Fanfiction
Series
FoundLove #05 [Sequel ‘YNLM’]
Cast : Luhan | Kim Jisoo | Sandara | Kris | Park Chanyeol |
Other
Rate : 15+ (?)
Gendre : Friendship, Life, Family, Love, Sad.
Author : JN (Juliza Nurbaiti)
‘
‘
‘
Tapi mereka tinggal bersama” Sambung Luhan dengan nafas hampir
tercekik.
“Percaya saja padanya, mungkin mereka memang benar hanya
berteman” Chanyeol mencoba membangkitkan tekad Luhan sambil mengelus pundak
Luhan.
“Mereka tinggal bersama Yeol” ulang Luhan menatap Chanyeol
dengan lemah.
“Ingat Lu, kita tinggal di benua Amerika, tinggal bersama bukan
hal awam disini.” Seru Chanyeol mencoba menjelaskan pada Luhan. “Sekarang
sebaiknya kita tidur, besok kita akan pergi ke Seoul – Jeju, perjalanan kita
akan sangat panjang” Seru Chanyeol sambil menepuk pundak Luhan lalu bangkit
dari kursinya.
“Yeol, kau hanya perlu ke Seoul, kau tak perlu ikut dengan kami
ke Jeju” Seru Luhan sedikit cemas pada sahabat barunya itu.
“Berhentilah mencemaskanku seprti Sandara, kejadian itu sudah
berlau lebih dari 13 tahun yang lalu. Tidurlah” Chanyeol menjawab dengan tenang
sambil mencoba meyakinkan Luhan. “Ah, apakah kau akan mengunjungi keluargamu?
Kita memiliki libur satu hari disana” sambung Chanyeol ketika dia sudah berdiri
di depan pintu kamarnya.
“Entahlah, dari Jeju ke Seoul bukan waktu yang sebentar” Jawab
Luhan lemah, mungkin disini dia yang tidak ingin kembali ke Seoul meski hanya
beberapa minggu, mungkin karna dia baru saja bertemu dengan Jisoo?
“Pergilah, aku dan Sandara juga mungkin akan mengunjungi Seoul
meski hanya beberapa jam” Chanyeol mencoba kembali memberi saran dan
menghasilkan senyum tipis dari Luhan, hingga akhirnya mereka berjalan menuju
kamar mereka masing-masing.
Ketika Chanyeol baru saja memasuki kamarnya dia kembali mendapat pesan singkat dari calon
tunganngannya Sulli, tapi Chanyeol bahkan tidak mempunyai niat ingin untuk
memberitahukan jika dia akan ke Jeju besok, dan malah memilih memejamkan matanya.
Di ruangan lain Luhan masih sulit memejamkan matanya, Luhan
masih memegang handphone nya dan dengan sendirinya dia mengirim pesan pada
Jisoo.
>>> Besok aku akan ke Jeju. Apa ada sesuatu yang kau inginkan dari
keberangkatanku? >>> Luhan to Jisoo
<<< Benarkan? Pasti menyenangkan. Aku belum
memikirkannya, oppa memberitahuku tiba-tiba. Aku akan memikirkannya nanti keke
:) <<<< Jisoo to Luhan.
>>> Kekek. Katakan saja, aku akan mencarinya untukmu.
Oh, aku mungkin akan menemui keluargaku dan mungkin Seulgi. Ada yang ingin kau
sampaikan pada mereka? Sehun misalnya? >>> Luhan to Jisoo . Luhan
masih menatap layar handphonennya, Luhan tidak bisa membayangkan jika Jisoo
benar-benar akan menitip pesan untuk Sehun padanya.
<<<Baiklah, aku akan menunggunya nanti. :) Katankan
pada Seulgi jika aku merindukannya. Oh, aku sudah tau apa yang aku inginkan.
Berikan aku foto-foto kalian, jika kalian bertemu kekee. <<<< Jisoo
to Luhan. Jisoo mencoba untuk menghindari segala sesuatu tentang Sehun. Mungkin
Jisoo masih mencintai Sehun? Tapi ini sudah sangat lama jika Jisoo masih
mencintai pria itu.
>>> Baiklah. Aku akan memeberikanmu puluhan foto nanti.
Hmm, apa kau masih mencintai Sehun?>>> Luhan masih menatap setiap
hurup yang ada di layar handphonennya, sebenarnya Luhan enggan menannyakan
pertanyaan itu, tapi dia harus memastikan sesuatu sekarang, hingga akhirnya dia
menekan tombol ‘send’ dilayar handphonennnya. Luhan to Jisoo.
<<< Aku sudah melupakannya. :) . Ah, sebaiknya kau
tidur sekarang<<<< Jisoo to Luhan. Setelah Jisoo mengirim pesan itu
Jisoo langsung menaruh handphonennya di meja yang ada disamping tempat
tidurnya, lalu dia memejamkan matanya begitu saja.
Sedangkan Luhan masih menatap pesan dari Jisoo, Luhan tidak tau
harus membalasnya bagaimana, karna Luhan merasa jawaban Jisoo tidak terlalu
meyakinkan dan lebih memillih untuk tidak membalas, lalu tidur dengan mimpinya.
***
Mentari baru saja muncul di seper-empat langit, tapi Luhan dan
Chanyeol sudah melangkahkankakinya di Oakland International Arport sambil mendorong
koper hitam mereka, lalu dari kejauhan mereka sudah melihat Sandara dan Chorong
melambaikan tangan kirinya dengan tangan kanan yang sedang memegang
handphonennya sambil tersenum.
“Oke, aku akan menunggumu disana. Love you” Itu adalah
percakapan terakhir Sandara ketika Luhan dan Chanyeol sudah berdiri didepan
Sandara, dan Chanyeol yakin jika pria di sebrang sana adalah SeungHyun calon
suami Sandara. Sandara lalu memeluk dan mencium kedua pipi Chanyeol dan Luhan
untuk sebuah sapaan. Begitu juga dengan Chorong, yang sudah terbiasa
melakukannya, tapi ketika Luhan merasakan pipi Chorong menempel di pipinya,
seperti ada sesuatu yang aneh, ini tidak bisa, magsdunya mungkin tidak masalah
jika Sandara yang melakukannya karna mereka sudah saling mengenal dan mengobrol,
sedangkan Chorong? Kemarin mungkin adalah pertama kalinya dia mengobrol dengan
Chorong – bahkan untuk sapaan Chorong kemarin, Luhan masih belum terbiasa. Dan
sekarang dia sudah mendapat sapaan yang yang sama, yang menurutnya tidak bisa.
“Kau harus terbiasa” Seru Sandara dengan senyumnya karna melihat ekspresi wajah
Luhan kaku.
“Ah anda harus terbiasa dok. Aku mungkin akan melakukannya lebih
sering hehe” Gurau Chorong dengan tawanya, yah Chorong memang bukan gadis
pemalu, mungkin karna mereka sudah terbiasa tinggal di benua Amerika ini
sehingga mereka tidak memiliki rasa canggung, dan cara mereka bicara bahkan
seprti tidak ada batas. Dan satu lagi, ketika Luhan melihat Chorong, dia
seperti melihat Jisoo. Sangat mirip.
“Ah, sepertinya beegitu” Balas Luhan sambil menggaruk bagian
belakang kepalanya yang tidak gatal – menyadarkan dia dari lamunannya.
“Ayolah, ini tidak buruk. Warga asli Amerika bahkan saling
mencium bibir untuk sebuah sapaan” Timpal Chanyeol sambil menepuk punggung
Luhan – membuat Luhan menatap Chanyeol tajam – Luhan tidak bissa membayangkan
jika dia akan selalu berciuam setiap kali dia bertemu wanita.
“Yeol, kau tidak menghubungi Suzy jika kita akan ke Seoul?”
Tanya Sandara sambil meng-cek pasportnya, tanpa memandang ekspresi Chanyeol
yang kaku.
“Tidak, aku takut jika dia sedang sibuk dengan pemotretan” Balas
Chanyeol dengan normal ketika Sandara sudah menatapnya.
“Beritahu dia, mungkin dia bisa berangkat dengan SeungHyun
nanti” Sandara mencoba memberi Saran.
“Woa, SeungHyun oppa akan datang ke Jeju?” Tanya Chorong dengan
mata yang hampir keluar – Chorong masih ingat ketika beberapa bulan yang lalu
SeungHyun menemui Sandara, dan dia dapat dengan mudah bergaul dengan SeungHyun.
“Hanya untuk berkunjung” Balas Sandara sambil merangkul pundak
Chorong.
“SeungHyun hyung akan datang ke Jeju?” Ulang Chanyeol tidak
yakin dan Sandara hanya membalasnya dengan sebuah anggukan.
“Suzy? Baek Suzy model terkenal itu?” Tanya Luhan kaget, bola
matanya mungkin hampir menggelinding di lantai, sekarang Luhan sadar, kenapa
dia merasa tidak asing dengan gadis yang dia lihat di layar HP Chanyeol tempo
hari.
“Kau tidak membertahu Luhan jika kau akan bertunangan dengan Suzyi?
Kau harus bangga mempunyai calon tunangan yang nyaris sangat sempurna seperti Suzy,
tiggi, putih, terkenal, keluarga biak-baik. Hhuh, kau harus tau, kau sangat
beruntung memilikinya” Seru Chorong tidak percaya, mengingat gadis bernama Suzy
yang kerap menemui Chanyeol di rumah sakit, meski itu berarti dia harus
menempuh jarak yang jauh hanya untuk menemui Chanyeol meski hanya beberapa jam.
“Aku tidak percaya. Kau akan bertunangan dengan seorang Baek
Suzy” Seru Luhan masih dengan wajah terkaget-kaget.
“Kau sudah melihat dan berbincang dengan tunanganku Suzy, tapi
kenapa ekspresmu aneh seperti itu” Gerut Chanyeol sambil menepuk pundak Luhan
lalu merangkulnya.
“Kau tidak mengatakan jika tunanganmu Baek Suzy, seorang model”
Balas Luhan masih tidak percaya.
“Berhentilah memasang wajah seperti itu. Dia hanya seorang Baek
Suzy, bukan Angelina Jolie” Timpal Chanyeol sambil menutup kedua bola mata
Luhan dengan telapak tangannya.
“Ayo kita berangkat” Seru Sandara ketika dia baru saja melihat
arlogi putihnya, yang kini sedang menarik koper pinknya, dengan Chanyeol,
Chorong dan Luhan mengikuti dibelakang.
Mereka berempat menempuh perjalanan yang cukup panjang, 12
mereka berada didalam burung besar ini, dengan Chanyeol duduk disamping Sandara
sambil menggenggam lengan Sandara erat, yah karna Sandara mempunyai phobia pada
ketinggian. – mereka melewati perjalanan panjang mereka dengan beberapa jam
tidur dan kembali mengobrol untuk membunuh rasa bosan mereka.
Sedangkan Luhan duduk bersama Chorong, sekali lagi, Luhan merasa
jika Chorong benar-benar seperti hasil copy dari Jisoo, ucapannya yang
terdengar jujur seperti Jisoo, tawa renyahnya seperti Jisoo.
“Itu pacarmu?” Tanya Chorong ketika dia tidak sengaja melihat
wallpaper handphone Luhan, meski Chorong tidak yakin dengan wajah gadis itu,
tapi Chorong yakin jika gadis itu cantik.
“Ah…. Aku tidak tau” Balas Luhan menggantung dan seeprti tidak
yakin membuat Chorong mengernyutkan keningnnya.
“Hmm. Apa aku membuatmu tidak nyaman?” Tanya Chorong sambil
menunduk untuk menatap Luhan.
“Tidak, lakukan saja apa yang biasa kau lakukan” Balas Luhan
dengan senyumnya – mencoba meyakinkan gadis yang ada disampingnya.
“Ah baiklah. Terimakasih” Timpal Chorong dengan senyum tipisnya
dan kembali membetulkan posisi duduknya.
***
Sekarang mereka sudah berjalan di Incheon International Airport,
lalu kembali menaiki pesawat yang akan berangkat ke Jeju dan berhenti di Jeju
International Airport, mereka bahkan tidak sempat mengunjungi keluarga mereka
di Seoul karna pekerjaan mereka, yang mungkin sudah menunggu disana. Hari ini
benar-benar perjalanan paling melelahkan, hingga membuat Sandara tertidur
ketika mobil jemputan, dari Villa yang mereka sewa.
“Aku akan membawanya ke kamar. Kau lelah, biarkan pengurus Villa
yang membawa semua barang kita kedalam” Seru Chanyeol ketika dia sudah
menggendong tubuh kecil Sandara.
“Baiklah, aku sangat lelah. Kau harus langsung tidur. Aku juga
harus mengatar Chorong kedalam kamarnya” Balas Luhan yang sedang menggendong
Chorong di punggungnya, lalu membiarkan Chanyeol pergi lebih dulu dengan
Sandara di punggungnya.
Chanyeol menaiki anak tangga untuk memasuki kamar Sandara,
setelah dia sampai didalam kamar Chanyeol lagsung menayalakan lampu kamar dan
merebahkan tubuh Sandara diatas tempat tidur dengan Chanyeol yang duduk di
bibir kasur sambil merapihkan beberapa helai rambut Sandara yang menghalangi
wajahnya.
“Kenapa kau harus menjadi bibiku?” Bisik Chanyeol sambil
menyelimuti tubuh Sandara dengan cover putih, lalu kembali duduk disamping
Sandara. “Aku sudah gila bukan?
Mencintai adik dari ayahku sendiri. Bibi? Itu membuatku gila” Sesal Chanyeol
masih terus menatap wajah putih Sandara yang tengah damai dalam tidurnya, lalu
Chanyeol melihat Sandara tersenyum dalam tidurnya. “Apa sekarang kau sedang
memimpikan Choi SeungHyun? Tenanglah, aku akan pergi, setelah memastikan kau
bahagia dengan pria itu” Sambung Chanyeol dengan senyum pahitnya – lalu dengan
perlahan Chanyeol mendekatkan wajahnya dengan wajah Sandara dan menempelkan
bibirnya diatas bibir Sandara yang masih tersenyum dimimpinya. “I Love You”
Bisik Chanyeol sebelum akhirnya dia meninggalkan Sandara yang tengah tertidur.
TBC….

0 komentar