmu datang. Nikamti malam kalian. Tenanglah aku tau harus kemana membawa Dara” Sambung Donghae ketika dia melihat kiko berjalan menghampiri mereka, Donghae lalu mempapah tubuh Dara menuju mobil yang dia parkir dibelakang club.

“Beb” Kini suara Kikomenyadarkan lamunan Ji Yong, sekarang Kiko kembali bergelanyut manja di lengan Ji Yong yang tengah duduk. “Aku tidak yakin mereka hanya bersahabat. Donghae jelas sangat mengetahui Dara. 10 tahun bahkan bukan waktu yang sebentar, mereka pasti merasakan sesuatu. Bukan begitu beb?” Tanya Kiko sambil menatap Ji Yong.

“Mereka hanya bersahabat” timpal Ji Yong ketus tapi Kiko tidak menyadari perubahan suara Ji Yong, ah memikirkan Dara pulang bersama Donghae dengan keadaan mabuk sungguh mengganggu pikiran Ji Yong.

Donghae dan Dara masih tidak ingin membuka suara meski sekarang mereka hanya berdua didalam mobil, tapi tiba-tiba perut Dara mersa mual membuat  Donghae memarkirkan mobilnya dipinggir jalan yang sepi, kemudian Dara berlari menuju semak-semak untuk mengeluarkan semua yang ada di perutnya.

“Minumlah”  Seru Donghae sambil menyodorkan sebotol air mineral.

“Terimakasih” Balas Dara sambil mengambil botol air mineral itu dari lengan Donghae.

“Ada sesuatu yang bisa aku ketahui?” Tanya Donghae ketika mereka sudah berada didalam mobil.

“Kiko gadis yang cantik bukan? Ah dia benar-benar cantik” Seru Dara sekilas memandang Donghae lalu kembali memainkan jari-jarinya.

“Kalian putus karna gadis itu?” Donghae kembali bertanya dengan hati-hati.

“Bukan.. tapi karena aku dan Ji Yong memang tidak bisa bersama. Kiko benar-benar gadis yang cantik.” Timpal Dara mencoba menahan air matanya.

“Aku akan berdosa jika aku mengatakan gadis bernama Kiko itu jelek bukan?” Seru Donghae tanpa bermagsud bertanya  sambil sekilas menatap Dara “Tapi…. Cinta bukan hanya sekedar wajah, ketenaran atau apapun itu. Aku pikir kau jauh lebih baik dari dia. Kiko memang terlihat seperti gadis yang baik dan mudah bergaul, tapi cinta juga tidak bisa diiukur dari itu. Ada beberapa aspek yang membuat kita mencintai orang lain yang terkadang kita juga tidak mengetahui alasannya.” Sambung Donghae membuat Dara menatap Donghae dengan intens.

“Kau benar” Timpal Dara masih terus memainkan jemari tangannya.

“Apa ada alasan lain yang membuatmu menyerah dengan hubungan kalian?” Tanya Donghae menatap Dara dengan intens.

“Ji Yong bilang, dia berselingkuh karna aku tidak seperti Kiko yang mudah bergaul dengan teman-temannya. Saat itu aku pikir, aku benar-benar harus mundur. Saat itu aku pikir aku bukan yang terbaik untuk Ji Yong. Ah, harusnya aku sadar jika Ji Yong jauh berada diatas ku. Tapi sekarang, aku rasa. … Aku benar-benar lelah Hae.” Seru Dara tidak bisa membendung air matanya membuat Donghae mencondongkan tubuhnya dan memeluk Dara “Disini rasanya sakit. Seperti tertusuk ribuan jarum lalu seseorang menyiramnya dengan air garam. Rasa sakit yang tidak pernah aku bayangkan Hae” Sambung Dara sambil memukul-mukul dadanya.


“Menangislah. Jika itu bisa mengurangi sedikit rasa sakitmu. Aku tidak bisa memnghiburmu dengan mengatakan kata-kata manis untukmu. Tapi kau bisa menggunakan bahuku untuk menutupi tangismu” Seru Donghae sambil mengelus unggung Dara hingga akhirnya Donghae tidak mendengar isak tangis Dara, Donghae melepaskan pelukannya, dan disana dia sudah melihat Dara tertidur lelap.

TBC...

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images