Swift

-You never love me...- (3)



Cast : Luhan, Oh Sehun, Kim Jisoo, Jung Daeun.
Gendre : tentukan sendiri.
Rate: 15+
Author : JN


Don't be silent reading and please leave you're coment 
Sorry if my ff so boring, Happy reading 
'
'
'
'
' 
“Uh, ayolah, aku bukan gadis SD yang marah karna tidak diberi makanan” Timpal Jisoo dengan ekspresi jijik. “Dan Luhan senior. Aku sangat tersanjung, tapi maaf. You’re not my style” Sambung JiSoo dan kembali membuat Sehun tertawa, sedangkan Daeun hanya tersenyum tipis.

“Kau kenapa?” Tanya Sehun sambil memgang lengan Daeun menyadari jika Daeun hanya diam dan sekarang membuat perhatian Luhan dan Jisoo beralih pada Daeun.

“Aku hanya sedikit pusing” Jawab Daeun sambil memegang kepalanya yang sama sekali tidak pusing, Daeun hanya mecari alasan agar dia bisa keluar dari situasi ini.

“Mau aku antar ke UKS?” Kini Jisoo menawarkan diri sambil memegang punggung Daeun lembut.

“Ah tidak perlu, aku bisa sendiri” tolak Daeun memamerkan senyum tipisnya dan berjalan meninggalkan meja.

“Aku rasa aku harus mengantar Daeun ke UKS” Seru Sehun bangit dari kursinya lalu berlari mengejar Daeun membuat Jisoo menatap mereka. -Dia bahkan tidak mengejarku tadi- Pikir Jisoo ketika dia melihat Sehun merangkul pundak Daeun.

“Cemburu?” Tanya Luhan sambil menggoyang-goyangkan telapak tangannya didepan wajah Jisoo membuat Jisoo berhenti memandang Sehun dan Daeun.

“Sedikit” Balas Jisoo tanpa ragu lalu meyeruput minumannya.

“Uhh. Terlalu jujur” Gurau Luhan mengerutkan keningnya.

“Jadi senior ingin aku mengatakan jika aku baik-baik saja, ketika aku tidak baik-baik saja?” Sekarang Jisoo kembali bertanya.

“Setidaknya berkata sedikit kebohongan untuk menjaga harga dirimu. Kau terlihat sangat mencintai adik bodohku bernama Sehun itu. Kau tau!” Jawab Luhan memberi penjelasan dengan tegas.

“Aku pikir cemburu bukan hal yang memalukan, untuk sekarang Sehun masih kekasihku” Jawab Jisoo bangga.

“Kalau begitu kejar dia” Timpal Luhan dengan wajah serius membuat Jisoo membalas tatapan Luhan. Haruskah Jisoo mengejar mereka? 

“Aku akan mengejarnya” Jawab Jisoo pasti dan berjalan meninggalkan Luhan yang masih diam menatap kepergian Jisoo.

“Aku bahkan belum pernah mengejar kekasihku ketika dia marah. Gadis itu” Gumam Luhan lalu bangkit dari kursinya dan kembali memasuki kelasnya.

Jisoo berjalan melewati lorong kelas untuk menuju UKS yang ada di lantai 2, langkahh kaki Jisoo semakin cepat ketika dia hampir sampai di ruang UKS, tapi dengan cepat Jisoo menghentikan langkah kakinya ketika dia sudah tepat berada di depan pintu UKS yang tidak di tutup dengan rapat, disana dia melihat Daeun dan Sehun tengah duduk diatas tempat tidur membelakangi pintu dengan Daeun menyandarkan kepalanya dibahu Sehun, dengan hati-hati Jisoo menutup pintu itu dengan rapat lalu membalikan tubuhnya meninggalkan tempat itu dengan lemah. Setiap langkah pikirannya terus bekerja, ratusan pertanyaan melintas di otaknya tapi dia coba meyakinkan hatinya jika apa yang dia lihat tidak salah, -yah tidak ada yang salah dengan hubungan seorang sahabat, Sehun dan Daeun hanya bersahabat, tidak lebih- itu yang dia coba doktrin pada dirinya sendiri.

Seperti yang direncanakan sebelumnya, Jisoo, Sehun dan Daeun akan pulang bersama. Jisoo masih berdiri bersandar dipintu gerbang sekolahnya untuk menunggu kedatangan Daeun dan Sehun, entah sudah berapa ratus kali dia menatap arlogi putih yang menempel di pergelangan tangan kanannya dia bahkan terkadang mengayun-ngayunkan kaki kanannya untuk membunuh rasa bosannya, Jisoo terus menatap sekolahnya berharap Sehun dan Daeun akan datang bersama ratusan siswa yang sudah keluar dari ruangan pengap itu. –Ikut saja denganku, untuk apa kau pulang dengan pria kurus itu dan sahabatnya? Kau akan diabaikan lagi oleh pria kurus itu- Jisoo menarik kasar nafasnya ketika dia mengingat ucapan SeulGi tadi sebelum mereka memilih untuk tidak pulang bersama.

“Maaf membuatmu lama menunggu” kini Suara Sehun membuyarkan lamunannya.

“Tidak masalah” Jawab Jisoo dengan senyumnya, setidaknya Jisoo bisa menjadi pembohong yang baik kali ini. 

“Ayo kita pulang” Ajak Sehun lalu menggenggam lengan Jisoo dengan tangan kanannya dan tangan kirinya berada di pundak Daeun.

Seperti biasa Daeun dan Sehun duduk di kursi paling belakang dan sekarang ada Jisoo sebagai penghuni baru tempat itu, saat itu bus sangat penuh dan pengap hingga mereka memutuskan untuk tidak membuka pembicaraan hingga seorang ibu hamil datang dan berdiri di samping Jisoo. Jisoo memanadang Sehun yang mungkin akan berdiri untuk ibu hamil disampingnya tapi percuma Sehun sedang membisikan sesuatu di telinga Daeun yang tengah tersenyum, hingga akhirnya Jisoo bangkit dari kursinya dan berdiri bergabung dengan penghuni bus lain yang tidak kebagian kursi. Jika ada dua penumpang yang turun maka ada 5 penumpang yang masuk dan itu membuat jarak Jisoo dan Sehun semain jauh dan semakin tidak terlihat, hingga akhirnya Jisoo memilih turun di stasiun yang seharusnya dia turun di stasiun setelahnya. Jisoo menatap kepergian bus itu hingga Jisoo sadar Sehun tidak menyadari kepergiannya, dengan lemah Jisoo duduk di halte bus yang memang kosong, lalu tiba-tiba handphonenya berbunyi disana Jisoo melihat ID Seulgi, dengan kasar Jisoo menarik nafas sebelum akhirnya dia menjawab panggilan shabatnya itu.

“Kau dimana?” Tanya Seulgi disebrang sana yang sedang berjalan di sebauah pusat perbelanjaan di cheongdam-dong itu.

“Aku sedang di bus dengan Sehun. Kenapa?” Tanya Jisoo sambil menatap sekeliling tempatnya.

“Jangan berbohong bodoh. Bagaimana mungkin di dalam Bus bisa sangat sepi?” Tanya Seulgi menghentikan lengannya yang tengah meraba-raba pakaian.

“Baiklah baiklah. Aku sedang duduk di halte. Aku harus ke supermarket untuk membeli kebutuhan rumah” Jawab Jisoo pasrah, Jisoo tidak sepenuhnya berbohong karna tepat ketika Seulgi menelpon Jisoo baru ingat jika persedian di rumahnya sudah hampir habis.

“Bukankah sudah aku bilang. Kau seharusnya ikut denganku” Timpal Seulgi mulai kesal, Seulgi memang tidak menyukai jika Jisoo berpacaran dengan Sehun karna Seulgi tidak menyukai kedekatan Sehun dan Daeun.

“Aku harus pergi Seulgi. Bye” Akhirnya Jisoo menutup panggilan telepon dari Seulgi sebeum Seulgi lebih banyak mengoceh.

**********************************************

Sehun mengantar Daeun kerumahnya, dan kembali berjalan menuju rumahnya tapi tepat ketika Sehun berada di depan pagar rumahnya Sehun mendapat pesan dari Luhan jika dia akan pulang terlambat hingga pandangan Sehun tidak hilang dari layar HP nya karna dia juga mendapat pesan dari Jisoo tepat satu jam yang lalu –Aku harus ke supermarket, aku berhenti di stasiun sebelumnya. Maaf tidak memberitahumu sebelumnya- lagi-lagi Sehun merasa bersalah pada Jisoo karna kembali mengabaikannya dengan lemas Sehun melangkahkan kakinya kedalam rumahnya, Sehun bahkan tidak mampu membalas pesan Jisoo karna perasaan bersalahnya.

*************************
Jisoo baru saja mengakhiri panggilan teleponnya dengan Seulgi tapi Jisoo masih terus menatap layar handphone nya, berharap Sehun akan membalas pesan singkatnya, tapi percuma tidak ada pesan masuk satupun dari Sehun.

“Hey!” Seru Luhan sambil duduk tepat disamping Jisoo, membuat Jisoo kaget dan langsung memasukan Handphonennya kedalam saku roknya. “Sehun bilang kalian akan pulang bersama?” Tanya Luhan sambil menatap sekeliling Jisoo.

“Aku harus membeli kebutuhan rumah, jadi aku berpisah dengan mereka. ” Jawab Jisoo bangkit dari kursinya.

“Mau aku antar?” Kini Luhan mencoba menawarkan diri.

“Bercanda denganku? Aku tidak ingin Krystal membunuhku karna senior” Timpal Jisoo tidak yakin.

“Kami sudah putus tepat dua 30 menit yang lalu?” balas Luhan sambil menatap Arlogi merahnya. “Mau berkencan denganku?” Tanya Luhan dengan wajah menggodanya.

“Aku punya Sehun yang jauh lebih baik dari Senior” Timpal Jisoo yakin.

“Sudahlah, ayo kita belanja. Ini sudah hampir sore” Balas Luhan sambil menarik tangan Jisoo menuju ke sebuah supermarket. Disana mereka berbelanja segala macam sayuran dan kebutuhan dapur lainnya, ini adalah pertama kalinya Luhan mengantar seorang wanita berbelanja kecuali ibunya, Luhan bahkan akan memilih putus jika kekasih-kekasih terdahulunya memintanya mengantar berbelanja, tapi dengan Jisoo – Luhan malah yang memaksa mengantar berbelanja. Setelah selesai berbelanja mereka memutuskan untuk makan di sebuah kedai ice cream hingga tiba-tiba Seulgi datang dan bergabung dengan mereka, Jisoo bahkan tertawa ketika melihat ekspresi Seulgi hanya karna melihat Luhan berada di depannya, mereka terus mengobrol hingga mereka tidak menyadari hari hampir gelap.

“Aku akan mengantarmu” Usul Luhan ketika mereka berdiri dihalte.

“Tidak usah, aku akan pulang dengan Seulgi” Tolak Jisoo yang masih merangkul lengan Seulgi, tapi Seulgi masih terus menggumi wajah Luhan, Seulgi bahkan belum pernah bermimpi bisa memakan ice cream denga Luhan, pria idolanya.

To Be Continue…


You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images